Search Articles & Publications

Showing 17 articles found for "Ngaji"

PENDAMPINGAN AKADEMIK DOSEN DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT MAHASISWA: STUDI KULIAH KERJA NYATA PENDIDIKAN JARAK JAUH

Hafizd, Jefik Zulfikar, Binasdevi, Misbah, Yavani, Zakky, Widianti, Nurhannah, Butar, Thomas Mangasi Butar, Ningsih, Ria
Abstract: Artikel pengabdian ini mendeskripsikan dan merefleksikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan Jarak Jauh (KKN PJJ) Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan fokus pada Kelompok KKN… PJJ PAI A3 yang beranggotakan 47 mahasiswa. Pengabdian dilaksanakan secara multilokasi di domisili masing-masing mahasiswa, dengan pendampingan akademik daring oleh Dosen Pembimbing Lapangan serta arahan pimpinan program studi. Data dikumpulkan secara berkelanjutan sejak tahap orientasi dan pembekalan hingga penyusunan laporan akhir KKN (11 Oktober–19 November 2025) melalui laporan berkala, dokumentasi (foto/video), dan refleksi tertulis mahasiswa, kemudian disistematisasi dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif; artikel ini diselesaikan pada 4 Januari 2026. Hasil menunjukkan bahwa program KKN PJJ memiliki variasi kegiatan yang kaya namun tetap terfokus pada pendidikan dan dakwah keagamaan, meliputi pendampingan BTQ dan Iqra’, pembiasaan ibadah, pengajian/kajian keislaman, pembinaan karakter Islami di sekolah, serta dakwah digital melalui produksi konten edukatif. Pendampingan akademik DPL berperan strategis dalam menjaga kualitas, arah, dan kesinambungan program melalui pengarahan, monitoring, refleksi, dan evaluasi berbasis daring. Temuan ini menegaskan bahwa KKN PJJ dapat diposisikan sebagai model pengabdian masyarakat yang adaptif terhadap ekosistem pendidikan tinggi berbasis digital, sahih secara akademik, dan berdampak sosial, sepanjang ditopang perencanaan program yang jelas dan pendampingan akademik yang terstruktur.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI ISLAM DI DESA POREHU

Febeyan Bagus Pratama, Muh. Najamuddin, Andi Eka Sapitri, Ailzah Arfail, Andi Nirwana, Kasmawati, Hilmayati, Fadila Muliana, Lusy Mariska Marpaung, Resky Nurul Aswa, Umar
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak… nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.

PENETRASI GERAKAN SALAFI TERHADAP MUHAMMADIYAH KONSERVATIF KABUPATEN PASER

Fakih, Apriyal
Abstract: Penetrasi ajaran Salafi ke dalam struktur organiasasi Muhammadiyah menjadi realitas yang terus mengemuka. Ini adalah fenomena yang mengkhawatirkan, mengingat secara faktual pemahaman dan amalan yang dianut dan dilaksanakan… an aktivis Persyarikatan sudah tidak sama dalam beberapa hal dengan faham dan amalan Muhammadiyah peristiwa ini kemudian dikenal dengan varian “Musa” (Muhammadiyah-Salafi). Penelitian ini berusaha untuk menganalisis penetrasi gerakan Salafi terhadap Persyarikatan Muhammadiyah yang berdampak pergeseran pemahaman pada Pengurus, Anggota dan Aktivis Muhammadiyah Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif naturalistik. Temuan penelitian ini mengungkap terdapat personil dalam struktur organisasi Muhammadiyah, namun mempraktikkan dakwah dan ideologi salafi. Penulis merekomendasikan beberapa upaya yang harus dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah: Pertama, Kepemimpinan. Pimpinan Muhammadiyah harus bersikap tegas terhadap faham Salafisme yang melalui kebijakan atau aturan-aturan yang telah ditetapkan. Kedua, Dialog penguatan faham Muhammadiyah. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan jalan dialog keilmuan atau pengajian khusus manhaj Muhammadiyah di struktur Organisasi Muhammadiyah Paser, dan wilayah strategis Muhammadiyah yaitu Amal Usaha dan Organisasi Otonom. Ketiga Pemberdayaan internet, gerakan pemahaman tentang Muhammadiyah lewat perangkat internet harus dimasifkan. Akun-akun media sosial Muhammadiyah Paser harus aktif termasuk menggelar kegiatan edukasi online yang populer seperti podcast.  

PEMBINAAN KEROHANIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN MELALUI PENGAJIAN UMUM DI DESA KEBONTUNGGUL GONDANG MOJOKERTO JAWA TIMUR

Mufaizah, Siti Kholidatur Rodiyah, Mochammad Ikwan, Laila Badriyah
Abstract: Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keagamaan di masyarakat adalah pembinaan kerohanian. Pengajian umum, yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai agama, adalah salah satu bentuk pembinaan yang paling… ling sering dilakukan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengajian umum berdampak pada kualitas keagamaan di Desa Kebontunggul Gondang, Mojokerto Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data tentang pengajian umum di Desa Kebontunggul Gondang. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi tentang bagaimana pengajian umum dilakukan di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian umum telah meningkatkan pemahaman agama masyarakat, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan ketakwaan masyarakat. Akibatnya, pengajian umum menjadi alat penting untuk meningkatkan kerohanian dan kualitas keagamaan masyarakat.

DEVELOPMENT MODEL DA’WAH OF MILLINEAL IN THE YUK NGAJI COMMUNITY

Abqorina, Abqorina, Faisal, Faisal
Abstract: The most non-formal education that has emerged in the midst of society is Islamic educational institutions in the form of Majlis Ta'lim. Majlis Ta'lim or religious community, one of which is the hijrah community, is called… ed the hijrah movement called YukNgaji. This hijrah movement is a hijrah community which focuses on a group of millinial children who want to change their lives by leaving the bad things that happen by becoming more obedient to Allah SWT. This research uses a qualitative method using a phenomenological approach by exploring the meaning in depth related to the educational curriculum model in the YukNgaji community in Bintaro. The development of millinneal da'wah in the Yuk Ngaji community by utilizing technology and information in delivering da'wah content in the form of da'wah of akidah, fiqh and morals.   Keywords: Non-formal education, Majlis Ta'lim, and YukNgaji Community.

Nilai Moral pada Syair Suluk Ngaji Jawa (Kajian Sosiologi Sastra)

Mutolib, Onok Yayang Pamungkas
Abstract: This research discusses the moral values ​​in Javanese Suluk Poetry under three titles, namely “Serate Pupils”, “Introspection” and “Ojo Dumeh”. In this research the author tries to examine the three suluk titles in everyday… k titles in everyday life. With social problems becoming more numerous and complicated, this research will relate them to existing social realities and will be linked to the values ​​that exist in Javanese suluk. In this research, we will discuss the moral values ​​of Suluk which are adopted from a literary sociology approach to analyze the moral values ​​contained in Javanese Suluk poetry, especially in two poems entitled “Serate Siswa”, “Introspection” and “Ojo Dumeh” . The focus of this research is on religious, social moral values ​​and human interaction with God as reflected in these literary works. This research uses qualitative methods with descriptive analysis techniques to describe and explore information related to the moral values ​​in the two poems. The results of research on the three titles of Syair Suluk Jawa show that the poem “Serate Disciple” emphasizes the importance of manners, simplicity, and respect for others, by describing the relationship between students and teachers as a reflection of the relationship between humans and God. On the other hand, the poems, “Introspection” and “Ojo Dumeh” highlight the wisdom in looking at age and death, reminding people to continue to worship selflessly, and live life humbly. In conclusion, Suluk Javanese poetry, through sociological analysis of literature, is able to convey a deep moral message regarding human relationships with God and others. This research contributes to the understanding of the moral values ​​contained in Javanese literary works, as well as maintaining and introducing the uniqueness of Javanese culture to society.

Implementing Eco Print in Making Environmentally Friendly Batik by DWP Asahan Regency

Kifti, Wan Mariatul, Rahayu, Elly, Risnawati, Risnawati
Abstract: Abstract: Community service-themed events Applying Eco Print is Making Eco-Friendly Batik in the midst of the Dharma Wanita Persada (DWP) monthly routine activity of the PUPR Office of Asahan Regency. The monthly routine… meetings that have been held by DWP members so far have been limited to routine activities. There has never been the empowerment of members through skill improvement to producing products that have economic value. This prompted the head of the DWP of the PUPR Service to decide to make activities that have more economic value in order to improve the welfare of DWP members. This activity lasts for one day using the community education method through lectures, discussions questions, and answers as well as the practice of making eco prints. Attended by as many as 25 participants Dharma Wanita and the STMIK Royal Lecturer Team. The purpose of this activity is to provide new knowledge and insights to participants on how to use simple materials that are environmentally friendly around us which can be used as creative endeavors during the pandemic. The implementation of the activity is divided into two sessions; The first is an exposure session about the meaning and benefits of eco print, the materials and tools used, and the techniques/methods for making eco prints. The second session is practice. Of the two methods of making eco prints, the steam/steam method was chosen to be practiced directly by the women of the DWP of the PUPR Office of Asahan Regency. This activity went well and got a good response from the participants, this can be seen from the activeness of the participants during the activity. The result is an increase in participants' knowledge and skills.    Keywords: eco print; pounding; steaming Abstrak: Ditengah kegiatan rutin bulanan Darmawanita Persada (DWP) Dinas PUPR kabupaten Asahan yang telah dilakukan anggota DWP selama ini hanya terbatas pada kegiatan yang bersifat rutinitas biasa dan pengajian. Belum pernah dilakukan pemberdayaan anggota melalui peningkatan ketrampilan untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Hal ini yang mendorong ketua DWP Dinas PUPR memutuskan untuk membuat kegiatan yang lebih bernilai ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan anggota DWP. Metode dalam kegiatan ini yaitu pendidikan masyarakat melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktek pembuatan eco print. peserta dalam kegiatan ini adalahan ibu-ibu darmawanita yang dihadiri sebanyak 25 orang dan Tim dosen STMIK Royal. Tujuan dari kegiatan ini  memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada peserta bagaimana memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana ramah lingkungan disekitar kita yang bisa dijadikan sebagai usaha kreatif dimasa pandemi. Pelaksanaan kegaiatan terbagi dalam dua sesi; pertama sesi paparan tentang pengertian, dan manfaat dari eco print, bahan dan alat yang digunakan serta tehnik/metode pembuatan eco print. Sesi kedua adalah praktek pembuatan eco print. Kegiatan ini berjalan baik dan mendapatkan respon yang baik dari peserta, hal ini dilihat dari keaktifan peserta selama berlangsungnya kegiatan. Hasilnya adalah peningkatan pengetahuan dan  keahlian peserta. Kata kunci: eco print; pounding; steaming

PEMBELAJARAN BUTA AKSARA BERBASIS INOVASI DI DESA AIR HITAM

Putra, Anshari
Abstract: Abstract: Literacy education is education for anyone who is illiterate, whether children or parents or even the elderly. What must be considered in this matter is that literacy education is a very sensitive education, an… attitude that seems to be patronizing tends to be responded negatively. They tend to avoid, reject and feel offended when treated like children. They will reject learning situations that conflict with their self-concept as independent individuals. the method is carried out after observation and study of the material, the results achieved after the presentation of the material read, write, count are quantitative results. The ability of citizens to learn after functional literacy learning in the advanced literacy sector was assessed in the good category. This can be seen from the results that show that the results obtained by residents from those who are not yet fluent in reading, writing, and arithmetic, are now fluent in reading, writing, and arithmetic. Keywords: illiterate Abstrak: Pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan bagi siapa saja yang menyandang buta aksara, baik anak-anak maupun orang tua atau lansia sekalipun. Harus diperhatikan dalam persoalan ini adalah pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan yang sangat sensitif, sikap yang terkesan menggurui cenderung ditanggapi negative. Mereka cenderung menghindar, menolak dan merasa tersinggung apabila diperlakukan seperti anak-anak. Mereka akan menolak situasi belajar yang bertentangan dengan konsep dirinya sebagai individu yang mandiri. metode yang dilakukan setelah observasi dan pengajian materi, maka hasil yang dicapai setelah penyajian materi baca, tulis, hitung ialah hasil secara kuantitaif. Kemampuan warga belajar setelah pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan dinilai dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh oleh warga dari yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung, sekarang menjadi lancar membaca, menulis, dan berhitung. Kata kunci: buta aksara

Analisis Peranan Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dalam Pembinaan Agama Masyarakat Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan

Khaerunnas, Dahlan Lama Bawa, Yakub, Syahruddin, Muhammad
Abstract: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui Peranan Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dalam Pembinaan Agama Masyarakat Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Hasil… sil penelitian disimpulkan: 1) Peranan dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah adalah kegiatan pembinaan akidah, akhlak dan ibadah melalui pengajian tafsir dan tarjih, pelatihan pupuk kocor dan dakwah struktural dengan membentuk Ranting-ranting Muhammadiyah. 2) Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pangkajene memiliki dampak positif, yaitu masyarakat meninggalkan perilaku yang tidak dibolehkan dalam Islam, membangkitkan semangat beribadah, menambah pengetahuan keislaman serta mengetahui praktik ibadah sesuai tuntunan Rasulullah Saw. 3) Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pangkajene memiliki faktor pendukung, di antaranya Muhammadiyah memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) karena di Muhammadiyah ada beberapa Organisasi Otonomi, yaitu `Aisyiyah, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul `Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, serta dukungan pemerintah setempat sehingga dakwah Muhammadiyah berjalan baik, dan tingginya dukungan masyarakat dalam menerima dakwah Muhammadiyah. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pimpinan sehingga menyulitkan mengadakan kegiatan, sulitnya menjangkau lokasi pengajian sehingga menyulitkan masyarakat hadir di pengajian, dan minimnya dai Muhammadiyah yang mengakibatkan Pengajian Tarjih dan Tafsir terhenti.

Manajemen Dakwah Remaja Masjid Usman Yakub Dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Jamaah Di Kelurahan Karunrung Kota Makassar

Laode Andibale, M. Zakaria Al Anshori, Syahruddin, Muhammad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen… n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.