Search Articles & Publications

Showing 1740 articles found for "Ajar"

Laporan Kasus Terapi Generalis Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Pada Pasien S

Tri Rahayu Nur Jannah, Mamnuah
Abstract: Gangguan jiwa merupakan perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan atau terdistorsi. gejala gangguan jiwa kadang-kadang bisa kembali atau memburuk… mburuk yang lebih dikenal dengan istilah "kambuh". Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien jiwa dari tahap pengkajian sampai dengan tahap evaluasi. Subjek laporan ini adalah pasien dengan gangguan jiwa dengan diagnosa gangguan persepsi sensori pendengaran. Instrumen yang digunakan dalam asuhan keperawatan ini adalah format ceklist kemampuan pasien dalam terapi generalis (menghardik, bercakap-cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat). Jumlah populasi pada asuhan keperawatan adalah 1 pasien dengan kriteria pasien bersedia menjadi subjek, pasien kooperatif, mau mengikuti kegiatan dan pasien tidak memiliki keterbatasan fisik. Hasil penelitian menunjukan setelah dan sebelum dilakukan intervensi terdapat perbedaan pada pasien halusinasi pendengaran. Setelah dilakukan intervensi terapi generalis (menghardik, bercakap cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat) terjadi peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dan penurunan tanda gejala. Penanganan yang dilakukan menunjukkan tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi serta mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi pasien setelah melakukan terapi yang sudah diajarkan. Saran untuk penelitian lebih lanjut agar melakukan penelitian lebih dari 1 pasien, bina hubungan saling percaya (BHSP) lebih lama dengan pasien, mengkaji permasalahan yang dialami pada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran, serta bisa melakukan pendekatan jangka panjang yang melibatkan dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Pada Anak Prasekolah Di TK Dharma Wanita

Lullu Lillah, Agnes Erlita Distriani Patade, Elifa Ihda Rahmayanti
Abstract: Pentingnya sosialisasi bagi setiap anak menjadi tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk mengajarkan dan mewariskannya kepada anak-anak. Namun, saat ini masih banyak orang tua, masyarakat dan pemerintah&#8230; yang mengabaikan proses sosialisasi yang dialami oleh anak- anak. Akibatnya anak-anak tersebut kurang memahami perbedaan antara yang baik dan yang buruk. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada orang tua yang ada saat mengantar anaknya  sekolah, dari 3 orang orang tua menyatakan tidak memahami bagaimana menilai kemampuan sosialisasi anak yang baik. Tujuan penelitian dianalisis adanya hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak prasekolah di TK Dharna Wanita Desa Lombonga . Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu (Total Sampling). Hasil Penelitian  dari 35 responden dengan menggunakan analisis Uji Chi-square diperoleh p-value =0.004 <p=0.05. Simpulannya ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak prasekolah di TK Dharma Wanita Desa Lombonga. Saran  diharapkan lebih meningkatkan penerapan pola asuh yang baik dan benar terutama untuk masyarakat atau orang tua anak prasekolah ilmu pengetahuan dalam memberikan pola asuh anak yang baik dan benar, sehingga orang tua dapat memberikan pengasuhan yang tepat bagi anak.   Kata Kunci : Pola Asuh, Kemampuan Sosialisasi

Hubungan Antara Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMAN 11 Kabupaten Tangerang

Amelia Ajeng Ayuningdyah, Inna Solihati Embrik, Ayu Pratiwi
Abstract: Pendahuluan: Kualitas tidur sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental khususnya pada remaja. Kualitas tidur adalah kemampuan seseorang untuk tetap tertidur dan mendapatkan tingkat tidur REM dan NREM yang sesuai.&#8230; Dampak dari adanya penurunan kualitas tidur tersebut yang dapat mempengaruhi konsentrasi dalam belajar. Sleep hygiene merupakan upaya promosi kesehatan tidur yang terdiri dari serangkaian rekomendasi lingkungan dan perilaku tidur, untuk menciptakan kualitas tidur yang optimal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Desain penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik sampel: Teknik yang digunakan teknik probability sampling dengan cara proportional random sampling dengan jumlah responden 102 orang. Analisis data: Menggunakan analisis univariat, bivariat dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di SMAN 11 Kabupaten Tangerang square menunjukkan bahwa ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja memiliki p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan dan saran: Sebagian besar responden tingkat sleep hygiene dan kualitas tidur dominan buruk. Diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan menerapkan sleep hygiene yang baik karena akan berdampak pada kualitas tidur sehingga tidak berdampak pada konsentrasi belajar di sekolah.

Pengaruh Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Anak Kelas V Di SDN 04 Tigaraksa

Amalia Wafiq Hazizah, Inna Solihati Embrik, Ayu Pratiwi
Abstract: Latar Belakang: Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar pada (2018) (Riskesdas) yang dilakukan terhadap konsumsi makanan pada 35.000 anak usia sekolah dasar, ditemukan bahwa sebanyak 26% anak Indonesia hanya minum air putih,&#8230; ih, teh, susu saat sarapan, dan sebesar 44,6% anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% angka kebutuhan gizi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar di SD Negeri 04 Tigaraksa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan metode random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 96 orang. Hasil penelitian: hasil penelitian ini menunjukan mayoritas responden memiliki sarapan pagi kurang sebanyak 52 responden (54,2%) sedangkan mayoritas responden yang memiliki sarapan baik sebanyak 44 responden (45,8%). Dari hasil chi-square bahwa p-value 0,000<0,005 maka diperoleh hasil yang signifikan yaitu 0,000.  Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar di SD Negeri 04 Tigaraksa.

Hubungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stress Pada Remaja

Ahmad Syehifi, Eka Noviana Nasriyanto, Cici rosnita J.idu
Abstract: Latar Belakang: Stres merupakan suatu kondisi tertekan yang disebabkan adanya ketidak sesuaian antara tuntutan yang diterima oleh individu dengan kemampuan untuk mengatasinya. Dukungan sosial teman sebaya memiliki dampak&#8230; positif bagi remaja, berupa kenyamanan secara fisik dan psikologis sehingga individu merasa dicintai,diperhatikan, dan dihargai sebagai bagian dari kelompok social. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Belajar Pada Remaja di SMK AZ-AZHRA Kabupaten Tangerang. Metode penelitian: penelitian yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji chi-square dengan teknik random sampling sebanyak 146 responden dari SMK Az-Zahra. Hasil: Hasil nilai distribusi frekuensi karakteristik usia 17 tahun sebesar 38.4 %. Dan hasil analisa hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA terdapat nilai p-value sebesar 0.00 <0.05. kesimpulan: Hubungan dukungan teman sebaya mempunyai pengaruh terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA Kab.Tangerang. Saran: sebagai referensi untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres belajar pada remaja di SMK AZ-AZHRRA Kabupaten Tangerang.

Hubungan Penggunaan Gadget Terhadap Ketajaman Penglihatan Pada Siswa Keperawatan Di SMKN 9 Kota Tangerang

Adilah Salsabila, Ahmad Yunus Gunawan Wibisono, Ida Faridah
Abstract: Latar Belakang: Penggunaan gadget di kalangan pelajar dan mahasiswa juga dianggap sebagai suatu kebutuhan yang tidak terhindarkan mulai dari kalangan usia anak – anak hingga usia tua lebih banyak menghabiskan waktu pada&#8230; a perangkat elektronik dan dunia internet, dan tentunya sering berinteraksi lebih banyak dengan layar gadget. Hal ini terbukti bahwa kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat merasakan adanya gangguan pada penglihatan. Tujuan penelitian: Mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang Tahun 2024. Metodelogi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa keperawatan kelas 10 SMKN 9 Kota Tangerang berjumlah 77 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner dan observasi menggunakan Snellen Chart. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian: Penggunaan gadget pada siswa keperawatan di SMKN 9 Kota Tangerang adalah Selalu menggunakan gadget dengan ketajaman penglihatan buruk. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang dengan hasil (p-Value= 0,00).

Hubungan Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri Cihuni II

Aan Juliyanti Nurohmah, H. Ahmad Yunus Gunawan Wibisono, Ida Faridah
Abstract: Latar Belakang : Dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak tentu berdampak positif ataupun negatif pada keinginan anak untuk belajar. Bentuk dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak baik di rumah maupun&#8230; di sekolah berbeda-beda. Ada dua jenis dukungan yaitu fisik dan non-fisik. Tujuan Penelitian :  Untuk mengetauhi apakah ada hubungan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cihuni II. Desain Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik Sampel : Menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah sampel 115 responden. Intrumen Dan Analisis Data : Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan uji yang digunakan yaitu Chi-Square. Hasil Penelitian :  Penelitian ini menunjukan dimana nilai P-Value adalah 0,001. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cihuni II. Saran:  Untuk pihak sekolah diharapkan dapat mengadakan kelas orang tua dan murid 1 bulan sekali untuk meningkatkan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa, karena sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa ada hubungan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa.

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Pendidikan untuk Meningkatkan Kreativitas Guru SD Brainfor Islamic School

Nasrun Marpaung, Akmal Nasution, Edi Kurniawan, Mardalius Mardalius
Abstract: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak transformasi yang masif di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan alat digital guna&#8230; menciptakan suasana belajar interaktif bagi siswa generasi Z dan Alpha. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan solusi atas keterbatasan literasi digital guru di SD Brainfor Islamic School melalui pelatihan intensif pemanfaatan Generative AI. Fokus kegiatan meliputi penggunaan AI Teks (ChatGPT, Notion AI) untuk administrasi, serta AI Multimodal (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) untuk pembuatan RPP, ilustrasi kelas, dan musik edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri dari tahap sosialisasi, pelatihan hands-on, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan rata-rata pemahaman peserta dari 35% pada tahap pre-test menjadi 88% pada tahap post-test. Seluruh peserta berhasil menghemat 50% waktu penyusunan administrasi dan menghasilkan minimal satu produk media pembelajaran interaktif secara mandiri. Pemanfaatan AI terbukti mereduksi kebosanan belajar siswa dan sangat membantu guru berinovasi.    The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought massive transformation in various sectors, including education. Teachers are required to adapt to digital tools to create interactive learning environments for Generation Z and Alpha students. This Community Service (PkM) aims to provide a solution to the limited digital literacy of teachers at SD Brainfor Islamic School through intensive training on Generative AI. The focus includes the use of Text AI (ChatGPT, Notion AI) for administration, and Multimodal AI (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) for creating lesson plans, class illustrations, and educational music. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach consisting of socialization, hands-on training, and evaluation stages. The results showed a surge in participants' average understanding from 35% in the pre-test to 88% in the post-test. All participants successfully saved 50% of their administration time and independently produced at least one interactive learning media product. The use of AI is proven to reduce student boredom and greatly helps teachers innovate.

Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam Di Era Digital

Muhammad Hafizh Afqah, Nayla Salsabila, Ririn Cahyani, Ronif Al Ikhsan, Abdul Aziz
Abstract: Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Media sosial yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan kini berkembang&#8230; g menjadi sumber belajar yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam di era digital serta mendeskripsikan manfaat dan tantangan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui pengkajian berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah akses materi keagamaan, serta mendukung pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan komunikatif. Namun, penggunaannya juga menghadapi beberapa tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak valid, rendahnya literasi digital, dan potensi distraksi dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pengawasan agar penggunaan media sosial dapat mendukung pembelajaran PAI secara efektif dan bertanggung jawab di era digital.   The development of digital technology has a significant impact on the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). Social media, which was initially used as a means of communication and entertainment, has now developed into an interactive, flexible, and easily accessible learning resource for students. This study aims to analyze the optimization of social media use as a learning resource for Islamic Religious Education in the digital era and to describe the benefits and challenges of its use in the learning process. The research method used is a qualitative approach with a literature study type through the review of various journals, scientific articles, and relevant reference sources. The results of the study indicate that platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are able to increase learning interest, facilitate access to religious materials, and support more innovative and communicative PAI learning. However, its use also faces several challenges, such as the spread of invalid information, low digital literacy, and potential distractions in learning. Therefore, guidance and supervision are needed so that the use of social media can effectively and responsibly support Islamic Education learning in the digital era. 

Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC

Amelia, Jasiah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam era Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru tidak&#8230; hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan dimensi afektif dan humanistik dalam pendidikan, yang diperkenalkan dalam berbagai sosialisasi kebijakan pendidikan keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik berbasis nilai, kompetensi sosial yang empatik, serta kompetensi kepribadian yang berlandaskan akhlak. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai KBC guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.     This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers’ competencies in the era of the Merdeka Curriculum toward the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). The shift in the educational paradigm requires teachers not only to possess pedagogical and professional competencies, but also to be capable of integrating character values, empathy, and compassion into the learning process. The Love-Based Curriculum (KBC) emerges as an approach that emphasizes the affective and humanistic dimensions of education, which has been introduced through various socialization programs of religious education policies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The data were obtained from books, scientific journals, and relevant policy documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that the transformation of PAI teachers’ competencies includes the strengthening of value-based pedagogical competence, empathetic social competence, and personality competence grounded in moral values (akhlak). In addition, teachers are required to integrate the Merdeka Curriculum approach with the values of KBC in order to create meaningful learning experiences oriented toward the holistic character development of students. Therefore, the implementation of the Love-Based Curriculum becomes a strategic step in strengthening the role of PAI teachers as educators who not only transfer knowledge, but also shape the character and personality of students holistically.