Abstract:Abstrak: Kemasan produk yang unik mampu memberikan pengaruh minat terhadap konsumen. Hal ini dikarenakan kemasan produk merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen sebelum mereka membeli produk para pelaku usaha. Sehingga…
hingga desain kemasan produk ini seharusnya dapat menjadi perhatian lebih bagi para pelaku usaha/UMKM agar mereka semakin kreatif dan inovatif dalam membuat kemasan produk mereka agar lebih menarik perhatian konsumen. KUBE Asahan merupakan UMKM yang bergerak pada sektor kuliner. Permasalahan yang di hadapi oleh KUBE Asahan sulitnya mendesain kemasaran produk dalam meningkatkan citra produk dimata konsumen. Saat ini desain kemasan produk masih sangat sederhana sehingga kurang menarik yang memberikan dampak turunnya minta beli dikarenakan keragu-raguan konsumen dalam membeli produk yang tidak memiliki desain kemasan produk yang memberikan informasi produk. Desain grafis penerapan teknologi pada sektor ekonomi dan pemasaran, dimana desain grafis diterapkan guna membrandingkan suatu produk sehingga memberikan informasi secara visual sebagai upaya pemasaran untuk mencapai tujuan salah satunya dengan menggunakan software desain grafis salah satunya Canva. Aplikasi Canva yang merupakan aplikasi yang dapat diakses secara online dan gratis untuk membuat desain grafis untuk berbagai keperluan serta juga dapat digunakan untuk mengubah foto dan membuat ikon produk dengan banyak pilihan gambar dan template desain yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM yakni KUBE Asahan tentang pentingnya desain kemasan produk karena kemasan produk yang merupakan suatu peluang dalam memberikan pengaruh penting serta mempertahankan atau meningkatkan penjualan sehingga produk yang ditawarkan guna meningkat nilai tambah produknya.
Kata kunci: KUBE Asahan, Canva, Desain, Kemasan Produk
Abstract:Abstract: The Public Health Center (Puskesmas) is a driving center for health-oriented development, empowering societies and families, and first-level health service is responsible for improving the quality of its services…
es by delivering relevant, fast, and targeted information to achieve its vision and mission. Especially during the Covid-19 pandemic some time ago, the role of the Puskesmas laboratory as the frontline of the first-level health service center in examining Covid-19 symptoms and carrying out vaccinations is essential. Therefore, this community service activity aims to implement a web-based laboratory application at the Gandus health center to assist laboratory staff in completing, collecting, processing, and presenting data in a more structured, easy-to-read, timely, and accurate manner. The stages of the activity include interviews, discussions, patient data collection and laboratory examinations, application installation, and socialization of its use. This activity can improve the quality of laboratory services and add value to the accreditation of the Puskesmas.
Keywords: application; laboratory; Public Health Center; service
Abstrak: Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, keluarga dan tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama bertanggung jawab meningkatkan mutu layanannya melalui penyampaian informasi yang relevan, cepat dan tepat sasaran kepada pasien, dalam upaya mencapai visi dan misinya. Terutama di saat pandemi Covid-19 beberapa waktu yang lalu, maka peran laboratorium di puskesmas sebagai garda terdepan pusat layanan kesehatan tingkat pertama dalam pemeriksaan gejala Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi menjadi penting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan aplikasi laboratorium berbasis web di puskesmas Gandus dalam upaya untuk membantu staf laboratorium dalam melengkapi, mengumpulkan, memproses, dan mempresentasikan data secara lebih terstruktur, mudah dipahami, akurat, dan tepat waktu. Tahapan kegiatan meliputi wawancara, diskusi, pengambilan data pasien dan pemeriksaan laboratorium, instalasi aplikasi, serta sosialisasi penggunaannya. Kegiatan ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas layanan laboratorium dan menambah nilai akreditasi puskesmas.
Kata kunci: aplikasi; laboratorium; layanan; puskesmas
Abstract:Abstract: Competition in today's business world is getting tighter, thus causing increasing competition among business actors in today's very open market era. Whether it's a company that produces the final product or service.…
vice. The pandemic has forced many people to increase their creativity so that the businesses they create can survive and become a support for the economy. Activities and efforts undertaken must be able to have a high selling value and have the creativity to attract the attention of consumers. Sabila Handcraft is a handcraft UKM that sells handcrafted products. It is known that there are still many obstacles that occur in the production process, including rejected products that must be repaired such as wrong designs and wrong cuts, rejects when distributing goods to consumers caused by negligence in the delivery process (items stacked, products not working), as well as PO (Purchase Order) which is quite long takes almost 1 week from the order made. These rejects were caused by errors from operators who were not careful in designing and lack of quality management training for workers at UKM Sabila Handcraft. Through this training, it is hoped that it will have a positive impact, especially improving performance in the Sabila Handcraft UKM so that it can increase the output of the products produced and increase customer satisfaction.
Keywords: quality; hancraft; UKM
Abstrak: Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan semakin meningkatnya persaingan para pelaku usaha di era pasar yang sangat terbuka saat ini. Baik itu perusahaan yang menghasilkan hasil akhir produk ataupun jasa. Pandemi membuat banyak orang untuk meningkatkan kreativitas agar usaha yang dibuat tetap bisa bertahan dan menjadi penyokong ekonomi. Kegiatan dan usaha yang dilakukan harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kreativitas untuk menarik perhatian konsumen. Sabila Handcraft adalah salah satu UKM handcraft yang menjual produk-produk kreasi pekerjaan tangan. Diketahui masih banyak kendala yang terjadi pada proses produksinya, diantara produk reject yang harus diperbaiki seperti salah desain dan salah potong, reject pada saat pendistribusian barang ke konsumen yang disebabkan karena kelalaian dalam proses pengiriman (barang ditumpuk, produk tidak berfungsi), serta PO (Purchase Order) yang cukup lama membutuhkan waktu hampir 1 minggu dari pemesanan yang dilakukan. Berbagai reject ini disebabkan karena kesalahan dari operator yang kurang teliti dalam mendesain serta kurang adanya pelatihan tentang manajemen kualitas kepada para pekerja di UKM Sabila Handcraft. Untuk itu perlu pelatihan mengenai manajemen kualitas pada UKM Sabila Handcraft untuk mengelola dan memastikan kualitas produk, layanan, atau proses bisnis secara efektif. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya memperbaiki kinerja di UKM Sabila Handcraft sehingga dapat meningkatkan output dari produk yang dihasilkan serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Kata kunci: kualitas; handcrft; UKM
Abstract:Abstract: The Community Service Program, LDDIKTI 3 in collaboration with DITJENDIKTIRISTEK and Universities launched an Incentive Program for Assignment to Private Universities for the Implementation of Community Service…
in the Cianjur Earthquake Area based on Key Performance Indicators with a focus on the goal of Recovery for Victims of the Cianjur Earthquake Natural Disaster, West Java. From the results of observations made in the Cianjur and surrounding areas which were affected by the earthquake, many locations in Wangunjaya Village, Cugenang Regency, have not been touched and received assistance. Many people in this area experience health problems due to unbalanced nutritional intake and unclean lifestyle, damage to learning tools in schools and early childhood education, especially at SMPN 2 Cugenang and in early childhood education. The aim of the activity is to improve public health from a physical and mental perspective and to help restore education using digital learning. The activities carried out included conducting free examinations and treatment, teaching Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy to reduce anxiety in the community, distributing healthy food parcels, providing trauma healing for school children, and providing school facilities for schools.
Keywords: cianjur earthquake; cugenang; community service; educational facilities; health recovery.
Abstrak: Program Pengabdian Masyarakat, LDDIKTI 3 bekerjasama dengan DITJENDIKTIRISTEK dan Perguruan Tinggi mencanangkan Program Insentif Penugasan kepada Perguruan Tinggi Swasta untk Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di Wilayah Gempa Cianjur berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama dengan fokus tujuan Pemulihan Korban Bencana Alam Gempa Cianjur Jawa Barat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di daerah Cianjur dan sekitarnya yang terkena dampak gempa, lokasi Desa Wangunjaya Kabupaten Cugenang masih banyak yang belum tersentuh dan mendapatkan bantuan. Para masyarakat didaerah ini banyak yang mengalami masalah kesehatan karena asupan gizi yang tidak seimbang serta perilaku hidup yang tidak bersih, kerusakan alat-alat pembelajaran di sekolah dan PAUD khususnya di SMPN 2 Cugenang dan di PAUD. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dari segi jasmani serta mental dan membantu memulihkan Pendidikan menggunakan pembelajaran digital. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis, mengajarkan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk menurunkan ansietas pada masyarakat, membagikan parcel makanan sehat, memberikan trauma healing bagi anak sekolah, serta memberikan bantuan fasilitas sekolah bagi sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perasaan bahagia siswa dan masyarakat (+52%), siswa menjadi bisa merasakan pembelajaran digital (+34%) dan masyarakat menjadi lebih merasakan jasmani yang lebih sehat (+17%).
Kata kunci: cugenang; fasilitas pendidikan; gempa cianjur; pemulihan kesehatan; pengabdian masyarakat.
Abstract:Abstract: Community service activities are carried out to increase awareness of adolescents to consume fiber source foods. These activities include: understanding fiber, the benefits of fiber for the body, types of fiber…
source foods, fiber source food groups (water-soluble and water-insoluble fiber), causes if rarely consume fiber source foods, and recommendations for consumption of fiber source foods in a day. The method is carried out in counseling. Starting with filling out the attendance list, filling out the pre-test, then being given nutritional education interventions about fiber using PowerPoint media, a 15-minute question and answer session, and closing with a post-test. Monitoring and evaluation are carried out 1 week after online counseling via Whatsapp call. It is hoped that students will keep in mind the material that has been delivered and apply it in their daily lives. The results of the assessment of knowledge about fiber-source foods in adolescents before being given counseling were 25% (good category), 65.6% (sufficient category), and 9.4% (less category). Meanwhile, the percentage of knowledge about fiber-source foods after counseling was 65.6% (good category), 31.3% (sufficient category), and 3.1% (less category). The results showed a change in knowledge in respondents before and after being given counseling about fiber source foods. The level of knowledge in adolescents influences the behavior and attitudes of adolescents in choosing the type of food to be consumed.
Keywords: fiber; adolescents; fiber-source foods
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesadaran remaja untuk mengonsumsi makanan sumber serat. Kegiatan tersebut meliputi: pengertian serat, manfaat serat untuk tubuh, jenis makanan sumber serat, kelompok makanan sumber serat (serat larut dalam air dan tidak larut dalam air), penyebab jika jarang konsumsi makanan sumber serat dan anjuran konsumsi makanan sumber serat dalam sehari. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan. Diawali dengan pengisian daftar hadir, mengisi pre-test, kemudian diberikan intervensi edukasi gizi mengenai serat menggunakan media power point, sesi tanya jawab selama 15 menit dan ditutup dengan post-test. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan 1 minggu setelah penyuluhan secara online melalui Whatsapp call. Diharapkan siswa/i tetap mengingat materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian pengetahuan tentang makanan sumber serat pada remaja sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 25% (kategori baik), 65.6% (kategori cukup) dan 9.4% (kategori kurang). Sedangkan persentase pengetahuan tentang makanan sumber serat setelah diberikan penyuluhan yaitu sebesar 65.6% (kategori baik), 31.3% (kategori cukup) dan 3.1% (kategori kurang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada responden sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang makanan sumber serat. Tingkat pengetahuan pada remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap remaja dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi.
Kata kunci: serat; remaja; makanan sumber serat
Abstract:Abstract: Technological sophistication, making interactive digital teaching materials easier. Interactive digital teaching materials make it easier for students to study independently according to their abilities and learning…
rning speed. Currently the ability of teachers in South Tangerang still needs to be improved in blinding Interactive Digital Teaching Materials. The community service program provided to participants is carried out using a combination of online training and mentoring methods, combined with face-to-face meetings. In general, training and assistance for the development of Interactive Digital Teaching Materials gave good results, where 75% of participants completed their products. Participants also expressed satisfaction with the program. This condition can be said to be good, but to further increase participant satisfaction in the next training, input from participants can be considered.
Keywords: digital teaching materials; learn to be independent; teaching materials
Abstrak: Kecanggihan teknologi, membuat bahan ajar digital interaktif menjadi lebih mudah. Bahan ajar digital interaktif memudahkan siswa belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajarnya. Saat ini kemampuan guru di Tangerang Selatan masih perlu ditingkatkan dalam membutakan Bahan Ajar Digital Interaktif. Program pengabdian kepada masyarakat yang diberikan kepada peserta dilakukan dengan menggunakan kombinasi metode pelatihan dan pendampingan secara daring, dipadukan dengan pertemuan tatap muka. Secara umum pelatihan dan pendampingan pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif memberikan hasil yang baik, dimana 75% peserta menyelesaikan produknya. Peserta juga menyatakan puas dengan program tersebut. Kondisi ini dapat dikatakan baik, namun untuk lebih meningkatkan kepuasan peserta pada pelatihan selanjutnya, masukan dari peserta dapat menjadi pertimbangan.
Kata kunci: bahan ajar; bahan ajar digital; belajar mandiri
Abstract:Abstract: Monro-Monro Mangrove Tourism Village is an area located in Monro-Monro Village, Binamu District, Jeneponto Regency. This tourist village is expected to be able to increase people's income by utilizing tourist visits.…
isits. Restrictions on community activities during a pandemic resulted in the tourism sector experiencing obstacles. The government finally issued a tourist guide, namely Cleanliness, Healthy, Safety and Environmentally Sustainable, namely ISO 9024: 2021 standardized tourism recovery guidelines. This community service activity is related to public awareness of the importance of a guideline that is carried out by tourism managers in welcoming tourists. The program being carried out is dissemination which seeks to increase public understanding and tourism awareness groups regarding cleanliness, health, safety and environmental sustainability, as tourist rights. This activity was carried out using observation, training, mentoring, evaluation and output methods. The target of counseling is the tourism awareness group (Pokdarwis). It is hoped that increased knowledge and understanding of CHSE will make it easier to realize tourism recovery in terms of increasing tourist visits. The results of the dissemination carried out gained the enthusiasm of tourism-aware residents to increase their understanding of Sapta Pesona in the CHSE guidelines.
Keywords: Dissemination; CHSE Guidelines; Tourism recovery; Pokdarwis
Abstrak: Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro merupakan Lingkungan yang berada di Kelurahan Monro-Monro Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Kampung wisata ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan. Pembatasan kegiatan masyarakat pada saat pandemic mengakibatkan sektor wisata tersebut mengalami hambatan. Pemerintah akhirnya mengeluarkan panduan wisata yaitu Cleanliness, Healthy, Safety dan Enviroment Sustainable yaitu pedoman pemulihan wisata terstandardisasi ISO 9024:2021. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya suatu pedoman yang dijalankan pengelola wisata dalam menyambut wisatawan. Program yang dijalankan adalah diseminasi yang berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan kelompok sadar wisata terkait kebersihan, kesehatan, keamanan serta kelestarian lingkungan, sebagai hak wisatawan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pengamatan, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan output. Target penyuluhan mengambil sasaran yaitu kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang CHSE akan mempermudah dalam mewujudkan pemulihan pariwisata dalam hal kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. Hasil dari diseminasi yang dilaksanakan mendapatkan antusiasme warga sadar wisata peningkatan pemahaman sapta pesona dalam pedoman CHSE.
Kata kunci: diseminasi; pedoman chse; pemulihan pariwisata; pokdarwis
Abstract:Program kemitraan dengan santri komunitas Pilar Al Jabar merupakan suatu kegiatan yang telah berlangsung mulai tahun 2018 dan masih berlangsung sampai saat ini (2023). Kegiatan ini memberikan wadah untuk belajar urban farming…
rming (pertanian perkotaan) kepada masyarakat dan santri. Kegiatan meliputi budidaya lahan sempit di pekarangan dengan penanaman sayuran sebagai sumber pangan lestari, dan untuk area hijau yang dimanfaatkan untuk kesehatan, serta penambahan nilai estetika di lingkungan. Kegiatan urban farming ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan warga. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah; Tercipta pengembangan sistem bercocok tanam yang efektif dan efisien bagi mitra pengabdian; Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, kesadaran dan memotivasi mitra khususnya urban farming sebagai sumber pangan di lahan sempit yang juga bisa menjadi sumber pendapatan; Terciptanya wirausaha baru dengan kemampuan urban farming berbasis komunitas. Kegiatan sosialisasi, motivasi dan pelatihan pembuatan kompos, POC dan budikdamber ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Desember 2022 di Perumahan Jatinegara Baru, Jakarta Timur. Peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan adalah masyarakat dan santri Al Jabar. Hasil dari kegiatan ini sangat baik, yang dibuktikan dengan keberlanjutannya kegiatan pertanian perkotaan mulai dari budidaya sampai pemasaran mingguan dan tetap berlangsung dalam pendampingan. Dari evaluasi menunjukkan, kegiatan yang awalnya hanya difahami oleh peserta sebesar 10%, menjadi 100% dengan nilai “sangat bermanfaat†yang diperoleh oleh peserta, dan pemilihan metode yang diberikan berupa teori dan praktik merupakan metode yang dirasa sangat sesuai untuk peserta.
Kata Kunci: budidaya; pekarangan; pertanian perkotaan; pertanian Berkelanjutan; urban farming
Abstract:Abstract: Campus teaching activities are motivated by various sectors, one of which is to prepare Indonesian student competencies to face social, cultural, work and technological advances / rapid times, as well as to improve…
rove the quality of education for the better. The problems found with partners are focused on the lack of adaptation of technology in management and the learning process in the classroom. The stages/methods of carrying out activities include starting with pre-assignment, assignment to post-assignment. Based on the results of the implementation of activities aimed at increasing students' literacy and numeracy that have been carried out for approximately 5 months, this third campus teaching program received a positive response from the principal, school committee, teacher council, students and guardians of SD Negeri 016406 Gonting Malaha. This is evidenced from the initial acceptance of the campus teaching team which was greeted with pleasure by school stakeholders and the enthusiasm of students in participating in each lesson. Class teachers are also greatly helped by having campus students teach in managing classes and assisting in the use of learning technology. Not only in the learning sector, schools are also greatly helped by the existence of campus students teaching in organizing and managing school administration in the form of reactivating previously abandoned school libraries, compiling correspondence archives and implementing routine gymnastics programs every morning which has not been done before. The results obtained in the technology adaptation of the students also introduced teachers and students directly to the use of information technology and learning resources that are useful in the development and improvement of student literacy and numeracy, for example the use of YouTube and other learning resources.
Keywords: campus teaching; administration; technology; literacy; numeration
Abstrak: Kegiatan kampus mengajar salah satunya adalah untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi / zaman yang pesat, serta guna untuk meningkatkan mutu pendidikan menjadi lebih baik (Khotimah et al., 2021). Permasalahan yang ditemukan pada mitra dititikberatkan pada kurangnya adaptasi teknologi dalam manajemen maupun proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa yang telah dilakukan selama kurang lebih 5 bulan, program kampus mengajar angkatan 3 ini mendapatkan respon positif baik dari kepala sekolah, komite sekolah, dewan guru, siswa serta wali murid SD Negeri 016406 Gonting Malaha. Hal ini dibuktikan dari awal penerimaan tim kampus mengajar yang disambut dengan rasa senang oleh stakeholder sekolah dan antusiasme siswa dalam mengikuti setiap pembelajaran. Tahapan/metode pelaksanaan kegiatan diantaranya diawali dengan pra-penugasan, penugasan sampai dengan pasca penugasan. Guru kelas juga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam mengelola kelas dan membantu pendampingan dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Tidak hanya pada sektor pembelajaran, sekolah juga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam menata dan mengelola administrasi sekolah berupa pengaktifan kembali perpustakaan sekolah yang terbengkalai sebelumnya, penyusunan arsip surat menyurat dan program pelaksanaan senam rutin setiap pagi yang belum ada dilakukan sebelumnya. Hasil yang diperoleh dalam adaptasi teknologi para mahasiswa juga memperkenalkan kepada guru maupun siswa secara langsung mengenai pemanfaatan teknologi informasi maupun sumber-sumber pembelajaran yang berguna dalam pengembangan dan peningkatan literasi serta numerasi siswa misalnya penggunaan youtube maupun sumber belajar lainnya.
Kata kunci: kampus mengajar; administrasi; teknologi; literasi; numerasi
Abstract:Kelompok Tani Al-Hidayah merupakan KT yang mengusahakan beberapa komoditas hortikultura, dimana salah satunya adalah labu madu (Cucurbita moschata). Meskipun dari aspek budidaya petani menguasai praktek pertanian labu madu,…
du, terdapat beberapa persoalan yang dihadapi oleh petani labu madu di KT Al-Hidayah. Pertama adalah harga jual buah labu madu yang rendah sebab tidak banyak konsumen yang menginginkan labu madu. Kedua adalah sulitnya pemasaran buah labu madu meskipun secara budidaya tidak sulit dilakukan. Tujuan kegiatan yaitu (1) meningkatkan nilai tambah buah labu madu melalui pengolahan labu madu, serta (2) diversifikasi produk turunan labu madu. Kegiatan yang dilakukan adalah pengembangan produk melalui diversifikasi produk turunan olahan labu madu, pelatihan penanganan produk higienis, dan peningkatan pemasaran offline dan online. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi mitra dalam membuat produk-produk turunan labu madu sebab dengan produk turunan, dapat menciptakan diversifikasi income dan menjamin pemasaran labu madu.