Search Articles & Publications

Showing 4 articles found for "Hakam"

PENGGUNAAN VARIAN QIRA’AT DALAM TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-‘AẒĪM KARYA IBNU KAṠIR TERHADAP PENAFSIRAN Q.S. AL-FATIHAH [1] : 4

Supriadi, Yusup, Wahidin, Ade, Saputra, Apud
Abstract: Artikel ini mengkaji penggunaan varian qira’at dalam penafsiran Ibnu Kaṡir terhadap frasa Māliki/Maliki Yawm al-Dīn (QS. Al-Fātiḥah [1]: 4). Fokus penelitian meliputi identifikasi riwayat qira’at yang dikutip, status kesahihannya,… status kesahihannya, serta metode Ibnu Kaṡir dalam menyikapi keragaman bacaan—apakah beliau menggabungkan (jam‘) seluruh qira’at sahih atau cenderung (tarjīḥ) pada salah satunya. Dengan menggunakan metode analisis konten kualitatif terhadap kitab Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm dan didukung literatur qira’at primer, ditemukan bahwa Ibnu Kaṡir menyebutkan lima varian bacaan: māliki, maliki, malīki, malikī (isybā‘ Nāfi‘), dan malaka (Abū Ḥanīfah). Dua yang pertama ditegaskan sebagai ṣaḥīḥ mutawātir dalam Qirā’āt Sab‘ah, bacaan ketiga dan keempat tidak dikritik serta merupakan bagian dari qira’at sahih lainnya, sedangkan bacaan kelima dinilai syāż gharīb jiddan. Ibnu Kaṡir tidak mentarjīḥ antara māliki dan maliki, melainkan menerapkan metode jam‘ dengan menghimpun makna “Pemilik” dan “Raja” sekaligus sebagai cerminan otoritas mutlak Allah di Hari Pembalasan. Sikap ini sekaligus mendamaikan klaim historis tentang bacaan Marwān bin al-Ḥakam, menunjukkan bahwa Ibnu Kaṡir mengakui autentisitas kedua qira’at tanpa terjebak polemik politik. Temuan ini memperkuat posisi Ibnu Kaṡir sebagai mufasir yang mengintegrasikan keragaman qira’at mutawatir tanpa harus menjatuhkan pilihan, serta menawarkan model harmonisasi qira’at dalam tafsir bi al-ma’ṡūr.

IMPLEMENTATION OF RESTORATIVE JUSTICE IN RESOLVING FAMILY CONFLICTS FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC FAMILY LAW

Subrata, Tedy, Hikmatullah, Hikmatullah
Abstract: This study aims to analyze the urgency and mechanisms of implementing Restorative Justice in resolving family conflicts from the perspective of Islamic Family Law. Amid the high rates of divorce and domestic violence, formal… rmal litigation approaches often fail to repair fractured relationships among family members. This research employed a qualitative method with a normative juridical approach. Data were collected through literature studies of Islamic legal texts, Indonesian statutory regulations, and related literature on Restorative Justice. The findings indicate that the concept of Restorative Justice has strong relevance to the principle of Ishlah (reconciliation) in Islamic Family Law. Unlike the retributive approach, which focuses on punishment, Restorative Justice prioritizes relationship recovery, forgiveness, and collective welfare. In practice, instruments such as mediation in Religious Courts and the role of Hakam (peace mediators) represent clear manifestations of these restorative values. The study concludes that integrating Restorative Justice into the family law system is not only effective in reducing divorce rates but also capable of preserving the psychological well-being of family members, especially children. The academic contribution of this study lies in providing a theoretical foundation for the development of positive law in Indonesia to become more accommodative toward non-litigation dispute resolution based on religious values and local wisdom. The researcher recommends strengthening technical mediation regulations so that they do not merely become procedural formalities in court.

Studi Kritis Terhadap Dinamika Pendidikan Islam Di Andalusia Serta Pengaruhnya Terhadap Pendidikan Islam

Zulka Ependi, Zulmuqim, Fauza Masyhudi
Abstract: Tujuan dilakukan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan islam di andalusia dan mengetahui peranannya terhadap perkembangan pendidikan islam Pembicaraan tentang sistem pendidikan Islam di Andalusia merupakan… upakan kajian yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena pengelolaan sistem pendidikan pada masa kepemimpinan Islam berkuasa, terutama Khalifah Abdurrahman III dan Hakam II merupakan pemerintahan yang sangat serius dalam membina dan memajukan dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mencari bahan kajian yang relevan dari sumber terpercaya. Hasil dari penelitian ini adalah sama seperti masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyiddin pada masa ini masjid dan kuttab masih digunakan sebagai    lembaga  Pendidikan,  selain  itu  Lembaga  Pendidikan  juga  telah  berkembang.  Peranan  terhadap perkembangan pendidikan Islam adalah Pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan akal dan wahyu untuk menjadi suatu kesatuan yang harmonis, Adanya pertukaran pelajar, Penerjemahan buku-buku atau ilmu-ilmu dari bahasa asing ke bahasa nasional, Sarana pendidikan yang ada di pusat-pusat kota dari pemerintah.

Al-Qur’an sebagai Al-Hakam Al-A’la: Dialektika I’rab dan Epistemologi Kaidah Nahwu dalam QS. Al-Fath:10, Al-Kahfi:94, dan Al-An’am:78

Nurida Rahmatullah, Ahmad Dasuki
Abstract: Artikel ini mengkaji hubungan dialektis antara ilmu nahwu (gramatika Arab) dan al-Qur'an, dengan fokus pada dua dimensi utama: (1) ketelitian i'rab kalimat al-Qur'an dan implikasinya terhadap penafsiran, serta (2) peran… al-Qur'an sebagai sumber primer perumusan kaidah nahwu, bukan sekadar objek kajiannya. Melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur linguistik Arab klasik dan kontemporer, kajian ini menemukan bahwa perbedaan satu harakat (vokal pendek) dalam i'rab al-Qur'an dapat mengubah makna secara fundamental, bahkan berimplikasi pada ranah hukum fikih, akidah, dan teologi. Selain itu, riset ini membuktikan bahwa para ulama nahwu generasi awal—termasuk Imam Sibawaihi yang menggunakan 60% ayat al-Qur'an sebagai syawahid (bukti) dalam kitab al-Kitab-nya—merumuskan kaidah grammatikal berdasarkan korpus Qur'ani sebagai otoritas tertinggi bahasa Arab. Temuan ini menegaskan posisi epistemologi al-Qur'an dalam tradisi linguistik Islam: al-Qur'an adalah hakim (al-hakam al-a'la) bagi kaidah-kaidah nahwu, bukan sebaliknya.