Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai macam dan aplikasi media pembelajaran di kelas Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, penelitian ini mengumpulkan…
pulkan data dari jurnal, buku, dan publikasi ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa media pembelajaran PAI mencakup jenis audio, visual, audio-visual, dan digital interaktif. Bukti menunjukkan bahwa alat-alat ini efektif meningkatkan keterlibatan, motivasi, pemahaman, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Namun, tantangan tetap ada, termasuk fasilitas yang tidak memadai dan kemampuan teknologi guru yang terbatas. Untuk mengoptimalkan penggunaannya, peningkatan keterampilan pendidik dan penguatan infrastruktur menjadi hal yang penting.
Abstract:Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi berbasis lingkungan yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Kota Kendari, kejadian DBD terus meningkat dan sering dilaporkan…
aporkan terjadi KLB dengan kelompok umur ≤18 tahun termasuk kelompok terdampak, sehingga remaja sekolah menjadi sasaran strategis untuk memperkuat kapasitas pencegahan di rumah dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai penyakit DBD pada remaja sekolah. Jenis penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain pre and post-test without control group yang dilakukan pada bulan Desember 2025 di SMK Negeri 7 Kendari. Sampel berjumlah 20 siswa kelas X yang dipilih secara convenience sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan dengan metode ceramah menggunakan media presentasi yang mencakup penyebab DBD, perjalanan penyakit, gejala klinis, cara penularan, serta pencegahan (PSN/3M Plus). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi edukasi kesehatan. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang (70%) dan setelah intervensi, proporsi pengetahuan pada kategori baik meningkat menjadi 90% dan pengetahuan kurang menurun menjadi 10%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja sekolah tentang pencegahan DBD. Oleh karena itu, program edukasi pencegahan DBD berbasis sekolah perlu dilakukan secara berkala dan diperluas cakupannya agar dampaknya lebih merata dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode pengajaran pendidikan agama Islam yang diterapkan di pesantren dan sekolah umum di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi komparatif,…
penelitian ini menganalisis perbedaan metode pengajaran, durasi waktu, teknik pengajaran, serta dampaknya terhadap pemahaman agama Islam siswa di kedua lembaga tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan siswa, observasi kelas, serta analisis dokumen kurikulum yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren lebih fokus pada pengajaran berbasis tradisi dengan pendekatan yang mendalam, sementara sekolah umum mengintegrasikan pendidikan agama Islam dalam kurikulum yang lebih terstruktur dan formal. Meskipun pesantren lebih efektif dalam membentuk identitas agama siswa, sekolah umum memberikan pendekatan yang lebih seimbang untuk mempersiapkan siswa dalam kehidupan akademik dan profesional. Penelitian ini menyarankan penggabungan elemen terbaik dari kedua metode untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia.
Abstract:Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada pembelajaran IPA, karena mendukung kemampuan berpikir kritis dan sistematis siswa. Namun, pembelajaran konvensional…
yang berpusat pada guru belum optimal dalam mengembangkan keterampilan tersebut, sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran model pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan studi literatur review. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013–2025 dan relevan dengan topik penelitian. Artikel yang direview mencakup berbagai model pembelajaran inovatif, antara lain Problem Based Learning (PBL), Problem Solving, Project Based Learning (PjBL), Discovery Learning, serta pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum model pembelajaran inovatif berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPA di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Model Problem Based Learning menjadi model yang paling dominan dan konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, terutama ketika dipadukan dengan bahan ajar dan pendekatan kontekstual. Selain itu, penerapan model pembelajaran inovatif juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan ecobrick dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah plastik pada siswa SMP di Pulau Lakkang, Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,…
penelitian ini melibatkan 25 siswa dan sejumlah guru sebagai informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, serta dokumentasi yang mencakup proses pembuatan ecobrick, aktivitas siswa, dan implementasi pengelolaan sampah di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecobrick mampu meningkatkan empat aspek literasi lingkungan siswa. Pertama, aspek pengetahuan meningkat melalui pemahaman jenis-jenis plastik, dampaknya terhadap ekosistem sungai dan pesisir, dan penerapan prinsip 3R. Kedua, terjadi perubahan sikap dan kepedulian lingkungan, terlihat dari perilaku tidak membuang sampah sembarangan, penggunaan wadah minum pribadi, serta inisiatif mengajak keluarga memilah sampah. Ketiga, siswa memperoleh keterampilan praktis dalam pengelolaan sampah melalui tahapan teknis pembuatan ecobrick mulai dari pemilahan hingga pemadatan plastik. Keempat, kegiatan ecobrick mendorong perubahan praktik pengelolaan sampah di sekolah, termasuk penerapan pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah khusus, jadwal piket kebersihan, dan pengumpulan plastik mingguan. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung seperti antusiasme siswa dan dukungan guru, serta hambatan seperti keterbatasan air bersih, waktu pembelajaran, dan sarana penyimpanan ecobrick. Ecobrick terbukti menjadi media edukasi yang efektif, aplikatif, dan kontekstual dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah di sekolah kepulauan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan pendidikan lingkungan berkelanjutan di wilayah pesisir dan pulau kecil.
Abstract:Perkembangan pendidikan menuntut sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan karier siswa. Layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam…
lam membantu siswa mengenali potensi diri, memahami lingkungan sosial, serta mengambil keputusan tepat bagi masa depan, namun pemanfaatannya di MAN 2 Karawang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru BK dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa layanan BK di MAN 2 Karawang dilaksanakan melalui bimbingan kelompok, konseling individu, dan kegiatan kolaboratif antar guru. Guru BK berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan keterbukaan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap perbedaan, membentuk karakter positif, dan mendukung perencanaan karier. Implementasi layanan BK berkontribusi nyata terhadap pengembangan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan karier siswa, meskipun masih diperlukan peningkatan kompetensi guru dan sarana pendukung agar layanan lebih optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan layanan bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi masalah belajar dan pribadi siswa. Masalah belajar dan pribadi yang dialami siswa sering menjadi penghalang dalam…
m pencapaian prestasi akademik dan perkembangan karakter yang optimal. Oleh karena itu, peran guru BK sangat penting dalam membantu siswa menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru BK, observasi kegiatan layanan BK, serta dokumentasi pelaksanaan program BK di sekolah. Subjek penelitian meliputi siswa yang mengalami masalah belajar dan pribadi serta guru BK yang terlibat dalam proses pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti bimbingan individu, bimbingan kelompok, konseling individu, serta layanan informasi. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan preventif, kuratif, dan perkembangan. Layanan ini terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar seperti rendahnya motivasi, kesulitan memahami materi pelajaran, dan kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu belajar. Di sisi lain, layanan ini juga membantu siswa mengatasi masalah pribadi seperti rendahnya kepercayaan diri, konflik dengan teman sebaya, serta tekanan dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, layanan BK memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu siswa menghadapi tantangan-tantangan ini. Meskipun begitu,ada beberapa tantangan yang cukup besar seperti keterbatasan sumber daya rasio konselor yang tidak seimbang jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan layanan yang ada lebih menekankan pada kasus yang telah terjadi. Untuk menangani masalah tersebut, sekolah menerapkan sistem kerja sma yang bertingkat antara guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK. Walaupun pelaksanaan layanan BK menghadapi tantangan terkait sumber daya dan kualifikasinya, fungsi BK yang bersinergi dapat memberikan dampak yang positif dalam membangun individu secara akademis, pribadi, dan sosial.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Telagasari. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk layanan yang diterapkan,…
, peran guru BK, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMP Negeri 1 Telagasari terlaksana dengan baik dan terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Layanan yang diberikan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, serta advokasi terhadap siswa. Faktor pendukung pelaksanaan layanan BK meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitas ruang BK yang memadai, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah karakter siswa yang masih labil, keterbatasan waktu guru BK, dan pengaruh penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, layanan BK berperan signifikan dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui empat dimensi utama: pengambilan keputusan inovasi, implementasi berbasis teknologi…
dan nilai Islam, difusi melalui kolaborasi akademik, serta diseminasi hasil inovasi dalam konteks pendidikan Islam berkemajuan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur ilmiah, panduan institusional, dan dokumen resmi Muhammadiyah untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan strategi penguatan inovasi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik yang kolaboratif, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta budaya berbagi pengetahuan antar dosen dan lembaga. Penerapan model student-centered learning dan pembelajaran berbasis proyek sosial memperkuat relevansi mata kuliah Kemuhammadiyahan terhadap kebutuhan mahasiswa era digital. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, pelatihan berkelanjutan dan kebijakan kampus yang adaptif terbukti efektif dalam memperluas difusi dan diseminasi inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pedagogis, tetapi juga sebagai strategi ideologis dan kultural untuk membentuk generasi Islam progresif yang berkarakter, kritis, dan berdaya saing global.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan…
endekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.