Search Articles & Publications

Showing 1514 articles found for "Siswa"

Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Junk Food dengan Status Gizi Mahasiswa S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya

Ismatul Karimah
Abstract: Gizi kurang dan gizi berlebih menjadi masalah gizi yang terjadi di indonesia saat ini. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu aktivitas fisik dan konsumsi junk food. Pola makan seperti konsumsi&#8230; junk food dapat menyebabkan risiko kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa gizi Universitas Negeri Surabaya tergolong sering mengonsumsi junk food serta memiliki aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain Cross-sectional dengan total sampel berjumlah 87 responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ-SF dan konsumsi junk food diukur menggunakan FFQ. Status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri, kemudian menghitung IMT untuk melihat status gizi responden. Analisis menggunakan uji normalitas berupa Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis Korelasi Pearson untuk data yang berdistribusi normal dan Spearman Rank untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada variabel aktivitas fisik, konsumsi junk food dan IMT yaitu 0,000<0,05, sehingga data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Spearman rank pada aktivitas fisik yaitu 0,140 >0,05, dan hsil uji hipotesis pada konsumsi junk food yaitu 0,733>0,05. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya.

Hubungan Citra Diri Terhadap Kesehatan Mental Pada Remaja Kelas VIII SMP Negeri 12 Padang

Rinda Putri Wahyuni, Diana Arianti, Edo Gusdiansyah
Abstract: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak&#8230; pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja.  34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Berdasarkan hasil penelitian  diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh  (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.

Pengaruh Edukasi Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pendidikan Seksualitas Pada Remaja Di SMPN 18 Padang Kota Padang

Sherly Adrianti, Syalvia Oresti, Rischa Hamdanesti
Abstract: Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada remaja karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya edukasi membuat remaja rentan terhadap informasi keliru, perilaku seksual&#8230; sual berisiko, dan kekerasan seksual. Data KPAI menunjukkan 53% kasus kekerasan seksual dialami remaja, sedangkan DP3AP2KB tahun 2024 mencatat 35,6% kasus serupa. Data awal di SMPN 18 Padang juga menemukan 70% siswa belum memahami pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja di SMPN 18 Kota Padang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 35 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 14–21 April 2025 menggunakan kuesioner dan media audiovisual, kemudian dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,23 sebelum edukasi menjadi 12,23 setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas, sehingga sekolah disarankan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran.

Hubungan Penggunaan Media Sosial (Tiktok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Sman 2 Palu

Dinda Fradina Putri, Sisilia Ramang, Widyawati L. Situmorang
Abstract: Remaja sangat rentan mengalami gangguan pola tidur yang buruk salah satu penyebabnya yaitu penggunaan media sosial dapat mengakibatkan gangguan pola tidur, penglihatan serta gangguan psikologis seperti stress dan depresi,&#8230; , tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 644 orang jumlah sampel 86, dengan teknik pengambilan sampel Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dari 86 responden (siswa) Uji yang dipakai adalah  uji chi square, dengan hasil penelitian mayoritas responden yaitu 72,1%, menunjukkan pengunaan TikTok yang aktif sebanyak 62 responden, dimana terdiri dari 37 orang (43,0%) yang berpendapat bahwa tidak terdapat gangguan pola tidur atau memiliki pola tidur yang baik, dan berdasarkan hasil uji chi square, didapatkan p value: 0,000 (p value ≤ 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Kesimpulan sebagian besar Penggunaan Media Sosial (TikTok) secara aktif Pada Remaja SMAN 2 Palu dan sebagian besar Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu masuk pada ketori buruk. Saran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan peneliti selanjutnya sebagai masalah baru yang dapat diteliti yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan terutaman kualitas tidur remaja karena kualitas tidur yang baik dapat meningkatan kestabilan emosional.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kebiasaan Merokok Pada Remaja Laki-Laki Di Sma Pertiwi 1 Kota Padang Tahun 2024

Laura Ayu Lianti, Alkafi, Meyi Yanti
Abstract: Berdasarkan pusat data dan informasi kementerian kesehatan RI, tren usia merokok meningkat pada kalangan remaja usia 10 - 14 tahun dan 15 - 19 tahun sebanyak 30,42 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor&#8230; r yang berhubungan dengan kebiasaan merokok pada remaja SMA Pertiwi 1 Kota Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada April - Desember 2024 dengan populasi 168 orang Remaja laki - laki SMA Pertiwi 1 Kota Padang. Sampel dalam penelitian ini diambil secara cluster random sampling berjumlah 62 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi - square. Hasil penelitian didapatkan 33 orang(53,2%)memilikikebiasaan merokok, 21 orang (33,9%) memiliki peran orang tua negatif , 35 orang (56,5%) memiliki peran teman sebaya negatif, 32 orang (51,6%) tidak ada pengaruh iklan rokokpada remaja laki - laki di SMA Pertiwi 1 Kota Padang. Hasil uji statistik terdapat hubungan peran orang tua (p value 0,020), peran teman sebaya ( p value 0,000) , pengaruh iklan rokok (p value 0,000)dengan kebiasaan merokok pada Remaja siswa SMA Pertiwi 1 Kota Padang tahun 2024. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan peran orang tua, peran teman sebaya, pengaruh iklan rokok. Disarankan kepada remaja untuk selaluhidup sehat dengan tidak merokok untuk kesehatan masa panjang.  

Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Penggunaan Smartphone Pada Remaja Kelas VIII Di SMP Negeri 25 Padang Pada Tahun 2025

Rani Ramadani, Amelia Susanti, Diana Arianti
Abstract: Penggunaan smartphone di kalangan remaja terus meningkat seiring dengan kemudahan akses terhadap informasi, hiburan, dan media sosial. Menurut APJII (2024), 98% remaja menggunakan smartphone, sementara data dari Badan Pusat&#8230; sat Statistik Sumatera Barat (2024) menunjukkan bahwa 67,78% remaja memiliki akses ke smartphone. Penggunaan berlebihan ini membuat remaja kesulitan mengelola waktu, mengurangi konsentrasi, sering menunda-nunda tugas, dan mempengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang Tahun 2025, dengan pengumpulan data dilakukan pada 26-28 Mei 2025. Populasi penelitian terdiri dari 261 siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang pada tahun 2025. Sampel sebanyak 72 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik sampling acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner MSLQ, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 45,8% remaja memiliki motivasi belajar rendah, sementara 44,4% memiliki penggunaan smartphone yang tinggi. Secara bivariat, terdapat hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang tahun 2025. Diharapkan guru dapat meningkatkan program pendidikan tentang penggunaan smartphone yang sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Smartphone use among adolescents is increasing along with easier acces to information, entertainment, and social media. According to APJII (2024), 98% of adolescents use smartphones, while data from the West Sumatra Statistics Agency (2024) shows that 67,78% of adolescents have acces to smartphones. This excessive use makes it difficult for teenager to manage their time, reduces their concentration, causes them to frequently procrastinate, and affects their motivation to learn. This study aims to determine the relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in August 2025, with data collection carried out on May 26-28, 2025. The study population consisted of 261 eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. A sample of 72 respondents was taken using the Slovin formula with random sampling technique. Data collection was conducted using observation sheets and MSLQ questionnaires,analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 45,8% of adolescents had low learning motivation, while 44,4% had high smartphone usage. Bivariate there is a relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. It is hoped that teachers can improve educational programs on healthy smartphone use and create a create a conducive learning environment.

Analisis Perilaku Konsumsi Buah dan Sayur pada Anak Usia Sekolah Di SDN 35 Pagambiran Tahun 2025

Putri Blessing Telaumbanua, Eri Wahyudi, Fadhilatul Hasnah
Abstract: Konsumsi buah dan sayur di Indonesia masih rendah, dengan data SKI (2023) menunjukkan lebih dari 96% masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, kurang mengonsumsi keduanya. Perilaku ini pada anak usia sekolah sangat dipengaruhi&#8230; aruhi oleh lingkungan keluarga dan teman sebaya, serta paparan media. Rendahnya asupan buah dan sayur dapat menghambat tumbuh kembang anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 35 Pagambiran Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian berlokasi di SDN 35 Pagambiran pada bulan Maret-Agustus 2025. Informan terdiri dari siswa kelas 4 dan 5, serta orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan analisis data menggunakan triangulasi teknik untuk validitas temuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki pengetahuan baik tentang manfaat buah dan sayur, namun perilaku konsumsinya masih bervariasi. Faktor-faktor yang memengaruhinya meliputi ketersediaan di rumah, preferensi pribadi, dan tren makanan viral. Ketersediaan sayur di rumah lebih rutin dibanding buah. Dukungan teman sebaya juga signifikan, di mana siswa cenderung mengikuti kebiasaan makan teman-temannya.Perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 35 Pagambiran dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan keluarga, dan lingkungan teman sebaya. Meskipun pengetahuan sudah baik, tantangan dalam implementasi menjadi kebiasaan rutin masih ada. Edukasi berkelanjutan dan ketersediaan pangan sehat dari keluarga dan sekolah sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok pada Siswa SMP Negeri 13 Kota Padang Tahun 2025

Nesha Atika Rahmi, Febry Handiny, Ledia Restipa
Abstract: Sumatera Barat termasuk dalam 10 provinsi jumlah perokok tertinggi di Indonesia. Menurut Profil Kesehatan Indonesia menyebutkan pada tahun 2023 prentase perokok pada pelajar di Kota Padang sebesar 16,49% dan merupakan jumlah&#8230; mlah perokok tertinggi di Sumatera Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa Smp Negeri 13 Kota Padang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 28 April – 16 Mei 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa laki-laki di SMP Negeri 13 Kota Padang, jumlah sampel sebanyak 82 responden diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisi dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi - square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 53,7% siswa memiliki perilaku merokok, 47,5% siswa memiliki tingkat pengetahuan rendah, 19,5% siswa memiliki pengaruh dari orang tua yang mendukung, 64,6% siswa memiliki pengaruh teman sebaya yang mendukung, 51,3% memiliki pengaruh iklan rokok yang mendukung. Terdapat hubungan antarar tingkat pengetahuan ( p value 0,003) , pengaruh teman sebaya ( p value 0,010) , dan pengaruh iklan rokok ( p value 0,005) dengan perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 13 Kota Padang. Perilaku merokok dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh iklan rokok.  

Strategi Guru Dalam Mengatasi Kejenuhan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di MI Nurussibyan Batujaya

Rahmah Diara, Nabila, Alviyah Kizlia Salsabillah, Afiyatun Kholifah
Abstract: Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mempunyai peran yang sangat krusial untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah Islam, menanamkan nilai-nilai keislaman, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.&#8230; . Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan dalam proses pembelajaran, seperti kejenuhan belajar yang muncul akibat menggunakan metode ceramah yang tidak bervariasi dan kekurangan alat bantu pengajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti strategi yang di gunakan guru untuk mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran SKI di MI Nurussibyan Batujaya. Peneliti menggunakan metode penelitianpendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dari wawancara serta dokumentasi. Peneliti menganalisis data dengan mengurangi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kejenuhan siswa terlihat dari menurunnya konsentrasi, rasa kantuk, dan minimnya partisipasi dalam kegiatan belajar. Agar masalah ini teratasi pengajar harus menerapkan berbagai Cara seperti diskusi dalam kelompok, sesi tanya jawab, kuis yang mendidik, ice breaking, serta memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif. Cara ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan semangat peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh sebab itu, penggunaan metode pembelajaran yang menarik dan bervariasi dapat menjadi jalan keluar yang ampuh untuk mengatasi kebosanan siswa dalam pelajaran SKI.

Fenomena Brain Drain di Kalangan Generasi Muda: Tantangan Cinta Tanah Air di Era Globalisasi

Aditama, Portia, Hanif Nahrufirdaus, Muhammad Maftuh Maulana, Damar Patria Mahardika, Hangestuti Wardani, Farhan Hamid
Abstract: Fenomena brain drain di era globalisasi menjadi isu penting bagi kalangan generasi muda Indonesia, terutama tertuju pada mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang memilih merintis karier dan menetap di luar negeri. Upaya&#8230; ya dari pemerintah berupa program beasiswa seperti LPDP merupakan bentuk investasi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kontribusi bagi pembangunan nasional. Namun, baru-baru ini munculnya tren seperti #KaburAjaDulu menunjukkan adanya krisis kepercayaan sebagian kalangan generasi muda terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan prospek karier di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana fenomena brain drain sebagai tantangan terhadap nilai cinta tanah air dan nasionalisme generasi muda. Dengan metode pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan netnografi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa fenomena brain drain dipicu oleh faktor pendorong seperti keterbatasan lapangan kerja, fasilitas riset yang rendah, dan ketidakpastian karier, serta faktor daya tarik dari luar domestik berupa kesejahteraan, profesionalisme, dan peluang berkembang yang luas. Selain memunculkan pergeseran makna nasionalisme di kalangan generasi muda, fenomena ini berdampak pada berkurangnya potensi sumber daya manusia nasional sehingga diperlukan integrasi di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan penguatan nilai nasionalisme agar generasi muda tetap kompetitif secara global sekaligus berkomitmen penuh terhadap bangsa atau tanah air.