Abstract:Berdasarkan UU Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, pembangunan medis bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keinginan, dan kemampuan individu untuk hidup sehat demi mencapai tingkat kesehatan optimal, yang merupakan…
erupakan bagian dari kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tindakan malapraktik mengakibatkan kerugian baik secara materiil maupun immateriil bagi pasien atau keluarganya sebagai korban. Metode penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Jenis dan sumber bahan hukumnya mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang diperoleh melalui studi dokumentasi atau studi kepustakaan dengan meneliti, mencatat, dan merujuk pada literatur, peraturan perundang-undangan terkait, pendapat ahli, skripsi, serta materi lain yang relevan dengan topik penelitian. Disimpulkan bahwa hukum yang mengatur persyaratan izin praktik yang diperlikan untuk menjalankan praktik kedokteran berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran mengatur bahwa setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik. Sedangkan untuk penerapan sanksi pidana terhadap praktik kedokteran tanpa izin diatur dalam pasal 75, pasal 76, pasal 79 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004. Dan untuk pertanggungjawaban dokter yang melakukan perbuatan melawan hukum terhadap kerugian pasien, bentuk pertanggungjawaban dokter disini bisa dipertanggungjawabkan jika ada unsur kelalaian sebenarnya mengandung dua hal yaitu, kelalaian yang diakibatkan karena melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan dan kelalaian yang diakibatkan karena tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya dilakukan.
Kata Kunci : Malapraktik, Hukum, Tanggungjawab
Abstract: Kelompok melati putih yang terletak di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru merupakan salah satu kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang menjadi bagian dalam pelaksanaan kegiatan Pertemuan Peningkatan…
atan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dalam peningkatan kemampuan ini perlu adanya pelatihan keterampilan bagi ibu- ibu kelompok PKH. Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi masalah dalam pengoperasiannya. Yang pertama, keterbatasan sumber daya manusia sebagai pelatih atau tutor dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan pembuatan produk sabun. Yang kedua, Sarana dan prasarana berupa bahan – bahan yang diperlukan dalam membuat produk sabun cuci piring seperti bahan- bahan kimia, air galon, dll dinilai masih kurang. Yang ketiga, masalah kurangnya informasi dan pengetahuan bagaimana menambah pendapatan. Kegiatan pengabdian dimulai dari tahap observasi lapangan, pemaparan materi ekonomi kreatif, pengadaan bahan – bahan pembuatan sabun cuci piring. Hasil dari kegiatan ini anggota kelompok melati putih terlihat antusias dengan mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring serta sangat senang karena adanya bantuan yang telah diberikan. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini juga memenuhi keterampilan softskill ibu – ibu kelompok melati putih dan kiranya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.
Kata Kunci : pelatihan, ekonomi kreatif, sabun cuci piring
Abstract:Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan makanan olahan tahu pada ibu- ibu rumah tangga di lingkungan RT 009 Rajabasa Jaya. Adapun tujuan dari pelatihan ini agar dapat menciptakan jiwa wirausaha para…
a ibu-ibu rumah tangga, meningkatkan keterampilan dalam bidang pengolahan pangan, terutama dalam hal pembuatan olahan tahu, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Olahan tahu cukup prospektif karena makanan favorit di masyarakat. Tahu mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan yang bergizi. Bahan dan cara pembuatan olahan tahu mudah diperoleh dan dipraktekkan. Metode pelaksanaan pelatihan dengan metode langsung praktek. Hasil evaluasi pelatihan membuat pangan olahan tahu ini terlaksana dengan baik dan peserta ibu ibu rumah tangga sudah mempunyai kreatifitas dan inovasi dalam membuat olahan tahu.
Abstract:Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya…
wasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.
Abstract:Perkawinan dini adalah fenomena sosial yang masih marak terjadi di Indonesia, termasuk di Kelurahan Mandala, Distrik Merauke, yang berdampak pada kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan…
n untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan dini dan dampaknya perkawinan dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 11 informan, yang meliputi pelaku perkawinan dini, orang tua, dan aparat terkait serta menganalisis menggunakan Software N-Vivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkawinan dini di Kelurahan Mandala adalah kemauan anak untuk menikah, dan kehamilan di luar nikah, disebabkan kurangnya pengawasan orang tua. Perkawinan dini berdampak negatif baik secara fisik, psikologis, maupun ekonomi, termasuk risiko perceraian yang lebih tinggi. Penelitian ini menyarankan intervensi pemerintah dan masyarakat, serta peningkatan pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan pengawasan orang tua untuk mengurangi fenomena perkawinan dini
Abstract:This study aims to analyze the implementation of the Family Hope Program (PKH) in Sumber Rejeki Village by assessing aspects such as policy objectives and targets, resources, organizational characteristics, implementer attitudes,…
ttitudes, inter-organizational communication, as well as the economic, social, and political environment. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews conducted with key informants, including policy implementers, PKH assistants, and beneficiaries. The findings indicate that the PKH policy's objectives are well understood by the target community, but there are challenges related to uneven aid distribution, leading to social injustice among more vulnerable groups. The available resources, while adequate, have not been optimally utilized to reach all impoverished communities, especially those in remote areas. The characteristics of the implementing organization show good coordination, but improvements are needed in transparency and communication with the public, particularly those not registered as beneficiaries. The professional and empathetic attitude of the implementers greatly supports the program's success, although there are shortcomings in communication and outreach to the general public. The economic, social, and political environment plays a significant role in the successful implementation of PKH, with challenges such as social jealousy and local political factors affecting aid distribution. Therefore, it is recommended to enhance transparency in the data collection and aid distribution processes, strengthen the capacity of social assistants, and expand outreach efforts to ensure that the PKH program is more equitable and effective in achieving its goals.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi Gizi dan Pola Asuh di Kampung Kwell dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting di Papua Selatan yang dipengaruhi oleh…
eh keterbatasan pengetahuan gizi, pola asuh, sanitasi, serta rendahnya pemanfaatan pangan lokal. Program ini menggunakan metode partisipatif melalui empat tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan penyuluhan, pendampingan keluarga sasaran, dan evaluasi akhir. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi pengolahan makanan berbahan pangan lokal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai stunting, 1.000 HPK, pemenuhan gizi seimbang, dan pola asuh responsif, dengan kenaikan skor lebih dari 50 poin. Pendampingan intensif memperlihatkan perubahan perilaku keluarga dalam menerapkan variasi menu, pengolahan pangan lokal, praktik kebersihan, serta stimulasi tumbuh kembang anak. Evaluasi tahap akhir menunjukkan terbentuknya jejaring sosial baru melalui kader posyandu dan kelompok ibu gizi yang memperkuat komitmen kolektif masyarakat dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis budaya lokal mampu meningkatkan kapasitas keluarga sekaligus membangun kemandirian komunitas dalam menjaga kesehatan anak.
Abstract:The cultural transformation resulting from secularization, digitalization, and a crisis of values in the modern era has posed serious challenges to the resilience of Christian marriages. The relationship between husband…
and wife is threatened not only by external issues but also by a lack of deep understanding of marital spirituality in the light of Christian faith. This study aims to examine marital counseling from pastoral and biblical perspectives as a theologically integrative approach to Christian family formation. The focus of the study is directed toward identifying the absence of a counseling model grounded in contextual theology and rooted in biblical foundations. The methodology employed is a literature review with a critical analysis of pastoral theology sources, biblical studies, and contemporary counseling practices published between 2015 and 2025. The findings reveal that marital counseling, when grounded in pastoral and biblical frameworks, serves not only as a means of conflict resolution but also as a channel for reconciliation, faith development, and relational restoration based on God's grace. The novelty of this study lies in its formulation of a marital counseling approach that contextually integrates transformative pastoral principles and biblical theological narratives. Theoretically, this research expands the horizon of pastoral family theology in the digital-modern context, while practically, it provides a pastoral framework for churches to facilitate the restoration and formation of Christian households. Thus, pastoral-biblical-based marital counseling can play a strategic role in building a resilient and theocentric marital spirituality.
Abstract:Sexual violence can occur in any environment, including the family. Most victims of sexual violence are women. One narrative depicting violence in a family context is the story of Tamar and Amnon in 2 Samuel 13:1-39, which…
ch is part of King David’s family history. The family, which should be a place of refuge, instead becomes an unsafe place. The patriarchal system that gives power to men and places women in a subordinate position is one of the causes. The text of 2 Samuel 13:1-39 is implied in the modern context because the problem of sexual violence in private spaces such as the home is also experienced by women today. A feminist approach is used to draw out women’s values and analyze the structure of the Davidic Kingdom family, identifying the causes and impacts, and how Tamar, as a woman, faced and overcame the moral crisis and sexual violence she experienced. This study uses a qualitative descriptive method with a hermeneutic approach, focusing on literature review to discuss related topics. The author found that Tamar, who experienced sexual violence in the family environment, did not receive justice. The cause of violence is the patriarchal system. Power struggles and invalid laws. Tamar did not remain silent but sought justice for herself by communicating her experiences to the public through religious and social symbolism. Learning from Tamar teaches modern women how to speak out about the injustices they experience.
Abstract:Christian Religious Education within the family is currently confronted with significant challenges arising from social change, the rapid advancement of digital technology, and the declining involvement of parents in nurturing…
turing their children's faith. These conditions highlight the need to reconstruct the spiritual responsibility of Christian parents so that the family may once again serve as the primary center of faith formation. This study aims to analyze the essence of Christian parents' spiritual responsibility from theological and pedagogical perspectives, explain its implementation in Christian Religious Education within the family, and examine its implications for the development of children's faith, character, and spirituality. This study employed a descriptive qualitative approach using a library research method. The findings reveal that parents' spiritual responsibility is manifested through exemplary living, faith-based communication, spiritual discipline, and sustainable family relationships. The study also proposes a conceptual model consisting of four main components: theological foundation, pedagogical relationship, family spiritual practices, and children's character transformation. It is concluded that reconstructing parents' spiritual responsibility strengthens the family as the primary context of Christian Religious Education while fostering synergy among families, churches, and educational institutions. The novelty of this study lies in integrating theological and pedagogical perspectives into a contextual, dialogical, participatory, and transformative model for reconstructing the spiritual responsibility of Christian parents.