Search Articles & Publications

Showing 69 articles found for "Tungga"

IMPLEMENTASI SISTEM ANTRIAN DIGITAL DI KANTOR KECAMATAN WINONGAN KABUPATEN PASURUAN

Kurniawan, Satunggale, Rusmini, Rusmini, Rahman, Muhammad Afifi
Abstract: This research aims to uncover the problems of Integrated Services (PATENT) in the Winongan District Office, Pasuruan Regency with a MANUAL queuing system. From some information gathered from people queuing, services using… g a manual queuing system are less effective and efficient. So, to meet the needs of good community service, District Offices need to innovate a DIGITAL queuing system. Integrated Service (PATENT) problems at the Winongan District Office, Pasuruan Regency with a MANUAL queuing system. From some information gathered from people queuing, services using a manual queuing system are less effective and efficient. So, to meet the needs of good community service, District Office Agencies need to innovate a DIGITAL queuing system. Innovation is a shift from traditional management principles, processes and practices or a shift from old organizational forms to modern management. Government services to the community, known as public services, are a very strategic issue because of the interaction between the government and the community. This research uses a qualitative descriptive approach to determine public service innovation. The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. The research results show that public service innovation with a digital queuing system is a conceptual innovation which gives rise to new paradigms, ideas, thinking and breakthroughs. Meanwhile, delivery innovation includes new ways or ways of solving problems, providing services or interacting with clients for the purpose of providing special services to customers.  

TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON Nitzschia sp SKALA LABORATORIUM DENGAN PEMBERIAN PUPUK YANG BERBEDA

Putri, Nadisa Theresia, Salim, M Agus
Abstract: Nitzschia sp merupakan mikroaga bersel tunggal yang berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai produsen primer alami bagi larva organisme laut. Dalam pemeliharaan larva diperlukan pakan awal yaitu Nitzschia sp. Untuk… tuk memenuhi pakan tersebut perlu dilakukan upaya perbaikan kultur Nitzschia sp. skala Laboratorium dan semi massal. Tujuan dari kultur diatom ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kepadatan yang dihasilkan dengan pemberian pupuk yang berbeda daam skala laboratorium, sehingga kebutuhan pakan alami untuk larva tercukupi. Kultur Nitzschia sp. pada skala laboratorium (2 L) menghasilkan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebanyak 13.000.000 sel/mL. Sedangkan kultur Nizschia sp. semi massal (20 L) dapat memenuhi kebutuhan pakan alami untuk larva, dengan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebesar 8.300.000 sel/mL.  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BERCAKAP CAKAP DALAM BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS V SD YPPGI NOKAPAKA

Kurniawan, Satunggale, Rahman, Muhammad Afifi, Yigibalom, Mendiron
Abstract: Keberhasilannya proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh seorang guru yang melakukan transfer ilmu (knowledge transfer) melalui proses pembelajrannya,dalam hal ini strategi pembelajaran menjadi penting dalam proses… belajar tersebut. Banyak pembelajaran pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh para gura, pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran tersebut, antara lain:Pembelajaran Ceramah, Pembelajaran Tanya jawab, Pembelajaran diskusi, Pembelajaran pemberian tugas, Pembelajaran demontrasi, Pembelajaran karyawisata, Kerja kelompok (inquiri), Pembelajaran bermain peran, Pembelajaran dialog, Pembelajaran bantah membantah, dan Pembelajaran bercerita. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kegiatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Selain itu, melalui pemilihan metode pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru melainkan juga dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu yang ada terutama mata pelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskanlah judul penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut: “Peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris melalui pembelajaran  dengan media games puzzle  pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA Tahun Pelajaran 2023/2024”, Berdasarkan yang ada maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah, Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan media games puzzle untuk peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA serta Apakah pembelajaran dengan media games puzzle dapat meningkatkan kepahaman siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA tentang  memberi informasi dalam Bahasa Inggris, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dan juga menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas serta Games Puzzle merupakan bentuk permainan yang menantang daya kreatifitas dan ingatan siswa lebih mendalam dikarenakan munculnya motivasi untuk senantiasa mencoba memecahkan masalah, namun tetap menyenangkan sebab bisa di ulang-ulang

Terapi Antikejang Tunggal dan Kombinasi pada Epilepsi Anak: Literature Review

Ramadhani, Sabila, Perdani, Roro Rukmi Windi, Damayanti, Putri, Oktarlina, Rasmi Zakiah
Abstract: Epilepsi anak membutuhkan tata laksana farmakologis jangka panjang yang bertujuan menurunkan frekuensi kejang dengan efek samping seminimal mungkin. Terapi antikejang tunggal umumnya dipilih sebagai strategi awal karena… regimen lebih sederhana, evaluasi respons lebih jelas, dan risiko interaksi obat lebih rendah. Namun, sebagian anak tetap mengalami kejang meskipun telah mendapat terapi awal yang adekuat, sehingga terapi kombinasi diperlukan pada kasus tertentu. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis peran terapi antikejang tunggal dan kombinasi pada epilepsi anak, khususnya terkait frekuensi kejang, keamanan, kepatuhan, dan kualitas hidup. Metode disusun menggunakan kerangka PICO dan alur seleksi berbasis PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, dan laman pedoman klinis resmi untuk publikasi tahun 2021-2026. Sebanyak 14 artikel dan dokumen pedoman memenuhi kriteria kelayakan dan disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antikejang tunggal tetap rasional sebagai pendekatan lini awal, sedangkan terapi kombinasi lebih tepat dipahami sebagai eskalasi terapi pada anak dengan kontrol kejang belum optimal. Perbedaan frekuensi kejang antara kedua kelompok terapi harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan tipe kejang, etiologi, durasi penyakit, kepatuhan, komorbiditas, riwayat kegagalan terapi, dan derajat keparahan awal.

Edukasi Pentingnya Menggunakan Masker untuk Mencegah Infeksi Nosokomial pada Pengunjung di Poli Rawat Jalan RSUD Bahteramas

Sri Tungga Dewi, Hilda Harun, Harleli, Andi Nur Taqfiyatul Rizka Toaso, Astrifatih A.Daulat
Abstract: Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya&#8230; wasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.

Subtextual Analysis through Hegelian Dialectics in 5 Seconds of Summer’s Good Girls

Rommel Utungga Pasopati, Erlis Hersetya Firda, Albert Wijaya Kusuma, Riska Dewi Ramadhani, Firdausy Alya Hasana, Khaled Ahmed Mohammed
Abstract: This article investigates patterns of Hegelian Dialectics in 5 Seconds of Summer’s song lyrics entitled Good Girl. The background of this study lies on such stereotypes whether new literary works may still contain philosophical&#8230; osophical ideas. The research question of this paper is whether 5 Seconds of Summer’s song lyrics entitled Good Girl can be analyzed through Hegelian Dialectics. Through qualitative method, this paper shows how the situation of the girl is covered by old and new knowledge in the scheme of thesis-antithesis-synthesis as theorized by G. W. F. Hegel. This approach emphasizes how traditional and modern understandings interact, highlighting how dynamic identity building is. Using explorative approach, the components of the song lyrics are discussed through subtextual understandings that Hegelian Dialectics may erode such stereotype and later shape another stigma as well. It is analyzed that the girl lives the stigma that a good girl is a nerd and should not have fun outside the house. The song lyrics then accentuate that a smart girl could also be a bad girl and it indeed breaks the stigma of a clever girl is always a good girl. In conclusion, the song lyrics show how ideas of a good and a bad girl are not that simple since those reflect complex situation between common, social, and even academic norms. By stating so, the novelty of this article is evident; such new literary works may still always contain certain philosophical presuppositions.

The Subtextual Significances of Pragmatic Equivalence in Translating Humor

Ni Nyoman Sarmi, Rommel Utungga Pasopati, Dyah Ayu Ratna Jelita, Yoshua Veron Handika Putra Siadari, Agischa Putri Agil, Muhammad Daffa Firzatullah
Abstract: This article examines the importance of pragmatic equivalence in translating humor, a crucial yet often challenging aspect due to humor’s deep reliance on cultural context, implicature, and audience interpretation. Pragmatic&#8230; gmatic equivalence emphasizes the conveyance of implicit meaning through communication principles such as those proposed by Grice, where coherence takes precedence over mere lexical and grammatical cohesion. In humor translation, coherence refers to the interconnectedness of meaning based on shared context and knowledge between the author and the audience, rather than simply the structure of sentences. However, humor is inherently ambiguous and open to multiple interpretations, making its meaning not always directly transferable. A single mistranslated element can alter the entire comedic effect, as humor is often highly culture-specific. In this case, the translator’s role extends beyond language transfer to bridging the knowledge gap that the target audience might have, sometimes at the cost of the humor’s spontaneity. This challenge creates a dilemma between preserving natural comedic effect and delivering accurate meaning. As a result, humor translation often leans toward either overly literal or overly liberal approaches, each with the risk of losing essential nuance. Therefore, pragmatic equivalence involves more than just finding corresponding meanings; it also requires sensitivity to the social and cultural contexts that shape audience responses. The novelty of this study lies in its focus on the unique complexity of humor translation, making it a valuable contribution to the fields of literary studies, linguistics, and translation studies.

Community-Based Livestock Management: A Participatory Approach to Waste and Product Optimization in Karang Tunggal, Kutai Kartanegara

Dede Aprylasari, Ari Wibowo, Dinar Anindyasari, Cori Qamara, I Putu Gede Didik Widiarta, Suhardi
Abstract: Karang Tunggal Village, located in Kutai Kartanegara Regency, has excellent potential in the livestock sector, especially in producing livestock products such as meat and milk. However, managing livestock products and waste&#8230; ste still faces various obstacles, including a lack of awareness among farmers regarding efficient and sustainable management practices. This research aims to analyze the application of a participatory approach in education on managing livestock products and waste by directly involving the livestock community. This approach allows farmers to actively participate in every process stage, from problem identification to implementing solutions based on local needs. The data in this research was obtained through in-depth interviews, field observations, and focus group discussions (FGD) involving local breeders and related stakeholders. The research results show increased quality of livestock products, especially regarding cleanliness, food safety, and selling value. Apart from that, there has been a waste reduction that was previously simply thrown away, with innovations in using waste as organic fertilizer and additional feed for livestock. The adoption of more sustainable livestock practices is also starting to be implemented by livestock farmers, improving their economic welfare. Furthermore, this program opens up opportunities for developing value-added processed products, such as pasteurized milk and processed meat, which can increase farmers’ income. Collaboration between farmers in managing joint businesses is also growing, creating a more solid livestock ecosystem. Apart from the economic impact, this participatory approach also increases farmers’ awareness of the importance of sustainability and better environmental management, which contributes to the sustainability of the livestock sector in Karang Tunggal Village.

Pencegahan ISPA melalui Pembagian Masker dan Leaflet pada Pekerja Tambang di Desa Lambuluo, Konawe Utara

Handayani, Listy, Lestari, Hariati, Bahar, Hartati, Akifah, Dewi, Sri Tungga, Fatrisya S, Waode Mitha, Nur, Tri Amelia, Iki, Wa, Irwan, Istiqomah
Abstract: Paparan debu dan polusi udara di lingkungan pertambangan menjadi faktor risiko penting terjadinya gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pada pekerja tambang. Desa Lambuluo, Kecamatan Motui,&#8230; , Kabupaten Konawe Utara merupakan wilayah yang berada di sekitar aktivitas pertambangan sehingga pekerja berpotensi mengalami pajanan debu secara terus-menerus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja tambang tentang bahaya polusi udara di tempat kerja serta mendorong perilaku pencegahan ISPA melalui pembagian masker dan media edukasi leaflet. Sasaran kegiatan adalah 40 pekerja tambang yang berdomisili di Desa Lambuluo. Kegiatan dilaksanakan pada 24–25 Juli 2025 dengan pendekatan door to door. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, penyusunan dan pencetakan leaflet, penyiapan masker percontohan, distribusi paket masker dan leaflet, serta edukasi singkat mengenai bahaya debu tambang, dampaknya terhadap kesehatan pernapasan, cara penggunaan masker yang benar, dan pentingnya mengganti masker apabila kotor atau rusak. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan cakupan penerima masker dan leaflet, dengan indikator keberhasilan minimal 80% dari sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 38 dari 40 pekerja tambang menerima masker dan leaflet, dengan capaian sebesar 95%. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan door to door efektif menjangkau pekerja dan memungkinkan penyampaian pesan kesehatan secara lebih personal. Kegiatan ini menjadi langkah awal promotif-preventif dalam pencegahan ISPA, namun perlu dilanjutkan dengan edukasi berkala, pemantauan kepatuhan penggunaan masker, dan pengendalian debu yang lebih komprehensif di lingkungan kerja tambang secara berkelanjutan oleh pihak terkait.

Elevating Writing Literacy Skills of Students of SMPN 48 Surabaya Through Writing Fables

Pasopati, Rommel Utungga, Kartiningsih, Rindrah, Wijaya, Kusuma, Sarmi, Ni Nyoman, Andharu, Devito, Fadillah, Muhammad Reza Ishadi, Agil, Agischa Putri, Wicaksono, Anggoro Cahyo
Abstract: This article explains the importance of writing fables, especially to improve writing literacy skills daily life imaginations. This writing is based on community service done to junior high school students in SMPN 48 Surabaya&#8230; abaya in 2024. The creative capacities of children possess the potential to enhance their comprehension of writing literacy skills through the act of writing fables. Through an exploratory approach within qualitative research, this manuscript underscores fable writing as a mechanism to cultivate literacy skills from describing, exploring, to explaining ideas from their minds to written fables. In conclusion, the practice of writing fables for junior high school students is essential to elevate writing literacy skills regarding the advancement of creativity in the students’ understandings of their everyday issues.