Search Articles & Publications

Showing 18 articles found for "Servqual"

SERVQUAL ON SIM SERVICE AT TANJUNG BALAI POLICE STATION

Maharani, Sri, Fauziah, Rizky, Syahputra, Abdul Karim
Abstract: Abstract : The demand for a driving license is increasing every year, making the Tanjungbalai Police, especially the Satlantas, continue to try to take new steps in the field of driving license processing services. To overcome… ercome this problem the researcher uses the Servqual Method, Service Quality There is a technique that assesses service quality based on the attributes of each dimension, producing a difference value that represents the difference between the customer's impression of the service it receives. The information used in this study's processing came from distributing it to 30 respondents who are members of the public who are currently obtaining a driver's license at the Tanjungbalai Traffic Traffic Unit. It is evident from this study's findings that satisfaction at Tanjungbalai Traffic Traffic Unit seen from the 5 dimensions of Servqual has a reality value of 4.00 an and expectation worth of 4.62 resulting in a void -0.62. This void occurs since cmmunity's expectations not being met with the services provided by the Tanjungbalai Traffic Unit for. Keywords-: service quality; service quality; tanjungbalai traffic police    Abstrak-: Permintaan pembuatan surat izin mengemudi yang terus naik setiap saat tahunnya, menjadikan-Polres Tanjungbalai khususnya Satlantas pertahankan komitmen terhadap inovasi di sektor jasa pengurusan surat izin mengemudi. untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan Metode Servqual, Service Quality yaitu teknik untuk mengevaluasi kualitas layanan berdasarkan kualitas masing-masing dimensi. Hasil akhirnya yaitu nilai kesenjangan, yang merepresentasikan variasi dalam cara pelanggan memandang layanan yang mereka terima. Informasi yang digunakan dalam pengolahan penelitian ini berasal dari rilis data ke 30 responden yang sedang melakukan pengurusan Surat Izin Mengemudi pada Satlantas Tanjungbalai. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa kepuasan masyarakat di Satlantas Tanjungbalai dilihat dari lima dimensi servqual yaitu  didapatkan jumlah nilai kenyataan sebesar  4,00 kemudian jumlah 4,62 lalu-gap -0,62. Gap-perbedaan hasil dari harapan yang tidak terpenuhi masyarakat terhadap pelayanan pada Satlantas Tanjungbalai.   Kata kunci: kualitas pelayanan; service quality; satlantas tanjungbalai

Pengaruh Kualitas Layanan Dan Kepuasan Nasabah Terhadap Loyalitas Nasabah Prioritas Bank Muamalat Bandung

Yunis Rafiulafidah Yusfa, Lamhot Henry Pasaribu
Abstract: Perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, termasuk dalam layanan prioritas bagi nasabah kaya, yang memicu persaingan ketat antara bank seperti Bank Muamalat dan BSI dalam merebut pasar strategis ini.&#8230; Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas layanan dan kepuasan terhadap loyalitas nasabah prioritas Bank Muamalat di Bandung, dengan pendekatan terstruktur berdasarkan model SERVQUAL dan teori perilaku konsumen untuk merumuskan strategi retensi yang lebih unggul dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kausalitas dengan desain cross sectional, melibatkan 116 nasabah prioritas Bank Muamalat Bandung yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik dengan bantuan SPSS. Hipotesis yang diuji mencakup pengaruh positif kualitas layanan dan kepuasan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap loyalitas nasabah prioritas. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa responden menilai kualitas layanan, kepuasan, dan loyalitas dalam kategori “Sangat Baik”, dengan penilaian tertinggi pada aspek kepercayaan dan rekomendasi, serta ruang perbaikan kecil pada responsivitas dan kesesuaian harapan. Tiga hipotesis yang diajukan terbukti, yakni (1) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas, dengan kontribusi sebesar 15,7% (p=0,022 < 0,05), (2) Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas, dengan kontribusi yang lebih besar yakni 72,6% (p=0,000<0,05), dan (3) Kualitas layanan dan kepuasan nasabah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas, dengan kontribusi gabungan sebesar 88,3% (p=0,000 < 0,05).

Analysis of the Influence of Audit Service Quality on Auditee Satisfaction in the Internal Audit Division

Zulhendrianto, Khairani Ratnasari Siregar
Abstract: The increasing complexity and dynamics of the business environment at local, regional, and global levels have driven PT PLN (Persero)’s Internal Audit Unit (SPI) to adopt a Purpose-Driven Internal Audit approach, positioning&#8230; ioning the audit function as a strategic partner for long-term organizational success. However, the Internal Stakeholder Satisfaction Index for assurance services in the Construction, Generation, and New Renewable Energy Audit Division (AKP) fell short of its targets in 2023 and 2024. This study aims to analyze the impact of audit service quality—comprising tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—on auditee satisfaction. Using a quantitative approach with PLS-SEM and Importance–Performance Map Analysis (IPMA), data were collected from AKP Division auditees in 2024. The results show that all dimensions of audit service quality positively and significantly influence satisfaction, with responsiveness and empathy being the most dominant factors. The findings offer practical insights for SPI PLN in prioritizing service improvements based on user perceptions and provide theoretical support for the SERVQUAL model as a key psychological mechanism in fostering satisfaction within trust-based professional services

The Influence of Leadership Style on Public Service at the Teluk Ambon District Office, Ambon City

Matakena, Julent Audri, Sahetapy, Petronela, Patty, Julia Theresia
Abstract: This study examines the influence of leadership style on public service at the Teluk Ambon District Office, Ambon City. The research was motivated by practical service problems at the district level, including uneven implementation&#8230; lementation of frontliner service procedures, varying employee discipline, and weak coordination among organizational units. A quantitative survey design was applied to test the causal relationship between leadership style and public service quality. Data were collected from 50 respondents consisting of 24 district employees and 26 community service users through structured questionnaires supported by observation, interviews, and documentation. Leadership style was measured through decision-making ability, motivational ability, subordinate control, and emotional control, whereas public service quality was measured using the SERVQUAL dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The data were processed using IBM SPSS with validity, reliability, normality, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination procedures. The findings show that all questionnaire items were valid and reliable. The regression model produced a positive coefficient, a standardized beta of 0.906, and an R Square value of 0.820, indicating that leadership style explained 82.0% of the variation in public service quality. The novelty of this study lies in its focus on district-level public service governance in an archipelagic urban context, where leadership is not only administrative but also coordinative and adaptive. The study implies that stronger leadership supervision, staff arrangement, and service discipline are necessary to improve the consistency of public service delivery.

EVALUASI PENGGUNAAN APLIKASI M-PASPOR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

Muhammad Haikal Fiqri, Desri Alfin, Elly Nielwati
Abstract: Transformasi digital dalam sektor publik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan birokrasi yang lambat dan berbelit. Direktorat Jenderal Imigrasi meluncurkan aplikasi M-Paspor sebagai instrumen&#8230; strumen strategis E-Government guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penerbitan dokumen perjalanan RI. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak implementasi M-Paspor terhadap dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL) yang meliputi Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangibles. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap realitas ganda: M-Paspor berhasil meningkatkan dimensi Assurance (transparansi biaya) dan Responsiveness (efisiensi waktu tatap muka), namun mengalami degradasi serius pada dimensi Reliability akibat instabilitas infrastruktur teknis dan Empathy karena eksklusi digital terhadap kelompok lansia. Kesimpulannya, teknologi M-Paspor telah mengubah lanskap pelayanan menjadi lebih modern, namun belum sepenuhnya mencapai standar pelayanan prima (service excellence) karena hambatan teknis yang persisten dan kurangnya desain yang inklusif.

Strategies for Developing Technical Competence and Soft Skills in Improving Customer Service Quality at NJS Alumunium Bandung

Billy Gustiawan
Abstract: The manufacturing sector in Indonesia, particularly within the aluminum fabrication and extrusion industry, is currently navigating a period of intense structural transition. Historically characterized by a focus on physical&#8230; ical output and technical specifications, enterprises are now increasingly compelled to adopt a service-dominant logic to maintain competitive viability. This research report investigates the strategic implementation of human resource development programs at NJS Alumunium, focusing on the dual-pathway integration of technical competence (hard skills) and interpersonal proficiencies (soft skills). Utilizing the SERVQUAL framework as a primary evaluative tool, the analysis explores how specific technical abilities, such as CNC machining, precision welding, and CAD design, intersect with soft skills like emotional intelligence, communication, and proactive problem-solving to drive customer satisfaction. The study synthesizes data from contemporary Indonesian industrial policies, including "Making Indonesia 4.0," and academic frameworks such as Workplace Learning (WPL) and Total Quality Management (TQM). Findings indicate that while technical mastery is a prerequisite for entry into the high-end aluminum market, soft skills serve as the critical differentiator in fostering customer loyalty and bridging the gap between expectation and perception. The report further details the role of management information systems, the impact of local cultural paternalism in leadership, and the emergence of green capabilities as essential components of a modern competency strategy. The proposed developmental model advocates for a continuous, mentored, and digitally-enabled training ecosystem that aligns organizational capabilities with the sophisticated demands of both domestic and international consumers.

Hubungan Kualitas Pelayanan Home Care dengan Tingkat Kepuasan pada Pasien di RSUP Surakarta

Mashitoh, Ayunita, Atik Aryani, Widiyono
Abstract: Perawatan di rumah (home care) adalah layanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga profesional di tempat tinggal pasien. Tujuannya adalah untuk mendukung pasien dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah kesehatannya&#8230; secara berkelanjutan dan menyeluruh. Kepuasan merupakan salah satu hasil dari kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan perawatan di rumah (home care) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan SERVQUAL dan Kuesioner Kepuasan Pasien (Patient Satisfaction Questionnaire Short Form/PSQ-18). Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 63 pasien. Data bivariat dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall-Tau. Sebagian besar responden melaporkan bahwa kualitas pelayanan baik dan tingkat kepuasan mereka cukup puas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan perawatan di rumah (home care) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUP Surakarta. Hal ini didukung dengan nilai p sebesar 0,001 dan koefisien korelasi sebesar 0,796, yang keduanya menunjukkan korelasi positif. Terdapat hubungan antara kualitas pelayanan perawatan di rumah (home care) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUP Surakarta.

Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dengan Pendekatan Servqual

Wilda Tri Yuliza, Gusrianti, Wendi Wahyu Utama
Abstract: Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Kemenkes (2023) di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa&#8230; hwa kepuasan pasien rawat jalan umumnya masih di bawah target yang ditetapkan oleh standar pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit Bhayangkara Padang yang merupakan rumah sakit umum kelas D, selama satu tahun terakhir mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya dengan indeks kepuasan pasien rawat jalan masih 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan SERVQUAL di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional, pengumpulan data melalui kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit selama periode pengumpulan data dengan jumlah sampel 96 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien menilai kehandalan (52,1%), daya tanggap (54,2%), jaminan (47,9%), empati (38,5%), dan bukti fisik (51,0%) tidak bermutu. Terdapat pengaruh kehandalan (p-value = 0,012), daya tanggap (p-value = 0,000),  empati (p-value = 0,000), serta bukti fisik (p-value = 0,024) terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Sebaliknya, dimensi jaminan tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan terutama pada aspek kehandalan, daya tanggap, empati, dan bukti fisik perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di rumah sakit.