Search Articles & Publications

Showing 268 articles found for "Akademik"

Dampak Bullying Terhadap Kepribadian Dan Pendidikan Seorang Anak

Qariy Diana, Nur Rizki Farida, Robi Hidayat, Yosi Lara Jenita
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak bullying terhadap kepribadian dan pendidikan anak. Bullying adalah bentuk kekerasan yang dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap kesehatan mental dan emosional anak, yang… ng dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan harga diri yang rendah. Penelitian ini menemukan bahwa bullying dapat mengganggu kestabilan emosi anak dan menghambat pembentukan kepribadian yang sehat. Selain itu, bullying juga dapat mempengaruhi prestasi akademik dan pengalaman pendidikan anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa mencegah bullying membutuhkan upaya kolaboratif dari orang tua, guru, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang konsekuensi negatif dari perundungan dan mendidik anak-anak tentang cara mencegah dan menanggapi perilaku perundungan. Dengan demikian, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang positif dan sehat bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.

Permasalahan HAM di Lingkungan Pendidikan: Menyikapi Pelanggaran HAM Dalam Bentuk Verbal Bullying Berbasis Nama Orang Tua

Anggun Mayang Sari, Aulya Ramadhani, Habil Alansyah, Rafi Ternando, Yosi Lara Jenita
Abstract: Pendidikan merupakan kesempatan atau wadah bagi masa depan anak untuk memperoleh kehidupan  yang  layak.  Secara  umum  pendidikan  bisa  diartikan  sebagai  suatu  proses  untuk mengembangkan  diri  bagi  individu  untuk … individu  untuk  melangsungkan  kehidupannya. Kekerasan verbal di lingkungan sekolah dapat terjadi kapan pun dan di mana pun. Dengan begitu sekolah merupakan wadah sebagai penunjang anak untuk menuntut ilmu, nilai-nilai, kesopanan, kejujuran, etika yang baik pada diri anak. Kekerasan terhadap anak bisa berupa kekerasan fisik maupun kekerasan  verbal. Peneliti memfokuskan terhadap  kajian kekerasan  verbal yang banyak dijumpai di satuan sekolah di mana sering  kita  ketahui  bahwa  kekerasan  verbal  bisa  berupa  ucapan  kasar,  membentak,  memfitnah, mengancam, dan menghina. Sehingga dapat menyebabkan trauma atau kesehatan psikis terhadap anak tersebut. Pendidikan  sangat  penting  bagi  suatu  negara  karena  negara-negara  yang makmur  tentu  akan  memprioritaskan  pendidikan,seperti yang terjadi di Indonesia. Dengan  meningkatnya  pendidikan,  masalah  seperti  tidakan  kekerasan  di  lingkungan sekolah pasti akan terus muncul. Maka perlu adanya perlindungan oleh guru, kepala sekolah, dan orang tua murid. Artikel ini menyelidiki isu perlindungan anak di lingkungan sekolah dengan fokus pada tindakan verbal bullying yang melibatkan penggunaan nama orang  tua  sebagai  bentuk  intimidasi.  Studi  ini  berusaha  untuk  memahami  dampak psikologis, sosial, dan akademik dari perilaku semacam itu terhadap para siswa. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi langkah-langkah yang dilakukan oleh sekolah dan pihak berwenang untuk mencegah serta menangani insiden-insiden bullying ini dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung untuk semua anak.

Studi Literatur: Kasus Bullying Berakibat Merenggut Nyawa terhadap Mahasiswa PPDS Universitas Diponegoro

Isra Mabel, Yoga Pernandes, Ahmad Al Akbar, Dini Budiana Putri
Abstract: Hak Asasi Manusia (HAM) dapat dimaknai sebagai hak dasar yang dimiliki setiap manusia yang melekat kepadanya karena ia adalah seorang manusia. Apabila seseorang mendapat tindakan buruk atas pelanggaran hak asasi manusia… maka hal tersebut merupakan tindakan serius yang harus ditangani oleh pihak yang terkait. Kasus perundungan yang terjadi pada salah satu mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro merupakan perundungan yang terjadi di dunia pendidikan tidak hanya menimbulkan dampak psikologis yang menyakitkan, tetapi juga dapat menyebabkan cedera fisik yang serius sehingga dapat merusak mental yang berujung merenggut nyawa. Perundungan atau bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulangulang terhadap seseorang yang lebih lemah atau rentan oleh orang yang lebih kuat atau berkuasa. Perundungan di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia saat ini menjadi masalah yang semakin mengkhawatirkan dan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Dampak dari perundungan ini sangat berbahaya, dapat memengaruhi kesehatan mental, emosional, dan hubungan sosial korban, bahkan mengganggu proses akademik mahasiswa. Studi literatur ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana pelanggaran hak asasi manusia dapat dicegah dan diatasi secara efektif, bagaimana bentuk pelanggarannya, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta pencegahannya. Dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian studi literatur. Teknik penelitian studi literatur adalah serangkaian kegiatan ilmiah yang melibatkan pengumpulan berbagai bahan yang berkaitan dengan topik atau masalah yang akan diteliti, dengan literatur yang menjadi sumber referensi utama.

Model-Model Penelitian Kualitatif

Yasukma Amanda, Meyniar Albina
Abstract: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian konseptual (conceptual research). Penelitian konseptual adalah jenis penelitian non-empiris yang bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas pemahaman terhadap suatu konsep… ep atau teori melalui kajian literatur dan analisis pemikiran para ahli, bukan melalui pengumpulan data lapangan secara langsungArtikel Ini Membahas Secara Khusus Model-Model Penelitian Kualitatif, Dengan Fokus Pada Fenomenologi, Termasuk Tujuan, Fokus Kajian, Metode Yang Digunakan, Dan Contoh Penerapannya. Selain Itu, Dibahas Pula AlatAlat Pengumpulan Data Yang Umum Digunakan Dalam Penelitian Kualitatif Seperti Wawancara, Observasi, Dan Dokumentasi, Serta Analisis Data Yang Meliputi Naratif, Tematik, Hingga Grounded Theory Dan Etnografi. Validitas Data Dalam Penelitian Ini Dibangun Melalui Kredibilitas, Transferabilitas, Dependabilitas, Dan Konfirmabilitas. Kajian Ini Menunjukkan Bahwa Model-Model Penelitian Kualitatif Sangat Berguna Untuk Menggali Kompleksitas Sosial Yang Tidak Dapat Dijelaskan Secara Statistik, Serta Memberikan Wawasan Yang Kaya Dan Mendalam Bagi Dunia Akademik Dan Praktis.

Analisis Penggunaan Aplikasi Berbasis AI dalam Menyelesaikan Tugas Mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika

Dinda Anggraini, Suci Alifah Nafirah Aini, Fatimah Muthmainnah
Abstract: Penelitian ini mengkaji penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Belitung dalam menyelesaikan tugas kuliah. Tujuannya adalah untuk menggambarkan pola… la penggunaan, dampak terhadap proses pembelajaran, serta pandangan etis mahasiswa terhadap teknologi AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, dengan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner tertutup dan data kualitatif dari pertanyaan esai dalam Google Form serta wawancara terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa 80% dari 30 responden merasa terbantu dengan AI, seperti ChatGPT, dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas secara lebih cepat dan efisien. Namun, sekitar 20% responden menunjukkan adanya kecenderungan ketergantungan yang berdampak pada penurunan keterlibatan intelektual dan orisinalitas karya. Sebagian besar mahasiswa menyadari pentingnya penggunaan AI secara bijak, khususnya dalam menyeleksi informasi dan menjaga integritas akademik. Temuan ini menegaskan perlunya panduan etis dan edukatif dari institusi pendidikan agar pemanfaatan AI benar-benar mendukung proses belajar, bukan menggantikannya.

Persepsi Guru Tentang Fungsi Program Remedial (Studi Kasus Pada Guru IPS SMP Muhammadiyah Mamala)

Ismawati Madi, Victry E. Picauly, Silvia Manuhutu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang program remedial dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Muhammadiyah Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Metode penelitian… ian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua guru IPS yang memiliki pengalaman dalam melaksanakan program remedial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program remedial mempunyai dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Metode yang diterapkan dalam remedial meliputi pengajaran ulang, diskusi kelompok, dan penggunaan media pembelajaran interaktif. Faktor utama yang mempengaruhi efektifitas program remedial adalah keterlibatan dan motivasi siswa, ketidaksesuaian jadwal pelaksanaan, serta peran guru sebagai fasilitator. Namun penelitian ini juga mengungkapkan tantangan dalam pelaksanaan program remedial, seperti keterbatasan waktu, kurangnya sumber daya pembelajaran, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi kendala ini, strategi seperti pemanfaatan teknologi, metode penyesuaian pembelajaran, dan kolaborasi antar guru diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program remedial dapat meningkatkan prestasi akademik siswa jika dirancang dan dilaksanakan secara efektif. Rekomendasi bagi guru dan sekolah meliputi peningkatan variasi metode pembelajaran, optimalisasi media pembelajaran, serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk mendukung keberhasilan program remedial.

Peningkatan Pemahaman Materi Tri Guna melalui Model Cooperative Learning pada Pembelajaran Agama Hindu Kelas VIII SMP Negeri 2 Lembo Raya Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Komang Sri Andayani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi Tri Guna melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning di kelas VIII SMP Negeri 2 Lembo Raya Tahun Pelajaran 2023/2024.… 024. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran konvensional. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I, aktivitas guru mencapai 86%, aktivitas siswa 78%, ketuntasan klasikal 73%, dan nilai rata-rata 72,63. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan strategi. Pada siklus II, dilakukan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembelajaran, yang menghasilkan peningkatan signifikan: aktivitas guru menjadi 95%, aktivitas siswa 89%, ketuntasan klasikal mencapai 100%, dan nilai rata-rata meningkat menjadi 82,36. Penerapan model Cooperative Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mendorong keaktifan siswa. Selain itu, model ini juga membentuk sikap positif seperti tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian. Dengan demikian, model ini tidak hanya meningkatkan aspek akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter siswa.

Optimalisasi Model Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Sraddha Dalam Pembelajaran Agama Hindu Kelas VII SMP Negeri 1 Soyo Jaya Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Made Narfiani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi Sraddha siswa kelas VII SMP Negeri 1 Soyo Jaya Tahun Pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning.… ing. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran belum optimal. Guru masih kurang efektif dalam membimbing kegiatan kelompok, dan sebagian siswa belum aktif dalam diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 78%, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 73% dan nilai rata-rata 72,63. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran perlu ditingkatkan lagi. Pada siklus kedua, perbaikan dilakukan baik dari sisi strategi pengajaran maupun pengelolaan kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai 95%, aktivitas siswa naik menjadi 89%, dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,36. Dengan pencapaian ini, siklus dihentikan pada tahap kedua. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Melalui pembelajaran kelompok, siswa lebih aktif berdiskusi, saling membantu, dan termotivasi untuk belajar bersama. Selain berdampak pada hasil akademik, model ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, dan saling percaya. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk sikap positif dalam interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Pada SiswaTentang Kepemimpinan Kelas IX Di SMP Negeri 2 Petasia Barat Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024

I Gede Sanjaya
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi kepemimpinan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Petasia Barat Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran… Cooperative Learning. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran belum optimal. Guru masih kurang efektif dalam membimbing kegiatan kelompok, dan sebagian siswa belum aktif dalam diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 78%, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 73% dan nilai rata-rata 72,63. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran perlu ditingkatkan lagi. Pada siklus kedua, perbaikan dilakukan baik dari sisi strategi pengajaran maupun pengelolaan kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai 95%, aktivitas siswa naik menjadi 89%, dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,36. Dengan pencapaian ini, siklus dihentikan pada tahap kedua. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Melalui pembelajaran kelompok, siswa lebih aktif berdiskusi, saling membantu, dan termotivasi untuk belajar bersama. Selain berdampak pada hasil akademik, model ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, dan saling percaya. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk sikap positif dalam interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.

Optimalisasi Model Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Catur Guru Dalam Pembelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V UPT SD Negeri 204 Kalaena Kiri III Tahun Pelajaran 2023/2024

Kadek Surianik
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi Catur Guru siswa kelas V UPT SD Negeri 204 Kalaena Kiri III Tahun Pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran Cooperative… erative Learning. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran belum optimal. Guru masih kurang efektif dalam membimbing kegiatan kelompok, dan sebagian siswa belum aktif dalam diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 78%, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 73% dan nilai rata-rata 72,63. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran perlu ditingkatkan lagi. Pada siklus kedua, perbaikan dilakukan baik dari sisi strategi pengajaran maupun pengelolaan kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai 95%, aktivitas siswa naik menjadi 89%, dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,36. Dengan pencapaian ini, siklus dihentikan pada tahap kedua. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Melalui pembelajaran kelompok, siswa lebih aktif berdiskusi, saling membantu, dan termotivasi untuk belajar bersama. Selain berdampak pada hasil akademik, model ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, dan saling percaya. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk sikap positif dalam interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.