Search Articles & Publications

Showing 3587 articles found for "Serta"

Pengaruh Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Burger Bangor Di Sukamaju Depok

Naufal Hafizh Adhyatma, Wiwin Wianti, Yosie Noverha
Abstract: Industri restoran cepat saji di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat, didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen serta perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin praktis. Burger Bangor, sebagai salah… lah satu merek lokal dengan jaringan lebih dari seratus empat puluh gerai di berbagai wilayah Indonesia, menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi mutu produk dan pelayanan, sebagaimana tercermin dari sejumlah keluhan pelanggan terkait cita rasa yang tidak stabil serta proses pelayanan yang berlangsung lambat, khususnya pada gerai Sukamaju, Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan, pada objek tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survei, sedangkan data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada sembilan puluh delapan responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi dua puluh lima, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, demikian pula kualitas pelayanan. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi gabungan sebesar 62,6 persen terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.

Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Aquviva di Kota Depok

Jonathan Herhanlie, Vina Islami, Ulfa Rahma Dhini
Abstract: Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus berkembang karena masyarakat semakin mempertimbangkan kebersihan, keamanan, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air minum. AQUVIVA merupakan produk AMDK lokal yang diproduksi&#8230; ksi PT Mitra Tirta Buwana. Pada 2025, merek ini menghadapi penurunan kepercayaan setelah beredar informasi mengenai temuan benda asing di dalam kemasan. Pada periode pemulihan citra tersebut, perusahaan juga menjalankan kampanye promosi berskala besar. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas produk dan promosi terhadap keputusan pembelian AQUVIVA di Kota Depok, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-asosiatif. Sampel ditentukan melalui purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow dan melibatkan 100 konsumen AQUVIVA. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 9,044; p < 0,001) dengan kontribusi 33%. Promosi juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 8,448; p < 0,001) dengan kontribusi 29%. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 77,764; p < 0,001) dan menjelaskan 61,6% variasi keputusan pembelian. Temuan tersebut menunjukkan perlunya pengendalian mutu yang konsisten serta penguatan promosi digital yang berkelanjutan untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga loyalitas konsumen.

Kolaboratif Learning sebagai Strategi Penguatan Literasi Digital pada Peserta Didik Sekolah Dasar

Muhammad Alwan, Nailatul Alawiyah
Abstract: This study examines the effectiveness of implementing Collaborative Learning as a strategy to strengthen Literasi digital among elementary school students, emerging as a response to challenges related to students’ limited&#8230; ted ability to access, understand, and utilize digital information critically and responsibly. The main problem addressed in this research concerns the lack of learning models capable of integrating cooperation, creativity, and critical thinking skills with digital competencies relevant to 21st-century demands. Employing a descriptive qualitative method supported by a literature review, the data were collected from various scientific sources such as books, journals, articles, and previous studies. The findings indicate that Collaborative Learning effectively enhances students’ Literasi digital skills through activities emphasizing interaction, discussion, problem-solving, and the use of digital platforms such as Google Classroom, Canva, Kahoot, and Padlet. The teacher’s role as a facilitator is crucial in creating an active, adaptive, and student-centered learning environment. Challenges such as limited devices and internet access still arise, yet these can be mitigated through teacher competency development, parental support, and the optimal use of accessible digital resources. The study concludes that integrating Collaborative Learning with Literasi digital not only improves academic competence but also fosters a learning ecosystem that is engaging, participatory, and aligned with technological advancements. The novelty of this research lies in highlighting that student collaboration, when combined with appropriate technological integration, can serve as an effective strategy for strengthening Literasi digital sustainably at the elementary school level.

Penerapan Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Peserta Didik SMP dalam Pembelajaran di Kelas

Herisa Sintia, Desy Safitri, Sujarwo
Abstract: This study aims to examine the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model in enhancing the communication skills of junior high school students through a literature review approach. The study critically analyzes&#8230; yzes a range of scholarly literature and recent research findings concerning the implementation of PjBL, particularly in the context of developing oral, written, and interpersonal communication skills within primary education settings. The findings indicate that PjBL fosters an active, collaborative, and contextual learning environment that significantly contributes to the improvement of students’ communication abilities. Through project completion that involves exploration, presentation, and group interaction, learners are encouraged to articulate ideas effectively, engage in active listening, and produce writing with logical and argumentative structure. Moreover, the model has been shown to enhance students' self-confidence, independence, and sense of responsibility toward their own learning process. Nonetheless, the implementation of PjBL continues to face several challenges, including limited instructional time, insufficient teacher understanding of meaningful project design, and inadequate supporting resources. Without systemic support and continuous professional development for educators, the application of this model risks becoming a mere formality with little substantive impact. Therefore, this study recommends further empirical research using a mixed-methods approach to investigate the effectiveness of PjBL across various subjects and educational levels. Such studies are expected to strengthen the theoretical foundation and promote the adoption of PjBL as a transformative learning strategy in shaping learners.

Dampak YouTube Shorts terhadap Pola Pikir dan Tingkah Laku Peserta Didik

Agil Syakhirotul Rizkiyah, Desy Safitri, Sujarwo
Abstract: The rapid advancement of digital technology has significantly transformed the way people interact, access information, and consume media. The internet, as the cornerstone of this transformation, enables instant access to&#8230; information beyond the limits of space and time. One prominent manifestation of this progress is the rise of social media platforms, including YouTube Shorts, which offer short-form videos in an engaging and fast-paced format. This platform has gained immense popularity, not only among adults but also among children and adolescents. While YouTube Shorts can serve as a source of education and entertainment, its unrestricted access regardless of age raises serious concerns. Children are particularly vulnerable to exposure to content that is inappropriate for their psychological development, such as verbal violence, consumerist lifestyles, deviant behavior, and misleading information. This situation prompts a fundamental question: to what extent do digital broadcasts influence students’ mindset and behavior? This study employs a descriptive qualitative approach to explore the impact of YouTube Shorts consumption on students. The findings reveal a duality of influence: on one hand, appropriate content can enhance literacy, creativity, and language proficiency. On the other hand, without proper supervision, this platform may lead to addiction, weaken social interaction, and normalize behaviors that contradict educational values. Therefore, collaboration between parents and educators is essential. Active supervision at home and digital ethics education at school are crucial to shaping a generation that is both critical and wise in navigating the digital information landscape.

Efektivitas Kegiatan P5 dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas VIII SMPN 281 Jakarta

Azlea Mayasya Aziz, Desy Safitri, Sujarwo
Abstract: Creativity is an essential aspect in education to prepare learners to face complex future challenges. P5 activities (P5 Student Profile Strengthening Project) serve as an effort to enhance the creativity of students at SMPN&#8230; MPN 281 Jakarta. This research employs a quantitative descriptive approach to evaluate the effectiveness of P5 activities in improving the creativity of eighth-grade students. Data were collected through questionnaires completed by 70 students and interviews with 3 teachers, including the P5 coordinator. The research findings indicate that the effectiveness of P5 activities in enhancing student creativity reaches a very high category, with a percentage of 92%. Student creativity experiences a significant improvement, particularly in generating new ideas, viewing problems from various perspectives, seeking alternative solutions, and daring to undertake challenging tasks. However, there is still room for improvement, especially in aspects of creativity related to unconventional thinking to express oneself. Teachers and the P5 coordinator play crucial roles in designing and implementing P5 activities to create an environment conducive to student creativity growth. In conclusion, P5 activities are effective in enhancing the creativity of eighth-grade students at SMPN 281 Jakarta, yet continuous improvement is needed to achieve maximum creative potential.

Profil Tingkatan Literasi Lingkungan pada Peserta Didik Tingkat SMP

Estu Putri Maharani, Budiaman, Martini
Abstract: The issue of the environment has become a major concern globally. Environmental literacy plays a crucial role in empowering individuals to address current environmental challenges. To assess the level of environmental literacy&#8230; teracy among students, this research focused on evaluating the abilities of students at SMP Negeri 158 Jakarta, a school committed to the Adiwiyata program. The study employed a descriptive approach involving 62 eighth-grade students as research subjects. Data were collected through a series of interviews, questionnaires, and tests. Data analysis was conducted using descriptive statistical analysis methods, assessing scores for each environmental literacy indicator. The research findings indicated that the majority of students demonstrated a moderate level of environmental literacy in cognitive indicators, reaching 48%. Meanwhile, the affective indicators showed that the majority of students were in the high category, at 56%. For behavioral indicators, the majority of students were in the moderate category, reaching 76%. The school continues to strive to improve students' environmental literacy as part of efforts to cultivate behaviors that reflect care and awareness for the environment. These actions aim to shape students with a strong and sustainable environmental culture.

Pendidikan Kristen Versus Pendidikan Sekuler: Ditinjau Dari Motivasi Dan Tujuan Pendidikan

Sinaga, Janes, Sinambela, Juita Lusiana
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki perbedaan motivasi dan tujuan pendidikan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler, untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana sistem pendidikan ini memengaruhi&#8230; emengaruhi motivasi belajar dan tujuan pendidikan para pelajar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menyelidiki perbandingan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler dalam konteks motivasi dan tujuan pendidikan. Dengan melakukan pencarian sistematis literatur melalui berbagai sumber akademis, penelitian ini memusatkan perhatian pada literatur yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Analisis literatur mencakup identifikasi tema utama, pengungkapan sinergi dan konflik dalam motivasi dan tujuan pendidikan, serta sintesis temuan untuk membentuk pemahaman yang kohesif. Evaluasi kritis terhadap literatur dan penyajian hasil dalam bentuk naratif yang jelas merupakan komponen integral dari metodologi penelitian ini. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam mengenai perbedaan esensial dalam motivasi dan tujuan pendidikan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler, memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang pengaruh nilai dan prinsip dalam membentuk pengalaman pendidikan.

Genealogi Pendidikan Kristen: Jejak Asal, Makna, dan Tujuannya

Sinambela, Juita Lusiana, Sinaga, Janes
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki genealogi pendidikan Kristen dengan fokus pada asal, makna, dan tujuan yang mendasarinya. Melalui pendekatan interdisipliner yang mencakup sejarah, teologi, dan sosiologi pendidikan,&#8230; ikan, penelitian ini merunut kembali akar-akar pendidikan Kristen dari masa lampau hingga perkembangannya dalam konteks modern. Studi ini akan menelusuri sejarah pendidikan Kristen, mengidentifikasi peran gereja dan pemikir-pemikir Kristen dalam membentuk prinsip-prinsip pendidikan. Selain itu, penelitian ini akan membahas makna pendidikan Kristen dalam konteks spiritual, moral, dan sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang esensi pendidikan Kristen, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan perkembangan individu. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu pengembangan kebijakan pendidikan Kristen yang relevan dan efektif dalam memenuhi tuntutan zaman modern sambil tetap setia pada akar-akar tradisionalnya.

Naaman dalam Dua Perjanjian

Sinambela, Juita, Sinaga, Janes
Abstract: Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada&#8230; ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.