Search Articles & Publications

Showing 243 articles found for "Sendiri"

Analisis Laporan Keuangan Melalui Perhitungan Rasio Keuangan Likuiditas, Solvabilitas Dan Provitabilitas (Studi Kasus Pada PT. Alam Sutera,Tbk Tahun 2021-2023)

Rabiatul Ahdawiah, Anggriani Nurhadra Randi, Maria Helen Supit, Intihanah Intihanah
Abstract: Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan PT Alam Sutera Realty Tbk melalui pengukuran… n rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas selama periode 2021 hingga 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, kemampuan memenuhi seluruh kewajiban, dan kemampuan dalam menghasilkan laba. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang tidak optimal, dengan quick ratio dan cash ratio yang selalu di bawah rata-rata industri. Selanjutnya, solvabilitas perusahaan tergolong tinggi, di mana Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan ketergantungan besar pada utang dibandingkan modal sendiri. Di sisi lain, meskipun ada kelemahan dalam likuiditas dan solvabilitas, PT Alam Sutera Realty Tbk menunjukkan profitabilitas yang kuat dengan Gross Profit Margin (GPM) yang tetap di atas rata-rata industri selama tiga tahun berturut-turut. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menjalankan operasinya secara efisien dan tetap menghasilkan laba, meskipun menghadapi tantangan dalam aspek likuiditas dan solvabilitas. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pemangku kepentingan dalam menilai kesehatan finansial dan prospek pertumbuhan PT Alam Sutera Realty Tbk.

Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Alan Budi Kusuma, Mukhlis Nasrulloh, Mahmun, M. Yogi Saputra
Abstract: Di masa modern ini sistem pendidikan sangat beragam, mengikuti perkembangan zaman. Pesantren Darunnajah cipining hadir dengan program yang baru yaitu program darsul idhofi, yang mana ini merupakan revitalisasi kurikulum… kuliyatul mu’allimin al-islamiyah (TMI) yang di jalankan oleh divisi pengajaran. Darsul idhofi adalah program unggulan yang ada di kurikulum TMI guna untuk peningkatan bahasa resmi pondok yaitu arab dan inggris dengan metode kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di kelas oleh kelas senior yaitu kelas 5 TMI, yang mana metode ini adalah visi dari kurikulum TMI sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan gambaran yang nyata dan tepat mengenai objek studi, berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan. Metode yang dipilih adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam konteks penelitian kualitatif, validitas data atau temuan dicapai ketika deskripsi peneliti sepenuhnya mencerminkan realitas yang diamati pada objek penelitian, tanpa ada perbedaan antara laporan dan kenyataan di lapangan. Pada Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menggunakan sistem POACE. Planning: Dengan adanya perencanaan dapat membuat kegiatan lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, perencanaan adalah dasar pokok acuan, gambaran dan patokan pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, Organizing: Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Semua yang dipilih memalui proses, dilihat dari riwayat Ketika menjadi santri dan mempunyai ambisi tinggi, Actuating: proses pelaksanaan divisi pengajaran membuat kegiatan seperti, membuat persiapan mengajar (ta’hil), pemeriksaan persiapan ajar (taftisy i’dad tadris), KBM di kelas, dan perbaikan bahasa (tahsinul lughoh) yang semuanya berbasis bahasa arab dan inggris, Controlling: Pada aspek ini pengajaran melibatkan direktur TMI, kepala sekolah, dan guru-guru yang berkompeten di bidangnya, Evaluating: hasil dari program akan terlihat pada evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan yang semuanya di nilai dari laporan petugas kontroling dan hasil ujian mid dan semester 1 dan 2.

Pengawasan Unit Terminal Service Officer (TSO) Terhadap Fasilitas Land Side di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang

Joshua Diesandro Geraldi
Abstract: Pengelola bandar udara yang ada di Indonesia yaitu PT. Angkasa Pura I (Persero). Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memiliki beberapa unit yang bertugas untuk memastikan agar bandara dapat beroperasional… onal dengan baik. Salah satu unit yang ada di bandara tersebut yaitu Terminal Service Officer (TSO). Kendala yang sering terjadi saat unit TSO sedang melakukan pengawasan pada sisi darat (land side) adalah seringnya terjadi penumpukan flow penumpang, berseraknya trolley pada saat penumpang tiba di area keberangkatan dan kedatangan, pengguna layanan yang merokok tidak pada tempatnya, dan fasilitas yang tidak bekerja semestinya di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang pengambilan data penelitian bersumber dari petugas TSO yang bertugas mengawasi sisi darat (land side) area terminal penumpang. Sumber kedua berasal dari penggalian sumber data memalui wawancara secara semi terstruktur kepada narasumber Supervisor unit Terminal Service Officer dan petugas unit Terminal Service Officer. Selain itu, data dalam penelitian ini dilengkapi dengan data observasi dan dokumentasi berupa pengambilan gambar yang bertujuan sebagai penguat data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui pengawasan sisi land side oleh Terminal Service Officer (TSO) Sudah sesuai dengan indikator pengawasan adalah akurat, obyektif, koordinasi kerja, fleksibel dan realistis. Sedangkan untuk indikator tepat waktu dan pengawasan terpusat belum sesuai dengan indikator pengawasan dikarenakan kurangnya personel yang bertugas di lapangan. Dilihat dari jobdesk unit Terminal Service Officer (TSO) yang tertuang pada lembar SOP, unit TSO tidak dapat bergerak atau menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan dengan sendirinya, jobdesk unit TSO hanya sebatas memeriksa dan mengawasi, jika terdapat kendala di lapangan yang diluar dari jobdesk unit TSO, solusi yang dilakukan adalah dengan berkoordinasi dengan unit terkait.

Manajemen Kepengurusan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Fernanda Al Welery, Mustofa, Nur Rochmat
Abstract: Lembaga yang sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum kemerdekaan adalah pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Darunnajah 02 Cipining sendiri menerapkan sistem Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC), dalam penerapannya… ya peneliti menemukan masalah yang terjadi dalam  kedisiplinan santri, seperti banyaknya santri yang telat jama’ah shalat fardu, banyaknya pelanggaran bahasa, dan melanggar tata tertib bagian keamanan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 cipining yang akan membahas tentang manajemen kepengurusan (OSDC) dalam meningkatkan kedisiplinan santri. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dapat terlibat langsung dengan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam proses pengumpulan data dan sumber informasi yang sesuai dengan fokus penelitian manajemen kepengurusan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining 2 Bogor. Dalam penerapannya OSDC dibagi menjadi beberapa bagian atau divisi dengan perencanaan mengawas kedisiplinan santri dalam kegiatan sehari-hari. dalam pengorganisasian Kepengurusan OSDC dibagi menjadi beberapa divisi yaitu Divisi Keamanan, Divisi Ibadah, Divisi Pengajaran, dan Divis Bahasa, dan Divisi-divisi tersebut bekerja sama untuk mendisiplinkan santri selama 24 jam, dan dalam pengontrolannya setiap divisi terjun langsung kelapangan untuk mengontrol keseharian santri. Mereka telah diberiakan wewenang oleh pimpinan pesantren dan di bawah naungan Departemen Pengasuhan Santri langsung untuk menjalankan amanah ini. Adapun faktor penghambatnya diantaranya kurangnya tanggung jawab pengurus OSDC dan kesadaran santri.

Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Perspektif Al-Ghazali

Ilma Safitri, Novia Ulfa, Nadia Syarinur, Erlin Sarwila, Sukma Ningsih
Abstract: Di era globalisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan tuntutan kontemporer yang dinamis dan kompleks. Salah satu tantangan utama adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berubah, termasuk… suk peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan, dan penguatan kompetensi guru. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepercayaan umat Muslim. Namun, pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat. Strategi manajemen pendidikan Islam yang efektif diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Pendidikan karakter dimaknai sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter yang mencakup pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama makhluk hidup, lingkungan, dan bangsa. Selain itu, globalisasi telah memengaruhi penyelenggaraan pendidikan, termasuk tujuan, proses, hubungan siswa-guru, etika, dan metode. Al-Ghazali, seorang tokoh Muslim terkemuka, menekankan bahwa pendidikan harus bertujuan untuk mencetak manusia yang sempurna di dunia dan akhirat. Ia percaya bahwa manusia dapat mencapai kesempurnaan dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Perspektif Al-Ghazali tentang pendidikan menyoroti pentingnya menyeimbangkan aspek duniawi dan spiritual, dengan menekankan pada pencapaian kebahagiaan di kedua alam tersebut.

Analisis Dampak Dan Pengaruh Service Excellence Terhadap Loyalitas Dan Kepuasan Pelanggan

Desi Melyanti br.Tarigan, Regina Emeninta br.Tarigan, Sindi br.Sembiring, Zulkarnainsiregar, Imamulkhaira
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dan pengaruh service excellence terhadap loyalitas dan kepuasan pelanggan. Pelayanan Prima (Service Excellence) yang berkualitas dapat menciptakan kepuasan dan… dapat menciptakan Loyalitas pelanggan tanpa melalui kepuasan pelanggan. Konsep pelayanan prima dapat diterapkan pada berbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis.Indikator dari kepuasan adalah meliputi: (1) Kepuasan terhadap kinerja karyawan (2) Kepuasan fasilitas fisik (3) Kemudahan (4) Perasaan puas menggunakan jasa. Oliver (2007) mendifinisikan kepuasan sebagai tanggapan pelanggan, yaitu penilaian atas fitur-fitur suatu produk atau jasa, bahkan produk atau jasa itu sendiri, yang memberikan tingkat kesenangan dalam mengkonsumsi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan. Usaha untuk menjadikan pelanggan yang loyal tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi melalui beberapa tahapan, mulai dari mencari pelanggan yang potensial sampai memperoleh partners.      

Keadaan Nusantara Sebelum Masuknya Islam

Ika Pernamasari, Djumar Sumbayak, Alya Putri Dania, Hertati Sitanggang, Ocha Primalia Tondang
Abstract: Artikel ini membahas tentang kondisi politik, sosial, dan keagamaan di nusantara sebelum masuknya Islam. Kepulauan nusantara yang termasuk kepulauan Indonesia saat ini mengalami berbagai dinamika budaya dan agama sebelum… pengaruh Islam menyebar pada abad ke-13. Kajian ini meliputi kehidupan masyarakat, kerajaan yang berkuasa, dan sistem kepercayaan yang dianut sebelum era Islamisasi. Selain itu, artikel ini memuat tentang kepercayaan apa saja yang dianut oleh orang-orang nusantara sebelum masuknya agama ke nusantara itu sendiri, dan apakah ada agama yang ada sebelum masuknya Islam ke nusantara dan peninggalan apa saja yang ditemukan pada abad tersebut.

Diklat Dan Profesionalisme Guru Di Era Society 5.0

Abdul Fattah Nasution, Elsa Elitia Hasibuan, Syafitri Halawa, Sylvi Marsella Diastami
Abstract: Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 menjadi topik penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Era Society 5.0 memerlukan profesionalisme guru yang handal dalam menyiapkan generasi unggul masa kini dan… masa yang akan datang. Guru harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif, dan literasi digital untuk menghadapi tantangan era teknologi yang semakin kompleks. Di era Society 5.0, guru harus mampu mengintegrasikan teknologi dan ilmu sosial ke dalam proses pembelajaran. Mereka harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif. Guru juga harus memiliki kemampuan hidup abad ke-21 dan ketrampilan digital untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 dapat meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengajar. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri dalam meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan zaman.

Self Efficacy, Perceive Teacher Support dan Academic Boredom Pada Siswa Di Sekolah Dasar Full Day School

Rezkiah Diandra, IGAA Noviekayati, Niken Titi Pratitis
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan perceive theacher support dengan academic boredom pada siswa  sekolah dasar  full day school. Subyek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas XI di… i tiga sekolah full day dengan total sampel sebanyak 131 dengan tehnik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala yang disusun sendiri berdasarkan teori  self efficacy yang dikemukakan Bandura (1997), skala perceive theacher support yang dikemukakan Metheny, dkk (2008) dan  academic boredom yang dikemukana oleh Sharp, dkk (2020). Analisis data menggunakan teknik regresi ganda dan korelasi , dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini terbukti,artinya ada hubungan  yang negative dan sangat signifikan antara self efficacy dan perceive theacher support dengan academic boredom  pada siswa di sekolah dasar full day scholl. sumbangan terbesar terhadap variabel dependen academic boredom adalah self efficacy yaitu 30,08% dan perceive theacher support 9,62%, sedangkan secara keseluruhan sumbangan efektif total terhadap variabel academic boredom adalah 39,7%.

Pendidikan Tasawuf Falsafi Sebagai Landasan Etika Dalam Pendidikan Islam

Hafizah, Tamama, Amrullah, Fakhruddin
Abstract: Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya. Tasawuf memiliki relevansi dengan problema manusia modern masa kini, tasawuf secara seimbang memberikan kesejukan… ejukan batin dan disiplin syari’ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai petunjuk tingkah laku seseorang melalui pendekatan tasawuf akhlaki, dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf falsafi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  pendidikan tasawuf dalam pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi riset kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya Pendidikan Islam adalah tujuan al-Qurán itu sendiri, yaitu bersama-sama membina manusia agar mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya.  Implikasi tasawuf ke dalam pendidikan Islam dalah dengan cara mempelajari ajaran-ajaran tasawuf falsafi secara menyeluruh dari salah satu tokoh yang dijelaskan.