Search Articles & Publications

Showing 166 articles found for "Smes"

Strategi Memulai dan Mengembangkan UMKM Yang Berkelanjutan di Desa Kertarahayu

Supratno, Setyo
Abstract: This seminar aimed to enhance the understanding of MSME entrepreneurs in business planning, digital marketing, financial recording, and e-commerce utilization.The program began with identifying the needs of MSMEs through… observation and discussions, revealing key challenges such as a lack of understanding of long-term business strategies, reliance on traditional marketing methods, and low awareness of systematic financial recording. Additionally, e-commerce platforms had not been optimally utilized. The seminar featured academics, business practitioners, and digital marketing experts who covered topics on sustainable business strategies, digital marketing, financial recording, and e-commerce utilization. The results indicated that participants recognized the importance of digital marketing and personal branding as key strategies to enhance business competitiveness. Understanding of business startup strategies and digital marketing was also relatively strong, while digital financial recording remained a challenge that required further attention. MSMEs in Kertarahayu Village are expected to grow and become more competitive in the digital era. Keywords: business sustainability; digital marketing; e-commerce; financial recording; MSMEs   Abstrak: Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam perencanaan usaha, pemasaran digital, pencatatan keuangan, dan pemanfaatan e-commerce. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan UMKM melalui observasi dan diskusi, yang mengungkap kendala seperti kurangnya pemahaman strategi bisnis jangka panjang, ketergantungan pada pemasaran tradisional, serta rendahnya kesadaran akan pencatatan keuangan yang rapi. Selain itu, platform e-commerce belum dimanfaatkan secara optimal. Seminar ini menghadirkan akademisi, praktisi bisnis, dan ahli digital marketing yang membahas strategi bisnis berkelanjutan, digital marketing, pencatatan keuangan digital, dan pemanfaatan e-commerce. Hasil seminar menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya pemasaran digital dan personal branding sebagai strategi utama dalam meningkatkan daya saing usaha. Pemahaman terhadap strategi memulai usaha dan digital marketing juga cukup baik, tetapi pencatatan keuangan digital masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. UMKM di Desa Kertarahayu diharapkan dapat lebih berkembang dan berdaya saing di era digital Kata kunci: keberlanjutan bisnis; pemasaran digital; e-commerce; pencatatan keuangan; UMKM

Pelatihan Manajemen Keuangan Dalam Meningkatkan Daya Saing Serta Keberlanjutan Bisnis UMKM di Desa Burai

Purnamasari, Endah Dewi, Aziatul, Reny, Asharie, Asmawati
Abstract: Abstract: Burai Village in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, has significant potential in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, particularly in the creative industry, culinary arts, and handicrafts. However,… wever, MSMEs in this village face various challenges, especially in financial management, such as unstructured bookkeeping, low financial literacy, and limited access to formal capital. This community service program aims to enhance MSME actors’ understanding of the importance of sound financial management and the use of technology in managing their finances. The program was implemented in three stages: preparation (survey and material development), implementation (socialization and training), and evaluation to ensure participants' understanding and application of financial management practices. The training results showed a significant improvement in MSME actors' knowledge of financial recording, separation of personal and business finances, and the use of digital tools such as Sepran accounting apps and e-wallets. MSME actors also began preparing more structured financial reports to facilitate access to funding. This program successfully improved the competitiveness and sustainability of MSMEs in Burai Village. Keywords: financial management; UMKM; digital technology   Abstrak: Desa Burai di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi besar dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kreatif, kuliner, dan kerajinan tangan. Namun, UMKM di desa ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan yang tidak terstruktur, rendahnya literasi keuangan, serta kesulitan dalam mengakses permodalan formal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya manajemen keuangan yang baik dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan mereka. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survey dan penyusunan materi), pelaksanaan (sosialisasi dan pelatihan), serta evaluasi  untuk memastikan pemahaman dan implementasi pengelolaan keuangan oleh pelaku UMKM di Desa Burai Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi akuntansi sepran dan e-wallet. Pelaku UMKM juga mulai mempersiapkan laporan keuangan yang lebih terstruktur untuk mempermudah akses modal. Program ini berhasil meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis UMKM di Desa Burai. Kata kunci: manajemen keuangan; UMKM; teknologi digital

Sosialisasi Teknologi Digital Bagi Pelaku UMKM Kecamatan Sekupang

Permatasari, Ririt Dwiputri, Bora, M Ansyar, Hernando, Luki, Sondra Wijaya, I Made, Hazimah, Hazimah, Shilah, Nur, Fauzan, Haidil
Abstract: The development of digital technology has transformed various aspects of life, including the micro, small, and medium enterprise (MSME) sector. In Sekupang District, the adoption of digital technology by MSME actors faces… s various challenges, particularly in understanding and accessing such technologies. The purpose of this digital technology outreach is to enhance the knowledge and skills of MSME actors in adopting technology, enabling them to compete in the digital era. This outreach activity includes a basic understanding of business software usage, digital marketing strategies, and the use of social media to expand market reach. The methods used include seminars, hands-on training, and Q&A sessions. The results of the outreach indicate an increase in MSME actors' understanding of the importance of digitalization and readiness to implement technology in daily business operations. This program is expected to increase the competitiveness of MSMEs in Sekupang District in facing the challenges of the digital economy. Keywords: outreach; digital technology; MSME; digitalization   Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kecamatan Sekupang, pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemahaman dan akses terhadap teknologi tersebut. Sosialisasi teknologi digital bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi, sehingga mampu bersaing di era digital. Kegiatan sosialisasi ini mencakup pemahaman dasar tentang penggunaan perangkat lunak bisnis, strategi pemasaran digital, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan meliputi seminar, pelatihan langsung, dan sesi tanya jawab. Hasil dari sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya digitalisasi, serta kesiapan untuk mengimplementasikan teknologi dalam operasional bisnis sehari-hari. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di Kecamatan Sekupang dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Kata kunci: sosialisasi; teknologi digital; UMKM; digitalisasi

Implementasi Strategis Pelatihan Dan Pengembangan UMKM Di Desa Langgula

Tanipu, Funco, Pantoiyo, Fuad, Nento, Wila Rumina
Abstract: Empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Langgula Village is a strategic step in improving the economic welfare of local communities. This service aims to identify and implement an effective training program… ogram for MSME actors in the village. The training is focused on developing managerial skills, digital marketing, and good financial management, which are essential to improve the competitiveness of MSMEs in today's digital era. The methods used in this service are observation and training with MSME actors. The results of the service showed that the training conducted succeeded in increasing the knowledge and skills of MSME actors in utilizing digital technology for marketing their products. In addition, training on simple financial management helps MSME actors in recording and managing cash flow, which is a crucial aspect for the sustainability of their business. From the evaluation results, the training participants showed significant improvement in their ability to design more effective and efficient marketing strategies, as well as improve their product branding. The implementation of MSME training and development in Langgula Village not only contributes to individual capacity building, but also has the potential to drive overall local economic growth. Keywords: digital; implementation; langgula; MSME   Abstrak: Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Langgula merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan program pelatihan yang efektif bagi pelaku UMKM di desa tersebut. Pelatihan ini difokuskan pada pengembangan keterampilan manajerial, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan yang baik, yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di era digital saat ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi dan pelatihan dengan pelaku UMKM dengan tahapan metode sosialisasi dan diskusi terkait pemanfaatan teknologi informasi, sosialisasi digital marketing dan pelatihan teknik pengambilan gambar, serta pelatihan pengelolaan keuangan sederhana. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk mereka. Selain itu, pelatihan tentang pengelolaan keuangan sederhana membantu pelaku UMKM dalam mencatat dan mengelola arus kas, yang merupakan aspek krusial untuk keberlangsungan usaha mereka. Dari hasil evaluasi, peserta pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mereka untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan branding produk mereka. Implementasi pelatihan dan pengembangan UMKM di Desa Langgula tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. Kata kunci: digital; implementasi; langgula; UMKM

Katalog Digital Multibahasa Sebagai Alat Promosi UMKM dan Desa Wisata Bahasa di Kelurahan Potrobangsan Kota Magelang

Simamora, Alex Johanes, Prasetyo, Andreas Yogi, Yudhanto, Wildan, Maulana, Muhamad Aji
Abstract: MSME players in Potrobangsan Village face obstacles in communicating with foreign consumers, especially in the use of foreign languages. To overcome this problem, a multilingual digital catalog has been developed that contains… ntains descriptions of MSME products in several languages. This catalog aims to facilitate communication between MSME actors and inter-national consumers, as well as increase the visibility and competitiveness of MSMEs in the global market. In addition, this digital catalog is also expected to contribute to the preservation of regional languages, such as Javanese, which are becoming endangered. The methods used include a preparatory stage in the form of field analysis, then a needs analysis stage, and continued with the stage of making a multi-language online catalog. The catalog development process involved training for MSME players, creating attractive and relevant product descriptions, and developing an online catalog platform. As a result, this catalog has succeeded in increasing sales and expanding the market reach of MSMEs in Potrobangsan Village. Keywords: MSME; multilingual digital catalog; potrobangsan   Abstrak: Pelaku UMKM di Desa Potrobangsan menghadapi kendala dalam berkomunikasi dengan konsumen mancanegara, terutama dalam penggunaan bahasa asing. Untuk mengatasi masalah ini, telah dikembangkan katalog digital multibahasa yang memuat deskripsi produk UMKM dalam beberapa bahasa. Katalog ini bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi antara pelaku UMKM dengan konsumen internasional, serta meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM di pasar global. Selain itu, katalog digital ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian bahasa daerah, seperti Bahasa Jawa, yang mulai terancam punah. Metode yang digunakan antara lain tahap persiapan berupa analisis lapangan, kemudian tahap analisis kebutuhan, dan dilanjut dengan tahap pembuatan katalog online multibahasa. Proses pengembangan katalog melibatkan pelatihan bagi pelaku UMKM, pembuatan deskripsi produk yang menarik dan relevan, serta penyusunan platform katalog daring. Hasilnya, katalog ini telah berhasil meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar UMKM di Desa Potrobangsan. Kata kunci: UMKM; katalog digital multibahasa; potrobangsan.

Pengembangan Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Pada Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu

Safrianti, Sintia, Yunita, Mirna, Puspita, Veny, Pratama, Fadly Wahyu, Ramadhani, Rahmad, Pangestu, Heru Edlifilyas
Abstract: This community service activity was carried out in the Kampung Sejahtera Mangrove Forest, Bengkulu City and partnered with POKDARWIS 212. The Kampung Sejahtera mangrove forest is located in Kampung Melayu District, Bengkulu… ulu City.  This community service aims to solve priority problems that exist in partners, namely: Partners and the community still do not understand the positive impact of the existence of mangrove forest ecotourism on economic improvement; Lack of knowledge of the community around the mangrove forest ecotourism environment regarding the preservation and maintenance of mangrove forests; Lack of integrated information and promotion by mangrove forest POKDARWIS 212 partners. Community service activities are carried out with an initial observation stage through a pre-activity questionnaire, followed by an implementation stage with socialization and training, and the next stage conducts an evaluation. The outputs produced in this community service are: The formation of the 212 mangrove forest POKDARWIS cooperative; The formation of a Joint Business Group (KUBE) of MSMEs from the community around mangrove ecotourism; The existence of 3 mangrove-based creative products; The reforestation of mangrove forests that will be cultivated in the mangrove forest ecotourism of the prosperous village; The existence of an integrated website as a promotional forum; and 6) The existence of signboards as information media. Keywords: ecotourism; community based; mangrove forest of the prosperous village; bengkulu cit   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu dan bermitra bersama POKDARWIS 212. Hutan mangrove Kampung Sejahtera ini berada di Kecamatan Kampung melayu, Kota Bengkulu.  Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan prioritas yang ada pada mitra, yaitu: Mitra dan masyarakat masih belum memahami dampak positif keberadaan ekowisata hutan mangrove terhadap peningkatan ekonomi; Kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar lingkungan ekowisata hutan mangrove terkait pelestarian dan penjagaan hutan mangrove; Kurangnya informasi dan promosi yang terintegrasi oleh mitra POKDARWIS hutan mangrove 212. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tahap observasi awal melalui kuesioner pra kegiatan, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan dengan sosialisasi dan pelatihan, dan tahap selanjutnya melakukan evaluasi. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Terbentuknya koperasi POKDARWIS hutan mangrove 212; Terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari UMKM masyarakat sekitar ekowisata mangrove; Adanya 3 produk kreatif berbahan dasar mangrove; Adanya reboisasi hutan mangrove yang akan di budidayakan di ekowisata hutan mangrove kampung sejahtera; Adanya website yang terintegrasi sebagai wadah promosi; dan 6) Adanya signboard sebagai media informasi. Kata kunci: ekowisata; berbasis masyarakat; hutan mangrove kampung sejahtera kota bengkulu

Inovasi Packaging Keripik Ubi Resky menjadi keripik CIS untuk Mendukung Perekonomian Lokal

Supiati, Supiati, Bachtiar, Irmah Halimah, Gafur, Gafur, Nurmiati, Nurmiati, Rijal, Abdul Rahman Khaerul
Abstract: Representing a significant effort to support local economic growth which is an essential goal of the government. This project aimed to transform the packaging of Resky chips into chips in a glass (CIS), enhancing their competitiveness… ompetitiveness in the digital marketplace. Our partners faced several challenges, including limited knowledge of business management and marketing, insufficient production tools, and a lack of product innovation. The involvement of the community service team has provided renewed hope and guidance to these business owners. To tackle these issues, we utilized a combination of training and mentoring methods. Our training sessions covered key areas such as financial bookkeeping, production management, packaging innovation, marketing strategies, and product digitalization. As a result of these method, our partners have successfully adopted basic bookkeeping practices. The Resky chips have been rebranded with new packaging and labels, along with the introduction of a personal branding strategy for the CIS. They have also secured business license numbers (NIB) and distribution permits (PIRT), and we facilitated their application for a halal certificate. Resky’s Chips are now officially branded as CIS by Khasnah Food n Drink. Additionally, our partners have established a social media, with accounts on Instagram, a Facebook fan page, and a profile on Akkio Smart City, managed by the Gowa Regency Government. Keywords: Chips; CIS; MSMEs; product digitalization; packaging innovation   Abstrak: Dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu gebrakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian lokal. Tujuan dilakukannya PKM ini adalah untuk melakukan transformasi kemasan keripik ubi Resky menjadi keripik CIS (chips in a glass) agar dapat bersaing di dunia digital. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam manajemen usaha, minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam pemasaran, keterbatasan alat produksi dan inovasi produk belum dilakukan. Kehadiran pengusul PKM membawa harapan besar bagi mitra. Metode yang digunakan oleh pengusul yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan meliputi pembukuan keuangan sederhana, managemen produksi, inovasi packaging, serta managemen pemasaran dan digitalisasi produk. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra telah mampu membuat pembukuan sederhana, kemasan baru dari keripik ubi resky telah disertai dengan label, personal branding cips in a glass, nomor izin berusaha (NIB), dan izin edar berupa nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pengusul juga telah melakukan pengajuan sertifikat halal untuk mitra. Saat ini keripik Ubi milik Ibu Resky telah berubah nama menjadi Keripik CIS by Khasnah Food n Drink. Mitra juga telah membuat media sosial berupa Instagram, fanpage facebook dan akun di Akkio Smart City milik Pemerintah Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Keripik; CIS; UMKM; digitalisasi produk; inovasi kemasan

Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Dahriansah, Dahriansah, Saputra, Endra, Kurniawan, Bagas, Novrijal, Aditya
Abstract: The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary… business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business. Keywords: website; UMKM; warung wawa   Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital. Kata kunci: website; UMKM; warung wawa

Pelatihan Legalitas Usaha dan Sertifikat Halal Keripik Ubi di Desa Sei Bluru

Harmayani, Harmayani, Siregar, Emiel Salim, Andriani, Dian Ayu, Apdilah, Dicky, Sinambela, Nur Isnaini, Sartika, Sartika
Abstract: In Sei Beluru Village, Meranti District, there are still problems in understanding the legality of business permits and the importance of halal certification. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the village… ge do not yet have official business legality and halal certification, which is one of the inhibiting factors in expanding the market and increasing consumer confidence. The process of registering business legality and halal certification is considered complicated and requires adequate knowledge and assistance. The method used in this community service activity is direct training and assistance to cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village. The training includes socialization regarding the importance of business legality and halal certification, a guide to registration procedures and a simulation of the process of managing business permits and halal certification. Assistance is provided to assist participants in filling out forms, completing documents, and carrying out the application process independently. The purpose of this activity is to increase the understanding of entrepreneurs regarding the importance of business legality and halal certification and to assist them in the process of managing both aspects. After this activity is carried out, it is hoped that cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village can increase the competitiveness of their products in the market, especially markets that prioritize product halalness and clear business legality. Keywords : business legality; halal certificate; training; cassava chips; UMKM   Abstrak : Di Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti masih mengalami masalah pemahaman mengenai legalitas izin usaha dan pentingnya sertifikasi halal.  Banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut yang belum memiliki legalitas usaha resmi dan sertifikasi halal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pendaftaran legalitas usaha dan sertifikasi halal dianggap rumit dan memerlukan pengetahuan serta pendampingan yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha keripik ubi di Desa Sei Bluru. Pelatihan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, panduan tata cara pendaftaran serta simulasi proses pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta dalam mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan melakukan proses pengajuan secara mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal serta membantu mereka dalam proses pengurusan kedua aspek tersebut.   Kata kunci: legalitas usaha; sertifikat halal; pelatihan; keripik ubi; UMKM

Pendampingan Digitalisasi UMKM Binaan Di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman Diy

Indani, Farinza Tiara, Wahyuningsih, Adityas, Andriani, Juwita, Arifah, Amalina Nur, Sulistyowati, Andita
Abstract: MSMEs in Indonesia are a potential basis for a strong national economy because of their large number, especially micro businesses, and their labor absorption capacity is very large. Sendangtirto Village, which is part of… the Berbah District Area, Sleman Regency, DIY, also has quite large MSME potential. By knowing and mapping the potential of MSMEs in Sendangtirto and assisting by providing training outreach and mentoring on the digitalization of Sendangtirto MSMEs, it is hoped that it will advance and be able to develop MSMEs, increasing competitiveness with the integration of digital platforms. This service function aims to apply and disseminate the knowledge and skills possessed by academics to the wider community, as well as contributing directly to improving the quality of life and sustainable development. The results of data analysis from the questionnaire showed a significant increase in participants' understanding after the socialization. The participants' positive response to the benefits and ease of use of digital platform robots for ease in digitalizing MSMEs illustrates the success of this socialization.             Keywords: digitalization; socialization;potential of MSMEs