Search Articles & Publications

Showing 114 articles found for "Holistik"

Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC

Amelia, Jasiah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam era Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru tidak… hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan dimensi afektif dan humanistik dalam pendidikan, yang diperkenalkan dalam berbagai sosialisasi kebijakan pendidikan keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik berbasis nilai, kompetensi sosial yang empatik, serta kompetensi kepribadian yang berlandaskan akhlak. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai KBC guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.     This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers’ competencies in the era of the Merdeka Curriculum toward the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). The shift in the educational paradigm requires teachers not only to possess pedagogical and professional competencies, but also to be capable of integrating character values, empathy, and compassion into the learning process. The Love-Based Curriculum (KBC) emerges as an approach that emphasizes the affective and humanistic dimensions of education, which has been introduced through various socialization programs of religious education policies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The data were obtained from books, scientific journals, and relevant policy documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that the transformation of PAI teachers’ competencies includes the strengthening of value-based pedagogical competence, empathetic social competence, and personality competence grounded in moral values (akhlak). In addition, teachers are required to integrate the Merdeka Curriculum approach with the values of KBC in order to create meaningful learning experiences oriented toward the holistic character development of students. Therefore, the implementation of the Love-Based Curriculum becomes a strategic step in strengthening the role of PAI teachers as educators who not only transfer knowledge, but also shape the character and personality of students holistically.

Pemanfaatan Artificial intelligence dalam Pembuatan Presentasi bagi Guru-Guru Brainfor Islamic School Kisaran

Maharani, Dewi, Anggraeni, Dewi, Nofitri, Rika
Abstract: Pengabdian Masyarakat berjudul "Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembuatan Slide Presentasi bagi Guru-Guru” ini merupakan upaya mendukung inovasi dalam dunia pendidikan khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan… dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sekolah Brainfor Islamic School Kisaran. Permasalahan yang dihadapi guru-guru pada tingkat ini adalah kendala dalam menyusun materi presentasi yang cepat, serta menarik perhatian orangtua siswa maupun siswanya dan mampu efektif dalam menyampaikan informasi. Dalam menyikapi permasalahan ini, kami mengusulkan solusi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dengan fokus pada penggunaan ChatGPT yang dapat memberikan panduan desain, layout, dan konten presentasi secara otomatis, sesuai dengan tujuan yang ingin di sampaikan Narasumber atau Guru. Penggunaan ChatGPT ini bertujuan membantu guru-guru Brainfor dalam menyusun slide presentasi yang sesuai alur ataupun prosedur serta relevan dengan kurikulum yang berlaku. ChatGPT ini akan dapat diakses melalui platform online atau aplikasi, memudahkan akses dan penggunaan oleh para guru. Dalam upaya mendukung pemahaman dan penerapan teknologi ini, proposal ini juga mencakup pelatihan intensif bagi guru-guru mengenai penggunaan alat AI dalam menyusun materi presentasi yang berkualitas. Selain itu, sebagai langkah inovatif tambahan, narasumber melibatkan penggunaan platform desain grafis Canva dalam pembuatan slide presentasi. Canva adalah alat yang user-friendly dan populer dalam pembuatan desain grafis, termasuk pembuatan slide presentasi. Para guru akan diajarkan cara mengintegrasikan output dari Chat GPT yang dikembangkan dengan Canva, sehingga para guru-guru dapat menghasilkan presentasi yang lebih kreatif dan sesuai dengan gaya masing-masing. Langkah ini diambil untuk memberikan variasi dan fleksibilitas lebih kepada guru dalam menciptakan materi yang menarik perhatian siswa atau objek lainnya. Rencana kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan guru-guru melalui survei dan dialog untuk memastikan bahwa AI yang digunakan dapat menjawab kebutuhan yang sebenarnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan penggunaan Canva dalam desain grafis. Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga penerapan praktis dalam kegiatan pengetahuan dan pembelajaran sehari-hari. Setelah fase pelatihan, guru-guru akan diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh mereka dalam pembelajaran di kelas. Selama periode ini, mereka juga akan mendapatkan dukungan dan pemantauan penggunaan ChatGPT AI dan Canva untuk memberikan dampak positif atau hasil pembelajaran. Dengan menyatukan kecerdasan buatan, platform desain grafis, dan pelatihan guru, proyek ini bertujuan menciptakan solusi holistik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat SD dan PAUD. Melalui pendekatan ini, diharapkan para guru dapat dengan lebih kreatif dan efektif menyampaikan materi kepada siswa, maupun objek lainnya serta menghasilkan dampak positif pada proses pembelajaran dan pemahaman mereka. 

Sosialisasi Digitalisasi Data Dalam Upaya Efisiensi Dan Efektifitas Kerja Pada Disdagper Kota Tanjungbalai

Wiwin Handoko, Muhammad Iqbal, Indra Ramadona Harahap
Abstract: Perkembangan teknologi informasi dan fenomena globalisasi telah menjadi pemicu perubahan budaya kerja di sektor pemerintahan, termasuk dalam lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kota Tanjungbalai. Adopsi digitalisasi… lisasi data menjadi solusi yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di sektor perdagangan dan perindustrian. Kegiatan sosialisasi ini mengeksplorasi permasalahan dalam pengelolaan data konvensional dan mengulas dampak positif dari implementasi digitalisasi, terutama dalam konteks pengambilan keputusan strategis. Proses sosialisasi digitalisasi data di Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengharuskan pendekatan yang holistik dengan melibatkan pihak terkait dan pengguna, termasuk kolaborasi dengan pihak eksternal yang memiliki keahlian khusus. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mengimplementasikan sosialisasi digitalisasi data dengan langkah-langkah terstruktur, mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan, pembentukan tim, penyusunan materi, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi. Hasilnya melibatkan penerimaan positif dari Disdagper, permohonan rekomendasi untuk pengembangan aplikasi, dan perubahan positif dalam pengelolaan data. Kesimpulannya adalah bahwa melalui komitmen terhadap inovasi, Disdagper berupaya menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, efisien, dan mampu bersaing dalam era digital.

Dinamika Hukum Agraria Di Indonesia Tantangan Dan Solusi Dalam Penyelesaian Konflik Pertanahan Yang Bersertifikat

Hijrianita, Aldila, Runggu, Yuditra, Sianturi, Tiara Cristin, Madika, Mahatir Ahmad
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi dinamika hukum agraria di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan dan mencari solusi untuk penyelesaian konflik pertanahan yang bersertifikat ganda. Sertifikat tanah, sebagai bukti kepemilikan… epemilikan yang sah, sering kali menjadi sumber konflik karena adanya sertifikat ganda yang menyebabkan tumpang tindih administrasi dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan munculnya sertifikat ganda serta solusi yang ditawarkan oleh pemerintah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurangnya transparansi dan validitas data, tingginya nilai ekonomis tanah, lemahnya regulasi dan penegakan hukum, serta tumpang tindih kebijakan antara lembaga negara merupakan penyebab utama konflik pertanahan. Selain itu, faktor teknis dan sosial, seperti ketidakakuratan pengukuran tanah dan bencana alam, turut berkontribusi terhadap permasalahan ini. Solusi yang diusulkan mencakup keputusan Mahkamah Agung yang menetapkan bahwa sertifikat yang terbit lebih awal dianggap sah, serta mekanisme negosiasi dan mediasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) juga berperan dalam menyelesaikan sengketa terkait keputusan tertulis. Alternatif penyelesaian sengketa melalui musyawarah dan arbitrase juga diidentifikasi sebagai metode yang efektif. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan berkelanjutan dalam menyelesaikan konflik pertanahan, dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial, ekonomi, dan budaya secara holistik untuk mencapai keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, penyelesaian konflik pertanahan di Indonesia dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.