Abstract:Abstract: Household food waste remains a major environmental challenge due to its high volume and potential to cause pollution when not properly managed. This community service program aimed to improve community knowledge,…
e, attitudes, and skills in converting household food waste into liquid organic fertilizer. The activity was conducted on 11 October 2025 in Waru Village, Parung District, Bogor Regency, involving 50 participants from the Women Farmers Group, youth organizations, housewives, and local residents. The program included an initial survey, socialization, practical training, mentoring, and evaluation through observation, interviews, pre-tests, post-tests, and documentation. The results showed improvements in all evaluated aspects. The average knowledge score increased from 3.33 to 4.33, the attitude score from 3.70 to 4.57, and the skills score from 3.23 to 4.23. These findings indicate that socialization, interactive discussion, hands-on practice, and mentoring were effective in strengthening community capacity to process household organic waste into useful products and to support sustainable waste reduction.
Keywords: community service; food waste; liquid organic fertilizer, waru village
Abstrak: Permasalahan sampah makanan rumah tangga menjadi tantangan penting dalam pengelolaan lingkungan karena volumenya tinggi dan berpotensi menimbulkan pencemaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah makanan rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan dilaksanakan pada 11 Oktober 2025 di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan 50 peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, ibu rumah tangga, dan warga sekitar. Metode kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi, wawancara, pre-test, post-test, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek evaluasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 3,33 menjadi 4,33, sikap dari 3,70 menjadi 4,57, dan keterampilan dari 3,23 menjadi 4,23. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi, diskusi interaktif, praktik langsung, dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat serta mendukung pengurangan sampah secara berkelanjutan.
Kata kunci: desa waru; pengabdian masyarakat; pupuk organik cair; sampah makanan
Abstract:Abstract: Effective, transparent, and accountable village economic management is an important aspect in supporting rural development and community welfare. However, there are still limitations in the understanding of village…
lage officials regarding the use of information technology literacy in village economic management. This condition results in suboptimal management of economic data, activity documentation, and information dissemination to the community. This community service activity aims to enhance the understanding and awareness of Silo Baru Village officials regarding village economic management based on information technology literacy. The method used was community education through participatory socialization and counseling activities. The results indicate an improvement in the understanding of village officials regarding the importance of digital literacy as a supporting tool for planning, managing, and reporting village economic activities, as well as for promoting transparency and accountability in village economic governance. This activity provides an initial contribution to strengthening the capacity of village officials and supporting sustainable economic development in Silo Baru Village.
Keywords: community service; digital literacy; economic management; village apparatus
Abstrak: Pengelolaan ekonomi desa yang efektif, transparan, dan akuntabel merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, masih terdapat permasalahan berupa keterbatasan pemahaman perangkat desa terhadap pemanfaatan literasi teknologi informasi dalam pengelolaan ekonomi desa. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pengelolaan data ekonomi, dokumentasi kegiatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran perangkat Desa Silo Baru mengenai pengelolaan ekonomi desa berbasis literasi teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang bersifat partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa mengenai pentingnya literasi digital sebagai sarana pendukung perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan ekonomi desa, serta sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola ekonomi desa. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal dalam mendukung penguatan kapasitas perangkat desa dan mendorong pembangunan ekonomi Desa Silo Baru yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Kata kunci: ekonomi desa; literasi digital; pengelolaan ekonomi; perangkat desa
Abstract:Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining…
g positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education.
Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students
Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner.
Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner
Abstract:Abstract: Women's political participation is an important aspect in sustainable village development. However, the involvement of women including the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, Banyumas faces obstacles…
cles ranging from a lack of understanding of political participation, village development, low education levels, time constraints, and traditional mindsets. This community service activity aims to increase the understanding, capacity, and political participation of women in the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, especially in the village development process. The methods used include FGD, direct observation, counseling, and village forum simulations. The results of the activity show that the PKK Ledug group has a high motivation to be involved in village development but still faces obstacles such as limited information regarding village political mechanisms and lack of self-confidence. After the community service was implemented, the PKK Ledug group was able to convey aspirations in a more structured manner. The village forum simulation showed an increase in the activeness of the PKK Ledug group in discussions and submitting program proposals. This community service proves that political awareness can be an effective strategy to increase the contribution of the PKK Ledug group in village development.
Keywords: women's political participation, village development
Abstrak: Partisipasi politik perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, keterlibatan Perempuan termasuk kelompok PKK di desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas menghadapi hambatan mulai kurangnya pemahaman tentang partisipasi politik, pembangunan desa, tingkat Pendidikan rendah, kendala waktu, pola pikir yang masih tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, partisipasi politik perempuan kelompok PKK di desa Ledug, kecamatan Kembaran terutama proses Pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi FGD,observasi langsung,penyuluhan, simulasi forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok PKK Ledug memiliki motivasi tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa tapi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi terkait mekanisme politik desa, minimnya kepercayaan diri.Setelah pengabdian dilaksanakan, kelompok PKK Ledug dapat menyampaikan aspirasi secara lebuh terstruktur.Simulasi forum desa memperlihatkan peningkatan keaktifan kelompok PKK Ledug dalam berdiskusi, mengajukan usulan program. Pengabdian ini membuktikan bahwa penyadaran politik dapat menjadi strategi efektif dapat meningkatkan konstribusi kelompok PKK Ledug dalam Pembangunan desa.
Kata kunci: partisipasi politik perempuan, pembangunan desa
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, they continue to face challenges in management and digital marketing. Keripik Balado Uni Yen, a local…
cal MSME engaged in the traditional Minangkabau snack industry, experiences obstacles in expanding its market due to limited product innovation and reliance on conventional methods of promotion and sales. This condition has led to stagnant sales performance and low managerial efficiency, indicating the need for strategic efforts to enhance business capacity. This community service program aims to strengthen the competitiveness of the MSME through the development of product packaging integrated with a QR code and a point of sale system based on a website and digital cashier machine, while also promoting digital marketing adoption. The program was implemented using a participatory approach involving training, technical assistance, and continuous monitoring and evaluation of technology implementation. Digital marketing through social media proved effective in expanding market reach and increasing sales by up to 40%. Overall, the program demonstrates that integrating innovative packaging, digital systems, and online marketing serves as an effective strategy to enhance the competitiveness and sustainability of local MSMEs.
Keywords: digital marketing; innovation QR code packaging; point of sales; MSMEs
Abstrak: UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajemen dan pemasaran digital. UMKM Keripik Balado Uni Yen merupakan UMKM lokal yang bergerak di industri makanan olahan khas Minang, menghadapi tantangan dalam memperluas pasar akibat keterbatasan inovasi produk serta masih mengandalkan metode konvensional dalam promosi dan penjualan. Kondisi ini berdampak pada stagnasi penjualan dan rendahnya efisiensi manajerial, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pengembangan kemasan produk yang dilengkapi kode QR dan terintegrasi dengan sistem point of sale berbasis website dan mesin kasir digital, serta mendorong digitalisasi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi implementasi teknologi. Pemasaran digital melalui media sosial juga terbukti efektif memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan hingga 40%. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi kemasan, sistem digital, dan pemasaran daring merupakan strategi efektif untuk memperkuat daya saing dan kemandirian UMKM lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci: digitalisasi pemasaran; kemasan inovatif QR Code; point of sales; UMKM
Abstract:Abstract: This community service program was carried out by Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) with the aim of strengthening digital skills and English proficiency among high school/vocational school graduates in…
order to improve their job readiness. The activity took place at Balai RW 08, Kalideres, and West Jakarta. This program was motivated by the condition of high school/vocational graduates in RW 08, most of whom come from lower-middle-income families and are therefore more inclined to enter the workforce directly rather than pursue higher education. Thus, training is needed to enhance practical skills relevant to industry requirements.The training focused on three main aspects, developing a professional curriculum vitae (CV), strategies for facing job interviews in both Indonesian and English, and practicing digital skills through the use of Canva for CV creation. Participants were actively engaged through interactive sessions, simulations, and collaborative exercises. The results of the program indicated increased awareness, confidence, and skills among participants in preparing themselves to enter the workforce. The conclusion of this program is that integrating digital literacy and English proficiency in community-based training can enhance the competitiveness of high school/vocational school graduates and make a tangible contribution to supporting their readiness for the job market.
Keywords: english proficiency, job readiness, digital skills, community service, vocational education
Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan tujuan memperkuat keterampilan digital dan kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMA/SMK untuk meningkatkan kesiapan kerja. Kegiatan ini berlangsung di Balai RW 08, Kalideres, Jakarta Barat. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lulusan SMA/SMK di RW 08 yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, sehingga cenderung lebih memilih langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.Pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama: penyusunan curriculum vitae (CV) profesional, strategi menghadapi wawancara kerja dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta keterampilan digital melalui penggunaan Canva untuk pembuatan CV. Peserta terlibat secara aktif melalui sesi interaktif, simulasi, dan latihan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, dan keterampilan peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kesimpulannya, integrasi literasi digital dan kemampuan bahasa Inggris dalam pelatihan berbasis masyarakat dapat meningkatkan daya saing lulusan SMA/SMK serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan mereka menghadapi pasar kerja.
Kata kunci: kemampuan bahasa Inggris, kesiapan kerja, keterampilan digital, pengabdian masyarakat, pendidikan vokasi
Abstract:Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through…
ough the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment.
Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school
Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat.
Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam
Abstract:Abstract: The literacy and numeracy achievements of elementary school students in Indonesia still face various challenges, despite showing an upward trend based on the results of the National Assessment. One cause is the…
implementation of conventional and less interactive learning models. This community service activity aims to develop and train the use of the interactive Learning Management System (LMS) kelaspetualang.com integrated with Scratch-based educational games to support literacy and numeracy learning at SD Negeri 067240 Medan. The implementation method used an interactive workshop based on practice-based learning that included needs analysis, material development, training, implementation, mentoring, and evaluation. The activity participants consisted of 20 teachers. The evaluation was conducted using a 1–5 Likert scale questionnaire to measure understanding, interest, and effectiveness of the activity. The results of the activity showed that 18 teachers successfully developed and uploaded game-based teaching materials to the LMS, while two teachers experienced technical difficulties with the device. The evaluation results showed a very good level of understanding and enthusiasm, especially regarding interest in developing game-based learning media, although further mentoring is still needed on technical aspects. This activity has been proven to improve teachers' digital competence and literacy and has the potential to enrich literacy and numeracy learning in an innovative way.
Keywords: educational; games; scratch; literacy; numeracy
Abstrak: Capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan berdasarkan hasil Asesmen Nasional. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan melatih pemanfaatan Learning Management System (LMS) interaktif kelaspetualang.com yang terintegrasi dengan game edukatif berbasis Scratch guna mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di SD Negeri 067240 Medan. Metode pelaksanaan menggunakan workshop interaktif berbasis practice-based learning yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan materi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman, minat, dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 18 guru berhasil mengembangkan dan mengunggah materi ajar berbasis game ke dalam LMS, sementara dua guru mengalami kendala teknis perangkat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman dan antusiasme yang sangat baik, terutama pada minat pengembangan media pembelajaran berbasis game, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan pada aspek teknis. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru serta berpotensi memperkaya pembelajaran literasi dan numerasi secara inovatif.
Kata kunci: pendidikan; permainan; Scratch; literasi; numerasi.
Abstract:Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR…
HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production.
Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak
Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan.
Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak
Abstract:Abstract: Many traditional fishermen in Indonesia still experience a decreasing income during the rainy season due to bad weather conditions. This community service activity aims to improve the safety of fishermen through…
h the installation of lightning rods and education on bad weather conditions at sea. This activity was carried out in Segoro Tambak Village, Sedati District, Sidoarjo Regency, East Java. The participants in this activity are local fishermen who are members of the KUB Geronggong. The methods used in this activity include 1. Initial Survey; 2. Socialization; 3. Training Session; 4. Technology Application; and 5. Mentoring and Evaluation. The results of the pre-test and post-test showed that the fishermen's level of understanding increasing by 8%. Based on the questionnaire results, the majority of fishermen gave positive feedback of this activity. In terms of program assessment, 71.4% of participants stated that the material provided was very easy to understand, and 82.1% of participants considered the speakers' delivery to be very clear. The opportunity to ask questions was also considered sufficient by 64.3% of participants, while in terms of satisfaction, 85.7% of participants stated that they were very happy to participate in this activity. All participants (100%) stated that this activity increased their knowledge, improved their preparedness for bad weather, and encouraged the application of knowledge in their daily lives.
Keywords: bad weather; fishermen; lightning rods; mitigation
Abstrak: Masih banyak nelayan tradisional di Indonesia yang penghasilannya turun di musim penghujan karena kendala cuaca buruk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan nelayan melalui pemasangan alat penangkal petir dan edukasi cuaca buruk saat melaut. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Segoro Tambak, Kecataman Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mitra dari kegiatan ini merupakan nelayan lokal yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Geronggong. Metode kegiatan meliputi 1.Survey Awal; 2.Sosialisasi; 3.Pelatihan; 4.Penerapan Teknologi; serta 5.Pendampingan dan Evaluasi. Dari hasil pre-test dan post-test didapati tingkat pemahaman nelayan meningkat sebesar 8%. Berdasarkan hasil kuesioner, mayoritas nelayan memberikan penilaian positif terhadap kegiatan ini. Pada aspek penilaian acara, sebanyak 71,4% peserta menyatakan materi yang diberikan sangat mudah dipahami, dan 82,1% peserta menilai penyampaian narasumber sangat jelas. Kesempatan bertanya juga dinilai sangat cukup oleh 64,3% peserta, sedangkan dari sisi kepuasan, 85,7% peserta menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan ini. Seluruh peserta (100%) menyatakan kegiatan ini menambah pengetahuan, meningkatkan kesiapan menghadapi cuaca buruk, serta mendorong penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci: cuaca buruk; mitigasi; nelayan; penangkal petir