Search Articles & Publications

Showing 1294 articles found for "Belajar"

Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Dengan Menggunakan Model Pemebelajaran STAD Di Kelas VII SMP Negeri 01 Dapurang Tahun Ajaran 2023/2024

Putu Agus Arimbawa
Abstract: STAD Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Kelas VII SMP Negeri 01 Dapurang melalui penerapan Model pembelajaran Kooperatif Type STAD tahun pelajaran 2023/2024 Penelitian ini adalah… h Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 01 Dapurang tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 11 orang Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan lembar tes. Data yang didapatkan dari metode tes hasil belajar dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian dengan menerapkan Model pembelajaran STAD ini menunjukkan bahwa (1) rata-rata nilai tes hasil belajar adalah 77 24 Dengan rincian 7 siswa atau 63,63 % kategori bisa memenuhi target KKM yang di tetapkan sekolah standarnya adalah 75,sedangkan 4 orang siswa atau 36,36 % berada di bawah standar KKM ,jadi terdapat 4 orang siswa yang belum tuntas Daya serap siswa 77 24 %, ,sedangkan pada siklus II rata-rata nilai tes hasil belajar adalah 78.19 dengan daya serap siswa adalah 85 71% Tedapat 3 siswa atau 27,27% katagori di bawah KKM yang ditetapkan KKM Pendidikan Agama Hindu untuk kelas IV adalah 75,dan 8 orang 85.71% katagori diatas KKM bidang study. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Kooperatif Type STAD dapat Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas VII SMP Negeri 01 Dapurang tahun pelajaran 2023/2024 Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada guru untuk menerapkan Metode Kooperatif Type STAD dalam proses pembelajaran di kelas demi peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran

Penerapan Model Pembelajaran Direct Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Hindu Siswa SD Negeri Kotaraya Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Ngaba
Abstract: Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Kotaraya Tahun Pelajaran 2023/2024 yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan Model Direct Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran… aran Agama Hindu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes prestasi belajar yang dilaksanakan saat berlangsungnya proses pembelajaran. Untuk memaknai data hasil penelitian, data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan menyajikan rata-rata, modus, median dan prosentase ketuntasan belajar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model Direct Learning dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Agama Hindu. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada awalnya rata-rata 67,5, dengan prosentase ketuntasan belajar 33,33%. Setelah diberikan tindakan pada siklus I prestasi belajar siswa mengalami peningkatan menjadi rata-rata 74,16, dengan ketuntasan belajar 66,66%. Selanjutnya pada siklus II meningkat lagi menjadi rata- rata 80,00, dan ketuntasan belajar mencapai 91,66%. Hasil yang diperoleh pada siklus II ini telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan sehingga penelitian ini adalah Model Direct Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu siswa SD Negeri Kotaraya

Melalui Langkah – Langkah Model Pembelajaran Ekspository Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Agama Hindu Kelas IV Semester 1 Tahun Ajaran 2022/2023

Ni Wayan Dinayanti
Abstract: Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Belumbang di Kelas IV  yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran Agama Hindu cukup rendah. Sehingga dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan prestasi belajar siswa… bisa meningkat. Secara umum tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Ekspository dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Ekspository dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada awalnya dibawah KKM, pada siklus I menjadi mendekati KKM dan pada siklus II menjadi di atas KKM. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Ekspository dapat meningkatkan prestasi belajar.

Penerapan Model Problem Based Learning Berbatuan Media Canva Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Pamona Utara

Ni Made Purwasih
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Canva di SMP Negeri 3 Pamona Utara. Model… PBL dipilih karena mampu melatih siswa dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan meningkatkan pemahaman konsep melalui keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Sementara itu, media Canva digunakan sebagai alat bantu visual yang menarik dan interaktif guna meningkatkan minat serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas (sebutkan kelasnya) di SMP Negeri 3 Pamona Utara. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media Canva secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, terdapat peningkatan pemahaman konsep meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam adaptasi metode. Pada siklus kedua, hasil belajar siswa meningkat lebih optimal, ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa dan persentase ketuntasan belajar. Selain itu, siswa menunjukkan respons yang lebih positif terhadap pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan media Canva dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model serupa dalam mata pelajaran lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa SD Inpres 1 Suli Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Made Arini
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Inpres 1 Suli hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20%. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa SD Inpres 1 Suli tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil  dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Berbantuan LKS untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas XI SMA Saraswati Tolai Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Gusti Ayu Putu Fernamita
Abstract: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Saraswati Tolai tahun pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif… f tipe STAD berbantuan LKS dalam pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Saraswati Tolai berjumlah 32 orang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing- masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan nilai rata-rata, daya serap dan kriterium ketuntasan belajar. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: rata-rata prestasi belajar peserta didik pada siklus I adalah 76,88 dengan daya serap 76,88% dan ketuntasan klasikal 53,13%. Pada siklus II rata-rata prestasi belajar siswa adalah 82,97 dengan daya serap 82,97% dan ketuntasan klasikal 87,50%. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis lembar kerja siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Saraswati Tolai Tahun Pelajaran 2023/2024 dan disarankan kepada guru pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk menerapkan model Pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan lembar kerja siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.

Model Contektual Teacehing Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lampasio Semester 1 Tahun Pelajaran 2023/2024

I Putu Darmawan
Abstract: Tingkat kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, Tingkat kemajuan suatu negara memang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan secara umum, tetapi ketika kita membicarakan kualitas pendidikan… dalam konteks Agama Hindu atau agama manapun, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan Pendidikan agama, termasuk pendidikan Hindu, seringkali berfokus pada pembentukan karakter dan penyampaian nilai-nilai moral. Dalam konteks Hindu, nilai-nilai seperti dharma (kewajiban dan moralitas), karma (aksi dan akibat), dan ahimsa (non-kekerasan) bisa memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu. Pendidikan agama yang kuat bisa membantu membangun masyarakat yang lebih beretika dan berintegritas, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Agama Hindu Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lampasio dengan penerapan model Contektual Teacehing Learning.  Metode pengumpulan datanya berupa tes hasil belajar.   Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yang diperoleh pada pra siklus baru mencapai nilai rata-rata 69,04, pada Siklus I meningkat menjadi 73,46 dengan ketuntasan belajar 69%, pada Siklus II meningkat menjadi 89,42 dengan ketuntasan belajar 88%, dengan demikian indikator kinerja telah tercapai dan tindakan dianggap berhasil. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penelitian dengan penerapan model CTL dapat meningkatkan hasil belajar Agama Hindu Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lampasio tahun pelajaran 2023/2024

Optimalisasi Model Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Catur Guru Dalam Pembelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V UPT SD Negeri 204 Kalaena Kiri III Tahun Pelajaran 2023/2024

Kadek Surianik
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi Catur Guru siswa kelas V UPT SD Negeri 204 Kalaena Kiri III Tahun Pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran Cooperative… erative Learning. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran belum optimal. Guru masih kurang efektif dalam membimbing kegiatan kelompok, dan sebagian siswa belum aktif dalam diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 78%, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 73% dan nilai rata-rata 72,63. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran perlu ditingkatkan lagi. Pada siklus kedua, perbaikan dilakukan baik dari sisi strategi pengajaran maupun pengelolaan kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai 95%, aktivitas siswa naik menjadi 89%, dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,36. Dengan pencapaian ini, siklus dihentikan pada tahap kedua. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Melalui pembelajaran kelompok, siswa lebih aktif berdiskusi, saling membantu, dan termotivasi untuk belajar bersama. Selain berdampak pada hasil akademik, model ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, dan saling percaya. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk sikap positif dalam interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.

Pengembangan Modul Ajar Berbasis Karakter Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP Negeri 2 Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat

Ni Luh Widia Wati
Abstract: Pengembangan Modul Ajar Berbasis Karakter Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP Negeri 2 Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan… n efektivitas pengembangan modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Berbasis karakter pada peserta didik  kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D), rancangan pengembangannya menggunakan model ADDIE. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Pasangkayu. Instrumen Pengumpulan data dilakukan melalui lembar uji validasi, angket respons guru, angket respons peserta didik, instrumen penilaian hasil belajar dan jurnal penilaian sikap. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar Pendidikan Agama Hindu berbasis karakter berupa pengembangan modul Pendidikan Agama Hindu berbasis karakter,  pada rentang  persentase  sebesar  81,00-100%  dan  memenuhi  kriteria Sangat Valid. Modul Pendidikan Agama Hindu berbasis karakter dinyatakan praktis dari hasil analisis respons guru dengan persentase hasil keseluruhan respons guru adalah 95% dengan kategori sangat praktis, dan hasil respons peserta didik dengan respons peserta didik skala kecil dan skala besar adalah 90,48%, masuk pada kategorikan sangat praktis. Modul Pendidikan Agama Hindu berbasis karakter dinyatakan efektif karena ditinjau dari hasil belajar dan nilai sikap peserta didik mencapai ketuntasan klasikal pada elemen Acara dalam sub-tema Bentuk dan Fungsi Upakara kelas VII SMP yaitu 95% berada pada kategori sangat baik dan rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 84% berada pada kategori  sangat baik. Rata-rata nilai sikap peserta didik 4,8 dengan predikat A. Peserta didik aktif dalam proses pembelajaran dan sikap peserta didik mencerminkan karakter beriman dan bertaqwa kepada TYME dan berahlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif serta dapat memberikan kemudahan kepada guru dalam menyampaikan materi.

Peran Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Konsep Tat Twam Asi Kepada Siswa Di SD Inpres 2 Balinggi

Ni Putu Yuniantari
Abstract: Pendidikan agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual yang luhur. Salah satu ajaran fundamental dalam Hindu adalah konsep Tat Twam Asi, yang… ang berarti "Aku adalah Engkau" sebagai cerminan kesatuan dan empati dalam kehidupan sosial. Konsep ini sangat relevan dalam pembentukan sikap toleransi, kepedulian, dan rasa persaudaraan di lingkungan sekolah. Melalui pendidikan agama Hindu, siswa diajarkan untuk memahami dan menerapkan Tat Twam Asi dalam interaksi sehari-hari, baik dengan teman sebaya, guru, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan konsep Tat Twam Asi kepada siswa di SD Inpres 2 Balinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Tat Twam Asi dalam pembelajaran agama Hindu dapat meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial siswa. Pembelajaran berbasis praktik langsung, seperti kegiatan gotong royong, membantu siswa memahami makna mendalam dari ajaran ini secara nyata. Dengan demikian, pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur melalui ajaran Tat Twam Asi. Untuk memperkuat implementasi konsep ini, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, berbasis pengalaman nyata, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, siswa dapat mengembangkan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis sesuai dengan nilai-nilai luhur Hindu.