Search Articles & Publications

Showing 1953 articles found for "Main"

Pengaruh Lingkungan Kerja Magang Terhadap Motivasi dan Kinerja Mahasiswa

Syafitri, Dea, Fadhila Ramadhani, Putri, Namira Sitanggang, Cansa, Naurah Maharani, Puspita, Yunita Siregar, Deasy
Abstract: Dalam dunia pendidikan, pengalaman magang telah menjadi komponen integral dalam membentuk mahasiswa menjadi individu yang siap terjun ke dunia kerja. Salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan dalam konteks ini adalah lingkungan… ingkungan kerja magang, yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap motivasi dan kinerja mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis secara mendalam bagaimana faktor-faktor lingkungan kerja magang, seperti supervisi, kerjasama tim, dan fasilitas, dapat mempengaruhi tingkat motivasi dan kinerja mahasiswa. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik penelitian kepustakaan atau tinjauan pustaka. Sesuai hasil penelitian maka didapatkan hasil bahwa lingkungan kerja magang memiliki dampak positif yang signifikan pada tingkat motivasi mahasiswa. Faktor-faktor seperti dukungan tim, kesempatan pengembangan keterampilan, dan interaksi dengan mentor memainkan peran kunci dalam membentuk motivasi mahasiswa

Konsep Diri Tokoh Iyan dalam Novel Iyan Bukan Anak Tengah karya Armaraher

Ilona Pasya Defghi, Hedya Novtansa Nugraheni, Eva Dwi Kurniawan
Abstract: The study was intended to identify the concept of the main character in the novel Iyan Not a Middle Child by Armaraher. The method used in this study is a descriptive qualitative description to describe phenomena that people… ople experience, the description carried out in word and language in a context that leads to the theory proposed by Carl Rogers regarding the concept of self and using a literary psychology approach to unravel the psychological elements of the fictional character contained in the literature. Research shows that the main character in the novel Iyan Not a Middle Child by Armaraher had a negative self-concept, which involved an imbalance between the ideal self and real self in the character Riyan. It deeply influences how the figure sees himself and breathes his life, as well as how he interforms with others from absence unconditional positive regard.

Efektivitas Humas Dalam Meningkatkan Citra Polres Pematangsiantar Melalui Media Online

Fia Adilla, M. Yoserizal Saragih, Abdul Rasyid
Abstract: Praktisi humas menggunakan media sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada publik dan dapat membantu memperbaiki citra organisasi. Teknologi komunikasi, terutama internet, telah memainkan peran besar dalam… memfasilitasi penyebaran informasi dan memberikan akses yang mudah kepada masyarakat. Berbagi informasi dengan orang lain, sesuai dengan ajaran Islam tentang cinta dan memberi, merupakan praktik yang sangat dianjurkan untuk membantu orang lain memahami dunia di sekitar mereka. Polres Pematangsiantar menggunakan media online, seperti Tribrata News, untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan menjaga citra positif mereka. Dalam upaya menciptakan komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas menjadi sangat penting. Kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh polisi yang terpublikasikan dapat menciptakan persepsi negatif terhadap institusi tersebut, sementara upaya untuk menciptakan citra positif terus dilakukan melalui media online. melalui penggunaan media online dan praktik hubungan masyarakat yang efektif, Humas Polres Pematangsiantar berperan penting dalam meningkatkan citra institusi mereka dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di era teknologi dan informasi yang maju.

Hubungan Kecanduan Game Online Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Usia Sekolah Di SD Inpres 2 Lambunu Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong

Vivit Rezkika, Rahmat Doko, Meeylani A’naabawati
Abstract: Game online merupakan jenis permainan elektronik dan juga visual, sehingga untuk beberapa kalangan ini cukup populer, terutama pada kalangan anak dengan usia sekolah. Dampak negatif dari bermain game online terlalu lama&#8230; adalah mampu mempengaruhi kurangnya kualitas tidur seseorang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kecanduan game online terhadap kualitas tidur pada anak usia sekolah di SD Inpres 2 Lambunu Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  yang menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi sebanyak 103 siswa, dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden. Hasil penelitian ada hubungan mengenai Kecanduan Game Online Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Usia Sekolah di SD Inpres 2 Lambunu Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong dengan hasil  p-value= 0.039 < 0,05.Bagi tempat penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai bahan atau materi pembinaan kepada siswa tentang kecanduan bermain game online dan pengaruh menjaga kualitas tidur sehingga dapat memaksimalkan pembelajaran.

Hubungan Tekanan Orang Tua Terhadap Nilai Sekolah Dengan Tingkat Stres Anak Usia Sekolah Di SMP Negeri 2 Rajeg

Agmarisa Mawardi, AYG Wibisono, Ida Faridah
Abstract: Remaja merupakan tahap perkembangan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang dibentuk tidak hanya oleh suatu peristiwa, sejak usia 10-11 tahun. Masa remaja dibagi menjadi tiga periode menurut pembagian usianya, fase awal&#8230; (usia 11-14 tahun), fase tengah (usia 15-17 tahun), dan fase terakhir (usia 18-20 tahun). Hubungan tekanan orang tua dan anak-anak dua kepercayaan antara hubungan orang tua yang baik memainkan peran penting dan perkembangan individu sebaliknya. Salah satu penyebab stres utamanya bagi remaja terkait dengan tekanan yang dialami siswa dari orang tua dan ekspektasi akademik yang tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengetahui adanya hubungan antara Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres di SMP NEGERI 2 RAJEG. Metode Penelitian : ini menggunakan metode penelitian Kuantitati non-eksperimental desain penelitian cross-section dengan sampel 109 siswa kelas VIII SMP NEGERI 2 RAJEG Metode pengambilan sample dilakukan dengan Teknik sample random sampling dalam pengambilan sample dalam penelitian dengan menggunakan uji chis-square. Hasil penelitian : ini menunjukkan adanya hubungan Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres dimana nilai P= 0,000 dan menunjukkan adanya hubungan Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres. Kesimpulan : maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres di SMP NEGERI 2 RAJEG. Bahwa semakin adanya tekanan maka semakin tinggi tingkat stres yang dialami. Saran : Diharapkan meluangkan waktu sebulan sekali atau dua bulan sekali mengadakan kelas parenting dimana orang tua dan siswa dikumpulkan bersama guru bimbingan konseling untuk terkait hal-hal yang sifatnya hubungan orang tua dan anak. Serta dapat membicarakan solusi untuk mengurangi dan menghindarkan tekanan orang tua dengan tingkat stres

Hubungan Perilaku Nomophobia Terhadap Prestasi Belajar Remaja Di SMAN 2 Kabupaten Tangerang

Dini Nurani, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Latar Belakang: Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) adalah perilaku cemas atau ketakutan yang berlebihan disebabkan oleh seseorang saat jauh dari smartphone, kehilangan koneksi internet atau kehabisan daya baterai. Penderita&#8230; rita nomophobia menghabiskan waktunya hanya untuk bermain media sosial, sehingga penderita nomophobia tidak memiliki waktu untuk belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan perilaku nomophobia terhadap prestasi belajar remaja di SMAN 2 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Strafed Random Sampling dengan total sampel sebanyak 302 siswa. Hasil:  Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara perilaku nomophobia terhadap prestasi belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,185 yang menunjukkan keeratan variable lemah dengan hubungan kedua variable positif searah.

Urgensi Etika Dan Kode Etik Bagi Guru Sejarah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Mardiyah A.S. Taulama, Moh. Imron Rosidi
Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data ini diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya&#8230; isalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit 2017 hingga 2024. Hasil penelitian mununjukkan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang beretika dan beradab. Guru memiliki peran kunci dalam membantu siswa mengembangkan nilai-nilai etika dan moral yang diperlukan untuk hidup yang adil dan jujur. Oleh karena itu, pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa tidak dapat dipandang remeh. Guru yang memiliki etika dan kode etik yang baik dapat membantu siswa mengembangkan kejujuran, kesadaran diri, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Mereka juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijak. Dengan demikian, siswa dapat menjadi individu yang beretika dan beradab, serta memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Selain itu, etika dan kode etik guru juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka, kepercayaan diri dan rasa aman. Ketika guru memiliki etika dan kode etik yang baik. Jadi guru harus meningkatkan kualitas dan martabat profesinya. Dalam proses pengajaran di sekolah etika juga sangat penting dan guru juga harus memiliki sifat-sifat yang baik, seperti berpikir terbuka, kritis, inovatif, dan percaya diri, serta mampu menerapkan nilai-nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.

CURRICULUM REFORM IN INDONESIA

Ningrum, Rini Listiya, Akhmad Ali Mirza, Zaitun Qamariah
Abstract: Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat&#8230; erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21. Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21. Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.    Abstract This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century. The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students. To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century. However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.

Pengaruh Pengarahan Instrumen Pembelajaran Model Permainan Edukatif oleh Kepala Sekolah Bagi Pengembangan Inovatif Guru Dalam Mengajar Bahasa Indonesia di SDN 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan

Tetti Herawati Rambe
Abstract: Peran dan fungsi Kepala Sekolah SD salah satunya adalah melakukan pembinaan bagi pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar, Ini merupakan tanggung jawab dan tugas berat yang dipikul oleh kewajiban seorang supervisor pendidikan.&#8230; kan. Untuk  mewujudkan tugas tersebut perlu  adanya dukungan  dari pelbagai pihak yang terkait termasuk seluruh elemen yang ada di sekolah binaan. Aspek ini menjadi modal penting bagi kondusivitas pelaksanaan kegiatan supervisi, dalam hal ini penulis  menyelenggarakan suatu kegiatan penelitian tindakan sekolah yang bisa  merangsang aktivitas proses belajar mengajar di  kelas,  berupa pengarahan model pembelajaran bersifat rekreatif  bagi pengajaran bahasa Indonesia  di kelas rendah yaitu dengan memperkenalkan model pembelajaran permainan edukatif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum  di Tingkat  Sekolah Dasar dinyatakan secara eksplisit bahwa permainan merupakan media pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas   rendah, yaitu kelas  satu atau kelas dua. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (88,00%).Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode permainan edukasi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.Peran dan fungsi Kepala Sekolah SD salah satunya adalah melakukan pembinaan bagi pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar, Ini merupakan tanggung jawab dan tugas berat yang dipikul oleh kewajiban seorang supervisor pendidikan. Untuk mewujudkan tugas tersebut perlu adanya dukungan dari pelbagai pihak yang terkait termasuk seluruh elemen yang ada di sekolah binaan. Aspek ini menjadi modal penting bagi kondusivitas pelaksanaan kegiatan supervisi, dalam hal ini penulis menyelenggarakan suatu kegiatan penelitian tindakan sekolah yang bisa merangsang aktivitas proses belajar mengajar di kelas, berupa pengarahan model pembelajaran bersifat rekreatif bagi pengajaran bahasa Indonesia di kelas rendah yaitu dengan memperkenalkan model pembelajaran permainan edukatif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum di Tingkat Sekolah Dasar dinyatakan secara eksplisit bahwa permainan merupakan media pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas rendah, yaitu kelas satu atau kelas dua. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (88,00%).Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode permainan edukasi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Syariah Pada Penjualan UMKM Pabrik Tahu Di Desa Tegalgusi Kabupaten Jember

Juwita Indah Permata, Rini Puji Astuti
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian sehingga memerlukan pengelolaan keuangan yang akuntabel melalui Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan&#8230; nerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis syariah pada penjualan UMKM Pabrik Tahu di Desa Tegalgusi Kabupaten Jember serta mengidentifikasi potensi dan kendala penerapan prinsip akuntansi syariah dalam mendukung akuntabilitas usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran dalam buku harian. Penerapan tersebut telah mencerminkan nilai amanah, kejujuran, transparansi, dan prinsip maqashid syariah, khususnya hifz al-mal (perlindungan harta). Potensi penerapan prinsip syariah terlihat dari adanya pencatatan transaksi yang dapat ditelusuri sehingga mendukung akuntabilitas usaha. Namun, masih terdapat kendala berupa belum tersusunnya laporan keuangan formal, keterbatasan pemahaman akuntansi, serta belum adanya pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi berbasis syariah pada UMKM sektor pangan. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the national economy and require accountable financial management through an Accounting Information System (AIS). This study aims to analyze the implementation of a Sharia-based Accounting Information System in the sales activities of a tofu manufacturing MSME in Tegalgusi Village, Jember Regency, and to identify the potential and challenges of applying Sharia accounting principles in supporting business accountability. This study employed a descriptive qualitative approach with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the accounting information system is still implemented manually through the recording of cash inflows and outflows in a daily bookkeeping system. Despite its simplicity, the system reflects the values of trustworthiness, honesty, transparency, and the maqashid sharia principle, particularly hifz al-mal (protection of wealth). The potential of applying Sharia principles is evident in the existence of traceable transaction records that support business accountability. However, several challenges remain, including the absence of formal financial statements, limited accounting knowledge, and the lack of separation between business and personal finances. This study contributes to the development of Sharia-based Accounting Information Systems for MSMEs in the food industry sector.