Abstract:Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas penggunaan platform desain grafis Canva sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 2 Rejang Lebong. Tujuannya adalah untuk meningkatkan…
tkan minat belajar, pemahaman konsep, dan prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi kelas, kuesioner siswa, tes pre-post, dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada minat belajar, pemahaman konsep, dan nilai ujian siswa setelah implementasi media Canva. Guru juga memberikan umpan balik positif terkait kemudahan penggunaan dan efektivitas Canva dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya, Canva terbukti sebagai media pembelajaran yang efektif untuk PAI di SD Negeri 2 Rejang Lebong, meskipun perlu pertimbangan lebih lanjut terkait aksesibilitas teknologi dan pengembangan konten yang berkelanjutan.
Abstract:Dalam konteks kontemporer, perempuan muslim memegang peranan signifikan dalam mengaktualisasikan potensi dalam berbagai aspek seperti keluarga, pendidikan, sosial dan ekonomi. Dalam masyarakat yang terus berkembang, perempuan…
mpuan muslim sering kali dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan refleksi konsep woman empowerment (pemberdayaan perempuan) khususnya perempuan muslim dalam konteks modern dengan berlandaskan pada Surat Al-Qashash ayat 23. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern perempuan muslim saat ini melalui studi literatur dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam Surat Al Qashash ayat 23 dapat digunakan sebagai landasan untuk memperkuat posisi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam mengembangkan strategi pemberdayaan perempuan Muslim yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan menjadikan ayat ini sebagai landasan penelitian ini memberikan kontribusi dalam hal wacana pemberdayaan perempuan muslim yang tidak hanya berorientasi pada kesetaraan gender tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral syari'at Islam. Refleksi woman empowerment dalam ayat ini menjadi panduan dan inspirasi bagi perempuan muslim untuk tetap berkembang tanpa meninggalkan prinsip-prinsip agama yang menjadi pedoman hidup khususnya di era kontemporer.
Abstract:Penelitian ini mengkaji pengertian kafa'ah dalam pernikahan yang merujuk pada surah Al-Hujurat ayat 13 dan signifikansinya dalam konteks Society 5.0. Dalam Islam, kafa'ah mencakup kesetaraan moral, spiritual, dan sosial,…
yang penting untuk membina keluarga yang damai. Meski demikian, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam konteks Society 5.0 menimbulkan kendala baru, khususnya bagi generasi muda yang memiliki cara pandang kafa'ah berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan memanfaatkan teknik tinjauan pustaka untuk mengkaji gagasan kafa'ah dan penerapannya dalam beradaptasi dengan keadaan yang berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kafa'ah yang harmonis antara nilai-nilai tradisional dan modernitas sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga di era digital. Hal ini berkaitan dengan tujuan Society 5.0, yang menggarisbawahi penggabungan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk memberdayakan pasangan muda dalam mengambil keputusan berdasarkan ajaran Islam.
Abstract:Kehidupan sosial dan budaya dalam peradaban Islam merupakan cerminan dari perpaduan nilai-nilai agama dengan dinamika masyarakat yang beragam. Sebagai peradaban yang berkembang pesat sejak abad ke-7, Islam membangun tatanan…
nan sosial dan budaya yang komprehensif. Prinsip-prinsip seperti keadilan, solidaritas, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi fondasi utama dalam struktur sosial masyarakat Islam, menciptakan pola interaksi yang harmonis di tengah pluralitas. Dalam bidang budaya, peradaban Islam memperkaya dunia melalui pencapaian di bidang seni, arsitektur, sastra, musik, dan ilmu pengetahuan, yang tidak hanya menjadi warisan bagi dunia Islam tetapi juga bagi peradaban global. Peradaban Islam juga menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam mengakomodasi tradisi lokal di berbagai wilayah, seperti Asia, Afrika, dan Eropa, tanpa kehilangan esensi nilai-nilai universal Islam. Hubungan lintas budaya yang terjadi melalui perdagangan, diplomasi, dan dakwah agama turut mempercepat penyebaran budaya Islam, memperluas pengaruhnya, dan membangun jembatan antarbangsa. Dinamika kehidupan sosial dalam peradaban Islam memperlihatkan peran penting keluarga, pendidikan, dan institusi sosial lainnya dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi sosial dan budaya peradaban Islam, meliputi hubungan antarindividu dan komunitas, peran gender, serta pengaruh Islam terhadap identitas budaya di wilayah-wilayah yang dipengaruhi. Melalui pendekatan multidisiplin, khususnya historis dan sosiologis, kajian ini menyoroti bagaimana peradaban Islam menghadapi tantangan dan perubahan di berbagai konteks zaman, termasuk modernisasi dan globalisasi.
Abstract:Media sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern, mempermudah komunikasi, berbagi informasi, dan membangun relasi global. Namun, era digital juga membawa berbagai tantangan moral, seperti penyebaran informasi…
rmasi palsu (hoaks), ujaran kebencian, degradasi etika, dan pelanggaran privasi. Dalam Islam, martabat diri (izzah) adalah nilai yang harus dijaga dengan mengedepankan etika, iffah, dan akhlak mulia, sesuai ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai Al-Qur'an dalam menghadapi tantangan etika digital, khususnya dalam penggunaan media sosial secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif berbasis studi literatur, dengan sumber utama berupa ayat-ayat Al-Qur'an dan tafsirnya, serta sumber pendukung dari jurnal, artikel, dan studi kasus terkait etika dalam media social. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tabayyun (klarifikasi), iffah (menjaga kesucian diri), dan tabligh bil hikmah (menyampaikan pesan dengan bijaksana) memiliki peran penting dalam membentuk perilaku bermedia sosial yang etis. Implementasi prinsip-prinsip ini tidak hanya menjaga kehormatan individu, tetapi juga memperbaiki harmoni sosial di dunia maya. Dengan pendekatan ini, media sosial dapat menjadi sarana positif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini memberikan panduan praktis dan teoretis bagi masyarakat Muslim untuk memanfaatkan media sosial secara bijaksana, sekaligus menjawab tantangan moral di era digital. Nilai kebaharuan penelitian ini terletak pada integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dengan fenomena etika digital, khususnya dalam konteks media sosial. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi pengguna media sosial, tetapi juga menawarkan solusi berbasis ajaran Islam yang relevan dan praktis. Pendekatan ini menciptakan sinergi antara ajaran agama dan perkembangan teknologi, memberikan sumbangan baru dalam diskursus etika digital yang jarang dieksplorasi secara mendalam dalam studi-studi sebelumnya.
Abstract:Pendidikan karakter anak berbasis Al-Qur’an di era digital menjadi sangat penting dalam membentuk moral dan etika generasi muda. Artikel ini menganalisis QS. Luqman (31) ayat 13-19, yang berisi nasihat Luqman kepada anaknya…
aknya mengenai ketauhidan, berbakti kepada orang tua, dan pentingnya akhlak yang baik. Dalam konteks digital, di mana anak-anak terpapar pada berbagai pengaruh, nilai-nilai ini berfungsi sebagai panduan untuk mengembangkan karakter yang kuat dan bertanggung jawab. Mengenai pola pengasuhan orang tua dalam pembentukan karakter anak, ternyata al-Qur`an telah memberikan gambaran dalam beberapa surat dalam Al-Qur'an, yang mengisahkan bagaimana pola pengasuhan ideal yang dilakukan orang tua terhadap anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali relevansi ajaran Al-Qur’an dalam menghadapi tantangan zaman modern, serta memberikan rekomendasi untuk implementasi pendidikan karakter yang efektif di lingkungan digital. Dalam hal ini diperlukan kurikulum pendidikan karakter dengan digabungkan oleh pendidikan teknologi, agar membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil namun juga beretika dan mampu beradaptasi pada perubahan zaman.
Abstract:Penelitian ini mengkaji hubungan antara Nabi Ibrahim dan ayahnya, Aazar, dalam konteks Al-Qur'an, dengan fokus pada tema iman dan keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan tafsir tematik, yang memungkinkan peneliti…
ti untuk menggali makna mendalam dari interaksi keduanya. Aazar, yang digambarkan sebagai penyembah berhala, menolak seruan Nabi Ibrahim untuk beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, menciptakan konflik antara nilai iman dan tradisi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi individu dalam menyampaikan kebenaran kepada anggota keluarga, serta strategi dakwah yang dapat diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Nabi Ibrahim menghadapi penolakan, beliau tetap berusaha mendakwahi ayahnya dengan kasih sayang dan kesabaran. Kisah ini mengajarkan pentingnya dialog yang lembut dalam mendekati perbedaan keyakinan serta menekankan bahwa ketaatan kepada Allah harus menjadi prioritas utama, bahkan dalam situasi yang sulit. Penelitian ini juga mengungkapkan hikmah dari sikap Nabi Ibrahim yang tetap tegar meskipun harus melepaskan hubungan dengan ayahnya demi iman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidikan nilai-nilai akidah dan strategi dakwah yang efektif di kalangan generasi muda. Dengan demikian, kisah Nabi Ibrahim dan Aazar tetap relevan sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan keimanan di era modern.
Abstract:Penelitian ini membahas penyalahgunaan kekuasaan dalam konteks hukum Islam, dengan fokus pada ayat 188 Surat Al-Baqarah yang melarang manipulasi harta untuk kepentingan pribadi. Dalam sistem pemerintahan, kekuasaan harus…
dijalankan dengan mempertimbangkan prinsip keadilan, supremasi hukum, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, praktik penyalahgunaan kekuasaan sering terjadi, merugikan masyarakat dan menciptakan ketidakpercayaan terhadap lembaga hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai hukum Islam yang terkandung dalam ayat tersebut dan dampaknya dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Metode yang dipakai dalam jurnsl ini adalah pendekatan kualitatif menggunakan studi literatur, dengan analisis isi tematik untuk menggali prinsip-prinsip hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan sosial dan integritas merupakan pilar utama dalam ajaran Islam yang dapat mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Ayat 188 berfungsi sebagai pedoman moral bagi individu dan masyarakat untuk menjaga keadilan dan transparansi, serta relevan dalam konteks kontemporer mengingat tingginya kasus korupsi di berbagai negara. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang etika hukum Islam dan peaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Abstract:Konsep keluarga dalam era modern mengalami tantangan besar akibat dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang terus berubah. Artikel ini membahas perbandingan pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Emile Durkheim mengenai keluarga.…
uarga. Al-Faruqi, seorang intelektual Muslim, melihat keluarga sebagai unit teologis yang berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai tauhid, keimanan, dan moralitas dalam masyarakat Islam. Sebaliknya, Durkheim, sosiolog fungsionalis, menempatkan keluarga sebagai institusi sosial yang menjaga kohesi sosial dan mengatur perilaku individu melalui norma dan nilai kolektif. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan filosofis dan komparatif. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua tokoh memiliki pandangan yang berbeda terkait struktur keluarga, peran gender, dan fungsi utama keluarga, meskipun keduanya sepakat tentang pentingnya keluarga dalam membangun masyarakat yang harmonis. Artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana agama dan sekularisme membentuk konsep keluarga, serta relevansinya di era globalisasi yang penuh tantangan. Dengan memahami kedua perspektif ini, diharapkan dapat diidentifikasi strategi untuk memperkuat institusi keluarga sebagai pilar utama kehidupan sosial.
Abstract:Akselerasi teknologi informasi memicu adanya kesenjangan digital (digital divide) di tingkat pedesaan akibat rendahnya literasi teknologi pada masyarakat non-produktif dan aparatur desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat…
kat (PKM) ini bertujuan mengatasi kendala operasional perangkat digital, kerentanan siber, serta mengoptimalkan administrasi publik di Desa Perapat Janji, Sumatera Utara. Melalui pendekatan Community-Based Education, program diwujudkan lewat dua klaster utama: Digital Literacy Academy untuk warga umum serta E-Government Literacy Workshop bagi aparatur desa. Hasil evaluasi menunjukkan dampak kuantitatif yang signifikan. Skor rata-rata literasi digital masyarakat umum melonjak sebesar 85,4%, naik dari nilai pre-test 42,5 menjadi 78,8 pada post-test. Sementara itu, kompetensi psikomotorik aparatur desa meningkat dari 48,0 menjadi 87,5, dengan tingkat keberhasilan 100% dalam pengarsipan berbasis cloud. Program ini berhasil mempercepat transformasi desa menjadi lebih cakap digital serta meningkatkan efisiensi layanan sosial kedesaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
The acceleration of information technology has triggered a significant digital divide in rural areas due to low digital literacy among non-productive communities and village officials. This Community Service (PKM) program aimed to overcome operational digital device limitations, cyber vulnerabilities, and sub-optimal public administration services in Perapat Janji Village, North Sumatra. Utilizing a Community-Based Education approach, the project implemented two main initiatives: the Digital Literacy Academy for the general public and the E-Government Literacy Workshop for village officials. The evaluation showed significant quantitative impacts. The general public's average digital literacy score jumped by 85.4%, increasing from a pre-test score of 42.5 to 78.8 in the post-test. Meanwhile, the psychomotor competence of village officials rose from 48.0 to 87.5, achieving a 100% success rate in cloud-based digital archiving. This program successfully accelerated rural transformation toward digital proficiency and enhanced the efficiency of adaptive village social services.