Abstract:Sate Taichan adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang berasal dari hidangan sate tradisional Indonesia, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis sate lainnya. Hidangan ini menggunakan daging ayam…
yang dipanggang tanpa tambahan bumbu kacang, kecap manis, atau rempah-rempah yang berat seperti pada sate tradisional. Sebagai alternatif, Sate Taichan disajikan dengan sambal pedas, perasan jeruk nipis, dan taburan garam, yang menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan segar yang khas. Proses pembuatannya melibatkan marinasi yang minimal pada daging, umumnya hanya dengan garam dan merica, untuk mempertahankan rasa asli dan menciptakan tekstur yang empuk. Salah satu ciri khas dari Sate Taichan adalah warna dagingnya yang putih bersih, yang dihasilkan dari proses pemanggangan tanpa menggunakan kecap atau rempah yang pekat. Sate Taichan pertama kali menjadi populer di Jakarta dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia, menjadi fenomena kuliner yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Daya tarik Sate Taichan tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kesederhanaan bahan, penyajiannya yang modern, serta kesesuaian dengan tren makanan yang lebih ringan dan sehat. Popularitasnya juga didukung oleh kemudahan dalam penyajian dan fleksibilitas untuk berinovasi, seperti penambahan variasi rasa, pelengkap, dan teknik memasak. Dalam konteks hubungan antara manusia dan budaya, Sate Taichan mencerminkan perubahan preferensi masyarakat Indonesia terhadap makanan yang lebih praktis, estetis, dan memiliki cita rasa global, sambil tetap mempertahankan unsur lokal. Kehadirannya membuka peluang baru dalam bisnis kuliner, baik dalam skala restoran, gerai kaki lima, maupun usaha rumahan. Dengan kombinasi rasa pedas, segar, dan penampilan yang menarik, Sate Taichan tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kreativitas dan adaptasi kuliner Indonesia di era modern.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkatkan kreativitas siswa. Fokus utama penelitian adalah untuk menggali cara-cara yang…
dapat digunakan pendidik untuk merangsang kreativitas siswa melalui materi dan metode pengajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa sekolah yang telah menerapkan metode pembelajaran kreatif dalam PAI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru PAI, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta kegiatan diskusi dan refleksi, dapat merangsang kreativitas siswa dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai ajaran agama Islam. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pendidik untuk mengintegrasikan pendekatan kreatif dalam pembelajaran PAI guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan. Kontribusi penelitian ini juga memperlihatkan bahwa kreativitas siswa dapat berkembang lebih baik jika dibarengi dengan metode pembelajaran yang menantang dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kreativitas siswa, dan dengan demikian, perlu adanya penguatan metode pengajaran yang dapat mendukung perkembangan kreativitas siswa secara maksimal di sekolah.
Abstract:Humanisme adalah salah satu filsafat dalam pendidikan yang menganggap manusia sebagai makhluk yang penuh kreativitas dan kebahagiaan. Pendidikan dengan memprioritaskan filsafat humanisme memiliki pandangan bahwa proses pembelajaran…
embelajaran tidak hanya sebagai sarana untuk konversi tetapi merupakan sebuah proses pembelajaran. konsep merdeka belajar dipilih dengan esensi pendidikannya bermakna kemerdekaan dan kemandirian. Merdeka belajar dianggap relevan dan tepat dilaksanakan di era demokrasi pendidikan saat ini.Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian berupa penelitian metode kepustakaan.Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pencarian referensi online dari berbagai sumber database. Sumber data primer meliputi Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka 2020 dari Kemendikbud. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari berbagai literatur seperti catatan, buku, jurnal, artikel ilmiah dan referensi literatur ilmiah lainnya. Filsafat pendidikan humanisme merupakan filsafat pendidikan yang mengedepankan kemanusiaan atau proses memanusiakan manusia di dalam proses pendidikannya. Dalam praktek teori filsafat humanisme cenderung mengarahkan siswa untuk dapat berfikir, mementingkan pengalaman, dan membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif didalam proses pembelajaran. Konsep merdeka belajar memberikan kesempatan belajar dengan penuh kebebasan dan kenyamanan untuk peserta didik. Sehingga peserta didik dapat menikmati rasa tenang, nyaman dan bahagia tanpa stres atau mendapat tekanan dari manapun Konsep merdeka belajar akan tercapai, bila mana pendidik mampu melihat aspek filosofis menjadi dasar keberhasilan dalam pelaksanaannya, karena suatu konsep pendidikan dapat dijadikan aplikasi atau alat pemikiran filosofis, dalam perkara ini adalah Filsafat Humanisme. Signifikansi relevansi dalam pemikiran humanisme dan konsep Merdeka Belajar dalam kegiatan pembelajaran yang membutuhkan berbagai komponen, antara lain: guru, tujuan pendidikan, peserta didik, materi, metode, sarana, prasarana dan evaluasi.
Abstract:Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kreativitas belajar siswa melalui penerapan metode mind mapping pada mata pelajaran tema 5 yaitu ekosistem di kelas V SD Negeri 6 Sumberejo. Penelitian ini merupakan…
akan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 6 Sumberejo tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada tema ekosistem dilihat dari presentase kreativitas belajar siswa pada siklus I mencapai 40% dengan rata-rata 63,33. Pada indikator fluency dan flexibility dengan kategori “sedang” dan pada indikator originality dan elaboration memiliki kategori “rendah”, kemudian pada siklus II terjadi peningkatkan mencapai 80% dengan rata-rata 80,67. Pada indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration dengan kategori “tinggi”.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis dampak inovasi dalam penilaian pendidikan Agama Kristen terhadap pengembangan pemahaman konseptual, kreativitas, dan perubahan sikap siswa. Dengan fokus pada…
penerapan metode penilaian yang berbasis inovasi, penelitian ini melibatkan partisipasi siswa dalam proyek-proyek kreatif, diskusi kelompok, dan tugas kolaboratif yang menekankan aplikasi nilai-nilai agama Kristen dalam konteks kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi penilaian memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konseptual siswa terkait nilai-nilai agama Kristen. Siswa tidak hanya mampu menghafal ajaran, tetapi juga dapat mengaitkannya dengan pengalaman nyata dan menghasilkan pemahaman yang mendalam. Inovasi penilaian juga merangsang kreativitas siswa, terlihat dalam ekspresi seni, presentasi digital, dan proyek-proyek kolaboratif yang mencerminkan pemahaman mendalam terhadap ajaran agama Kristen, perubahan positif dalam sikap siswa juga terlihat melalui partisipasi aktif dalam proyek pelayanan sosial dan diskusi kelompok. Siswa mengembangkan sikap empati, kepedulian, dan keberbagian terhadap masyarakat sekitar, menciptakan dampak positif dalam pembentukan karakter . Penelitian ini memberikan bukti bahwa inovasi penilaian dalam pendidikan Agama Kristen dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang perkembangan holistik siswa, tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga afektif dan moral. Implikasi dari penelitian ini mendukung upaya untuk terus mengintegrasikan inovasi dalam pembelajaran Agama Kristen guna mencapai pembentukan generasi yang kritis, kreatif, dan berintegritas moral.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan penjualan di era digital, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Metode yang…
digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi langsung terhadap pelaku UMKM di berbagai sektor, seperti kuliner, fashion, jasa, dan kerajinan tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti media sosial, e-commerce, dan metode pembayaran digital, berperan signifikan dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM. Selain itu, strategi pemasaran digital yang tepat, kemampuan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, inovasi produk, serta dukungan dari pemerintah dan komunitas menjadi faktor pendukung utama dalam peningkatan penjualan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha, pemerintah, dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan UMKM berbasis digital secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang peran tes sumatif dalam memantau keberhasilan belajar siswa. Tes sumatif adalah evaluasi yang diberikan kepada siswa setelah mereka menyelesaikan satu unit pembelajaran atau pada akhir periode…
iode waktu tertentu, seperti akhir semester atau tahun ajaran. Tes sumatif digunakan untuk menilai pemahaman siswa tentang materi pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, dibahas baik manfaat atau kelemahan penggunaan tes sumatif. Meskipun tes sumatif memberikan gambaran yang luas tentang apa yang dipelajari siswa dan seberapa baik memahami materi, ada juga beberapa kelemahan dengan menggunakannya. Tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi adalah salah satu masalah yang muncul. Masalah lain adalah ketidakmampuan te sumatif untu menilai kreativitas, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan kritis siswa. Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. diharapkan penelitian ini akan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan tes sumatif dalam sistem pendidikan dan menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkannya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan, kreativitas, serta penanaman karakter siswa melalui penerapan strategi pembelajaran aktif dan kegiatan pendampingan. Penelitian dilaksanakan di MA Miftahul Ulum Batang-Batang…
ng-Batang pada bulan Januari hingga Maret 2026 dengan subjek 20 siswa kelas XI-B. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi Problem-Based Learning (PBL), diskusi kelompok, presentasi, dan ice breaking. Selain itu, kegiatan pendampingan dilakukan melalui pendekatan personal kepada siswa tertentu, pembiasaan sapa salam pagi, serta pendampingan intensif dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi tersebut mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam diskusi, tanya jawab, dan presentasi. Kreativitas siswa juga berkembang melalui kegiatan pemecahan masalah dan tugas kelompok. Dari aspek karakter, terjadi peningkatan pada disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri. Kegiatan pendampingan turut mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif serta membantu siswa dalam mengembangkan sikap positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi pembelajaran aktif dan kegiatan pendampingan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.
Abstract:Perkembangan teknologi digital yang pesat pada abad ke-21 telah memberikan dampak signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan…
angan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam sebagai landasan utama pendidikan. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum pendidikan Islam masih cenderung bersifat konvensional dan belum terintegrasi secara sistematis dengan teknologi digital serta kompetensi abad ke-21. Kondisi ini menunjukkan adanya celah konseptual dalam pengembangan manajemen kurikulum pendidikan Islam berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model konseptual manajemen kurikulum pendidikan Islam berbasis teknologi digital yang berorientasi pada pendidikan Islam abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka bersifat konseptual-teoretis. Data diperoleh dari literatur nasional dan internasional berupa buku, artikel jurnal ilmiah, serta laporan yang relevan dengan manajemen kurikulum, pendidikan Islam, teknologi digital, dan pendidikan abad ke-21. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum pendidikan Islam berbasis teknologi digital perlu dilaksanakan melalui sistem integratif yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang didukung oleh teknologi digital serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Model konseptual yang dihasilkan menekankan integrasi nilai-nilai Islam dengan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa kerangka konseptual yang dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era digital.
Abstract:Human Resource Development (HRD) memiliki peran strategis sebagai penggerak inovasi proses pada industri manufaktur modern. HRD tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis karyawan, tetapi juga membangun kemampuan adaptasi…
i terhadap perubahan teknologi, alur kerja baru, dan dinamika pasar. Strategi HRD yang mencakup pelatihan berbasis digital, workplace learning, mentoring, serta pengembangan kreativitas karyawan mampu menciptakan tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan proaktif dalam meningkatkan efisiensi serta kualitas proses produksi. Kajian literatur ini menunjukkan bahwa HRD berkontribusi pada penciptaan budaya kerja yang mendukung kolaborasi, kreativitas, dan pembelajaran berkelanjutan, sehingga inovasi proses dapat terwujud secara efektif.