Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Massage"

Analysis of The Income Statement in The Room Department of The Harper Perintis Makassar Hotel by Aston in 2020-2022

Goeliling, Ardiansyah, Devi, Ni Nyoman
Abstract: This study aims to analyze the Income Statement of the Room Department at Harper Perintis Makassar By Aston Hotel in the 2020-2022 time span. The hospitality industry plays an important role in the tourism industry and the… he economy of a region. The existence of hotels not only provides a significant economic impact through income and employment for local communities, but also has a social impact by improving living standards and social conditions. The results of this study indicate that although Harper Perintis Makassar By Aston Hotel offers various additional facilities such as swimming pools, restaurants, massage services, and others, room types such as Superior Room and Deluxe Room continue to contribute significant departmental profits. However, there was a decrease in the Room Department's profit and loss at the end of 2017 due to room renovations and new facilities, as well as in 2019 due to the impact of the COVID-19 pandemic which resulted in a decrease in guest visits. This study uses quantitative research methods with a positivism approach. Primary data was obtained from the financial statements of the Rooms Department of Harper Perintis Makassar By Aston Hotel for 2020-2022. Data collection techniques involved field research with observation, direct interviews, and documentation.

GAMBARAN BABY MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI. R USIA 3-6 BULAN DI DESA KUTAWIS KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA

Anisa Damayanti, Priyatin Sulistyowati, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar Belakang: : Kualitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah yang dialami ibu adalah bayi yang sulit sekali untuk tidur. Sehingga gangguan tidur yang terjadi pada bayi perlu mendapatkan… ndapatkan perhatian yang serius. Berdasarkan data WHO (World Health Organization), lebih dari 33% Bayi mengalami gangguan tidur. Dalam penelitian yang dilakukan Hiscock di Melbourne, Australia, 32% ibu mengatakan sering mengalami kesulitan tidur pada anaknya. Penelitian ini menemukan bahwa bayi sering mengalami gangguan tidur, baik yang berkepanjangan maupun parah atau berulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah dengan baby massage, membantu mengurangi ketegangan otot-otot bayi sehingga timbul perasaan nyaman dan rileks. Selain itu durasi tidur yang lebih lama dipicu oleh pelepasan oksitosin dan endorfin pada saat baby massage. Hormon oksitosin berfungsi untuk menurunkan kadar stress dalam otak sehingga bayi merasa lebih tenang dan nyaman bahkan kualitas tidurnya meningkat, sedangkan hormon endorfin adalah suatu hormon untuk meredakan nyeri dan menghilangkan rasa tidak nyaman Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Metode: Pendekatan studi kasus ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan melihat kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan menggunakan lembar B-PSQI. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan perubahan skor dari 1 ke 3 setelah dilakukan baby massage. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemberian baby massage terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur bayi

Pengaruh Baby Massage terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan di Babycare Bondowoso

Ucik Nurul Hidayati, Muthmainnah Zakiyyah, Bagus Supriyadi
Abstract: Infant sleep quality is a fundamental biological need that plays a crucial role in growth and neurological development; however, sleep disturbances remain common among infants aged 3-6 months and are often overlooked by… parents. This condition poses risks to physical health, emotional well-being, and overall infant development. This study aims to analyze the effect of baby massage on sleep quality among infants aged 3-6 months at Babycare Bondowoso and to identify differences in sleep quality before and after the intervention. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design involving 40 infants selected through total sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that prior to the intervention, 87.5% of infants experienced poor sleep quality, whereas after the intervention, all infants (100%) demonstrated improvement to good sleep quality. Statistical analysis indicated a p-value of 0.00, which is lower than 0.05, confirming a significant effect of baby massage on infant sleep quality. These findings demonstrate that baby massage effectively improves sleep duration, comfort, and stability through physiological relaxation mechanisms. The novelty of this study lies in providing empirical evidence of the effectiveness of baby massage as a non-pharmacological intervention that is simple, safe, and can be independently applied by parents while offering holistic benefits for infants. The findings are expected to serve as a basis for developing health education and improving infant care practices.

Pencegahan Stunting Melalui Pengoptimalan Kearifan Lokal Tanaman Bergizi Tinggi Dan Pijat Tui Na

Wijayatri, Ratna, Wahyuningtyas, Eka Sakti, Afifah, Riza Nur, Fitria, Tisa, Fasya, Saniya Puspa, Hartati, Kurnia Uji, Ermawati, Ermawati
Abstract: Abstract: Barongan Hamlet is part of Donorojo Village, Tegalrejo District, Magelang Regency. In October 2022, Barongan Hamlet is in the top position for the number of stunting cases in the Donorojo Village area. The number&#8230; er of cases of stunting was recorded in 8 children out of 15 children aged < 5 years. In addition, there were 2 pregnant women, one of whom was detected as having KEK (chronic energy deficiency), so that they have the potential to give birth to stunted babies. One of the factors causing stunting is the lack of knowledge about nutrition during pregnancy and toddlerhood. Seeing the potential and natural resources of the Barongan area which is a rural area, the PPMT Team has a program to optimize the potential for local wisdom of family medicinal plants (toga), especially highly nutritious plants and baby/toddler massage. This activity was carried out using educational methods for cadres, youth, pregnant women and mothers of toddlers in Barongan Hamlet about risk factors, causal factors, prevention and management of stunting in the community. PPMT Team will train cadres, pregnant women and mothers of toddlers in utilizing highly nutritious plants that are easily found in the surrounding environment and doing Tui Na massage for toddlers. This activity is expected to support the resolution of stunting cases and prevent the emergence of new stunting cases. The results of the education and training activities carried out are an increase in knowledge about stunting, an increase in skills in empowering highly nutritious plants as a menu variation for toddlers, and skills in practicing Tui Na massage for toddlers. Keywords: Stunting; Toga; Tui Na massage Abstrak: Dusun Barongan merupakan bagian dari Desa Donorojo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Pada Oktober 2022, Dusun Barongan berada pada posisi teratas jumlah kasus stunting di wilayah Desa Donorojo. Jumlah kasus stunting tercatat 8 anak dari 15 anak usia < 5 tahun. Selain itu, terdapat 2 ibu hamil yang salah satunya terdeteksi mengalami KEK (kekurangan energi kronis), sehingga berpotensi melahirkan bayi stunting. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi di masa kehamilan dan masa balita. Melihat potensi dan sumber daya alam wilayah Barongan yang merupakan wilayah pedesaan, Tim PPMT memiliki program untuk mengoptimalkan potensi kearifan lokal tanaman obat keluarga (toga) khususnya tanaman bergizi tinggi serta pijat bayi/balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode edukasi bagi kader, remaja, serta ibu hamil dan ibu balita di Dusun Barongan tentang faktor risiko, faktor penyebab, upaya pencegahan dan tatalaksana stunting di masyarakat. Kemudian, Tim PPMT akan melatih kader, ibu hamil dan ibuĀ  balita di Dusun Barongan dalam mendayagunakan tanaman bergizi tinggi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan melakukan pijat Tui Na untuk balita. Hasil dari kegiatan edukasi dan pelatihan yang dilaksanakan adalah peningkatan pengetahuan tentang stunting, dan mendukung penuntasan kasus stunting, pencegahan munculnya kasus stunting yang baru peningkatan ketrampilan dalam pemberdayaan tanaman bergizi tinggi sebagai variasi menu bagi balita dan ketrampilan melakukan pijat Tui Na untuk balita. Kata kunci: Pijat Tui Na; Stunting; Toga

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intranatal Kala I Fase Aktif Indikasi Nyeri Melahirkan Dengan Intervensi Teknik Massage Effleurage Di Ruang Srikandi RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang Tahun 2024

Dea Ananda, Nuryani, Nurlia Hanum
Abstract: Intranatal adalah proses persalinan yang di mulai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan terjadinya dilatasi progresif dari serviks, kelahiran bayi, kelahiran plasenta, dan proses tersebut merupakan proses alamiah.&#8230; ah. Intranatal Care merupakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten. Massage dilakukan dengan tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan memperbaiki sirkulasi. Metode non farmakologis juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. Teknik tersebut dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. Hasil evaluasi dari diagnosa keperawatan nyeri melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks yang didapatkan hasil, pasien kooperatif selama pemberian implementasi selama 3 hari, sehingga pasien dapat merasakan manfaat dari teknik massage effleurage dan pasien mengatakan nyaman saat diberikan teknik massage effleurage. Pasien berpartisipasi dalam mengontrol nyeri, beradaptasi terhadap nyeri yang dialami dengan skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2.