Abstract:Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,…
, afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa.
Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Abstract:Keterampilan menyimak merupakan salah satu komponen utama dalam keterampilan berbahasa yang memiliki peran penting dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Menyimak tidak sekadar kegiatan mendengar, tetapi melibatkan proses…
oses memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi yang diterima secara lisan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep keterampilan menyimak sebagai bagian integral dari keterampilan berbahasa melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber relevan, seperti buku teks, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik pengumpulan data berupa penelaahan dan analisis terhadap teori serta temuan penelitian yang berkaitan dengan keterampilan menyimak. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterampilan menyimak memiliki hubungan yang erat dengan keterampilan berbahasa lainnya, yaitu berbicara, membaca, dan menulis, serta berperan sebagai dasar dalam pengembangan kemampuan berbahasa secara menyeluruh. Selain itu, penguasaan keterampilan menyimak yang baik dapat meningkatkan pemahaman informasi, kemampuan berpikir kritis, dan efektivitas komunikasi. Oleh karena itu, keterampilan menyimak perlu mendapat perhatian khusus dalam pembelajaran bahasa agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal.
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai adat dan kearifan lokal melalui pembelajaran partisipatif dan pemberdayaan masyarakat di Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok,…
lok, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai adat, mendokumentasikan praktik budaya lokal, serta melibatkan pemuda dan sesepuh dalam proses pewarisan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi partisipatori melalui lokakarya, dokumentasi budaya, dan kegiatan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman generasi muda terhadap norma adat, meningkatnya partisipasi dalam ritual tradisional, serta tersusunnya bahan ajar yang mendukung pelestarian budaya. Program ini berkontribusi dalam memperkuat identitas komunitas adat dan menjadi model bagi wilayah lain untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang mencapai 34,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi tantangan utama dalam pengendalian…
lian tekanan darah, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan dukungan keluarga. Pendidikan kesehatan dengan media pill card merupakan strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penggunaan pill card terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Tandang wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama 3 hari (29 November - 1 Desember 2025) dengan pemberian edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan pill card. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan pill card. Tekanan darah klien sebelum intervensi adalah 171/101 mmHg, menurun menjadi 140/91 mmHg pada hari kedua, dan mencapai 130/81 mmHg pada hari ketiga. Skala nyeri kepala juga mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Klien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan dalam menggunakan pill card sebagai alat pengingat minum obat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan keluarga dengan media pill card efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keterlibatan keluarga dalam proses edukasi berperan penting dalam mendukung keberhasilan intervensi. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan edukasi penggunaan pill card sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi.
Abstract:Perawatan bayi baru lahir di rumah merupakan bagian penting dari asuhan neonatal yang komprehensif. Dalam praktiknya, perawatan dasar seperti memandikan bayi masih sering dilakukan berdasarkan pengalaman atau kebiasaan yang…
ang diwariskan, yang kadang tidak selalu sejalan dengan prinsip keamanan dan kenyamanan bayi. Teknik memandikan yang kurang tepat dapat menimbulkan risiko seperti hipotermi, iritasi kulit, maupun cedera ringan akibat posisi dan persiapan lingkungan yang kurang sesuai. Kondisi ini menunjukkan bahwa ibu tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga bimbingan praktis agar mampu melakukan perawatan dengan benar dan percaya diri dalam melakukan perawatan bayi sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan praktik aman memandikan bayi baru lahir sesuai prinsip asuhan neonatal esensia;. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penjelasan materi, demonstrasi bertahap, diskusi dua arah, dan praktik langsung dengan pendampingan untuk memastikan setiap langkah dilakukan secara tepat dan benar. Program ini dilaksanakan pada 21 Januari 2025 di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi, yang datang berkunjung di wilayah kerja puskesmas. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat secara aktif, mampu mempraktikkan kembali tahapan memandikan bayi dengan benar, serta menunjukkan peningkatan pemahaman dan rasa percaya diri dalam melakukan perawatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung di layanan kesehatan primer dapat membantu ibu menguasai keterampilan perawatan bayi secara lebih aman dan tepat.
Abstract:Sharia financial literacy has become important with the development of digital financial services and the increasing need for financial management in accordance with sharia principles. However, the understanding of rural…
communities regarding digital-based sharia finance is still limited. This community service activity aims to improve Islamic financial literacy in Sendang Village through a digital approach. The methods used include face-to-face and online education, assistance in using Islamic financial applications, and interactive discussions on the opportunities and risks of digital finance. The results of the activity showed that community participation reached 75% with an increase in understanding of Islamic finance products and principles of 60%. However, challenges such as the digital divide and the risk of online fraud were still found. Overall, this activity shows that digitalization is effective in increasing Islamic financial literacy when supported by continuous education and the active role of the government and Islamic financial institutions in creating a safe and inclusive ecosystem.
Abstract:ABSTRACT The objective of community partnership program cluster 2 (CPP-C2) is to provide micro and small-scale layer chicken farmers in Tomohon city with business management procedures based on “biosecurity”. Problems faced…
blems faced by partners, both farm owners and farm workers: 1) lack of knowledge and understanding of the concept and application of biosecurity 2) lack of sanitation application, which increases the risk of diseases emerging and spreading 3) not yet aware that the use of open house system, unfenced farms and no procedures for entering the farm area, are not in accordance with the principles of biosecurity system. The activity was carried out in stages: survey, socialization on the concept and implementation of the 3-zone biosecurity system, provision of disinfectants and examples of regulation for laying hen farming as well as evaluation. The evaluation results show that during the extension activity, out of 8 participants only 2 were actively asking questions, and it turned out they were the farm owners, while the farm workers were passive. It was found after the outreach activity, that the farm owners or farm workers who were partners had not been implemented the 3-zone biosecurity system, therefore outreach activities regarding biosecurity on poultry farm still need to be provided again to them, so that the concept and application of biosecurity will be truly understood and they would be willing to do so. However, at least 2 farms have prepared signboards with rules for entering the farm area. The occurrence of outbreaks and pandemics should be a lesson-learned that biosecurity measures are highly relevant to the saying “it is better to prevent than cure”. If, chicken remain healthy, they produce high-quality and safe products, and so, farmers can minimize health costs and maximize profits, even enabling farms owner to expand their businesses scale. In conclusion, this activity has not been given a significant impact on partner’s farm management because all partners have not been implemented the 3-zone biosecurity system, and it would be better if, all farm owners as decision makers to participate in this kind of activity, as well as the need for synergy between relevant agencies in the livestock sector in Tomohon city and academics with poultry farming business practitioners in an effort to maintain livestock health, poultry communities and maintain food security.
Abstract:The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) Post 21 of the Disaster-Resilient Village was implemented in Buntu Kunyi Village, Suli District, Luwu Regency as an effort to enhance community capacity in facing disaster…
saster risks and the impacts of climate change. Buntu Kunyi Village has a relatively high level of vulnerability to disasters such as landslides and floods, thus requiring a systematic and sustainable empowerment approach. This KKN program applied the Asset-Based Community Development (ABCD) method, which emphasizes the utilization of local potential and community participation. The stages implemented included discovery, design, define, and reflection, resulting in village asset mapping, needs-based program planning, and a comprehensive evaluation of program implementation. Three main programs were carried out: the preparation of evacuation maps, the development of disaster education modules, and the documentation of environmental action activities. The results of the program showed a significant increase in disaster literacy, community preparedness, and citizen participation in environmental conservation as a form of adaptation to climate change. Overall, this KKN program contributed to strengthening the resilience of Buntu Kunyi Village through collaboration between students and the community in building independent and sustainable disaster risk mitigation.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak…
nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.
Abstract: Most micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia have not prepared financial statements that comply with applicable standards, posing risks to inaccurate business decisions and limiting opportunities to access…
o access funding. This study aims to assist Al Huda Plastic and Baking Supplies Store in Kebumen in preparing financial statements in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). This topic was chosen due to the importance of accounting literacy in managing small businesses, as the understanding of MSME actors regarding accounting standards is still relatively low. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach, utilizing observation, semi-structured interviews, and documentation as data collection techniques. The results show that Al Huda Store has been recording its finances manually. However, these records do not yet cover the components of financial statements required by SAK EMKM, such as the income statement, statement of financial position, and notes to the financial statements. The preparation of financial statements based on these standards has been carried out and demonstrates more accurate and structured financial information. In conclusion, the implementation of financial statements based on SAK EMKM in MSMEs plays a very important role in increasing accountability and quality in business decision-making. The results of this study also provide practical examples that can be used as references and re-applied by other MSMEs with similar characteristics