Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

Pendampingan Literasi Keuangan dan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku UMKM Kuliner Di Kelurahan Tanjung Anom Deli Serdang

Yonson Pane, Irvan Rolyesh Situmorang, Frenky Situmorang
Abstract: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun demikian, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama… rutama terkait pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta penyusunan pembukuan sederhana. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaku UMKM kuliner di Kelurahan Tanjung Anom. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan penyusunan pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM kuliner. Program dilaksanakan dengan melibatkan 15 peserta melalui tahapan identifikasi kebutuhan, persiapan kegiatan, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi program. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi kasus, praktik penyusunan buku kas harian, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan, pencatatan transaksi, penyusunan buku kas sederhana, dan perhitungan laba usaha. Selain itu, peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sistematis. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan UMKM sehingga dapat mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha pada masa mendatang. Culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting local economic activities and community income generation. However, many business owners still face challenges in financial management, particularly in transaction recording, separating business and personal finances, and preparing simple bookkeeping records. Similar conditions were identified among culinary MSME owners in Tanjung Anom Village. This community service program aimed to improve financial literacy and simple bookkeeping skills among culinary MSME entrepreneurs. The program involved 15 participants and was implemented through four stages: needs assessment, program preparation, mentoring implementation, and evaluation. The methods included training sessions, interactive discussions, case simulations, daily cash book practices, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results demonstrated significant improvements in participants’ understanding of financial literacy, transaction recording, simple bookkeeping preparation, and profit calculation. Participants also showed better capability in recording business income and expenses in a more systematic manner. The program contributed positively to strengthening the financial management capacity of culinary MSMEs and is expected to support business sustainability and future business growth

Implementasi CSA Report Untuk Mencegah Fraud Dan Temuan Audit Di PT. Abdi Budi Mulia

Irvan Rolyesh Situmorang, Frenky Situmorang, Yonson Pane
Abstract: Temuan audit internal yang muncul secara berulang menunjukkan bahwa mekanisme pengendalian yang diterapkan organisasi belum sepenuhnya mampu mendorong kepatuhan prosedur secara konsisten pada seluruh unit kerja. Kondisi… tersebut berpotensi meningkatkan risiko kesalahan operasional dan penyimpangan apabila tidak diantisipasi melalui pendekatan pengendalian yang bersifat preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kemampuan staf dan manajemen PT. Abdi Budi Mulia dalam menerapkan Checklist Self Assessment (CSA) Report sebagai instrumen evaluasi mandiri untuk mendukung pencegahan fraud dan mengurangi temuan audit internal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan penyusunan CSA Report, pendampingan implementasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengendalian internal, manajemen risiko, dan pentingnya pengawasan mandiri dalam aktivitas operasional. Selain itu, peserta mampu menyusun indikator pengendalian, melakukan identifikasi risiko secara lebih sistematis, serta mengimplementasikan CSA Report sesuai dengan kebutuhan unit kerja masing-masing. Penerapan CSA Report juga mendorong terbentuknya mekanisme pengawasan yang lebih proaktif sehingga potensi kesalahan dan ketidaksesuaian prosedur dapat dikenali lebih awal sebelum menjadi temuan audit. Dengan demikian, implementasi CSA Report dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan mendukung upaya pencegahan fraud secara berkelanjutan pada lingkungan perusahaan  Recurring internal audit findings indicate that existing control mechanisms have not fully ensured consistent procedural compliance across all work units. Such conditions may increase the risk of operational errors and irregularities if preventive control measures are not adequately implemented. This community service program aimed to enhance the knowledge and capabilities of staff and management at PT. Abdi Budi Mulia in implementing a Checklist Self Assessment (CSA) Report as a self-evaluation instrument to support fraud prevention and reduce internal audit findings. The program employed a participatory approach consisting of problem identification, CSA Report training, implementation assistance, and activity evaluation. The results demonstrated that participants gained a better understanding of internal control, risk management, and the importance of self-monitoring in operational activities. Participants were also able to develop relevant control indicators, identify operational risks more systematically, and implement CSA Reports according to the specific needs of their respective work units. Furthermore, the implementation of CSA Reports encouraged a more proactive monitoring mechanism, enabling potential errors and procedural non-compliance to be identified before becoming audit findings. Therefore, CSA Report implementation can serve as an effective alternative for strengthening internal control systems and supporting sustainable fraud prevention efforts within the organization

Digital Administrasi Dan Penguatan Manajemen Tata Kelola Kantor Desa Prapat Janji Berbasis Sistem Informasi

Sudarmin Sudarmin, Sumantri Sumantri, Santoso Santoso, Irianto Irianto
Abstract: Kantor Desa Prapat Janji menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa, seperti pencatatan data yang masih dilakukan secara manual, keterlambatan pelayanan administrasi,… , kesulitan dalam pencarian arsip, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas administrasi desa melalui penerapan sistem informasi administrasi desa serta penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan tata kelola berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi implementasi sistem. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu meningkatkan kecepatan pengolahan data administrasi sebesar 75%, mempercepat proses pencarian arsip hingga 80%, serta meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam penggunaan teknologi informasi sebesar 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat kepuasan perangkat desa terhadap penggunaan sistem mencapai 88%. Implementasi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Desa Prapat Janji. The Prapat Janji Village Office faces several challenges in managing administrative processes and village governance, including manual data recording, delays in administrative services, difficulties in document retrieval, and the suboptimal utilization of information technology to support public services. This community service program aims to improve the effectiveness of village administration through the implementation of a village administrative information system and the strengthening of village officials’ capacity in managing digital-based governance. The methods employed include observation, needs assessment, training, mentoring, and system implementation evaluation. Preliminary results indicate that the implementation of the information system has increased the efficiency of administrative data processing by 75%, accelerated document retrieval processes by up to 80%, and enhanced the information technology competencies of village officials by 85%, based on pre-test and post-test evaluations. Furthermore, the satisfaction level of village staff regarding the use of the system reached 88%. The implementation is expected to promote more effective, efficient, transparent, and accountable public services in Prapat Janji Village.

Pengembangan Model Pendampingan Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris Di SDN 15 Padang Genting

Cecep Maulana, Irianto Irianto, Zulkarnain Sirait
Abstract: Abstrak Project-Based Learning (PBL) merupakan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar melalui aktivitas kolaboratif dan berbasis proyek. Namun, guru di SDN 15 Padang… dang Genting masih mengalami kendala dalam menyusun modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pendampingan berbasis Project-Based Learning untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi di kelas, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar dan RPP berbasis proyek dengan capaian sebesar 89,3% pada kategori sangat baik. Selain itu, guru menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu melibatkan siswa dalam pembelajaran yang komunikatif dan kolaboratif. Dengan demikian, model pendampingan berbasis Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 15 Padang Genting.   Project-Based Learning (PBL) is an innovative approach that can improve the quality of English language learning in elementary schools through collaborative and project-oriented activities. However, teachers at SDN 15 Padang Genting still face difficulties in developing teaching modules, lesson plans, and implementing project-based learning effectively. This community service activity aimed to develop a mentoring model based on Project-Based Learning to improve teachers’ competence in English language teaching. The methods used included needs analysis, teacher training, classroom mentoring, practical implementation of learning tools, and reflective evaluation. The stages of the activity consisted of identifying teachers’ needs, designing the mentoring model, conducting training sessions, assisting classroom implementation, and evaluating the outcomes. The results showed that the mentoring model improved teachers’ ability to develop project-based teaching modules and lesson plans, achieving a score of 89.3% in the very good category. In addition, teachers became more active and creative in engaging students in collaborative and communicative learning activities. Therefore, the Project-Based Learning mentoring model was effective in improving the quality of English language learning at SDN 15 Padang Genting.

Menuju Desa Modern Administrasi Digital Dan Manajemen Efektif

Nofriadi, Adi Prijuna Lubis, Indra Ramadhona Harahap
Abstract: Desa sebagai unit pemerintahan dasar memiliki peran strategis dalam pembangunan dan pelayanan publik, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam administrasi dan manajemen. Pengelolaan yang masih manual menyebabkan pelayanan… layanan lambat, rawan kesalahan, serta rendahnya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, keterbatasan kompetensi aparatur desa dalam teknologi dan manajemen modern menghambat efektivitas perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pembangunan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas layanan publik dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, transformasi digital dan penguatan manajemen pemerintahan desa menjadi kebutuhan mendesak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Menuju Desa Modern: Administrasi Digital dan Manajemen Efektif” dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan. Program ini bertujuan mengimplementasikan sistem administrasi digital yang terintegrasi serta manajemen pemerintahan yang efektif, guna meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi, dan kualitas tata kelola desa secara berkelanjutan Villages, as the lowest level of government, play a strategic role in development and public service delivery; however, they still face various challenges in administration and management. Manual administrative processes lead to slow services, a high risk of errors, and low levels of transparency and accountability. In addition, the limited competence of village officials in technology and modern management hinders the effectiveness of planning, implementation, and evaluation of development programs. This condition impacts the quality of public services and reduces community participation. Therefore, digital transformation and the strengthening of village governance management have become urgent necessities. A Community Service program entitled “Towards a Modern Village: Digital Administration and Effective Management” is designed to enhance the capacity of village officials through training and mentoring. This program aims to implement an integrated digital administrative system and effective governance management in order to improve service efficiency, transparency, and the overall quality of sustainable village governance

Evaluasi Efektivitas Jalur Evakuasi Bencana Banjir di Lingkungan VI Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang Kota Medan

Hetti Melinda Purba, Nurintan, Desty Novry Lianty, Septian Prayogi
Abstract: Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di kawasan perkotaan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana… ncana adalah penyediaan jalur evakuasi yang efektif. Namun, efektivitas jalur evakuasi pada kawasan permukiman rawan banjir masih belum banyak dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi jalur evakuasi serta mengevaluasi efektivitas jalur evakuasi bencana banjir di Lingkungan VI Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian telah memiliki titik evakuasi berupa masjid dan dilengkapi dengan papan penunjuk arah evakuasi. Namun, jalur yang digunakan masih berupa jalan umum yang tidak dirancang secara khusus untuk evakuasi. Kondisi jalan yang sempit, berlubang, menanjak, serta masih terdampak genangan banjir menyebabkan efektivitas jalur evakuasi belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan kondisi fisik jalur dan peningkatan aksesibilitas untuk mendukung proses evakuasi yang lebih aman dan efektif saat banjir terjadi.

Analisis Manajemen Komunikasi Penyiaran Islam dalam Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah di Kalangan Remaja

Mardiyah, Ainul, Viona Br Sebayang, Shandy, Siagian, ⁠Julia, Ananda Hariadi, Dea, Khairani
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang masif telah menggeser lanskap spiritual remaja (digital natives), sehingga model dakwah konvensional satu arah mulai kehilangan relevansinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… s strategi manajemen komunikasi penyiaran Islam dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah di kalangan remaja. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang didukung oleh teknik dokumentasi digital. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan perspektif fungsi manajemen (planning, actuating, controlling, dan evaluating) serta teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah digital di media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube) bertumpu pada perencanaan konten yang visual, estetis, dan berbasis tren (planning), serta gaya penyampaian materi yang persuasif, inklusif, dan adaptif terhadap problem psikologis harian remaja seperti kesehatan mental dan self-love (actuating). Namun, ekosistem digital juga membawa tantangan berat berupa hoaks keagamaan, distorsi informasi, dan disorientasi kredibilitas pendakwah demi viralitas belaka. Oleh karena itu, penguatan fungsi pengawasan (controlling) melalui pencantuman referensi dalil yang sahih serta evaluasi dampak perilaku nyata (evaluating) menjadi pilar krusial untuk mentransformasi media sosial menjadi ruang edukasi Islam yang solutif dan berkelanjutan bagi karakter generasi muda.  

Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Inovasi Batik Mangrove dan Kontribusinya terhadap SDGs: Studi Kasus Sima Batik Desa Tanjung Rejo, Percut Sei Tuan, Deli Serdang

Ilen Sartika Madala Duha, Siti Hajar Sahari, Nazwa Amelia Putri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi mangrove sebagai bahan pewarna alami batik, menganalisis strategi pemberdayaan perempuan pesisir melalui inovasi batik mangrove, dan mengkaji kontribusinya terhadap… pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian dilaksanakan pada 25 April 2026 di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu narasumber kunci yaitu Ibu Hamida (42 tahun), pemilik usaha Sima Batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Tanjung Rejo seluas 600–602 hektar memiliki potensi besar sebagai sumber pewarna alami batik dari bagian akar, batang, dan dahan yang mengandung tanin tinggi. Dengan efisiensi bahan baku 10 kg per tahun, usaha ini menghasilkan rata-rata 20–30 lembar kain batik per bulan dengan harga jual Rp250.000 per lembar, melibatkan 6 tenaga kerja perempuan lokal, dan menjangkau konsumen dari instansi pemerintah pusat hingga wisatawan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keunggulan utama produk terletak pada keunikan pewarna alami dan nilai ekologisnya, meski terkendala keterbatasan tenaga kerja dan ketergantungan cuaca. Usaha batik mangrove ini terbukti berkontribusi nyata terhadap SDG 1 (tanpa kemiskinan), SDG 8 (pekerjaan layak), SDG 12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab), SDG 14 (kehidupan bawah laut), dan SDG 15 (kehidupan di darat), menjadikannya model pemberdayaan berbasis ekosistem yang relevan untuk dikembangkan di wilayah pesisir lainnya.

Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian menjadi Perumahanterhadap Perubahan Limpasan dan Infiltrasi Air

Albait Falqon, Boby Rahman
Abstract: Pertumbuhan penduduk yang pesat mendorong peningkatan kebutuhan lahan untuk kawasan hunian, yang memicu terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui… i dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan terhadap perubahan limpasan permukaan dan infiltrasi air di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal pada periode tahun 2014–2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif rasionalistik dengan mengintegrasikan analisis spasial (interpretasi citra satelit menggunakan ArcGIS 10.8) serta metode analisis Delphi sebanyak tiga putaran untuk menguji persepsi para pemangku kepentingan (stakeholders). Pengambilan sampel narasumber dilakukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan unsur dinas pemerintahan terkait, akademisi, praktisi pengembang perumahan, dan tokoh masyarakat.  Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa selama kurun waktu sepuluh tahun (2014–2024), luas lahan pertanian di Kecamatan Kramat mengalami penurunan sebesar 86,23 Ha (dari 2.562,18 Ha menjadi 2.475,95 Ha), sedangkan luas lahan perumahan meningkat sebesar 32,19 Ha (dari 123,54 Ha menjadi 155,73 Ha). Lebih lanjut, hasil analisis Delphi berhasil mencapai konsensus para ahli yang menyetujui 7 indikator dampak utama, yaitu perubahan luas lahan, peningkatan intensitas pembangunan, peningkatan permukaan kedap air, penurunan infiltrasi air, peningkatan volume limpasan permukaan, penurunan kinerja sistem drainase, dan peningkatan kejadian genangan air. Konversi area terbuka menjadi material kedap air (seperti atap bangunan, beton, dan aspal) meminimalkan kapasitas resapan tanah alami, sehingga memicu peningkatan aliran permukaan (surface run-off) yang berujung pada timbulnya masalah genangan air setinggi 10–70 cm di beberapa desa. Kesimpulannya, alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan di Kecamatan Kramat secara nyata merubah karakteristik permukaan dari permeabel menjadi kedap air, sehingga menurunkan kemampuan infiltrasi tanah dan memperbesar volume limpasan permukaan secara drastis. 

Implementasi Pengaduan Digital Di Rusunawa Yos Sudarso Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru

Farel Dwi Faturrahman, Tiur Angela Sari Simbolon, Elly Nielwaty
Abstract: Layanan pengaduan digital merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang bertujuan mempermudah penghuni dalam menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi terkait kondisi lingkungan maupun pelayanan yang diterima. Di… Rusunawa Yos Sudarso Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, layanan pengaduan digital diterapkan sebagai sarana komunikasi antara penghuni dan pengelola dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan hunian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan pengaduan digital di Rusunawa Yos Sudarso Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola serta penghuni Rusunawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan pengaduan digital telah berjalan cukup baik. Komunikasi antara pengelola dan penghuni telah berlangsung melalui media digital, tersedia sarana pendukung layanan, pengelola menunjukkan respons terhadap pengaduan yang disampaikan, serta telah terdapat mekanisme penanganan pengaduan yang dijalankan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kemampuan penggunaan teknologi pada sebagian penghuni, khususnya lanjut usia, belum meratanya pemanfaatan layanan, keterbatasan sumber daya manusia, serta beberapa pengaduan yang memerlukan waktu penyelesaian lebih lama karena proses koordinasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pendampingan penggunaan layanan, dan evaluasi secara berkala agar implementasi layanan pengaduan digital dapat berjalan lebih optimal.