Search Articles & Publications

Showing 1138 articles found for "Mata"

Studi Literatur : Pengaruh Pentingnya Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerja Di Bidang Kontruksi

Maisyah Ardila, Susilawati
Abstract: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang mempunyai resiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja khususnya perusahaan yang berkaitan dengan pekerjaan konstruksi. Tujuan utama… a adanya keselamatan dan kesehatan kerja ialah agar tenaga kerja merasa aman, nyaman dan tenang dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu keselamatan dan kesehatan kerja sangat diutamakan sebagai peranan dalam penyelesaian sebuah pekerjaan konstruksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja di bidang kontruksi. Metode studi literatur. Studi literatur sendiri merupakan kegiatan pengumpulan data baik data pustaka maupun dokumentasi. Data-data tersebut bersumber dari riset dan kajian yang terkait dengan pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja di bidang kontruksi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mempunyai pengaruh yang besar dan positif terhadap kinerja pekerja, sehingga semakin baik penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di bidang kontruksi maka akan meningkatkan kinerja pekerja.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV B Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Type Jigsaw Di UPT SDN 09 Sungai Pangkur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan

Dwinal Tasya Ditia, Zulmi Aryani, Rosma Diana, Afrimon
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas IV B UPT SDN 09 Sungai Pangkur. Solusi permasalahan tersebut menggunakan model pembelajaran cooperative… tive type jigsaw. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar mata pelajaran IPAS peserta didik. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian peserta didik kelas IV B pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dua kali pertemuan. Penelitian ini terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik dan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik. Hasil proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 pada aktivitas guru 51,85%  dan aktivitas peserta didik 48%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 74,07% dan aktivitas peserta didik 72%. Pada siklus II pertemuan 1, aktivitas guru 81,48% dan peserta didik 80%. Pertemuan 2 aktivitas guru  96,29% dan aktivitas peserta didik 96%. Hasil belajar IPAS peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran tersebut pada siklus I meningkat menjadi 47,06% dan pada siklus II meningkat menjadi 74,48%. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative type jigsaw terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV B UPT SDN 09 Sungai Pangkur Kabupaten Solok Selatan.

Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Nelayan Penangkap Ikan Di Indonesia

Ade Irma Seftyani Lubis, Susilawati
Abstract: Nelayan penangkap ikan adalah sebuah pekerjaan di atas permukaan perairan, dimana nelayan penangkap ikan berisiko tinggi untuk mengalami kecelakaan akibat kerja ataupun penyakit akibat kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja… rja (K3) merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman melalui peningkatan dan pemeliharaan kesehatan jasmani dan rohani serta kondisi sosial pekerja. Hal ini secara khusus bertujuan untuk mencegah atau mengurangi insiden dan penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bagaimana penerapan keselamatan kerja pada nelayan penangkap ikan di indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Dimana sumber pustaka berasal dari pencarian di google schooler, dan PubMed yang diterbitkan dalam bahasa inggris atau indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja yang dialami nelayan adalah terpeleset/jatuh, terpotong/tertusuk, tertimpa benda jatuh, dan kejadian lain seperti luka bakar/luka akibat ledakan atau tertimpa mesin kapal. dan kecelakaan tersebut menyebabkan cedera fatal dan nonfatal. Sebagian besar nelayan hanya menderita satu luka. Sementara yang lain mengalami banyak luka dalam kecelakaan tersebut. Jenis luka yang sering dialami nelayan adalah patah tulang, luka ringan, luka ekstremitas atas, keseleo, luka bakar, amputasi bahkan luka intrakranial.

Mengatasi Pengaruh Negatif Pesimisme Terhadap Perkembangan Karier Remaja Dengan Strategi Layanan Bimbingan Dan Konseling Karier

Nazla Meyrisa Azmi, Nafla Athaya
Abstract: Pesimisme merupakan pemikiran negatif yang didasari oleh rasa takut dan pasrah terhadap situasi sulit. Dalam teori kognitif, sikap pesimisme terjadi karena disebabkan adanya kesalahan kognisi, yakni kognisi yang negatif.… Dengan kognisi yang negative itu, individu cenderung mengambil kesimpulan terlebih dahulu, dan itu suatu kesalahan. Pandangan negatif itu tidak hanya tertuju pada dirinya sendiri, lebih jauh bahkan untuk masa depannya. Pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya bimbingan, sehingga jika dibiarkan begitu saja maka dapat mengembangkan kebiasaan buruk dan perilaku yang merusak diri, karena pada masa transisi dari kanak-kanak ke masa remaja awal hingga remaja akhir atau awal dewasa banyak sekali tahapan perkembangan yang akan dilalui dan berdampak pada perilaku yang ditunjukan, baik secara fisik ataupun kognitifnya. Artikel ini dibuat untuk mengetahui apa saja pengaruh negatif pesimisme terhadap perencanaan karier remaja, dan untuk mengetahui bagaimana strategi layanan dalam BK karier dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber. Tujuannya untuk memperoleh gambaran dan pola, serta keterkaitan antar variabel. Dengan melihat proses perkembangan karier dan indikator kematangan remaja pada aspek-aspek perencanaan karier remaja, maka dapat dihasilkan permasalahan yang sering dihadapi remaja pada tahap perencanaan karier yaitu, kurangnya informasi, kurangnya minat, kurangnya sumber daya, tekanan orang tua atau lingkungan, kurangnya kemampuan diri, kurangnya pengalamam, kurangnya dukungan, keterbatasan dalam merencanakan karier dan kecemasan tentang masa depan. Hasil penelitian menunjukkan pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja. Bimbingan Karier dapat menjadi alternatif pencegahan terjadinya dampak negatif tersebut dan menjadi solusi bagi remaja di sekolah dalam proses perencanaan karier remaja.

Pengaruh Buku Cerita Bergambar Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Prasekolah Paud Nagaya Sigi

M. Hian Akhir, Juwita Meldasari Tebisi, Katrina Feby Lestari, Moh. Malikul Mulki
Abstract: Pendahuluan: Buku cerita bergambar merupakan sebuah metode yang dinilai bagus dalam memfokuskan pada stimulus perkembangan bahasa anak dalam pembelajaran. Studi Pendahuluan mengatakan pada 5 orang anak yaitu, 2 orang anak… k tidak dapat menyebutkan 2 gambar yang di tunjukkan oleh peneliti kemudian 1 orang anak tidak dapat menujukkan ke 4 warna yang diberikan oleh peneliti, dan 2 lainnya mampu menjawab gambar yang di tunjukkan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan Pengaruh Buku Cerita Bergambar terhadap Perkembangan Bahasa pada Anak Usia PraSekolah di Paud KB Nagaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest And Posttest Design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Perkembangan bahasa anak sebelum di berikan buku cerita bergambar adalah sebagian besar Suspek sebanyak 10 responden (10%) sedangkan perkembangan bahasa anak setelah diberikan buku cerita bergambar adalah sebagian besar Normal sebanyak 9 responden (90%). Uji  Nonparametric Mc Nemar didapatkan  p = 0,04  (p ≤ 0,05). Simpulan Terdapat pengaruh buku cerita bergambar terhadap perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di Paud KB Nagaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Saran bagi guru di Paud KB Nagaya agar menggunakan metode buku cerita bergambar agar meningkatkan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah.

Analisis Faktor Human Error Terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Konstruksi

Regita Cahyani, Susilawati
Abstract: Sektor Konstruksi merupakan sektor dengan risiko kecelakaan yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan di sektor lain. Angka kecelakaan secara global cukup mengkhawatirkan dan secara statistik kematian akibat kecelakaan… aan kerja pertahun sebesar lebih dari 2,78 juta orang dan dua per tiga (2/3) terjadi di negara Asia. Menurut data ILO pada tahun 2018, lebih dari 1,8 juta kematian terjadi di kawasan Asia dan Pasifik dan tercatat 374 juta kejadian cedera dan penyakit akibat kerja setiap tahunnya yang mengakibatkan absensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review, penelitian ini mengkaji berbagai studi dari tahun 2019 hingga 2024 yang diambil dari Google Scholar dan Portal Garuda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab human error yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kurangnya pelatihan, rendahnya tingkat pendidikan, dan kurangnya pengalaman kerja berkontribusi signifikan terhadap human error. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan keselamatan kerja (K3) dan penerapan manajemen keselamatan yang efektif untuk mengurangi kejadian kecelakaan kerja.

Implementasi Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Pada Siswa Di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung

Deny Setiawan, Ahmad Arif Baihaqi, Adang Hambali, Hasan Basri
Abstract: Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah ialah untuk mengembangkan potensi parasiswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di Madrasah memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan… yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di madrasah diorganisasikan secara baik. Sesuai dengan permasalahan penelitian yang berjudul Implementasi Pembelajaran IPS untuk meningkatkan kepekaan sosial pada siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung, maka pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif . Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana aktualisasi pembelajaran IPS pada siswa melalui pemaparan data-data dan dokumen secara tertulis. Pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Pembelajaran terpusat pada guru tidak banyak aktifitas yang dicatat selain mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru kemampuan siswa mengemukakan pendapat maupun bertanya dan menjawab pertanyaan sangat kurang. Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar siswa yang dilakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lisan, pengamatan kinerja, sikap, keterampilan dan penilaian diri. Dalam menentukan penilaian hendaknya dengan menggunakan acuan kriteria, sistem penilaian berkelanjutan, hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut dan penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang dialami oleh siswa.Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kepekaan sosial yaitu guru tidak dapat langsung melaksanakan yang aktif, inovatif,  efektif, kratif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai serta hasil pembelajaran kurang memuaskan, kepekaan sosial siswa tidak terbentuk.Sebagai pihak yang paling strategis dan memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan – kebijakan pendidikan pada tingkat sekolah diharapkan memberikan dorongan dan kesempatan yang seluas  –  luasnya kepada guru untuk mengembangkan potensinya melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, MGMP serta meningkatkan pengawasan terhadap kinerja guru yang berhubungan dengan proses pembelajaran seperti penyusunan rencana,  pelaksanaan dan eveluasi pembelajaran.

Pengaruh Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Pekerja Konstruksi : Tinjauan Literatur

Citra Aulia Amanda, Susilawati
Abstract: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting dalam industri konstruksi yang memerlukan perhatian serius untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dan menjamin lingkungan kerja yang aman dan sehat… bagi seluruh pekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian terkait untuk mendukung temuan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penerapan K3 terhadap hasil kerja pekerja industri konstruksi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya proyek, efisiensi pegawai dan keamanan kerja. Informasi K3 berperan penting dalam membentuk perilaku pekerja konstruksi yang aman dan bertanggung jawab. Perencanaan kesehatan dan keselamatan yang cermat, termasuk penilaian risiko, pelatihan keselamatan, dan penggunaan peralatan keselamatan, merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penerapan K3 yang baik dan menyeluruh sangat penting untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan produktivitas pekerja di industri konstruksi. Kerjasama antara manajemen, karyawan dan instansi terkait sangat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.

Implementasi Penerapan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan (K3) Pada Proyek Kontruksi Di Indonesia

Nurul Octaviyanti Ginting, Abdurrazzaq Hasibuan
Abstract: Proyek konstruksi merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait untuk mencapai tujuan tertentu dalam pembangunan atau konstruksi, dengan memperhatikan batasan waktu, biaya, dan mutu yang telah ditentukan. Dalam setiap… ap proyek konstruksi, berbagai sumber daya diperlukan, termasuk tenaga manusia, bahan bangunan, peralatan, metode pelaksanaan, dana, informasi, dan waktu. Manajemen K3 merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat risiko terjadinya risiko dan bahaya yang menyebabkan kecelakaan kerja di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari penerapan manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja (k3) pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan studi literatur untuk mengumpulkan data dan menganalisis informasi yang terkait dengan penerapan manajemen K3 pada proyek konstruksi di Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukkan penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi sudah berjalan dengan baik. Adapun faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan k3 di proyek konstruksi yaitu kurangnya pengetahuan penerapan K3, kurangnya pelatihan mengenai k3, kurangnya anggaran mengenai K3, faktor lingkungan, dan kurangnya tingkat kesadaran pekerja terhadap penerapan manajemen K3.

Pengaruh SMK3 Pada Kinerja Karyawan

Muhammad Sahputra, Susilawati
Abstract: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah kerangka kerja yang dirancang untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SMK3… K3 melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh yang signfikan terhadap Kinerja karyawan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas kerja. Lingkungan kerja yang aman dan sehat meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan, mengurangi tingkat absensi dan turnover, serta mendorong kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. SMK3 membentuk budaya keselamatan yang kuat, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan kerja, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kinerja individu dan organisasi.