Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025

Vionanda Maharani Putri, Gusni Rahma, Usmar Ali
Abstract: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan tertib administrasi di fasilitas kesehatan. Di Sumatera Barat, sebagian besar dari 270 Puskesmas telah menggunakan… RME, namun sekitar 10 belum mengimplementasikannya. Puskesmas Ambacang mulai menerapkan RME pada 1 Januari 2023 dengan aplikasi ePuskesmas, diperbarui menjadi ePuskesmas NG, dan sejak 1 Juni 2024 beralih ke ePuskesmas Klaster. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan RME pasien rawat jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara, observasi, dan checklist terhadap lima informan (Kepala Tata Usaha, dokter, perawat, kepala unit, dan petugas rekam medis), penelitian dilakukan pada Maret–Agustus 2025. Hasil menunjukkan penerapan RME berjalan cukup baik dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan, ketersediaan sarana, prasarana, dan kebijakan, meski terkendala jaringan dan server. Pendanaan bersumber dari anggaran rutin. Pencatatan dan pelaporan dilakukan melalui ePuskesmas Klaster, namun pencatatan manual masih digunakan saat sistem bermasalah. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan. Kelengkapan data pasien dalam RME baru mencapai 62,58%, belum memenuhi target nasional. Kendala utama meliputi keterbatasan SDM, gangguan teknis, dan kelengkapan data. Disarankan peningkatan pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan optimalisasi jaringan agar penerapan RME lebih efektif dan berkelanjutan.

Penerapan Relaksasi Nafas Dalam Dan Hypnosis 5 Jari Pada Pasien Anak Abses Punggung Scapula Dengan Nyeri Akut

Manna Azzukhruf Dwi Ratna, Triani Rahmadewi
Abstract: Latar belakang Abses punggung scapula pada anak merupakan masalah infeksi kulit dan jaringan lunak yang berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup pasien. Dampak utama yang dirasakan adalah… ah nyeri akut, demam, gangguan tidur, dan ketidaknyamanan yang berpotensi mengganggu aktivitas harian anak. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan komprehensif pada pasien anak dengan abses scapula yang mengalami nyeri akut serta mengevaluasi efektivitas intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari dalam manajemen nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik,,analisis rekam medis dengan menggunakan SDKI,SLKI dan SIKI. Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi selama tiga hari, skala nyeri pasien menurun dari 6 menjadi 3, pasien tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan mulai kembali beraktivitas ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi manajemen nyeri farmakologis dan nonfarmakologis mampu menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kenyamanan, serta mempercepat proses pemulihan. Saran bagi rumah sakit adalah memperkuat program pelatihan perawat dalam penggunaan intervensi nonfarmakologis, serta melakukan standarisasi protokol manajemen nyeri berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada kasus infeksi pediatrik.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cerdik Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2025

Selsa Fadilla, Wilda Tri Yuliza, Afzahul Rahmi
Abstract: Hipertensi merupakan penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal yang banyak menyerang lansia. Salah satu strategi pencegahan adalah penerapan perilaku CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin… in aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, dan Kelola stres), belum semua lansia menerapkan perilaku CERDIK secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang berumur 60-74 tahun yang berkunjung ke  Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang dengan sampel sebanyak 96 orang dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus, pengumpulan data pada tanggal 26 Mei - 5 Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui wawancara langsung dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,8% lansia memiliki perilaku CERDIK kurang baik, 37,5% lansia memiliki tingkat pengetahuan rendah, 47,9% lansia memiliki akses informasi yang kurang baik dan 37,5% lansia memiliki dukungan keluarga yang kurang baik. Hasil uji statistik  didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,00) dan akses informasi (p = 0,026) dengan perilaku CERDIK. Namun, tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku CERDIK (p = 0,669). Tingkat pengetahuan dan akses informasi merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia. Diperlukan peningkatan edukasi dan penyediaan informasi kesehatan yang mudah diakses bagi keluarga lansia sebagai bagian dari intervensi promotif di tingkat puskesmas.   Kata Kunci : Hipertensi,  lansia, perilaku CERDIK   Abstract   Hypertension is a non-communicable disease that often attacks the elderly and is the main cause of serious complications such as stroke and kidney failure. One of the prevention strategies recommended by the government is the implementation of CERDIK behavior (Check health, Eliminate cigarette smoke, Be diligent in physical activity, Healthy diet, Get enough rest, and Manage stress). However, not all elderly people implement this behavior optimally. This study aims to determine the factors related to CERDIK behavior in efforts to prevent hypertension in the elderly at the Lubuk Buaya Health Center, Padang City.This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population was all elderly people aged 60-74 years and over who visited the Lubuk Buaya Health Center, Padang City with a sample of 96 elderly people selected by accidental sampling. The research was conducted in March-August. Data collection was carried out on 25 Mei – 6 Juni 2025. Data were collected using a questionnaire through direct interviews and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test.The results of the study showed that 45.8% of elderly people had poor CERDIK behavior, 37.5% of elderly people had low levels of knowledge, 47.9% of elderly people had poor access to information and 37.5% of elderly people had poor family support. The results of statistical tests showed that there was a relationship between the level of knowledge (p = 0.000) and access to information (p = 0.026) with CERDIK behavior. However, there was no relationship between family support and CERDIK behavior (p = 0.669). Knowledge and access to information are factors associated with CERDIK behaviors in preventing hypertension in the elderly. Improved education and the provision of easily accessible health information for families of the elderly are needed as part of promotive interventions at the community health center level.

Faktor Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Batu Gadang Kota Padang Tahun 2025

Septian Dwi Rahmat, Afzahul Rahmi, Dian Paramitha Asyari
Abstract: Program bank sampah merupakan salah satu inisiatif untuk mengelola sampah secara efektif melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi… i dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program bank sampah di Kelurahan Batu Gadang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, teknik pengumpulan data  yaitu wawancara yang melibatkan 99 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,5% masyarakat kurang dalam partisipasi bank sampah,  62,6% masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang, 52,5% yang memiliki sikap negatif , dan 35,4%  masyarakat yang memiliki persepsi kurang. Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), sikap (p =0,006) dengan partisipasi masyarakat dan terdapat hubungan antara persepsi dengan partisipasi masyarakat (p=0,030). Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah, motivasi ekonomi, serta dukungan sosial dari pemerintah dan masyarakat sekitar berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Selain itu, kesadaran lingkungan yang tinggi dan adanya insentif ekonomi berupa uang atau barang turut meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kota Padang Tahuun 2025

Mustika Anjeli, Zudarmi, Wilda Tri Yuliza
Abstract: Jumlah kasus kecelakaan terjadi di indonesia tercatat sebanyak 370.747 kasus 6.053 kasus kecelakaan kerja ditemukan di Sumatera Barat. Kecelakaan kerja merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi petugas pemadam kebakaran… karan mengingat tingginya tuntutan fisik, lingkungan kerja yang berbahaya, serta keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang pada bulan Maret- Agustus 2025 . Populasi penelitian adalah seluruh petugas pemadam kebakaran di Kota Padang sebanyak 132 orang, dengan sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,6% petugas pernah mengalami kecelakaan kerja. Sebanyak 15,8% petugas memiliki tingkat pengetahuan rendah, 31,6% mengalami kelelahan kerja berat, dan 33,3% tidak menggunakan APD saat bertugas. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kelelahan kerja (p=0,000) dan penggunaan APD (p=0,001) dengan kejadian kecelakaan kerja. Namun, tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan kecelakaan kerja (p=0,124). Kelelahan kerja dan penggunaan APD berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran. Disarankan agar Dinas Pemadam Kebakaran meningkatkan pengawasan penggunaan APD, memberikan jadwal kerja yang seimbang, serta melaksanakan pelatihan rutin untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Tahun 2025

Suci Fitria Yusva, Syalvia Orestie, Nurul Prihastita Rizyana
Abstract: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala, namun berdampak serius terhadap kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.… l ginjal. Prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia sehingga kelompok lanjut usia (lansia) menjadi yang paling rentan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menunjukkan Puskesmas Belimbing memiliki jumlah kasus hipertensi tertinggi, yaitu 12.755 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–September 2025 dengan sampel 95 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 95 responden, sebanyak 61,1% responden mengalami hipertensi, sebanyak 46,3% memiliki aktivitas fisik kurang, sebanyak 55,8% memiliki perilaku merokok berat, dan 64,2% mengalami keluhan stress berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan aktivitas fisik (p=0,000) dan perilaku merokok (p=0,009) dengan kejadian hipertensi pada lansia, sedangkan keluhan stress (p=0,153) tidak terdapat hubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik dan perilaku merokok merupakan faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia dengan mendorong perubahan gaya hidup sehat.

Pengaruh Pemberian Ikan Gabus (Channa Striata) Terhadap Penyembuhan Luka Sectio Caesarea Pada Ibu Postpartum

Jihan Mutia, Khalisah Rahmadiyana, Khoiriyyah, Laeliyah Kodriatul Fadillah, Mohamad Jalal Hambali, Nuryani
Abstract: Abstrak Pendahuluan: Sectio caesarea merupakan suatu proses kelahiran janin melalui jalur abdominal (laparatomi) yang memerlukan insisi pada uterus (histerotomi). Post partum adalah waktu yang dimulai setelah plasenta lahir… lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu. Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai kandungan albumin tinggi dan memiliki berbagai fungsi untuk kesehatan karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian ikan gabus untuk penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu post partum. Metode: Metode literature review ini dilakukan melalui pencarian artikel secara menyeluruh dengan pendekatan PICO (Patient, Intervention, Comparison, dan Outcome). Hasil penelitian: Hasil penelusuran literatur menunjukkan terdapat 56 artikel publikasi periode 2020–2025 dalam format full text yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh artikel tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi ikan gabus berperan dalam mempercepat penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu postpartum. Kesimpulan: Berdasarkan 15 literature yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus (Channa Striata) terhadap penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu postpartum.

Pengaruh Senam Hipertensi Dan Konsumsi Buah Semangka Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Penderita Hipertensi

Okti Ariyani, Alfika Safitri, Sapii, Nurul Sapitri, Siti Diyani, Muhammad Miftahul Ilmi, Siti Khaerunnisa
Abstract: Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis yang umum terjadi di masyarakat dan menjadi faktor risiko utama bagi berbagai gangguan kardiovaskular. Pengelolaan hipertensi tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, tetapi… api juga melibatkan pendekatan non-farmakologis seperti aktivitas fisik yang rutin dan pola makan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak senam hipertensi dan konsumsi buah semangka terhadap penurunan tekanan darah pada individu yang menderita hipertensi. Metode yang digunakan ialah desain studi kasus deskriptif. Subjek pada penelitian ini ialah 23 penderita hipertensi di wilayah Kp. Bayur Rw 4 Kelurahan Periuk Jaya. Implementasi  dilakukan  3  kali  dalam  1 minggu  dengan  durasi  20 menit. Hasil didapatkan tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi sebanyak 3 orang (13%) dan tingkat pengetahuan dengan kategori baik sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi didapatkan sebanyak 23 orang (100%). Kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan tentang hipertensi efektif meningkatkan tingkat pengetahuan responden. Sebelum intervensi, hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan, seluruh responden (100%) menunjukkan peningkatan pengetahuan ke kategori baik.

Tinjauan Hukum Administrasi Negara Terhadap Efektivitas Pemungutan Retribusi Sampah Berdasarkan Perda Bangkalan No. 1 Tahun 2024

Fitron, Dimas Fian Wahyu Mahardika
Abstract: AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pemungutan retribusi pelayanan persampahan di Kabupaten Bangkalan pasca berlakunya Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi… ribusi Daerah. Melalui pendekatan Hukum Administrasi Negara, kajian ini membedah keabsahan wewenang, instrumen yuridis, dan hambatan operasional Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan. Analisis dilakukan dengan menerapkan teori kewenangan Philipus M. Hadjon, teori instrumen pemerintahan Ridwan HR, serta teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rencana penerapan retribusi sampah bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis sebesar dua ratus ribu rupiah per bulan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2024 dan Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2025 belum berjalan efektif. Tingkat kepatuhan wajib retribusi sangat rendah karena hanya sekitar dua puluh pelaksana yang melakukan pembayaran. Penyebab utama meliputi ketidakjelasan skema pelayanan akibat tarif yang tidak mencakup biaya pengangkutan sampah, kelumpuhan infrastruktur di Tempat Pemrosesan Akhir Buluh, dan lemahnya penegakan sanksi administratif oleh aparat pemungut. Situasi ini memicu tindakan kedinasan non-prosedural serta konflik sosial-ekologis dengan masyarakat desa setempat. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, diperlukan klarifikasi skema pelayanan yang mencakup seluruh komponen biaya, rehabilitasi infrastruktur pemrosesan sampah, serta penguatan penegakan sanksi administratif untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas pemungutan retribusi. Kata Kunci: Hukum Administrasi Negara; Retribusi Sampah; Efektivitas Hukum; Kabupaten Bangkalan. AbstractThis study aims to examine the effectiveness of waste service retribution collection in Bangkalan Regency following the enactment of Bangkalan Regency Regional Regulation Number 1 of 2024 concerning Regional Taxes and Retributions. Using an Administrative Law approach, this research analyzes the legitimacy of authority, juridical instruments, and operational obstacles faced by the Environmental Agency of Bangkalan Regency. The analysis applies Philipus M. Hadjon’s theory of authority, Ridwan HR’s theory of government instruments, and Soerjono Soekanto’s theory of legal effectiveness. The findings reveal that the planned implementation of a waste retribution fee of two hundred thousand rupiah per month for kitchens under the Free Nutritious Meals Program (Program Makan Bergizi Gratis), based on Regional Regulation Number 3 of 2024 and Regent Regulation Number 9 of 2025, has not been effective. The level of compliance among retribution payers remains very low, with only approximately twenty operators making payments. The main causes include unclear service schemes due to tariffs that do not cover waste transportation costs, the dysfunction of infrastructure at the Buluh Final Processing Site (Tempat Pemrosesan Akhir Buluh), and weak enforcement of administrative sanctions by collection officers. This situation has triggered non-procedural administrative actions and socio-ecological conflicts with local village communities. To address these issues, it is necessary to clarify the service scheme to include all cost components, rehabilitate waste processing infrastructure, and strengthen the enforcement of administrative sanctions in order to improve compliance and the overall effectiveness of retribution collection. Keywords: Administrative Law; Waste Retribution; Legal Effectiveness; Bangkalan Regency.

Analisis Faktor dan Konsep Keamanan Sistem Informasi dalam Menghadapi Ancaman Siber

Nasywa Nabilah Yuliana Tangka, Ririn, Yustian Servanda
Abstract: abstrak: Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas, seperti pendidikan, bisnis, dan komunikasi. Namun, perkembangan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya ancaman siber yang dapat… apat membahayakan keamanan sistem informasi dan data pengguna. Berbagai bentuk ancaman seperti phising, malware, ransomware, dan pencurian data menjadi masalah yang sering terjadi di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan sistem informasi serta memahami konsep keamanan yang dapat diterapkan dalam menghadapi ancaman siber. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan mempelajari berbagai sumber yang berkaitan dengan keamanan sistem informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia, penggunaan teknologi, dan rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital menjadi penyebab utama meningkatnya ancaman siber. Selain itu, penerapan konsep keamanan seperti Confidentiality, Integrity, dan Availability (CIA Triad) dapat membantu meningkatkan perlindungan data dan sistem informasi dari berbagai ancaman digital.