Abstract:Financial independence remains a critical challenge for Islamic educational institutions, primarily due to their persistent reliance on external funding sources. Such dependency not only undermines financial stability but…
t also constrains institutional autonomy and long-term sustainability. This article aims to conceptually examine pathways toward financial independence in Islamic educational institutions through a zero capital approach. Employing a qualitative library research design, this study critically analyzes scholarly books and peer-reviewed journal articles related to Islamic education management, social entrepreneurship, and non-profit organizational governance. The findings reveal that financial independence is not solely determined by the availability of financial capital, but rather by the institution’s capacity to optimize non-financial assets, including social capital, intellectual capital, and symbolic capital. The zero capital approach emerges as a transitional strategy that encourages the effective utilization of internal resources, competency-based productive innovation, and operational efficiency through digitalization. The novelty of this article lies in repositioning financial independence as a structural, asset-based process aligned with Islamic values, rather than as an instant outcome driven by monetary capital. This study contributes to the advancement of Islamic education management discourse and offers strategic insights for institutional leaders seeking sustainable financial independence under resource constraints.
Abstract:Increasing competition among educational institutions requires Islamic schools and madrasahs to adopt strategies that go beyond promotional activities and focus on strengthening institutional governance and value creation.…
n. This article aims to conceptually examine holistic marketing as a governance-based strategy for enhancing the competitiveness of Islamic educational institutions. This study employs a qualitative approach using library research by critically reviewing scholarly books and journal articles related to holistic marketing, educational service marketing, and Islamic education management. The findings indicate that holistic marketing encompassing internal marketing, external marketing, relationship marketing, and performance marketing can foster sustainable competitive advantage for Islamic educational institutions. This approach ensures consistency between Islamic values, educational service quality, and public trust. Therefore, holistic marketing can be positioned as a strategic governance framework for Islamic schools and madrasahs in strengthening value-based competitiveness.
Abstract:The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) is a government initiative to improve the quality of higher education through off-campus learning activities, one of which is the Teaching Assistance program. This…
is study aims to describe the role of the Teaching Assistance program in improving the teaching competence of students of the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD). The study used a descriptive qualitative approach with data collection methods through interviews, observations, and documentation. The results of the study showed that the Teaching Assistance program significantly supported the improvement of four dimensions of student teaching competence, namely pedagogical, professional, personality, and social competence. Students gain direct experience in the world of education, practice teaching skills, prepare learning tools, and build positive communication and interaction with school residents. In addition, students also develop character and personality as prospective professional educators. Thus, the Teaching Assistance program has proven to be an effective strategy in preparing competent PGSD graduates who are ready to face the real world of education work.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (GCG) dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor teknologi di Indonesia. Permasalahan utama dalam penelitian…
itian ini adalah adanya tekanan profitabilitas dan fluktuasi Return on Assets (ROA) pada perusahaan teknologi periode 2022–2024 meskipun sektor ini tengah mengalami ekspansi besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal komparatif dengan data sekunder sebanyak 84 observasi yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik mekanisme GCG maupun ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan teknologi. Temuan ini memberikan kebaruan (novelty) bahwa pada industri teknologi, pertumbuhan aset yang masif dan struktur tata kelola formal belum menjadi determinan utama profitabilitas jangka pendek karena karakteristik industri yang lebih berfokus pada strategi pertumbuhan dan penetrasi pasar. Simpulannya, besarnya skala perusahaan dan keberadaan pengawasan formal tidak otomatis menjamin peningkatan efektivitas keuangan pada fase ekspansi perusahaan teknologi.
Abstract:The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) introduced Virtual Influencers (VIs) as innovative digital marketing tools, yet their adoption in high-trust sectors like banking presented unique challenges. This study…
udy analyzed the potential impact of using VIs on consumer perception and marketing ethics within the context of digital security campaigns. A qualitative-contextual approach was employed, examining Bank Central Asia’s (BCA) “Don’t Know? Kasih No!” (DKKN) campaign as a primary case study. The research explored the implications of replacing a highly credible human figure, Indro Warkop, with a VI. Drawing on Source Credibility, Parasocial Relationship, and Marketing 6.0 theories, the analysis identified an inherent trust deficit in VIs. Results indicated that while the actual DKKN campaign successfully garnered over 100 million views and reduced customer financial losses by 41%, a hypothetical AI-led version would likely trigger consumer skepticism due to a lack of experiential authenticity. Furthermore, an ethical paradox was discovered where mandated AI transparency disclosure triggered skepticism among Gen Z users. It was concluded that for high-stakes financial communication, human influencers remained superior due to their emotional relatability and the "sentience factor" required for cybersecurity advocacy. This paper recommends that banking institutions limit VIs to functional roles rather than high-stakes security literacy.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang Partnership for the Goals, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-17, dengan fokus pada peran utang dari luar negeri, investasi asing, dan bantuan dari luar negeri dalam mendukung pembangunan…
ngunan berkelanjutan di Indonesia. Ketiga instrumen tersebut berfungsi sebagai sumber dana dan saluran kerja sama internasional, tetapi juga bisa menyebabkan ketergantungan ekonomi serta ketidakseimbangan kekuasaan antara negara pemberi bantuan dan negara penerima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengirimkan kuesioner kepada 23 responden di Kota Medan yang memahami isu kemitraan global, pembangunan, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden melihat utang luar negeri, investasi asing, dan bantuan luar negeri sebagai alat penting untuk mempercepat pembangunan, selama dikelola secara transparan, bermanfaat, dan sesuai dengan kepentingan negara. Responden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manfaat dan risiko ketiga instrumen tersebut agar tidak menyebabkan ketergantungan ekonomi yang terlalu lama. Selain itu, persepsi responden terhadap kemitraan global (SDG 17) menunjukkan sikap positif terhadap kerja sama internasional yang fokus pada transfer teknologi, inovasi, dan pertumbuhan yang inklusif, namun tetap menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional. Dengan demikian, penelitian ini menyatakan bahwa Partnership for the Goals hanya akan berhasil jika dilaksanakan dalam kerangka tata kelola yang baik, prinsip kesetaraan, serta komitmen bersama untuk mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner, termasuk usaha angkringan, menghadapi tantangan dalam menerapkan perencanaan keuangan yang terstruktur. Literasi keuangan yang terbatas dan sistem pencatatan yang…
g tidak terstandarisasi menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan arus kas dan proyeksi keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penganggaran komprehensif di Angkringan DD, mengidentifikasi hambatan implementasi, dan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan sistem penganggaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan sistem anggaran komprehensif yang dirancang mencakup anggaran penjualan yang menargetkan Rp 6.366.000 dari 829 unit, anggaran produksi 861 unit, anggaran bahan baku Rp 3.002.468, beserta anggaran tenaga kerja dan biaya overhead. Proyeksi keuangan menunjukkan margin laba sebesar 19,3 persen dan ROI sebesar 24,7 persen, dengan titik impas tercapai pada 507 unit atau Rp 3,9 juta. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan penganggaran komprehensif dapat meningkatkan efisiensi manajemen keuangan di UMKM kuliner. Rekomendasi strategis mencakup penerapan sistem penganggaran terstruktur, melakukan analisis varians secara berkala, dan mengembangkan model adaptif untuk mengatasi ketidakpastian pasar.
Abstract:Hutang luar negeri merupakan instrumen fiskal strategis yang diadopsi pemerintah Indonesia guna mengakomodasi defisit anggaran serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional. Kendati demikian, akumulasi hutang yang…
ang terus tereskalasi memicu diskursus mengenai potensi timbulnya fenomena debt overhang, di mana beban kewajiban yang melampaui kapasitas produktif justru bertransformasi menjadi disinsentif bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dampak sistematis hutang luar negeri terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus melakukan pengujian empiris terhadap relevansi teori debt overhang dalam konjungtur ekonomi nasional. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengutilisasi analisis data sekunder yang bersumber dari otoritas moneter serta lembaga statistik resmi. Berbeda dengan evaluasi sistem administrasi seperti SIHALAL yang menitikberatkan pada efektivitas prosedural, studi ini berfokus pada analisis variabel makroekonomi fundamental, yakni Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio hutang. Selaras dengan paradigma inovasi administrasi publik, pengelolaan hutang yang transparan, akuntabel, dan presisi merupakan manifestasi dari efektivitas pelayanan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta resiliensi fiskal. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memetakan ambang batas (threshold) optimal hutang luar negeri agar tetap berfungsi sebagai katalis pembangunan tanpa mengorbankan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi otoritas terkait dalam merumuskan kebijakan pembiayaan negara yang lebih mandiri, kredibel, dan berkeadilan.
Abstract:Digitalisasi layanan kesehatan telah menjadi fondasi utama dalam pengembangan smart hospital di berbagai negara, termasuk Indonesia. RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi menghadapi tantangan…
tangan kompleks terkait koordinasi antar unit, integrasi data, serta efektivitas alur pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digitalisasi layanan antar unit di RSUD Arifin Ahmad dan menilai kontribusinya terhadap peningkatan kinerja pelayanan dan kesiapan rumah sakit menuju konsep Rumah Sakit Cerdas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen yang terkait dengan SIMRS, Rekam Medis Elektronik (RME), serta sistem pendukung digital lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum digitalisasi, layanan antar unit masih didominasi proses manual, yang mengakibatkan tingginya waktu tunggu, kesalahan input, dan koordinasi yang kurang efektif. Setelah implementasi digitalisasi, terjadi peningkatan signifikan pada aspek kecepatan pelayanan, sinkronisasi data real-time, transparansi proses, serta keselamatan pasien. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan seperti variasi literasi digital pegawai, kebutuhan peningkatan infrastruktur TI, resistensi terhadap perubahan, serta isu keamanan data. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi layanan antar unit tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan, tetapi juga menjadi prasyarat fundamental dalam mewujudkan RSUD Arifin Ahmad sebagai Rumah Sakit Cerdas yang adaptif, efisien, dan terintegrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi konsep Technology Acceptance Model, Reinventing Government, dan Smart Hospital Framework sebagai dasar analisis transformasi digital di sektor kesehatan.
Abstract:Transformasi digital telah menjadi salah satu agenda strategis utama dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di berbagai organisasi, terutama di tengah dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompetitif dan berbasis…
teknologi. Perkembangan teknologi seperti Human Resource Information System (HRIS), Human Resource Analytics, Artificial Intelligence (AI), dan automasi proses administrasi telah mendorong perubahan signifikan dalam cara fungsi Human Resources (HR) menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi digital dalam praktik HR serta dampaknya terhadap peningkatan kinerja SDM. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitis dengan memadukan studi literatur dan temuan empiris dari berbagai organisasi yang telah mengimplementasikan solusi digital dalam manajemen SDM. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital mampu memberikan efisiensi operasional, peningkatan akurasi data, dan percepatan proses kerja dalam fungsi HR, seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, dan manajemen talenta. HR Analytics berperan penting dalam pengambilan keputusan berbasis data, sehingga organisasi dapat mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, memprediksi potensi turnover, serta meningkatkan efektivitas program pengembangan karyawan. Sementara itu, penggunaan AI dalam proses rekrutmen dan manajemen kinerja memberikan nilai tambah berupa objektivitas dan konsistensi dalam evaluasi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan organisasi, kompetensi SDM, budaya kerja, serta dukungan manajemen puncak. Tantangan seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan keterampilan digital, dan integrasi sistem masih menjadi hambatan dalam implementasi optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam praktik HR merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja SDM dan daya saing organisasi. Implementasi teknologi yang tepat, didukung oleh tata kelola perubahan yang efektif, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan HR yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis data.