Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mengenai bahaya game online melalui pendidikan hadis di Desa Padang Tualang. Maraknya penggunaan game online di kalangan anak-anak dan…
an remaja telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan, penurunan prestasi akademik, dan gangguan kesehatan mental. Pendidikan hadis menjadi salah satu pendekatan efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai Islam terkait pengelolaan waktu dan perilaku positif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hadis dalam program pendidikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dampak buruk game online serta mendorong perilaku yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi peran tokoh agama, dukungan keluarga, dan pendekatan berbasis komunitas. Kendala yang dihadapi antara lain rendahnya minat belajar hadis di kalangan anak muda serta kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan program edukasi berbasis nilai-nilai Islam guna menekan dampak negatif game online.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep Wahdatul Ulum (Kesatuan Ilmu) dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan fokus pada studi kasus di komunitas pedesaan. Wahdatul Ulum mengedepankan integrasi…
rasi berbagai disiplin ilmu, baik ilmu kesehatan, sosial, maupun budaya, untuk menghasilkan solusi holistik dalam mengatasi permasalahan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di salah satu desa di Indonesia, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Wahdatul Ulum dapat memperkuat kolaborasi antara tenaga medis, masyarakat, dan pemerintah lokal, sehingga tercipta program kesehatan yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan lokal. Pendekatan ini juga terbukti dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan, memperkuat nilai-nilai sosial, dan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan berbasis Wahdatul Ulum untuk menciptakan solusi kesehatan yang berkelanjutan dan kontekstual di daerah pedesaan.
Abstract:Terdapat tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0, di mana kemajuan teknologi dan informasi membawa dampak kompleks bagi masyarakat Indonesia. Era digital tidak hanya…
mempermudah akses terhadap ajaran agama, tetapi juga menghadirkan budaya baru, seperti individualisme maupun konsumerisme, serta memicu penyebaran informasi yang menyesatkan sehingga dapat mengganggu keharmonisan masyarakat. Munculnya sikap individualisme dan budaya konsumerisme dapat mengikis rasa empati dan kepedulian sosial, yang berdampak pada penurunan moral dan ancaman terhadap persatuan bangsa. Untuk menangani tantangan ini, tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, khususnya pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0 dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat. Metode yang digunakan yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan data/infprmasi dari literatur yang relevan, termasuk buku, artikel, dan dokumen terkait. Analisa data akan diterapkan pendekatan komparatif terhadap berbagai literatur dan sumber yang relevan. Hasi pembahasan menemukakan bahwa dalam pengamalan Pancasila Sila Pertama perlu adanya semangat mewujudkan strategi komprehensif yang meliputi: pendidikan karakter yang Pancasilais, penguatan nilai-nilai keagamaan yang kondusif, dan peningkatan literasi digital yang kritis. Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, dengan menghidupi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari, maka setiap orang akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada sesama karena menganggap semua manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang wajib dihargai, sehingga secara bersama-sama dapat mewujudkan keharmonisan yang utuh di tengah kemajemukan masyarakat.
Abstract:Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peranan penting dalam membentuk karakter bangsa dan menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Di tengah dinamika politik dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks,…
s, Pancasila hadir sebagai landasan untuk menyatukan keberagaman dan mengatasi ketegangan yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Pancasila dapat berperan sebagai solusi dalam menjembatani permasalahan politik dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan analitik deskriptif, mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila, dengan lima sila yang terkandung di dalamnya, memiliki potensi besar untuk meredam polarisasi politik, memperkuat kesatuan bangsa, dan mendorong terciptanya kebijakan ekonomi yang adil dan merata. Pancasila juga dapat menjadi pedoman dalam menciptakan stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan. Sebagai kesimpulan, Pancasila bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai landasan praktis yang mampu menghadapi tantangan politik dan ekonomi di Indonesia, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif masyarakat.
Abstract:Sebagai filosofi utama negara Indonesia, Pancasila memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Ini adalah penelitian tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila berkontribusi pada…
a pengembangan dan inovasi teknologi yang berkelanjutan, bermartabat, dan bermoral. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai landasan filosofis dan moral untuk kemajuan teknologi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur. Pancasila tidak sekadar menjadi filosofi statis, melainkan kerangka dinamis untuk memandu pengembangan IPTEK di era digital dan transformasi teknologi yang semakin kompleks. Studi ini menunjukkan bagaimana setiap sila dapat diterjemahkan menjadi prinsip-prinsip etis dalam inovasi teknologi, mulai dari pertimbangan moral dan spiritual hingga aspek kemanusiaan yang inklusif. Kajian mendalam menunjukkan bahwa Pancasila dapat berfungsi sebagai kompas etis 2 yang dapat mengarahkan kemajuan teknologi agar tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
Abstract:Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan zaman. Ini membahas urgensi moral Pancasila dalam…
membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menelusuri nilai-nilai dasar Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, penelitian ini menggali bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat moralitas generasi muda Indonesia. Di samping itu, pembahasan ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menginternalisasi moral Pancasila serta pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing. Dengan demikian, penguatan moral Pancasila menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berkemajuan.
Abstract:Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah mencerminkan dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sebagai dasar negara,…
Pancasila diharapkan dapat menjadi pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan menilai keselarasan antara prinsip-prinsip Pancasila dan kebijakan serta praktik pemerintahan yang ada, melalui analisis konstitusi, undang-undang, dan dinamika politik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem pemerintahan Indonesia secara teoretis mengadopsi nilai-nilai Pancasila, dalam praktiknya masih terdapat sejumlah ketidaksesuaian, terutama dalam hal implementasi
demokrasi, keadilan sosial, dan pengelolaan kekuasaan. Oleh karena itu, meskipun dasar negara telah jelas, penguatan pengamalan Pancasila dalam sistem pemerintahan masih perlu dilakukan agar tujuan nasional dapat tercapai secara maksimal.
Abstract:Sebagai akibat dari dampak globalisasi terhadap budaya, sosial, ekonomi, dan politik di seluruh dunia, identitas nasional di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menghadapi bahaya. Sebagai filosofi bangsa, Pancasila menghadapi…
dapi kesulitan untuk tetap relevan di tengah perubahan dunia. Studi ini menyelidiki peran strategis Pancasila dalam mempertahankan identitas nasional dan nilai-nilainya di era globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila dapat menjadi filter budaya yang dinamis dan menyerap perubahan dunia tanpa kehilangan jati diri Indonesia. Ini dicapai melalui metode kualitatif yang menggunakan studi literatur dan kuisioner dari masyarakat. Pancasila dapat memperkuat kohesi sosial, kebijakan publik, dan pendidikan sambil mengatasi tantangan modernisasi dan fragmentasi identitas melalui reinterpretasi kontekstual.
Abstract:Pancasila sebagai sumber hukum bangsa Indonesia,yang terdiri dari 5 sila,Pancasila juga mengalami perkembangan agar tetap sesuai dengan kemajuan teknologi,politik,dan budaya di Indonesia.Pancasila mengatur segala unsur dari…
ari bangsa Indonesia,yaitu masyarakat serta seluruh wilayah nya.Pancasila memiliki nilai nilai penting dan dijadikan sebagai tuntunan masyarakat dalam berperilaku.Maka dari itu Pancasila diartikan sebagai landasan hukum negara Indonesia.
Kata Kunci: Pancasila, Orde Lama
Abstract:Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi…
api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.
Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting.
Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan."
Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."