Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

Poligami Solusi Syar'i Dalam Mencegah Perselingkuhan di Era Modern Perspektif Maqashid Syari'ah

Firmansyah, Nasrulloh, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Poligami merupakan isu yang memicu perdebatan dalam konteks sosial dan agama, khususnya di zaman modern, di mana permasalahan seperti perselingkuhan dan disfungsi keluarga semakin banyak ditemui. Penelitian ini bertujuan… untuk mengeksplorasi konsep poligami sebagai solusi syar'i dalam mengatasi perselingkuhan, dilihat melalui perspektif Maqasid Syari'ah, yang berfokus pada prinsip-prinsip dasar dalam melindungi aspek-aspek fundamental syariat seperti agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif, yang mengandalkan kajian pustaka dan telaah hukum Islam dalam konteks sosial kontemporer. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan poligami yang sesuai dengan syariat dapat berfungsi sebagai alternatif untuk meminimalisir potensi perselingkuhan, dengan catatan bahwa hal tersebut dilaksanakan dengan niat yang tulus, perilaku adil, serta pemahaman yang mendalam tentang hak dan kewajiban antara suami dan istri. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip-prinsip Maqasid Syari'ah yang bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kestabilan keluarga. Oleh karena itu, poligami yang dilaksanakan dengan cara yang syar'i dan adil dapat menjadi solusi dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika era modern, sebagaimana yang diamanatkan oleh prinsip-prinsip Maqasid Syari'ah.

Peran Perempuan Dalam Peradaban Islam

Zahra Khairina
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam peradaban Islam, dengan fokus pada kontribusi perempuan dalam sejarah Islam, peran mereka dalam kehidupan sosial, dan relevansi posisi mereka dalam masyarakat… akat Muslim kontemporer. Dalam konteks sejarah, perempuan dalam Islam memiliki peran yang signifikan, baik dalam mendukung dakwah, membangun pendidikan, maupun berkontribusi dalam aspek sosial-politik. Tokoh-tokoh perempuan seperti Khadijah binti Khuwaylid, Aisyah binti Abu Bakar, dan Fatimah az-Zahra menunjukkan pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di masa awal. Penelitian ini juga membahas ajaran Islam yang menempatkan perempuan dalam posisi yang setara dengan laki-laki dalam hal hak-hak dasar, seperti hak atas pendidikan, ekonomi, dan partisipasi dalam kehidupan publik. Namun, realitas sosial yang terjadi di beberapa wilayah sering kali menunjukkan adanya ketimpangan dalam perlakuan terhadap perempuan, yang disebabkan oleh berbagai interpretasi budaya dan agama. Penelitian ini berusaha mengeksplorasi bagaimana perempuan Muslim saat ini berperan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mencapai kesetaraan. Melalui kajian ini, diharapkan dapat terungkap pentingnya pemberdayaan perempuan dalam memajukan peradaban Islam yang inklusif dan adil. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kontribusi perempuan dalam peradaban Islam dan menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan masyarakat Muslim masa kini.      

Analisis Hubungan Harga Diri Terhadap Tingkat Kesepian Narapidana Wanita Di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta

Ruri Regita Br. Ginting, Azhar Azis, Babby Hasmayni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara harga diri dan kesepian pada narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta. Sampel penelitian ini terdiri dari 90 narapidana wanita yang terlibat&#8230; at dalam kasus narkoba (baik pemakai maupun pengedar), berusia antara 18-40 tahun, dan berstatus belum menikah atau bercerai (baik cerai hidup maupun cerai mati). Berdasarkan teori yang mendasari pembahasan, hipotesis penelitian ini adalah adanya hubungan antara harga diri dan kesepian pada narapidana wanita. Dengan asumsi bahwa semakin tinggi tingkat harga diri narapidana, maka semakin rendah kesepian yang dirasakan, dan sebaliknya, semakin rendah harga diri, semakin tinggi kesepian yang dirasakan. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert, yaitu skala harga diri dan skala kesepian. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling, sementara analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara harga diri dan kesepian. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien rxy = -0,668 dengan p= 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis mengenai hubungan antara harga diri dan kesepian diterima.

Investasi Dalam Presfektif Islam

Riska Ayulia
Abstract: Dalam perspektif Islam, investasi sangat dianjurkan. Hal ini karena investasi telah dilakukan oleh Nabi Muhammad sejak masa mudanya hingga masa para rasul. Selain itu, perbudakan umumnya berkaitan dengan pembentukan pasar&#8230; r tenaga kerja di mana tenaga kerja menerima uang dan uang mengalir hanya kepada orang-orang kaya (Qs. al-Hasyr [59]: 7). Lebih lanjut, investasi ini secara langsung dibenarkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Banyak ayat Al-Qur'an yang membahas rekomendasi investasi, seperti Qs. al-Baqarah [2]: 261; Qs. Yusuf [12]: 46–49; Qs. an-Nisa [4]:9; Qs. Luqman [31]: 34 dan Qs. al-Hasyr [59]:18. Investasi syariah didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, baik di sektor riil maupun di sektor keuangan. Oleh karena itu, selama maksud atau tujuan dari ketentuan dalam sektor bisnis dan investasi tidak bertentangan dengan syariah, investasi di luar prinsip syariah tidak diperbolehkan. Pada dasarnya, tidak semua kegiatan bisnis bebas dari ketidakpastian, seperti keuntungan atau kerugian bisnis. Oleh karena itu, orang menggunakan keuntungan dan kerugian untuk menentukan pilihan investasi bisnis mereka. Ini berarti bahwa keuntungan atau kerugian dalam bisnis tidak jelas. Ketidakpastian ini sering disebut sebagai gharar. Seperti yang disebutkan di atas, aktivitas investasi memiliki dampak luas terhadap ekonomi regional. Namun, Islam memberikan panduan dan pembatasan yang jelas tentang apa yang dapat dan tidak dapat melibatkan investasi religius. Tidak semua investor memahami hukum Islam, meskipun mereka memahami hukum positif. Oleh karena itu, untuk menghindari konflik investasi, berbagai aspek harus dipertimbangkan dan diperiksa agar hasil yang diperoleh sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Strategi Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar

Yuniati, Yuniati
Abstract: Pendidikan di sekolah dasar merupakan tahap kritis dalam membentuk pondasi akademik dan perkembangan sosial anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan&#8230; katkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis studi kasus di beberapa sekolah dasar yang menerapkan strategi inovatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis strategi inovatif seperti flipped classroom, pembelajaran berbasis proyek, dan cooperative learning berhasil meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa, serta hasil belajar akademik mereka. Respons positif dari guru dan siswa terhadap metode-metode inovatif ini juga tercatat dalam penelitian ini. Diskusi mengenai temuan ini menunjukkan konsistensi dengan teori-teori pembelajaran seperti konstruktivisme dan teori pembelajaran aktif. Kesimpulannya, implementasi strategi pembelajaran inovatif memiliki implikasi yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar, dengan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik melalui pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan.

LAHJAT DAN QIRA’AT DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS HISTORIS, LINGUISTIK, DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TAJWID DAN TAFSIR

Muhammad Farhan, Taufik Kurrahman, Musyaari Rasyiid, Ahmad Dasuki
Abstract: Kajian ini membahas hubungan antara Lahjat (dialek) dalam bahasa Arab dan Qira’at dalam Al-Qur’an melalui pendekatan historis dan linguistik. Keberagaman Lahjat pada masyarakat Arab pra-Islam melahirkan variasi bahasa antar&#8230; a antar kabilah yang kemudian menjadi konteks munculnya Qira’at sebagai bentuk kodifikasi bacaan Al-Qur’an yang shahih berdasarkan sanad, kaidah bahasa Arab, dan rasm Utsmani. Pembahasan mencakup sejarah Lahjat, klasifikasi kabilah dan dialek, pengertian serta perkembangan Qira’at, macam dan tingkatannya, serta pengaruhnya terhadap hukum bacaan (tajwid) dan penafsiran. Selain itu, diuraikan pula hikmah keberagaman Qira’at yang mencerminkan kemudahan, keluasan makna, dan penjagaan keaslian wahyu. Dengan demikian, keragaman Qira’at  dipahami sebagai bentuk fleksibilitas linguistik yang memperkaya pemahaman Al-Qur’an tanpa menghilangkan kesatuan maknanya.

Interkoneksi Ism Fā’il dan Kaidah Keumuman Lafaz dalam ushhulut tafsir Al-Qur’an

Naufal Firdaus, Andi Irawan, Aini Fikri, Ahmad Dasuki
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interkoneksi antara struktur morfologis Ism Fā'il dengan kaidah al-'ibrah bi 'umum al-lafzh la bi khushush as-sabab dalam metodologi ushulut tafsir. Permasalahan utama yang dikaji&#8230; kaji adalah bagaimana karakteristik linguistik Islam Fā'il mendukung universalitas pesan Al-Qur'an sehingga tidak terjebak dalam batasan historis asbab an-nuzul. Dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan studi pustaka (library study), penelitian ini membedah sifat tsubut (tetap) dan istimrar (kontinuitas) pada Ism Fa'il sebagai fondasi bahasa bagi keumuman lafaz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan Ism Fa'il dalam teks Al-Qur'an, seperti pada lafaz as-sariqu dalam Surah Al-Mā'idah ayat 38, secara inheren menciptakan kategori hukum yang inklusif dan dinamis. Dalam konteks keindonesiaan, pemikiran Quraish Shihab menunjukkan bahwa interkoneksi ini memungkinkan hukum Al-Qur'an tetap konsisten secara prinsip namun fleksibel dalam operasionalisasinya, menyesuaikan dengan realitas sosial-yuridis yang majemuk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur gramatikal Arab merupakan instrumen vital yang menjamin aktualitas pesan Ilahi sepanjang ruang dan waktu.

PERKEMBANGAN REFLEKSI KRISTOGLOGI DALAM TRADISI REFORMASI DARI ERA KLASIK KE ZAMAN MODERN

Mila Armelia, Lismi
Abstract: Penelitian ini membahas perkembangan refleksi Kristologi dalam tradisi Reformasi dari era klasik hingga zaman modern. Latar belakang penelitian ini bertolak dari pentingnya Kristologi sebagai pusat iman Kristen, sekaligus&#8230; s adanya kebutuhan untuk memahami bagaimana tradisi Reformasi mempertahankan ajaran tentang Kristus di tengah perubahan zaman. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan refleksi Kristologi dalam tradisi Reformasi, unsur apa yang tetap bertahan dan berubah, serta bagaimana relevansinya pada masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan tersebut, menganalisis kesinambungan dan perubahannya, serta menjelaskan relevansinya bagi teologi gereja dan pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan historis-teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Reformasi tetap berpegang pada sentralitas Kristus, otoritas Kitab Suci, dan makna keselamatan, tetapi mengalami perkembangan dalam cara pemahaman dan konteks penerapannya. Kesimpulannya, Kristologi Reformasi tetap relevan sebagai dasar teologis yang setia pada tradisi dan terbuka terhadap tantangan modern.

Epistemologi Tafsir bi al-Ra'yi: Sumber, Metode, dan Karakteristik dalam Tradisi Tafsir Islam

Evi Aulia, Sholihudin Amin, Akhmad Dasuki
Abstract: Artikel ini mengkaji epistemologi tafsir bi al-ra'yi dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menjelaskan genealogi historis, sumber-sumber epistemologis, prosedur metodologis, dan karakteristik tafsir&#8230; r rasional dalam tradisi tafsir Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode analisis historis-intelektual dan epistemologis, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer bidang Ulumul Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi bukan sekadar penafsiran berbasis pendapat pribadi, melainkan proses intelektual terstruktur yang berpijak pada tiga sumber epistemologis utama: akal ('aql), bahasa Arab (lughat al-'Arab), dan prinsip metodologi hukum Islam (usul al-fiqh). Secara metodologis, penafsiran ini mengikuti prosedur sistematis: pembacaan teks, analisis linguistik, elaborasi rasional, dan validasi normatif melalui kaidah syar'i. Tujuh karakteristik utama tafsir bi al-ra'yi berhasil dirumuskan: rasional-argumentatif, berbasis linguistik, bersifat istinbati, terbuka terhadap konteks, tidak bebas nilai, integratif antara naql dan 'aql, serta bersifat ijtihadi. Secara historis, metode ini berkembang bertahap dari era sahabat hingga periode klasik dan modern. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi terbagi menjadi dua kategori: al-ra'yi al-mahmud (terpuji) yang mengikuti kaidah ilmiah, dan al-ra'yi al-madhmum (tercela) yang didasarkan pada opini tanpa landasan keilmuan memadai.

Kontribusi Pelayanan PAK terhadap Kesiapan Dewasa Muda Memasuki Pernikahan Kristen

Dhevi Simanjuntak, Natasya Sinaga, Kesia Simanjuntak, Melati Pasaribu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pelayanan Pendidikan Agama Kristen terhadap kesiapan dewasa muda dalam memasuki pernikahan Kristen. Subjek penelitian adalah dewasa muda yang terlibat dalam kegiatan pembinaan&#8230; embinaan gerejawi seperti kelas pembinaan pranikah, kelompok pemuridan, dan pendampingan pastoral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur dan analisis data yang berkaitan dengan proses pembinaan kerohanian dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan agama di gereja berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan spiritual, emosional, dan sosial dewasa muda. Pelayanan tersebut membantu mereka memahami tujuan pernikahan Kristen, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan sikap bertanggung jawab sebagai calon pasangan hidup. Kegiatan pembinaan juga memperkuat keyakinan dewasa muda terhadap nilai-nilai kekristenan sebagai dasar dalam membangun rumah tangga. Rekomendasi penelitian ini adalah agar gereja memperluas program pembinaan pranikah, menyediakan pendampingan berkelanjutan, serta menciptakan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan dewasa muda agar mereka semakin siap memasuki pernikahan yang matang dan berlandaskan iman.