Abstract:Perkembangan produk bank syaraiah sangat fleksibel mengikuti kebutuhan masyarakat, salah satu produk yang sangat berkembang saat ini adalah kartu kredit syariah. Semakin banyaknya transaksi yang menggunakan kartu kredit…
mendorong bank syariah juga ikut berinovasi dalam produk kartu kredit, akan tetapi banyak pendapat yang mengatakan bahwa kartu kredit syariah lebih mendekatkan diri kepada sifat israf (berlebih-lebihan) sehingga mendorong umat Islam bersikap konsumtif, boros dan membiasakan untuk berutang. Tulisan ini hadir beranjak dari permasalahan perkembangan teknologi pada bidang ekonomi syariah. Melalui metode penelitian yuridis normatif, pendekatan deskriptif kualitatif, serta metode desk study sebagai teknik pengolahan data dan informasi mengenai hal yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan sebagai penjelas, dengan cara mempelajari, mengkaji, menelaah secara mendalam hingga mendapatkan hasil yang memiliki keterkaitan terhadap permasalahan yang diteliti. Hasil penulisan menunjukkan bahwa terkait dengan pola hidup konsumtif masyarakat melalui pemanfaatan kartu kredit syariah, jika ditinjau dari perspektif maslahah mursalah, kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip ekonomi syariah karena pola hidup konsumtif merupakan suatu hal yang menyalahi aturan dalam ajaran Islam yang memerintahkan umatnya agar tidak menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat dan menghindari hal yang bersifat mendatangkan kemudharatan dikemudian hari, sebagaimana Fatwa DSN MUI Nomor 54/DSN-MUI/X/2006 yang menerangkan bahwa diperbolehkannya penggunaan daripada kartu kredit salah satunya adalah tidak menggunakannya untuk menunjang perilaku hidup yang bersifat konsumtif atau berlebih-lebihan (israf). Sehingga diperlukan edukasi dan imbauan agar masyarakat memanfaatkan kartu kredit syariah secara bertanggung jawab, dan tidak terjebak pola konsumtif yang merugikan.
Abstract:Fenomena Korean Wave telah memberikan dampak besar terhadap perubahan perilaku konsumen di Indonesia, terutama dalam hal meningkatnya ketertarikan terhadap budaya Korea serta produk-produk yang berkaitan dengannya. Penelitian…
itian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh brand ambassador NCT Dream dan brand image terhadap minat beli produk TosTos dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian mencakup konsumen yang pernah membeli produk TosTos sekaligus merupakan penggemar NCT Dream, dengan jumlah sampel sebanyak 225 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan pengolahan data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik brand ambassador maupun brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Nilai t hitung untuk variabel brand ambassador sebesar 7,552, dan untuk brand image sebesar 12,469, keduanya melebihi t tabel sebesar 1,971, dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kehadiran NCT Dream sebagai brand ambassador serta citra merek yang kuat mampu meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk TosTos. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menjaga dan mengoptimalkan popularitas brand ambassador serta memperkuat brand image sebagai bagian dari strategi pemasaran guna menarik perhatian dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil data dari pengaruh motivasi dan stres kerja tethadap kepuasa kerja karyawan. Variabel penelitiaan ini yaitu pengaruh Motivasi(X1) dan stres kerja (X2)terhadap kepuasan kerja…
rja karyawan(Y) penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan sampel 35 orang pegawai PT.Karyawan Indonesia Sejahtra teknik analisis data mengunakan kuesoner yang telah di uji Validitasnya.teknik analisis data mengunakan regresi linier berganda dan normalitas.hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi dan stress kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pegawai Motivasi dan stress kerja memiliki peran yang lebih dominan dalam meningkatkan produktivitas pegawai Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan disiplin kerja pegawai harus meningkat untuk meningkatkan produktivitas pegawai. Model regresi yang melibatkan motivasi ekstrinsik dan pengaruh motivasi dan Stress kerja terhadap kinerja karyawan menunjukkan signifikansi yang sangat tinggi (nilai F yang besar dan nilai Sig. Motivasi ekstrinsik memiliki efek signifikan terhadap produktivitas pegawai, dengan koefisien regresi sebesar dan tingkat signifikansi. Begitupun motivasi kerja yang pengaruhnya juga signifikan, meskipun berdampak lebih lemah (koefisien regresi , dan tingkat signifikansi . Datanya tidak memenuhi asumsi normalitas, dan perlu melakukan pengolahan lebih lanjut agar memenuhi asumsi tersebut.
Abstract:Tujuan dari pada penelitian ini untuk mengetahui dan mengalisis Kompensasi dan Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan pada Pt. Unilever Indonesia Tbk Jakarta serta mecari variabel mana yang berpengaruh. Variabel yang…
ng ada di penelitian ini adalah pengaruh Kompensasi ( X1 ), Motivasi kerja (X2), KinerJa Karyawan (X3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan teknik sampel sebanyak 25 orang karyawan pada Pt. Unilever Indonesia Tbk Jakarta. Teknik Pengumpulan data yang di ialah kuesioner yang telah di uji realibilitas dan validitasnya. Teknik pengolahan data menggunakan teknik linear berganda dan teknik Normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai R Square sebesar 0.908 menunjukkan bahwa 90.8% variabel independen (kompensasi dan motivasi kerja) mempengaruhi variabel dependen (kinerja karyawan). Uji F menunjukkan bahwa model regresi yang melibatkan pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan sangat signifikan. Uji t menunjukkan bahwa kompensasi memiliki efek yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0.041 dan tingkat signifikasi sebesar 0.000. Data penelitian tidak terdistribusi secara normal. Kompensasi
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil data dari pengaruh disiplin kerja dan motivasi ekstrinsik terhadap produktivitas pegawai. Variabel penelitian ini yaitu disiplin kerja (X1) dan motivasi ekstrinsik (X2) terhadap…
hadap produktivitas pegawai (Y). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan teknik sampel sebanyak 35 orang pegawai PT. Ultra Jaya Milk Industry. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pegawai. Motivasi ekstrinsik memiliki peran yang lebih dominan dalam meningkatkan produktivitas pegawai. Disiplin kerja juga memiliki peran yang signifikan, namun lebih kecil daripada motivasi ekstrinsik. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan disiplin kerja pegawai harus meningkat untuk meningkatkan produktivitas pegawai. Model regresi yang melibatkan motivasi ekstrinsik dan pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas pegawai menunjukkan signifikansi yang sangat tinggi (nilai F yang besar dan nilai Sig. < 0.05). Motivasi ekstrinsik memiliki efek signifikan terhadap produktivitas pegawai, dengan koefisien regresi sebesar 0.436 dan tingkat signifikansi 0.000. Begitupun disiplin kerja yang pengaruhnya juga signifikan, meskipun berdampak lebih lemah (koefisien regresi 0.083 dan tingkat signifikansi 0.097). Datanya tidak memenuhi asumsi normalitas, dan perlu melakukan pengolahan lebih lanjut agar memenuhi asumsi tersebut.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan pengelolaan risiko bank pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Metode penelitian menggunakan analisis konten dan pengolahan data dilakukan pada laporan tahunan…
n 2023 dengan metode penskoran. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai persentase pengungkapan pengelolaan risiko bank secara keseluruhan sebesar 97%, dapat dikatakan sangat baik. Perusahaan yang mampu meningkatkan laba mempunyai tingkat pengungkapan manajemen risiko yang sangat baik. Sedangkan secara parsial hanya tujuh risiko bank yang pengungkapan pengelolaan risikonya bernilai 100% yaitu risiko kredit, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, stratejik, dan kepatuhan. Persentase pengungkapan pengelolaan risiko pasar sebesar 75% dengan peringkat cukup baik, hal tersebut dikarenakan pemantauan risiko tidak diungkapkan dalam laporan tahunan.
Abstract:Pajak merupakan salah satu sumber utama pendapatan daerah yang berperan penting dalam mendukung pembangunan. Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kabupaten Soppeng memiliki peran strategis dalam…
m pengelolaan data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun, proses pengolahan data NPWP yang masih dilakukan secara manual menimbulkan berbagai permasalahan, seperti duplikasi data, kesulitan pencarian informasi, serta keterlambatan dalam pembuatan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem informasi pengelolaan NPWP yang terkomputerisasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan Data Flow Diagram (DFD), perancangan database, serta flowchart proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi NPWP yang dirancang mampu mengintegrasikan data wajib pajak, meminimalkan kesalahan pencatatan, mempercepat proses pencarian data, serta menghasilkan laporan yang lebih akurat. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan dan mendukung transparansi serta akuntabilitas di KP2KP Kabupaten Soppeng.
Abstract:Kualitas tenaga pendidik merupakan faktor kunci dalam menjamin mutu proses pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Oleh karena itu, sekolah perlu memiliki mekanisme evaluasi yang objektif dan terukur dalam menentukan…
guru berkinerja terbaik. Permasalahan yang sering muncul dalam proses penilaian adalah dominasi unsur subjektivitas serta keterbatasan pengolahan data secara manual. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pendukung keputusan (SPK) dengan menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu proses seleksi guru terbaik. Metode SAW dipilih karena mampu mengolah multi-kriteria dengan pembobotan yang jelas dan menghasilkan peringkat alternatif secara rasional. Kriteria yang digunakan meliputi tingkat pendidikan, sertifikasi, kehadiran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SAW mampu memberikan rekomendasi guru terbaik secara objektif dan konsisten berdasarkan nilai preferensi tertinggi.
Abstract:Perkembangan perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, namun kemampuan bank dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) masih dipengaruhi oleh berbagai faktor internal yang tercermin melalui tingkat…
gkat kesehatan dan kinerja keuangan bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Dana Pihak Ketiga pada Bank Syariah Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data yang digunakan berupa laporan keuangan triwulanan Bank Syariah Indonesia periode 2021–2025 dengan jumlah 20 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda melalui bantuan software pengolah data statistik yaitu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap DPK, NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap DPK, sedangkan BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPK. Secara simultan CAR, NPF, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap DPK. Penelitian ini memberikan gambaraDana Pihak Ketiga (DPK)n bahwa penghimpunan DPK pada Bank Syariah Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan modal, tetapi juga oleh kemampuan bank dalam mengelola risiko pembiayaan dan menjalankan strategi operasional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ekspor furnitur kayu Indonesia ke Jepang dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk industri pengolahan pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif…
tif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan terhadap nilai dan volume ekspor furnitur kayu Indonesia ke Jepang selama tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor furnitur kayu Indonesia mencapai volume 44.791.863 kilogram dengan nilai ekspor sebesar US$105.382.247. Temuan ini menunjukkan bahwa furnitur kayu Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar Jepang serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan bahan baku kayu. Oleh karena itu, industri furnitur kayu memiliki peran penting dalam meningkatkan devisa negara dan mendukung pertumbuhan sektor industri pengolahan di Indonesia.