Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan service recovery dalam jasa pelayanan teknik di BBSPJIA serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala…
konsistensi waktu layanan, kesenjangan komunikasi, dan belum eksplisitnya kebijakan service recovery meskipun capaian kepuasan pelanggan tergolong tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penguatan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service recovery telah berjalan melalui penanganan keluhan, penjelasan teknis, pengecekan ulang, dan penyesuaian layanan, tetapi masih bersifat prosedural dan belum terlembagakan sebagai kebijakan terstruktur. Hambatan utama meliputi asimetri komunikasi antara proses teknis dan pemahaman pelanggan, keterbatasan waktu akibat peningkatan beban layanan, serta koordinasi antarunit yang belum optimal. Faktor pendukung utama adalah disposisi pelaksana yang responsif dan empatik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service recovery pada pelayanan publik teknis ditentukan oleh interaksi antara kompleksitas teknis, kapasitas organisasi, dan kualitas interaksi manusia.
Abstract:Keamanan siber menjadi isu strategis dalam tata kelola digital pemerintah daerah karena pelayanan publik semakin bergantung pada sistem elektronik. Namun, kajian kebijakan keamanan siber di daerah masih lebih banyak menyoroti…
oroti strategi nasional, kepercayaan publik, atau kualitas layanan, belum pada proses implementasi di institusi daerah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan keamanan siber di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta menjelaskan peran masyarakat dan sektor swasta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus naratif melalui wawancara terhadap enam informan kunci, observasi, dan telaah dokumen pada 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah dioperasionalkan melalui kepatuhan regulatif, tata kelola data, enkripsi, kontrol akses, autentikasi multifaktor, firewall, IDS/IPS, pembaruan sistem, dan pelatihan pegawai. Meski demikian, implementasinya masih dibatasi oleh infrastruktur, anggaran, tenaga ahli, dan koordinasi lintas instansi yang belum merata. Kontribusi utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan keamanan siber di tingkat daerah bergantung pada keterhubungan antara regulasi, kontrol teknis, kapasitas institusional, dan kolaborasi multipihak yang terstruktur.
Abstract:Penelitian ini menganalisis efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, menggunakan kerangka lima dimensi Edy Sutrisno (2007). Pendekatan kualitatif dengan teknik…
ik wawancara mendalam terhadap narasumber terkait menunjukkan bahwa PKH berjalan efektif secara keseluruhan. Dimensi pemahaman program optimal melalui sosialisasi MUSDES dan P2K2, dengan pemahaman tinggi terhadap tujuan, syarat DTSEN desil 1-4, serta regulasi Inpres No. 4/2024 dan Permensos No. 22/2026 tanpa kendala signifikan. Tepat sasaran tercapai via jalur formal (Musdes-SIKS-NG) dan mandiri (Cek Bansos), menyasar keluarga kurang mampu secara akurat. Penyaluran tepat waktu mengikuti jadwal Kementerian Sosial secara serentak, didukung pemberitahuan digital dan tatap muka tanpa keterlambatan. Tercapainya tujuan terbukti dari peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan bertahap, sementara perubahan nyata mencakup pola hidup sehat, kesadaran pendidikan, dan daya beli ekonomi lokal. Hasil ini kontras dengan penelitian terdahulu seperti Erika Dwi Nanda (2024) yang menemukan ketidaktepatan sasaran, menegaskan pengaruh faktor lokal terhadap efektivitas PKH. Implikasi: Penguatan verifikasi digital dan sosialisasi berkelanjutan direkomendasikan untuk replikasi di wilayah serupa.
Abstract:Kajian tentang mazhab tafsir ilmi penting dikembangkan karena menunjukkan hubungan antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan dalam tradisi penafsiran Islam. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana kelahiran…
iran dan perkembangan mazhab tafsir ilmi, apa sumber dan metode yang digunakannya, siapa tokoh-tokohnya, serta mengapa corak ini penting dikaji dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan historis tafsir ilmi, menganalisis sumber dan metodenya, mengidentifikasi tokoh-tokoh utama beserta karya-karyanya, serta menegaskan urgensinya dalam kajian tafsir modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, dan karya tafsir yang relevan, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir ilmi merupakan corak penafsiran yang memadukan wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan untuk memahami ayat-ayat kauniyah. Kesimpulannya, mazhab tafsir ilmi memiliki posisi penting dalam studi Al-Qur’an kontemporer selama digunakan secara proporsional, kritis, dan tetap berpijak pada kaidah tafsir.
Abstract:Revitalisasi kawasan kota lama merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menghidupkan kembali fungsi kawasan bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak revitalisasi terhadap pola…
a pemanfaatan ruang di Kawasan Kesawan, Kota Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi membawa perubahan pada fungsi ruang, peningkatan kualitas pedestrian, serta bertambahnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Revitalisasi juga mendorong pemanfaatan ruang publik yang lebih aktif dan meningkatkan daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata sejarah dan kuliner.
Abstract:Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini menjadi salah…
ah satu faktor penyebab praktik ini terus berlangsung. Penggunaan WhatsApp Group (WAG) sebagai media edukasi menawarkan alternatif metode penyampaian informasi yang praktis dan sesuai dengan gaya komunikasi remaja saat ini. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui WAG terhadap pengetahuan remaja putri mengenai pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Sampel sebagian remaja putri sebanyak 32 orang . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Penelitian sebelum intervensi 32 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang "Kurang", setelah intervensi 28 responden (87,5%) menunjukkan tingkat pengetahuan "Baik". Hasil uji menunjukkan 0,001 (< 0,05) bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui WhatsApp Group terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui WhatsApp Group terhdap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Disarankan agar dinas kesehatan dan institusi terkait mengembangkan dan mengimplementasikan program edukasi kesehatan berbasis media digital seperti WAG secara berkelanjutan untuk menjangkau remaja lebih luas. Selain itu, perlu pendampingan dan support dari keluarga serta lingkungan untuk memperkuat perubahan perilaku pencegahan pernikahan dini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan mazhab tafsir dengan fokus pada periode formatif dan afirmatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka…
aka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode formatif, penafsiran didominasi oleh metode bi al-ma’tsur yang bersifat riwayati dan global (ijmali), dengan Imam ath-Thabari sebagai tokoh kunci yang melakukan kodifikasi sistematis. Sebaliknya, periode afirmatif menandai era spesialisasi dan penggunaan rasio (bi al-ra’yi) secara intensif melalui metode tahlili (analitik). Pada masa ini, tafsir berfungsi sebagai alat afirmasi ideologi dan mazhab mufasirnya, seperti terlihat dalam corak linguistik al-Zamakhsyari dan corak teologis-ilmiah Fakhruddin al-Razi. Transformasi ini mencerminkan adaptasi intelektual umat Islam dalam merespons tantangan zaman serta kebutuhan sosiopolitik yang semakin kompleks.
Abstract:Penggunaan bahasa dalam media audiovisual tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian pesan secara langsung, tetapi juga mengandung makna implisit yang dapat dianalisis melalui kajian pragmatik. Salah satu konsep penting…
ing dalam pragmatik adalah prinsip kerja sama yang dikemukakan oleh Paul Grice, yang meliputi empat maksim, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Dalam praktik komunikasi, keempat maksim tersebut tidak selalu dipatuhi, karena penutur kerap melakukan pelanggaran secara sengaja untuk menghasilkan implikatur tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan dalam dialog Tilik the Series yang diperoleh melalui teknik simak, catat, serta dokumentasi dalam bentuk transkrip dialog. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tuturan yang mengandung pelanggaran maksim, mengelompokkan data berdasarkan jenis maksim yang dilanggar, serta menafsirkan implikatur yang dihasilkan dari pelanggaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam serial tersebut mengandung berbagai bentuk pelanggaran maksim, terutama pada maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pelanggaran ini dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi untuk menyampaikan makna tersirat, membangun karakter tokoh, serta menghadirkan unsur humor dan kritik sosial dalam percakapan. Oleh karena itu, pelanggaran maksim dalam dialog Tilik the Series memiliki peran pragmatik yang signifikan dalam membentuk makna serta dinamika interaksi antar tokoh.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih berulangnya pencemaran Sungai Cikeas di tengah keberadaan regulasi pengendalian pembuangan air limbah. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembuangan air limbah,…
mbah, mengidentifikasi hambatan utama, dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada pejabat Dinas Lingkungan Hidup, pengawas lingkungan, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, serta komunitas lingkungan. Analisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III dan diperkaya perspektif partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui sosialisasi, pengawasan, dan pengendalian pencemaran, tetapi belum optimal. Hambatan utama mencakup komunikasi kebijakan yang masih formalistik, keterbatasan sumber daya pengawasan, koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, penegakan hukum yang belum konsisten, dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Data kualitas air tahun 2021–2024 memperlihatkan fluktuasi TSS, BOD, COD, DO, dan fecal coliform, yang menandakan tekanan pencemaran domestik dan industri masih kuat. Kebaruan artikel ini terletak pada penggabungan analisis implementasi kebijakan dengan bukti kualitas air untuk menegaskan kebutuhan model pengendalian pencemaran yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas kebijakan bergantung pada penguatan komunikasi, kapasitas pengawasan, integrasi kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Stunting tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat yang multidimensional dan penurunannya sangat ditentukan oleh efektivitas implementasi kebijakan di tingkat lokal. Studi-studi sebelumnya lebih banyak menyoroti koordinasi…
inasi atau layanan, tetapi jarang menempatkan kebijakan stunting sebagai instrumen perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan dan pencegahan stunting di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dengan menggunakan kerangka George C. Edward III. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sejak November 2025 pada perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan terpilih. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui koordinasi lintas sektor, pendampingan keluarga, dan intervensi berbasis siklus kehidupan. Namun, implementasi belum sepenuhnya optimal karena pesan kebijakan belum dipahami merata oleh keluarga, sumber daya dan kader terbatas, komitmen pelaksana bervariasi, dan koordinasi antarlembaga masih tumpang tindih. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa kebijakan stunting di wilayah perkotaan bekerja sebagai sistem perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi efektivitasnya bergantung pada sinergi kapasitas birokrasi dan partisipasi keluarga.