Search Articles & Publications

Showing 5589 articles found for "Untuk"

Unlocking Team Potential With Effective Communication: Seminar Komunikasi Efektif Karyawan CV. Kreasi Pisang Indonesia

Andi Azizah Kusuma Dewi, Arzety Dinda Syafiqa, Afriani Taufik, Andi Halimah
Abstract: Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi menjadi hal yang penting dalam keberlangsungan interaksi, baik dalam ranah formal maupun non formal. Suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik… tanpa adanya komunikasi. Peranan komunikasi dalam organisasi sebagai pondasi untuk bisa menjalankan fungsi-fungsi dan tujuan yang akan dicapai suatu organisasi. Berdasarkan survey engagement yang dilakukan oleh departemen HCGA pada area komunikasi ditemukan hasil yang lebih rendah dari area lain. Pada Perusahaan CV. Kreasi Pisang Indonesia masih sering terjadi kesalahan dalam komunikasi baik kantar individu maupun kelompok. Sehingga, dilakukan seminar sebagai bentuk upaya yang dapat membantu karyawan juga perusahaan dalam menyelesaikan permasalahannya. Seminar “Unlocking Team Potential Team with Effective Communication” berisikan hal-hal penting seputar komunikasi yang efektif bagi karyawan dalam berinteraksi dalam ranah kerja. Seminar dilakukan dalam rangka membantu memfasilitasi karyawan dalam bentuk intervensi dari pemberian materi mengenai komunikasi efektif. Untuk mengukur perubahan dan peningkatan karyawan sebelum dan sesudah seminar, diberikan pretest dan posttest. Hasil dari seminar yang dilakukan yakni terdapat perbedaan pengetahuan oleh karyawan sebelum dan setelah diberikan seminar yang dibuktikan dari hasil pre-posttest yang dikerjakan.

Pelatihan Manajemen Emosi Pada Pegawai UPT Penilaian Potensi Dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan

Ismarli Muis, Zahir Alfattah Darussalam, Rafilah Nabila Muchlis, Ria Inayah Aulia Paletari
Abstract: Berbagai tuntutan yang dihadapi oleh pegawai menimbulkan dampak kurangnya kemampuan dalam mengontrol emosi. Emosi sendiri merupakan salah satu aspek yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Manajemen emosi yang&#8230; ang baik dapat membantu individu dalam meningkatkan efektivitas kerja pada individu. Pelatihan manajemen emosi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman 17 pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penilaian Potensi dan Kompetensi (PPK) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Sample Pre-Post Test Design dengan instrumen pre-test dan post-test yang mengukur pemahaman mengenai manajemen emosi dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed-rank test, diperoleh nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Maka, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan manajemen emosi efektif dalam meningkatkan pemahaman manajemen emosi pada 17 pegawai UPT-PPK BKD Provinsi Sulawesi Selatan.

Memahami Dan Mengontrol Cinta Dengan Efektif Di Kalangan Remaja

Ridfah, Ahmad, Sirajuddin, Nursani, Hasrun, Dilva Anastasya, Arif, Firda
Abstract: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai cinta yang efektif pada siswa SMA X Makassar. Kegiatan ini menggunakan metode psikoedukasi dengan menekankan sesi diskusi disertai pemberian pre-test dan post-test.&#8230; test. Teknik analisis dalam kegiatan ini menggunakan uji Wilcoxon melalui program SPSS. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang sangat signifikan (p=0,000), dimana rata-rata skor pre-test adalah 12,2 dan rata-rata skor post-test adalah 17,4. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor pemahaman setelah pemberian psikoedukasi.

Strategi Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Guru SMA Kartika XX-1 Makassar

Angel, Sulistiawati, Nurhadijah, Ridfah, Ahmad
Abstract: Keberhasilan tercapainya tujuan pembelajaran individu bukan hanya karena pengelolaan kelas yang dilakukan guru, melainkan juga karena motivasi individu. Guru mempunyai peluang untuk meningkatkan motivasi siswa. Oleh karena&#8230; na itu, psikoedukasi menjadi salah satu kegiatan yang diimplementasikan sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai strategi manajemen kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada guru SMA Kartika XX-1 Makassar. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi pembukaan, pemberian pre-test, pemaparan materi, sesi diskusi, dan pemberian post-test. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.000) antara rata-rata skor pre-test (6,11) dengan rata-rata post-test (8,19). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, yang mengindikasikan bahwa pemberian psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman peserta.

Manajemen Stres Bagi Pelaku Umkm Di Rumah Kreatif Bumn Makassar

Resekiani Mas Bakar, Kurniati Zainuddin, Aliyah Hidayah Madjid, Nabila Ramadhani Imran, Ni Made Kausalya Devi Utami
Abstract: Berbagai tekanan dan beban tanggung jawab yang dialami oleh pelaku UMKM seperti kondisi ekonomi yang tidak stabil, persaingan yang ketat sesama pelaku UMKM, kurangnya pengetahuan SDM, sulitnya mengembangkan inovasi yang&#8230; baru dan tekanan-tekanan lain yang dialami oleh pelaku UMKM. Sehingga, sangat rentan mengalami kondisi stress. Kondisi stress merupakan tanggapan diri sendiri dalam proses internal atau eksternal yang mencapai pada ketegangan fisik dan psikologis seseorang. Tujuan utama dari pelatihan ini ialah agar pelaku UMKM dapat mengatasi kondisi stres yang dialami dengan memberikan pengetahuan mengenai manajemen stres dan teknik relaksasinya. Manajemen stress merupakan cara untuk berpikir dan bereakasi yang ditunjukkan untuk mengatasi tekanan atau transaksi yang menyakitkan diakibatkan stres. Edukasi ini menyasar pelaku UMKM Kota Makassar yang telah mendaftar di event Rumah BUMN Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan psikoedukasi ini yaitu dengan pemberian materi yang disertai dengan teknik relaksasi Box Breathing dan pemberian Coaching Game Point Of You berupa beberapa kartu bergambar yang dapat merangsang pikiran subjek. Kegiatan psikoedukasi ini mendapatkan feedback positif dari para peserta dan pihak Rumah BUMN. Kegiatan psikoedukasi ini memiliki manfaat bagi pelaku UMKM seperti mengetahui secara lebih jelas tentang stress yang dialaminya dan cara mengolah stress dengan baik. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, pelaku UMKM terlihat memiliki antusias yang tinggi berdasarkan observasi dan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri.

Hypnoparenting: Pola Asuh Anak Dan Remaja Di Era Digital

Ninies Eryadini, Yayuk Chayatun Machsunah, Ety Youhanita
Abstract: Peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak dan remaja di era digital ini. Era digital tidak mungkin dihindari sehingga penting bagi orang tua untuk beradaptasi. Orang tua harus menerapkan pola asuh anak dan remaja&#8230; aja yang tepat agar terhindar dari permasalahan dan konflik. Penyuluhan mengenai hypnoparenting dan pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya pola asuh yang tepat sehingga dapat menjadi support system bagi keluarga. Penyuluhan ini diadakan di desa Plosowahyu hasil kerjasama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Adi Buana dengan Pemerintahan Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan. Penyuluhan dilaksanakan secara klasikal tatap muka, dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi hypnoparenting. Dengan demikian peserta tidak hanya memperoleh teori pengasuhan anak, akan tetapi juga pengalaman langsung mengenai hypnoparenting. Peserta merespon positif dan antusias mengikuti kegiatan, Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini peserta dapat menerapkan pola asuh yang tepat bagi keluarganya serta menyebarluaskan informasi penting ini kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing

Optimalisasi MindMap Dalam Efektivitas Belajar Mengajar

Jaja Suteja, Mohammad Sofyan, Munawar Asikin, Jahidah, Nurul Siti
Abstract: Pengabdian ini bertujuan untuk sharing optimalisasi MindMap dalam efektivitas belajar mengajar, dengan metode pengabdian secara online yang dihadiri oleh 293 orang peserta dari 25 Provinsi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa&#8230; ahwa mindmap secara efektif dalam pembelajaran, guru/pengajar dapat menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi kreatif, kolaborasi, dan pemahaman yang dalam bagi siswa/mahasiswa. Mindmap tidak hanya menjadi alat untuk mengajar dan belajar, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan berpikir siswa/mahasiswa secara holistik. Membantu menggambarkan hubungan antara konsep-konsep yang kompleks secara visual. Ini membantu siswa untuk memahami dan mengingat informasi dengan lebih baik daripada hanya membaca teks atau catatan. Dengan menggunakan warna, gambar, dan simbol, dapat merangsang kreativitas siswa/mahasiswa dalam memproses informasi. Hal ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa/mahasiswa dalam pembelajaran dan membuatnya lebih menyenangkan. Struktur visual mindmap mempermudah siswa/mahasiswa untuk mengingat informasi karena dapat mengaitkan konsep-konsep dengan gambaran keseluruhan yang di buat.

Pemberdayaan Bumdesa Muncul Sari Aji Dalam Pengelolaan Laporan Bidang Keuangan

Ketut Gunawan, I Made Madiarsa, Ni Putu Sri Wati
Abstract: Bidang keuangan masih menjadi permasalahan utama bagi Bumdesa Muncul Sari Aji. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelola Bumdesa Muncul Sari Aji dalam tata kelola laporan keuangan. &#8230; uangan.  Kegiatan ini berbasis pada metode PALS (Participatory Action Learning System) yang diwujudkan melalui tahapan persiapan, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan sevaluasi secara berkelanjutan. Penekanan pelatihan dan pendampingan diarahkan pada pembuatan laporan keuangan terhadap semua jenis usaha dan analisis kesehatan keuangan. Data diperoleh dari observasi aktivitas peserta pelatihan serta wawancara dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan pengelola laporan bidang keuangan serta mendapatkan respon yang positif dari peserta. Peserta memahami kondisi keuangan yang dikelola dan mampu memberikan pemahaman yang mendalam dari hasil pemberdayaan ini.

Bimbingan Teknis Wirausaha Baru di Kabupaten Lamongan

Evi Aulia Rachma, Kuswanto, Ratna Nurdiana, Sofia Tri Septiawati, Imam Syafi’i, Nur Fitria Wiji Astutik
Abstract: Salah satu cara berwirausaha adalah terlebih dahulu kita harus mempunyai jiwa berwirausaha dan mempunyai motivasi untuk berwirausaha, oleh karena itu perlu adanya pelatihan berwirausaha ini. Pelatihan kewirausahaan tidak&#8230; hanya membekali individu dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dan pandangan langsung tentang dunia bisnis. Tujuan  kegiatan  pengabdian kepada  masyarakat  ini  adalah  untuk  memberikan  bimbingan teknis wirausaha baru bagi masyarakat di Kabupaten Lamongan, agar nantinya bisa menjadi pelaku usaha  yang  mampu bersaing  supaya  bisa mencapai kesejahteraan. Dari hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat, peserta pelatihan merespon  secara  positif  dan  terlihat  puas.  Dapat  terlihat pula  antusiasme  peserta  untuk  menjadi wirausaha  yang  ditunjukkan  dengan  keaktifan  berpartisipasi  dalam  pelatihan.  .  Peserta  juga  telah menunjukkan  pemahaman  mereka  tentang  kewirausahaan  dan  pemasaran  yang  didukung  dengan berhasilnya mereka mempraktikkan secara  mandiri proses membuat produk baru, desain kemasan serta melakukan pemasaran secara digital.

Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Personel Wing Udara 2 Puspenerbal

Budianto, Suhartawan, Pasopati, Rommel Utungga, Simanjuntak, Nensy Megawati, Tobing, Victor Maruli Tua L.
Abstract: Tulisan ini memaparkan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan kepada personel Wing Udara 2 Puspenerbal dalam bentuk pelatihan Bahasa Inggris. Penguatan kemampuan Bahasa Inggris diperlukan untuk mendorong tiap personel&#8230; l Wing Udara 2 Puspenerbal memahami struktur bahasa asing baik dalam konteks tertulis maupun lisan. Dengan demikian, pelatihan bahasa Inggris tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa asing, namun juga mendorong kemandirian dan kepercayadirian yang lebih baik. Aspek hard skill pun dapat diperkuat melalui peningkatan soft skill. Hal tersebut dilakukan terutama dalam mendorong partisipasi aktif para personel dalam memelajari, memahami, dan mempraktikkan bahasa asing sesuai dengan perkembangan zaman secara efektif, efisien, dan relevan.