Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

Implementasi Program Pelatihan dan Pengembangan Kewirausahaan oleh Rumah BUMN Pekanbaru terhadap Pelaku UMKM

Anggun Surilasmarito Matondang, Monica Elitya, Elly Niel Waty
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN Pekanbaru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini menggunakan… akan metode tinjauan pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan pengembangan UMKM serta program pelatihan kewirausahaan. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, pengelompokan, dan analisis berbagai temuan dari studi-studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan dan pengembangan kewirausahaan memainkan peran krusial dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam hal pengetahuan kewirausahaan, keterampilan pemasaran digital, manajemen bisnis, dan pengembangan produk. Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program dipengaruhi oleh komunikasi program, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, dan keberlanjutan pendampingan bisnis. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti rendahnya literasi digital beberapa pelaku UMKM, keterbatasan pendampingan pasca-pelatihan, dan dampak program yang tidak merata di antara semua peserta. Oleh karena itu, evaluasi dan penguatan program secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa pelatihan dan pengembangan kewirausahaan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan UMKM.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI DESA JAMBAI MAKMUR KECAMATAN KANDIS KABUPATEN SIAK

Dandi Dio Ramdani Pradimas, M. Anggi Syahputra, Elly Nielwaty
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan… ngan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi kepala desa, sekretaris desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipasi dalam pengambilan keputusan belum berjalan secara substantif, karena kehadiran fisik warga dalam Musrenbangdes tidak diikuti oleh pengintegrasian aspirasi mereka ke dalam dokumen RKPDes secara bermakna; (2) partisipasi dalam pelaksanaan berjalan relatif baik, ditandai dengan kuatnya semangat gotong royong dalam kegiatan pembangunan infrastruktur; (3) pemanfaatan hasil pembangunan belum terdistribusi secara merata, khususnya bagi kelompok perempuan dan buruh tani yang memperoleh porsi manfaat lebih kecil; serta (4) partisipasi dalam evaluasi merupakan dimensi yang paling lemah, akibat minimnya transparansi anggaran dan terbatasnya saluran aspirasi warga di luar siklus tahunan Musrenbangdes. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi dominasi elite desa dalam forum deliberasi, rendahnya literasi kebijakan warga, dan distribusi informasi yang tidak memadai. Penguatan mekanisme Musrenbangdes berbasis inklusi dan transparansi anggaran menjadi rekomendasi utama penelitian ini.

MOTIVASI MAHASISWA YANG BEKERJA PARUH WAKTU DI KOTA PEKANBARU

Mutiara Sylvini, Revalin Bazlina, Elly Nielwaty
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi mahasiswa yang bekerja paruh waktu di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam… dan observasi terhadap mahasiswa yang aktif bekerja paruh waktu minimal tiga bulan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa bekerja paruh waktu dipengaruhi oleh dua dimensi utama, yakni motivasi ekonomi berupa kebutuhan memenuhi biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, serta motivasi non-ekonomi seperti keinginan memperoleh pengalaman kerja, mengembangkan kompetensi profesional, dan memperluas jaringan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi mahasiswa bersifat multidimensional dan tidak semata-mata didorong oleh faktor finansial. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan institusi pendidikan dalam merancang kebijakan akademik yang lebih responsif terhadap kondisi mahasiswa di Kota Pekanbaru.

Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Usia Dewasa Dengan Masalah Utama Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean Sleman Yogyakarta

Ardani Putri, Nareza Alfa, Isnaeni, Yuli
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan keluarga dalam pengelolaannya. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan… ngkatkan risiko komplikasi yang serius. Tujuan: Mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada tahap usia dewasa dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Padukuhan Genitem. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan pada keluarga Tn. N di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pendekatan keperawatan keluarga. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Tn. N mengalami hipertensi dengan tekanan darah 160/130 mmHg serta memiliki keterbatasan pengetahuan terkait faktor risiko, pencegahan, dan perawatan hipertensi. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi kesehatan dan demonstrasi senam hipertensi. Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, keluarga mampu memahami masalah hipertensi dan mampu mendemonstrasikan senam hipertensi secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah. Asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga pada penderita hipertensi.   Kata Kunci : asuhan keperawatan keluarga, hipertensi, senam hipertensi, manajemen kesehatan

Pengaruh Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization dan Manual Therapy terhadap Penurunan Nyeri Myofascial Pain Syndrome pada Usia Dewasa

Anugrah Perdana, Noraeni Arsyad, Dini Nur Alpiah
Abstract: Myofascial Pain Syndrome (MPS) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya myofascial trigger point yang menimbulkan nyeri lokal maupun nyeri alih, kekakuan otot, serta keterbatasan fungsi gerak.… erak. Kondisi ini banyak terjadi pada populasi usia dewasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan produktivitas kerja. Berbagai intervensi fisioterapi telah digunakan untuk menangani MPS, di antaranya Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) dan manual therapy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IASTM dan manual therapy terhadap penurunan nyeri pada kasus Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa. Penelitian menggunakan metode narrative review dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed pada rentang tahun 2017–2024. Artikel yang dipilih merupakan penelitian dengan desain randomized controlled trial dan quasi-experimental yang mengevaluasi parameter nyeri menggunakan instrumen seperti Visual Analog Scale (VAS), Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Pressure Pain Threshold (PPT), dan Neck Disability Index (NDI). Hasil kajian menunjukkan bahwa baik IASTM maupun manual therapy mampu menurunkan intensitas nyeri secara signifikan serta meningkatkan fungsi muskuloskeletal pada pasien MPS. IASTM juga menunjukkan peningkatan ambang nyeri tekan dan peningkatan range of motion pada beberapa penelitian. Secara keseluruhan, kedua intervensi tersebut dapat direkomendasikan sebagai pendekatan fisioterapi berbasis evidence-based practice dalam penanganan Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa.

Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang

Leni Marlina, Delima, Nizwardi Azkha
Abstract:  Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius yang mengancam balita, dengan komplikasi berat hingga kematian. Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih jauh… auh di bawah target yang direkomendasikan WHO (95%) dengan hanya mencapai 12,3%. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi tinggi untuk meningkatkan kepatuhan imunisasi campak demi mencegah peningkatan kasus dan komplikasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu, serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (61,5%), motivasi baik (73,1%), dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi (74%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan (p=0,045) serta motivasi ibu dengan kepatuhan (p=0,011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan imunisasi campak pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan serta dukungan keluarga untuk memperkuat motivasi ibu dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

Analisis Pengelolaan Logistik Obat di Puskesmas Ambacang

Hafizur Rahman, Alkafi, Yulia
Abstract: Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 juga menunjukkan adanya puskesmas dengan kinerja farmasi rendah, termasuk Puskesmas Ambacang. Kondisi ini mengindikasikan kendala dalam pemenuhan standar pelayanan… an minimum, terutama keterbatasan SDM farmasi dan sarana sesuai Permenkes No. 26 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang Tahun 2025. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan tabel checklist. Penelitian dilakukan bulan Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan 11 Juni–31 Agustus 2025. Data dianalisis melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian didapatkan input pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang sudah memenuhi standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020. Meski demikian, kinerja apoteker belum maksimal dan sarana gudang penyimpanan masih belum sempurna karena beberapa alat belum tersedia. Proses perencanaan dilakukan di awal dan akhir tahun. Penyimpanan obat menggunakan metode FIFO dan FEFO. Penyerahan obat dilaksanakan bulanan dan triwulanan. Pencatatan serta pelaporan dilakukan setiap hari. Output penelitian ini menyimpulkan pengelolaan logistik obat sudah terlaksana. Pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang telah berjalan sesuai standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020 tentang pelayanan kefarmasian di puskesmas. Diharapkan puskesmas segera mengadakan rapat evaluasi kinerja pegawai, memperjelas tupoksi tiap program, mengadakan pelatihan tenaga farmasi, serta melengkapi sarana dan prasarana gudang obat.

Evaluasi Program Peningkatan Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Padang Tahun 2025

Alwita Novita, Eri Wahyudi, Nizwardi Azkha
Abstract: Gizi kurang atau stunting masih menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, kekurangan gizi juga berdampak terhadap kondisi kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan… yang bergizi atau seimbang, Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi gizi buruk, stunting 21,5%, mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir, tetapi belum mencapai target nasional 14% pada tahun 2024 . Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program peningkatan gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Padang tahun 2025.Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 8 informan yang di pilih secara purposive sampling yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Pj program gizi, PJ Promosi kesehatan, Pj KIA, Kader 2 orang dan Ibu balita 2 orang. Data di kumpulkan melalui wawancara terstruktur, Observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan program gizi meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), penyuluhan tentang gizi seimbang dan pemantauan status gizi balita akan tetapi program tersebut masih belum berjalan dengan maksimal,untuk tenaga pelaksana masih belum mencukupi, dan dana masih kurang dalam melakukan penyuluhan  dan untuk monitoring dan evaluasi masih belum berjalan dengan lancar karena untuk monitoring dan evaluasi ke masyarakat tidak di lakukan hanya di Puskesmas saja yaitu dengan melakukan PKP Penilaian Kinerja Puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan perlunya peningkatan status gizi balita untuk meningkatkan tumbuh kembang balita.  

Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025

Vionanda Maharani Putri, Gusni Rahma, Usmar Ali
Abstract: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan tertib administrasi di fasilitas kesehatan. Di Sumatera Barat, sebagian besar dari 270 Puskesmas telah menggunakan… RME, namun sekitar 10 belum mengimplementasikannya. Puskesmas Ambacang mulai menerapkan RME pada 1 Januari 2023 dengan aplikasi ePuskesmas, diperbarui menjadi ePuskesmas NG, dan sejak 1 Juni 2024 beralih ke ePuskesmas Klaster. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan RME pasien rawat jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara, observasi, dan checklist terhadap lima informan (Kepala Tata Usaha, dokter, perawat, kepala unit, dan petugas rekam medis), penelitian dilakukan pada Maret–Agustus 2025. Hasil menunjukkan penerapan RME berjalan cukup baik dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan, ketersediaan sarana, prasarana, dan kebijakan, meski terkendala jaringan dan server. Pendanaan bersumber dari anggaran rutin. Pencatatan dan pelaporan dilakukan melalui ePuskesmas Klaster, namun pencatatan manual masih digunakan saat sistem bermasalah. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan. Kelengkapan data pasien dalam RME baru mencapai 62,58%, belum memenuhi target nasional. Kendala utama meliputi keterbatasan SDM, gangguan teknis, dan kelengkapan data. Disarankan peningkatan pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan optimalisasi jaringan agar penerapan RME lebih efektif dan berkelanjutan.

Penerapan Relaksasi Nafas Dalam Dan Hypnosis 5 Jari Pada Pasien Anak Abses Punggung Scapula Dengan Nyeri Akut

Manna Azzukhruf Dwi Ratna, Triani Rahmadewi
Abstract: Latar belakang Abses punggung scapula pada anak merupakan masalah infeksi kulit dan jaringan lunak yang berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup pasien. Dampak utama yang dirasakan adalah… ah nyeri akut, demam, gangguan tidur, dan ketidaknyamanan yang berpotensi mengganggu aktivitas harian anak. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan komprehensif pada pasien anak dengan abses scapula yang mengalami nyeri akut serta mengevaluasi efektivitas intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari dalam manajemen nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik,,analisis rekam medis dengan menggunakan SDKI,SLKI dan SIKI. Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi selama tiga hari, skala nyeri pasien menurun dari 6 menjadi 3, pasien tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan mulai kembali beraktivitas ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi manajemen nyeri farmakologis dan nonfarmakologis mampu menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kenyamanan, serta mempercepat proses pemulihan. Saran bagi rumah sakit adalah memperkuat program pelatihan perawat dalam penggunaan intervensi nonfarmakologis, serta melakukan standarisasi protokol manajemen nyeri berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada kasus infeksi pediatrik.