Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemakaian tanda baca mempengaruhi intonasi dan makna kalimat yang dibaca dalam teks Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi Pustaka, yang meliputi analisis…
teks-teks yang terkait, referensi buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tanda baca yang tepat itu mempengaruhi intonasi yang digunakan saat membaca teks Bahasa Indonesia. Ketika tanda baca seperti koma, titik, tanda tanya, dan tanda seru digunakan dengan tidak tepat, hal itu dapat mempengaruhi bagaimana seseorang memahami sebuah kalimat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tanda baca yang tepat sangat penting untuk pembentukan intonasi yang tepat dan pemahaman makna yang tepat dalam membaca teks kalimat bahasa Indonesia .
Abstract:Media sosial merupakan platform online dimana pengguna dapat berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan konten seperti blog, jejaring sosial, wiki, dan forum. Penggunaannya memiliki dampak positif, seperti memperluas interaksi…
aksi sosial, mempermudah mengekspresikan diri sendiri, serta mempercepat penyebaran informasi dengan biaya yang lebih terjangkau. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola perilaku masyarakat secara signifikan. Kemunculan media sosial membawa pergeseran dalam budaya, etika, dan norma-norma yang ada. Di Indonesia, yang memiliki keberagaman tradisi, suku, ras, dan agama, penggunaan media sosial telah menjadi umum di kalangan berbagai usia dan latar belakang, sebagai sarana untuk memperoleh dan menyebarkan informasi kepada public. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai definisi media sosial, dampaknya terhadap masyarakat di Indonesia, dan pengaruhnya terhadap perubahan sosial. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini didasarkan pada metode pustaka. Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa penggunaan media sosial dapat memiliki dampak signifikan terhadap individu, termasuk meningkatnya perilaku antisosial di kalangan anak muda yang terlalu terikat pada media sosial.
Abstract:Keindahan alam menjadikan daya tarik utama pada wisata indonesia. Hal itu memberikan keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya ialah pegunungan. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan…
n jumlah pegunungan berapi mencapai 400 bahkan 100 diantaranya masuk kategori aktif. Dengan banyaknya jumlah pegunungan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara vulkanis yang sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pariwisata. Salah satunya adalah Gunung Rinjani yang berada di Pulau Lombok. Optimalisasi pemanfaatan gunung berapi sebagai objek wisata ini berpotensi besar untuk dikembangkan dikarenakan tingginya minat dalam mendaki hingga 75%. Berdasarkan data tahun 2023 dari April hingga Desember total pendaki mencapai 62.486 yang terdiri atas pendaki lokal maupun mancanegara. Masalah yang sering dialami pendaki adalah keadaan kesehatan. Pada tahun 2020 merupakan presentase kecelakaan terbesar hingga 0,093% dimana 0,012% disebabkan oleh kasus kesehatan ditambah juga permasalahan lainnya seperti rawan pendaki hilang atau tersesat dan sulitnya evakuasi oleh tim SAR. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memiliki inovasi Smowatch yaitu jam pintar berbasis sistem lora (long range) terintegrasi iot sebagai teknologi navigasi dan explorer search and rescue di gunung Rinjani. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan merancang teknologi navigasi yang akan membantu pendaki ketika berada dalam keadaan darurat selama berada di Gunung Rinjani. Smowatch dibuat dalam bentuk jam tangan guna mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) point ke 9.
Abstract:Penjadwalan perkuliahan merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung terlaksananya perkuliahan. Dengan adanya penjadwalan perkuliahan maka waktu perkuliahan dapat diatur, agar ruangan dapat digunakan dengan cara yang…
ng efektif. Untuk menyusun penjadwalan perkuliahan tentu dibutuhkan cara yang tepat agar penyusunan jadwal perkuliahan menjadi mudah dan cepat. Pada Perguruan Tinggi XXXX, penjadwalan perkuliahan masih dilakukan dengan cara konvensional yaitu menyusun jadwal dengan cara manual menggunakan software Microsoft excel sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam menyusun penjadwalan perkuliahan. Untuk mempermudah dan mempercepat proses penyusunan jadwal perkuliahan secara optimal, Sistem Informasi Penjadwalan Perkuliahan merupakan salah satu solusi yang tepat. Algoritma Genetika adalah salah satu cara untuk melakukan langkah logis dan sistematis Agar Sistem Informasi Penjadwalan perkuliahan dapat memberikan solusi yang mudah, cepat dan optimal. Algoritma genetika merupakan salah satu kemajuan pada bidang teknologi informasi dalam bidang Artificial Intelligence (AI) yang dapat menyelesaikan masalah optimasi. Sehingga proses pembuatan jadwal menggunakan algoritma genetik membuat penyusunan jadwal perkuliahan menjadi lebih cepat, tepat dan optimal. Hasil yang diperoleh dari pemodelan algoritma genetika pada sistem penjadwalan perkuliahan ini berupa jadwal kuliah reguler pagi, jadwal kuliah reguler malam, dan jadwal kuliah extention pada semua jurusan di Perguruan Tinggi XXXX.
Abstract:Salah satu orientalis yang terkenal ekstrem dan skeptis dalam mengkritik hadits adalah Ignaz Goldziher. Ia adalah bapak orientalis karena banyak pemikirannya yang menjadi dasar pemikiran Orientalis dalam mengkritik hadits…
s dan karya-karyanya dipuja oleh para orientalis. Pemikiran Goldziher tentang kritik Hadis berhasil dikembangkan dan direkonstruksi oleh penggantinya yaitu Joseph Schacht. Schacht berhasil mengembangkan teori yang memperkuat argumennya tentang kritik Hadis. Ada indikasi hubungan antara Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht seperti yang terlihat dari argumen mereka dalam mengkritik hadits. Penulis berusaha menggali dan mengkaji terkait kajian hadits, biografi, referensi, dan cara-caranya mereka dalam melakukan penelitian tentang Hadits melalui penelitian pustaka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks. Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan kritik hadis antara Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht, antara lain: faktor metodologis, faktor sosio-geografis, faktor ideologis dan pandangan hidup, faktor bahasa, minat, doktrin dan etika ilmiah yang terlihat dari argumen mereka dalam mengkritik hadits.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan partisipasi dan penyusunan anggaran pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah di Kabupaten Merauke. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian…
deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan gambaran secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki mengenai Partisipasi Dan Transparansi Penyusunan Anggaran Pada Badan Pengelola Perbatasan daerah Kabupaten Merauke. Hasil penelitian menyimpulkan dari 12 ( dua belas ) responden bahwa adanya partisipasi dan transparansi dalam penyusunan anggaran pada Badan Pengelola Perbatasan daerah Kabupaten Merauke antara lain ketika pembahasan tentang anggaran melibatkan pimpinan dan para staf terkait dengan plafom anggaran. Keterlibatan pimpinan dan staf dalam penyusunan anggaran berdasarkan tugas, fungsi serta kewenagan dari nasing-masing bidang dari awal penyusunan program kerja sampai dengan penggunaan anggaran
Abstract:Psalm 15:1-5 presents an ethical framework that integrates ritual piety and social responsibility as an authentic expression of faith before God. This study is motivated by the need to formulate a comprehensive model of…
Christian ethics that emphasizes not only personal morality but also social commitment within the context of practical theology. The central issue examined is how the ethical principles contained in Psalm 15 can be theologically interpreted and operationalized for ecclesial life and social praxis. Employing a qualitative theological method with an exegetical approach to the Hebrew text, this study interprets the ethical structure of Psalm 15 from a theological–moral perspective. The findings reveal three fundamental ethical axes: first, personal integrity, which affirms moral wholeness and a life aligned with the will of God; second, relational ethics, which demands the rejection of slander, injustice, and exploitation as a form of responsibility toward others; and third, moral stability, which is rooted in the holiness of God as the foundation for sustaining an ethical life. Based on these findings, the study develops a biblical ethical model that produces Ecclesial Ethics, embodied in the formation of the congregation’s moral habitus through spiritual discipline, and Social Ethics, defined as a commitment to uphold justice, integrity, and compassion in the public sphere. The novelty of this study lies in its integrative formulation that unites ecclesial and social ethics within a single transformative ethical paradigm. The study concludes that Psalm 15 provides a holistic foundation for Christian ethics in practical theology, positioning worship and social service as an inseparable unity of faith praxis.
Abstract:The growing dominance of self-image construction in modern religious practice has diminished the authenticity of faith and shifted moral orientation from God toward public approval, indicating the need for an ethical framework…
mework capable of realigning the direction of Christian witness. This study employs Matthew 5:16 as the basis for reinterpreting the ethics of light as a corrective to performance-oriented religiosity and for formulating principles of sincere, theocentric, and contextually relevant faith testimony. The research utilizes literature review and historical-grammatical exegesis of the key Greek terms φῶς (phōs), καλὰ ἔργα (kalā erga), and δοξάσωσιν (doxasōsin), drawing on academic commentaries and recent scholarly findings. The analysis demonstrates that the ethics of light is not merely a moral exhortation but a participatory ethic that positions human beings as reflectors of God’s love rather than autonomous producers of moral virtue. Authentic good works direct glory to the Father, eliminating the pursuit of social recognition and rejecting religious self-presentation. The concept of hidden righteousness emerges as a theological critique of visual culture that prioritizes visible spiritual performance, affirming instead that genuine piety grows through inner integrity and spiritual perseverance. Its relevance to the digital age is expressed through a form of faith witness that promotes justice, solidarity, and consistent spiritual character within public spaces shaped by identity curation. The study concludes that the ethics of light constitutes a spirituality of witness integrating faith, morality, and social responsibility while offering novelty through a theocentric reinterpretation of the ethics of light as a constructive critique of contemporary religious self-imaging and an ethical paradigm for cultivating authentic Christian faith in the digital era.
Abstract:Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada…
ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.
Abstract:Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan…
epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.