Abstract:Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada remaja karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya edukasi membuat remaja rentan terhadap informasi keliru, perilaku seksual…
sual berisiko, dan kekerasan seksual. Data KPAI menunjukkan 53% kasus kekerasan seksual dialami remaja, sedangkan DP3AP2KB tahun 2024 mencatat 35,6% kasus serupa. Data awal di SMPN 18 Padang juga menemukan 70% siswa belum memahami pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja di SMPN 18 Kota Padang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 35 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 14–21 April 2025 menggunakan kuesioner dan media audiovisual, kemudian dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,23 sebelum edukasi menjadi 12,23 setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas, sehingga sekolah disarankan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran.
Abstract:Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah…
daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.
Abstract:Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol gula darah secara…
cara rutin menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan komplikasi. Salah satu determinan kepatuhan pasien adalah dukungan keluarga, baik berupa dukungan emosional, informasional, instrumental, maupun penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Belimbing berjumlah 275 orang. Sampel penelitian sebanyak 71 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan kontrol gula darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (52,1%) dan tidak patuh dalam melakukan kontrol gula darah (52,1%). Uji Chi-square menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol gula darah. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien DM terhadap kontrol gula darah rutin. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan optimal, baik secara emosional, informasional, maupun praktis, sehingga kepatuhan pasien dapat meningkat dan risiko komplikasi diabetes dapat diminimalisir.
Abstract:Perilaku perawatan kaki yang kurang baik pada pasien diabetes melitus sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti, selalu memberikan pelembap pada sela jari kaki, menggunakan sendal jepit, berjalan tanpa alas kaki.…
i. Hal ini terjadi karena rendahnya efikasi diri. Rendahnya efikasi diri dapat dipengaruhi oleh penurunan kemampuan fisik,seperti penglihatan dan mobilitas, serta adanya penyakit (komorbiditas), membuat pasien kurang yakin untuk melakukan perawatan kaki secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Sampel sebanyak 75 responden diambil secara purposive sampling dari total 286 pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing. Pengumpulan data dilakukan pada 16 Mei-05 Juni 2025 menggunakan kuesioner efikasi diri dan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % memiliki perilaku perawatan kaki yang kurang baik dan 52% responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Diharapkan kepada pihak puskesmas dapat memberikan edukasi efikasi yang terjadwal, sehingga angka komplikasi seperti ulkus diabetikum dan amputasi dapat diminimalisir, serta kualitas hidup pasien diabetes melitus.
Abstract: Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius yang mengancam balita, dengan komplikasi berat hingga kematian. Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih jauh…
auh di bawah target yang direkomendasikan WHO (95%) dengan hanya mencapai 12,3%. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi tinggi untuk meningkatkan kepatuhan imunisasi campak demi mencegah peningkatan kasus dan komplikasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu, serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (61,5%), motivasi baik (73,1%), dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi (74%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan (p=0,045) serta motivasi ibu dengan kepatuhan (p=0,011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan imunisasi campak pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan serta dukungan keluarga untuk memperkuat motivasi ibu dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.
Abstract:Pemilahan sampah yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesehatan dan lingkungan. Dalam hal ini perlu dilakukan edukasi pada anak tentang pemilahan sampah untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak tentang pemilahan…
emilahan sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025.Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2025 dan pengumpulan data pada bulan Mei 2025. Analisis data secara univariat dan bivariat, Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre test-post test, Edukasi diberikan dengan metode ceramah dan menampilkan vidio tentang pemilahan sampah, dengan menggunakan uji wilcoxon.Rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 16,57 dan sesudah edukasi sebesar 18,97. Nilai rata-rata skor sikap sebelum edukasi dan sesudah sebesar 24,00. Terdapat perbedaan pengetahuan (p-value=0.000). dan sikap (p-value=0.007) anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025. Disarankan kepada pengurus panti kerjasama dengan puskesmas setempat untuk melakukan edukasi tentang pemilahan sampah dan mengupayakan pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomis
Abstract:Jumlah glukosa dalam darah disebut kadar gula darah. Akivitas fisik, kategori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan stres adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Stress mengubah produksi hormon kortisol,…
l, yang melawan efek insulin sehingga meningkatkan glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien Diabetes Melitus Tipe II tanpa komplikasi yang berkunjung dan memeriksakan diri di UPT Puskesmas Kota Managaisaki dari bulan Mei sampai April berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji analisis dengan uji spearman rank. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 43 responden, sebagian besar mengalami stress sedang (53,5%) dan Sebagian besar hiperglikemik (67,4%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan yang kuat antara tingkat stress terhadap kadar gula darah (p-value = 0,000) dengan nilai korelasi 0,557. Ada hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien dengan Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli.Saran: bagi UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli agar dapat melakukan penyuluhan kepada pasien tentang pentingnya menjaga pola hidup.
Abstract:Berdasarkan data BPBD Kota Padang, tercatat 198 kasus kebakaran pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 245 kasus pada tahun 2024. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memegang peran penting dalam pencegahan, penanggulangan,…
angan, hingga penyelamatan korban kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemadam Kebakaran Kota Padang dalam manajemen bencana kebakaran tahun 2025, yang mencakup aspek input (personel, sarana prasarana, pendanaan, dan kebijakan), proses (pra, saat, dan pasca bencana), serta output yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi, dilaksanakan pada Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, yaitu Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Kasi Pengawasan, Kasi Pencegahan, Kasi Operasional, Kasi Sarana dan Prasarana, dan Komandan Plenton. Data juga diperkuat melalui observasi lapangan dan telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen kebakaran oleh Pemadam Kebakaran Kota Padang telah berjalan cukup efektif, dengan koordinasi lintas instansi yang optimal. Kebijakan yang diterapkan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, masih terdapat beberapa sarana yang belum terpenuhi, serta banyak peralatan yang sudah tidak layak pakai dan sulit mendapatkan suku cadangnya. Ketersediaan dana juga terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional. Penanganan saat bencana berlangsung cukup terarah, namun tetap menghadapi kendala seperti keterbatasan armada dan alat, akses jalan yang sempit, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Secara keseluruhan, peran Pemadam Kebakaran Kota Padang dinilai cukup efektif dalam menjalankan tugasnya. Meski demikian, kendala terkait keterbatasan armada, alat rescue, akses jalan, dan partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan. Diharapkan petugas pemadam kebakaran dapat meningkatkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan personel dalam setiap tahapan manajemen bencana.
Abstract:Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rasidin padang merupakan salah satu Rumah Sakit Yang Memiliki kunjungan pasien terbanyak di Kota Padang dengan jumlah kunjungan 5.335 pasien. RSUD dr. Rasidin juga termasuk 3 dari 10 dari Rumah…
h Sakit dengan jumlah kunjungan terbanyak. Perawat merupakan tenaga kerja di rumah sakit dengan tanggung jawab memberikan pelayanan optimal pada pasien, tuntutan itu dapat menyebabkan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Jenis Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus 2025 Populasi penelitian adalah seluruh perawat instalasi rawat inap berjumlah 130 orang, dengan sampel sebanyak 51 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk menilai tingkat kelelahan kerja, serta kuesioner identitas responden terkait umur, shift kerja, dan masa kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% perawat mengalami kelelahan kerja berat, 41,2% perawat mengalami shift kerja beresiko menunjukan 49,0% yang memiliki umur beresiko dan 82,4% masa kerja lama . Analisis bivariat memperlihatkan terdapat hubungan signifikan antara shift kerja (p=0,023), umur (p=0,001), serta masa kerja (p=0,007) dengan kelelahan kerja.
Abstract:Gizi kurang atau stunting masih menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, kekurangan gizi juga berdampak terhadap kondisi kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan…
yang bergizi atau seimbang, Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi gizi buruk, stunting 21,5%, mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir, tetapi belum mencapai target nasional 14% pada tahun 2024 . Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program peningkatan gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Padang tahun 2025.Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 8 informan yang di pilih secara purposive sampling yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Pj program gizi, PJ Promosi kesehatan, Pj KIA, Kader 2 orang dan Ibu balita 2 orang. Data di kumpulkan melalui wawancara terstruktur, Observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan program gizi meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), penyuluhan tentang gizi seimbang dan pemantauan status gizi balita akan tetapi program tersebut masih belum berjalan dengan maksimal,untuk tenaga pelaksana masih belum mencukupi, dan dana masih kurang dalam melakukan penyuluhan dan untuk monitoring dan evaluasi masih belum berjalan dengan lancar karena untuk monitoring dan evaluasi ke masyarakat tidak di lakukan hanya di Puskesmas saja yaitu dengan melakukan PKP Penilaian Kinerja Puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan perlunya peningkatan status gizi balita untuk meningkatkan tumbuh kembang balita.