Abstract:Pendahuluan: Tingginya angka karies saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor perilaku masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan…
huan akan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meningkatkan insidensi penyakit gigi dan mulut. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif korelasi. Metode pendekatan cross-sectional variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Hasil analisis hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berdasarkan Spearmen Rank didapatkan hasil sig. (2-tailed) adalah 0,001 <0,05 dan antara kedua variabel adalah 0,298. Kesimpulan: Menunjukkan keeratan hubungan antara kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berkorelasi cukup kuat dan bersifat positif.
Abstract:Latar Belakang: Personal hygiene habits merupakan perilaku yang mendukung pelestarian kebersihan pribadi, meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental. Salah satu kegiatan Personal…
ersonal hygiene adalah perawatan genetalia. Banyak remaja yang belum mempraktikan perilaku personal hygiene khususnya perawatan genetalia dengan baik, Perilaku tersebut menjadi salah satu faktor timbulnya kejadian Flour albus pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja putri. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 231 siswi. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner personal hygiene habits dan kejadian flour albus. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan siswi yang mengalami personal hygiene habits kurang sebanyak 103 responden (63,6%), yang mengalami personal hygiene habits cukup sebanyak 42 responden (25,9%), yang mengalami personal hygiene habits baik sebanyak 17 responden (10,5%). Dan kejadian flour albus sebanyak 124 responden (76,5%) dan yang tidak mengalami flour albus 38 responden (23,5%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengaruh perilaku personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja. Kesimpulan: kurangnya kegiatan personal hygiene habits terutama pada organ genetalia menjadi salah satu faktor remaja mengalami flour albus.
Abstract:Latar Belakang: Asap rokok merupakan salah satu penyebab utama berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, paru-paru, dan kanker. Remaja adalah kelompok yang rentan terhadap paparan asap rokok, baik secara aktif…
maupun pasif. Oleh karena itu, edukasi kesehatan tentang bahaya asap rokok sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang risiko yang ditimbulkan oleh asap rokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Penelitian ini menggunakan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen (quasi experiment) yang dirancang dengan One Group Pre-test Post-test without control. Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja yang tehnik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa p – Value dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan diperoleh 0,000 <ɑ(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho di tolak yang artinya Ada pengaruh edukasi kesahatan terhadap tingkat pengetahuan siswa/siswi SMK CITRA MADANI. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang..
Abstract:Latar belakang: Kesehatan reproduksi pada remaja diartikan sebagai kondisi sehat secara sistem, fungsi dan proses reproduksi yang termasuk didalamnya kesehatan mental, sosial dan juga kultural. Permasalahan kesehatan reproduksi…
roduksi yang sering muncul pada remaja, antara lain kehamilan remaja dengan segala akibatnya, penyakit menular seksual dan aborsi. Masalah kesehatan reproduksi (kespro) remaja timbul karna kurangnya pengetahuan kesehatan, kepedulian orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap kesehatan reproduksi remaja belum optimal. Tujuan: Mengetahui hubungan harga diri dengan pemeliharaan kesehatan reproduksi pada santri putri kelas III SMP di pondok pesantren daarul muttaqien II. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional study, serta analisis statistik Uji Rank Spearman Correlation. Teknik yang digunakkkan untuk mengambil sampel adalah probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan distribusi frekuensi kategori baik sebanyak (31%), kategori cukup (36%), dan kategori kurang sebanyak (33%). Dalam Uji Rank Spearman Correlation didapatkan hasil tersebut menunjukan nilai P value sebesar 0,002 (P < 0,05).
Abstract:Ginjal merupakan organ vital yang berperan mengatur keseimbangan cairan, asam basa, metabolisme serta mengeluarkan toksin (sisa metabolisme) dari tubuh. Jika terjadi kerusakan pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya penyakit…
yakit ginjal kronik yang mengakibatkan fungsi ginjal menurun sehingga ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit, metabolisme dan terjadi uremia. Penelitian ini menggunakan metode berupa studi kasus pada satu pasien. Pertama kali dilakukan pengukuran rasa haus dengan menggunakan skala Visual Analogue Scale (VAS) for Assessment of Thirst Intensity. Kemudian diberikan permen karet sebelum dan saat melakukan hemodialisa (HD), lalu dilakukan pengukuran kembali setelah diberikan permen karet untuk menilai keefektifan intervensi. Hasil menunjukan dengan dilakukannya intervensi mengunyah permen karet, tingkat haus pasien menurun dari skala 7 menjadi skala 3 selama 3 hari pemberian intervensi. Mengunyah permen mampu mengurangi rasa haus pada pasien yang sedang melakukan pembatasan cairan.
Abstract:Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit yang tidak dapat menular akan tetapi mengalami dari penyebab prematur diseluruh dunia. Hipertensi dapat mengalami kerugian pada masalah kesehatan masyarakat…
t dengan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Metode : Menggunakan metode pengumpulan data selama 3 hari melalui wawancara observasi dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan analisa data yang di inginkan. Hasil : dari data yang di dapatkan setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri selama 3 hari dilakukan secara rutin. Hasil sebelum penerapan terapi relaksasi genggam jari dengan skala nyeri 6 Tn. J mengatakan nyeri berkurang dibagian kepala belakang menjalar sampai ke leher, Tn J tidak tahu cara mengurangi rasa nyeri, terapi ini dilakukan 2 kali sebelum mandi dipagi hari dan sore sebelum mandi. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pasien dapat menurunkan nyeri dari skala 6 menurun menjadi skala 2 dari sebelumnya. Kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penerapan teknik relaksasi genggam jari sebagai penatalaksanaan intervensi hipertensi berpengaruh pada pasien. Peran Tn. J sangat efektif hal ini ditunjukan dengan Tn.J mau dan mampu melakukan teknik relaksasi genggam jari.
Abstract:Kurangnya aktivitas fisik di rumah serta tidak pernah olahraga ringan merupakan salah satu alasan belum maksimalnya penurunan kadar glukosa darah para lansia. Studi pendahuluan mengatakan para lansia tersebut belum mengetahui…
tahui adanya senam diabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pra experiment dengan menggunakan pendekatan one group dengan perencanaan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita diabetes mellitus sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus sebelum perlakuan (senam diabetes) diketahui sebagian besar responden sebanyak 22 (73%) dalam kategori diabetes dan setelah pemberian senam diabetes diketahui hampir seluruh responden sebanyak 27 (90%) dalam kategori normal. Hasil analisa data menunjukan bahwa tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Saran bagi UPTD Puskesmas Bungin agar memberikan program rutin senam diabetes bagi penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah.
Abstract:Latar Belakang : Masalah yang sering dialami pada pasien di RSUD Kabupaten Tangerang Mayoritas mengalami Diabetes mellitus. Hasil rekam medis dari ruangan seruni RSUD Kabupaten Tangerang pada bulan maret-juli kunjungan pasien…
asien diabetes mellitus tipe 2 di RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 selama 5 bulan terakhir pada pasien diabetes mellitus sebanyak 87 jiwa. Terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian obat-obat anti diabet (glimeperide, acarbose atau metformin) dan pemberian insulin injeksi (apidra, dan lantus). Terapi non farmakologi salah satunya terapi senam kaki DM pada penderita diabetes melitus dapat diberikan senam kaki diabetik dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Mengimplementasikan terapi senam kaki DM pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil Penelitian : Hasil implementasi dan evaluasi selama 3 hari dengan intervensi senam kaki DM terdapat perubahan penurunan kadar gula darah sewaktu sebelum diberikan tindakan GDS 239 mg/dl dan sesudah diberikan insulin apidra GDS 202 mg/dl. Kesimpulan : Terdapat penurunan gula darah sebelum dan sesudah pemberian insulin apidra dengan penerapan senam kaki DM yang telah dilakukan pada pasien Tn. T terdapat penurunan kadar gula darah 37 mg/dl, penurunan kadar gula darah 35 mg/dl, dan penurunan kadar gula darah 49 mg/dl, karena pasien diberikan terapi insulin apidra dan terapi senam kaki DM selama 30-60 menit dengan pemberian 3x8 jam. Saran : Diharapkan dapat digunakan sebagai alternative tindakan non farmakologi Senam Kaki DM untuk menurunkan kadar glukosa darah.
Abstract:Puskemas Baloi Permai menjadi salah satu Puskesmas di Kota Kandis yang memberikan pelayanan IVA test di Kabupaten Merangin. Saat ini cakupan skrining deteksi dini kanker serviks melalui pemeiksaan IVA masih sangat rendah…
yaitu sekitar 5%. Penelitian ini bertujuan untuk hasil evaluasi manajemen pelayanan test inspeksi visual asam asetat (IVA) di Puskesmas Pematang Kandis Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah: Kepala Puskemas Pematang Kandis, Dokter dan bidan yang sudah pernah mendapatkan pelatihan mengenai pemeriksaan IVA test, Pengelola program PTM di Puskemas Pematang Kandis, WUS di wilayah kerja Puskemas Pematang Kandis sebanyak 2 orang. Tenaga pelaksana IVA test ditunjuk oleh Kepala Puskesmas Pematang Kandis Kec. Bangko Kab. Merangin adalah bidan dan dokter yang sudah mendapatkan pelatihan IVA, Pendanaan didapat dari berbagai sumber, Alat dan bahan yang dimiliki Puskesmas Pematang Kandis belum memenuhi, Metode yang digunakan untuk melakukan pelayanan IVA test adalah metode aktif dan pasif. Disarankan agar penyuluhan yang dilakukan harus lebih merata lagi, agar semua masyarakat mengetahui tentang IVA dan lebih memberikan dorongan lagi kepada masyarakat agar masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam IVA test, selanjutya diharapkan juga kepada Puskesmas untuk mempersiapkan alat yang memadai untuk pemeriksaan IVA.
Abstract:Hingga saat ini hipertensi masih menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi di Dunia maupun Indonesia yang diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Selain pengobatan secara medis, hipertensi dapat dicegah dan…
diobati secara tradisional ataupun herbal salah satunya yaitu pemberian jus tomat. Tujuan penelitian diketahuinya Pengaruh Jus Tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental Design dengan rancangan the one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Penderita Hipertensi di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase berjumlah 170 orang, dengan jumlah sampel 20 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Hasil Penelitian tekanan darah responden sebelum diberikan jus tomat pada kategori grade 1 berjumlah 12 responden (60%) dan grade 2 berjumlah 8 responden (40%) sedangkan tekana darah setelah diberikan jus tomat normal tinggi 15 responden (75%), grade 1 berjumlah 4 responden (20%) dan grade 2 berjumlah 1 responden (5%). Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0.001 (0.001 < 0.05). Simpulan ada pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah Pada penderita hipertensi di Desa Walatana Kecamatan Baluase. Saran bagi petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Baluase diharapakan memberikan penyuluhan tentang jus tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Walatana Wilayah Kerja Puskesmas Baluase.