Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2025

Ayu Trinanda, Amelia Susanti, Edo Gusdiansyah
Abstract: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dalam minum obat untuk mencegah kekambuhan. Namun, fenomena yang sering terjadi di lapangan adalah rendahnya tingkat… kat kepatuhan pasien skizofrenia dalam menjalani terapi farmakologis. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga. Keluarga sebagai support system utama berperan penting dalam proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Pengumpulan data dilakukan selama 11 hari yaitu tanggal 14 Juli- 24 Juli 2025. Populasi penelitian ini sebanyak 234 dengan sampel sebanyak 70 pasien Skizofrenia yang menjalani pengobatan menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Instrument Kepatuhan Minum Obat yang digunakan adalah kuisoner Morisky Medication Adherene Scale (MMAS-8) dan instrument Dukungan Keluarga. Analisa dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 65,7% responden kurang patuh dalam minum obat dan 52,9% memiliki keluarga kurang mendukung. Uji Bivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat (p-value=0,002). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Diharapkan perawat jiwa di Puskesmas dapat memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya patuhan minum obat kepada keluarga pasien skizofrenia.

Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang

Anggia Flosty Amarha, Sari Indah Kesuma, Conny Oktizulvia
Abstract: Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya&#8230; a personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.

Hubungan Penggunaan Media Sosial (Tiktok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Sman 2 Palu

Dinda Fradina Putri, Sisilia Ramang, Widyawati L. Situmorang
Abstract: Remaja sangat rentan mengalami gangguan pola tidur yang buruk salah satu penyebabnya yaitu penggunaan media sosial dapat mengakibatkan gangguan pola tidur, penglihatan serta gangguan psikologis seperti stress dan depresi,&#8230; , tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 644 orang jumlah sampel 86, dengan teknik pengambilan sampel Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dari 86 responden (siswa) Uji yang dipakai adalah  uji chi square, dengan hasil penelitian mayoritas responden yaitu 72,1%, menunjukkan pengunaan TikTok yang aktif sebanyak 62 responden, dimana terdiri dari 37 orang (43,0%) yang berpendapat bahwa tidak terdapat gangguan pola tidur atau memiliki pola tidur yang baik, dan berdasarkan hasil uji chi square, didapatkan p value: 0,000 (p value ≤ 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Kesimpulan sebagian besar Penggunaan Media Sosial (TikTok) secara aktif Pada Remaja SMAN 2 Palu dan sebagian besar Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu masuk pada ketori buruk. Saran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan peneliti selanjutnya sebagai masalah baru yang dapat diteliti yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan terutaman kualitas tidur remaja karena kualitas tidur yang baik dapat meningkatan kestabilan emosional.

Faktor Determinan Kejadian Overweight Dan Obesitas Anak Usia 24 -59 Bulan Di Provinsi Bangka Belitung

Afifa Naura Harahap, Sumardiyono, Nur Hafidha Hikmayani
Abstract: Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah&#8230; daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2025

Anisa Nabila Putri, Rika Syafitri, Setiadi Syarli
Abstract: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol gula darah secara&#8230; cara rutin menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan komplikasi. Salah satu determinan kepatuhan pasien adalah dukungan keluarga, baik berupa dukungan emosional, informasional, instrumental, maupun penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Belimbing berjumlah 275 orang. Sampel penelitian sebanyak 71 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan kontrol gula darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (52,1%) dan tidak patuh dalam melakukan kontrol gula darah (52,1%). Uji Chi-square menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol gula darah. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien DM terhadap kontrol gula darah rutin. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan optimal, baik secara emosional, informasional, maupun praktis, sehingga kepatuhan pasien dapat meningkat dan risiko komplikasi diabetes dapat diminimalisir.

Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Kota Padang

Insyra Inaya Putri, Ledia Restipa, Helmanis Suci
Abstract: Lansia (lanjut usia) orang yang berusia ≥60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi salah satunya mengalami fungsi penurunan jantung (perubahan fungsional) atau tekanan darah tinggi. Ini adalah masalah&#8230; salah kesehatan umum yang bisa berdampak serius jika tidak dikelola dengan baik. Kota Padang tahun 2023 mencatat kejadian hipertensi mencapai 165.555 jiwa dan Puskesmas Belimbing pada tahun 2023 penderita hipertensi mencapai 4895 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data penelitian dilakukan dari tanggal 7-21 Juli 2025 di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia melakukan kunjungan ke Puskesmas Belimbing dari bulan Mei-Juli sebanyak 473 lansia, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 41 responden. Data dikumpul melalui rekam medik dan menggunakan kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square. Hasil penelitian banyak didapatkan (48.8%) mengalami krisis hipertensi dan (29.3%) hipertensi stadium II, banyak didapatkan (39%) mengalami stres berat dan (34.1%) mengalami stres sedang. Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025 (p=0,001). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan Kepada tenaga kesehatan Puskesmas agar melibatkan keluarga dalam perawatan lansia hipertensi dan melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal sebulan sekali. Keluarga diharapkan aktif mengelola stres lansia dengan dukungan emosional, lingkungan tenang, serta mendorong relaksasi dan aktivitas fisik ringan.

Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang

Leni Marlina, Delima, Nizwardi Azkha
Abstract:  Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius yang mengancam balita, dengan komplikasi berat hingga kematian. Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih jauh&#8230; auh di bawah target yang direkomendasikan WHO (95%) dengan hanya mencapai 12,3%. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi tinggi untuk meningkatkan kepatuhan imunisasi campak demi mencegah peningkatan kasus dan komplikasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu, serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (61,5%), motivasi baik (73,1%), dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi (74%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan (p=0,045) serta motivasi ibu dengan kepatuhan (p=0,011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan imunisasi campak pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan serta dukungan keluarga untuk memperkuat motivasi ibu dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Peserta Yang Berkunjung Di BPJS Kc Padang Tahun 2024

Nadila Restu, Nurul Prihastita Rizyana, Bermansyah
Abstract: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program kesehatan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014. Permasalahan yang harus diperhatikan BPJS KC Padang&#8230; adang adalah mengukur kualitas pelayanan. Berdasarkan ulasan website komentar tentang pelayanan di BPJS Kesehatan KC Padang menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan peserta BPJS Kesehatan KC Padang Tahun 2024. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus tahun 2024 di BPJS KC Padang. Populasi penelitian yaitu peserta yang berkunjung di BPJS KC Padang bulan Juli-Agustus sebanyak 912.242. Jumlah Sampel sebanyak 100 responden dengan teknik accidental sampling.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 52% menyatakan kualitas pelayanan tidak bermutu, 59% menyatakan tidak puas terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan (p value = 0.000), ditemukan hubungan pada dimensi  kualitas dengan kepuasan  pada dimensi keandalan (0,000), daya tanggap (0,002), Jaminan (0,009) kepedulian(0,003) dan ditemukan tida ada hubungan pada dimensi kualitas dengan kepuasan pada dimensi bukti fisik (1,000) dengan kepuasan Peserta BPJS. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan peserta BPJS. Disarankan untuk perlu peningkatan fasilitas kenyamanan, penerapan sistem antrian elektronik melalui aplikasi pendaftaran online atau tiket digital untuk mengurangi penumpukan pasien. Penambahan jumlah petugas frontliner juga penting untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan pelayanan yang lebih cepat.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dan Peran Kader dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kelurahan Batipuh Panjang Anak Air Kota Padang Tahun 2025

Aulia Putri Monika, Gusrianti, Fadhilatul Hasnah
Abstract: Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2024, prevalensi stunting di dunia mencapai 149 juta anak (22%). Di Indonesia, angka stunting masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Di Kota Padang, data Dinas Kesehatan tahun&#8230; ahun 2023 menunjukkan prevalensi di Puskesmas Anak Air sebesar 9,24%. Stunting merupakan masalah kesehatan yang krusial yang mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif serta potensi produktivitas masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan peran kader dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Batipuh Panjang Anak Air Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Agustus tahun 2025. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sebanyak 634 orang. Waktu pengumpulan data di lakukan pada 12 Juli s/d 23 Agustus 2025, dengan sampel 85 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% balita mengalami stunting, 56,5% ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 45,9% kader memiliki peran kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita (p=0,049). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader dengan kejadian stunting pada balita (p=0,122). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Diharapkan Puskesmas Anak Air dapat memberikan informasi dan masukan terkait faktor-faktor penyebab stunting pada balita

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Perawat RSUD dr. Rasidin Padang

Orien Tiara Putri, Nurul Prihastita Rizyana, Febriyanti Nursya
Abstract: Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rasidin padang merupakan salah satu Rumah Sakit Yang Memiliki kunjungan pasien terbanyak di Kota Padang dengan jumlah kunjungan 5.335 pasien. RSUD dr. Rasidin juga termasuk 3 dari 10 dari Rumah&#8230; h Sakit dengan jumlah kunjungan terbanyak. Perawat merupakan tenaga kerja di rumah sakit dengan tanggung jawab memberikan pelayanan optimal pada pasien, tuntutan itu dapat menyebabkan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Jenis Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus 2025 Populasi penelitian adalah seluruh perawat instalasi rawat inap berjumlah 130 orang, dengan sampel sebanyak 51 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk menilai tingkat kelelahan kerja, serta kuesioner identitas responden terkait umur, shift kerja, dan masa kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% perawat mengalami kelelahan kerja berat, 41,2% perawat mengalami shift kerja beresiko menunjukan 49,0% yang memiliki umur beresiko dan 82,4% masa kerja lama . Analisis bivariat memperlihatkan terdapat hubungan signifikan antara shift kerja (p=0,023), umur (p=0,001), serta masa kerja (p=0,007) dengan kelelahan kerja.