Search Articles & Publications

Showing 3563 articles found for "That"

Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Dahriansah, Dahriansah, Saputra, Endra, Kurniawan, Bagas, Novrijal, Aditya
Abstract: The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary… business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business. Keywords: website; UMKM; warung wawa   Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital. Kata kunci: website; UMKM; warung wawa

Pendampingan Anak Putus Sekolah Memanfaatkan Limbah Kayu Jadi Keramba Ayam Dengan Digital Marketing

Irianto, Irianto, Sudarmin, Sudarmin, Santoso, Santoso, Firmansyah, Firmansyah, Syahputra, Arman
Abstract: Abstract: Support for out-of-school children often faces challenges in facilitating skills and job opportunities. This project aims to provide practical solutions through the utilization of wood waste by processing it into… to chicken coops. The support program employs activity methods that include training, hands-on practice in website management with partners, as well as simulations and trials throughout the activities. This initiative not only teaches technical skills and entrepreneurship but also prepares participants to become competent business actors. By involving out-of-school children in the production process of chicken coops, they gain direct experience in business management and product marketing. Furthermore, digital marketing training is provided to expand market reach and enhance participants' digital skills. This approach is expected to open job opportunities and improve the economic independence of the participants. Keywords: dropout, chiken coop; digital marketing   Abstrak: Pendampingan bagi anak putus sekolah sering menghadapi tantangan dalam memfasilitasi keterampilan dan kesempatan kerja. Proyek ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis melalui pemanfaatan limbah kayu dengan mengolahnya menjadi keramba ayam. Program pendampingan menggunakan metode kegiatan yang meliputi pelatihan, praktik langsung dalam pengelolaan website bersama mitra, serta simulasi dan uji coba selama kegiatan berlangsung. Inisiatif ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknik dan kewirausahaan tetapi juga mempersiapkan peserta untuk menjadi pelaku usaha yang kompeten. Dengan melibatkan anak putus sekolah dalam proses produksi keramba ayam, mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan usaha serta pemasaran produk.Selanjutnya, pelatihan pemasaran digital diberikan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan keterampilan digital peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi peserta. Kata kunci: putus sekolah, keramba; pemasaran digital

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Di Desa Binjai Baru

Sitorus, Zunaida, Efendi, Elfin, Hasibuan, Cici Cahyati, Dewi, Rantika, Kholid, Ahmad
Abstract: Binjai Baru Village, Datuk Tanah Datar District has great potential to be developed through entrepreneurship training, the absence of skills training, is one of the obstacles hindering economic progress. Many village youth… th choose to travel, while many women working from home have free time that has not been used effectively. Seeing this situation, we feel encouraged to conduct training on making dish soap as a form of innovation in community empowerment, especially housewives, with the ultimate goal of improving skills in creating products of economic value and increasing the family budget by eliminating the need to buy dish soap every day. The methods used in this training are socialization, training or trials, and discussions or consultations. The purpose of this activity is to encourage creativity and provide knowledge in making dish soap, so that it can save expenses and open up new business opportunities. It can be concluded that the training activities have been successful and successfully carried out well. Villagers have mastered the material provided in the dish soap training activity.  Keywords: binjai baru village; empowerment; soap making.   Abstrak: Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar mempunyai potensi besar untuk untuk dikembangkan melalui pelatihan kewirausahaan, tidak adanya pelatihan keterampilan, merupakan salah satu hal kendalamenghambat kemajuan ekonomi. Banyak pemuda desa yang memilih merantau, sementara itu banyak ibu-ibu bekerja dari rumah memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Melihat situasi ini, kami merasa terdorong untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga, dengan tujuan akhir meningkatkan keterampilan dalam menciptakan produk bernilai ekonomi serta meningkatkan anggaran keluarga dengan menghilangkan kebutuhan untuk membeli sabun cuci piring setiap hari. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sosialisasi, Pelatihan atau uji coba, dan diskusi atau konsultasi. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah mendorong kreativitas dan memberikan pengetahuan dalam membuat sabun cuci piring, sehingga dapat menghemat pengeluaran serta membuka peluang usaha baru. Dapat disimpulakan bahwa kegiatan pelatihan telah sukses dan berhasil dilaksanakan dengan baik. Warga desa telah menguasai materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan sabun cuci piring. Kata kunci: desa binjai baru; pemberdayaan; pembuatan sabun.

Pelatihan Legalitas Usaha dan Sertifikat Halal Keripik Ubi di Desa Sei Bluru

Harmayani, Harmayani, Siregar, Emiel Salim, Andriani, Dian Ayu, Apdilah, Dicky, Sinambela, Nur Isnaini, Sartika, Sartika
Abstract: In Sei Beluru Village, Meranti District, there are still problems in understanding the legality of business permits and the importance of halal certification. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the village… ge do not yet have official business legality and halal certification, which is one of the inhibiting factors in expanding the market and increasing consumer confidence. The process of registering business legality and halal certification is considered complicated and requires adequate knowledge and assistance. The method used in this community service activity is direct training and assistance to cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village. The training includes socialization regarding the importance of business legality and halal certification, a guide to registration procedures and a simulation of the process of managing business permits and halal certification. Assistance is provided to assist participants in filling out forms, completing documents, and carrying out the application process independently. The purpose of this activity is to increase the understanding of entrepreneurs regarding the importance of business legality and halal certification and to assist them in the process of managing both aspects. After this activity is carried out, it is hoped that cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village can increase the competitiveness of their products in the market, especially markets that prioritize product halalness and clear business legality. Keywords : business legality; halal certificate; training; cassava chips; UMKM   Abstrak : Di Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti masih mengalami masalah pemahaman mengenai legalitas izin usaha dan pentingnya sertifikasi halal.  Banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut yang belum memiliki legalitas usaha resmi dan sertifikasi halal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pendaftaran legalitas usaha dan sertifikasi halal dianggap rumit dan memerlukan pengetahuan serta pendampingan yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha keripik ubi di Desa Sei Bluru. Pelatihan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, panduan tata cara pendaftaran serta simulasi proses pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta dalam mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan melakukan proses pengajuan secara mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal serta membantu mereka dalam proses pengurusan kedua aspek tersebut.   Kata kunci: legalitas usaha; sertifikat halal; pelatihan; keripik ubi; UMKM

Membangun Kemandirian Karang Taruna Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Melalui Pelatihan Kewirausahaan

MA Syaripudin, MA Syaripudin, Wibowo, Tegar, Apriada, Yulis Juncy, Romadhoni, Ahmad, Dewi, Tri Marita, Santika, Mita, Azzahra, Aisyah, Septia, Septia, Asmara, Mira
Abstract: The KKN program as a model of Community Service can be directed at efforts to build community capacity to be more advanced, independent and highly competitive. In accordance with the potential of Bumi Asih Village, Palas… South Lampung District, KKN is intervened through Entrepreneurship Training for Management and Members of Karang Taruna. The training will motivate Karang Taruna members to continue to innovate and adapt to market conditions, dare to try new products, maximize services and expand markets to face competition and create new, more creative markets. Karang Taruna as a youth organization has a strategic role in developing villages. Karang Taruna Bumi Asih Village is committed to improving youth welfare through Entrepreneurship training to provide various skills and knowledge to spur innovative and inspiring creativity. The method applied is the ABCD (Assets Base Community Development) Pattern with stages; Discovery, Dreams, Design, and Destiny. With the ABCD pattern, youth organizations are directed to be able to recognize and identify social problems that occur, understand, formulate and implement appropriate resolution techniques. With training, Karang Taruna administrators and members will have a strong organizational foundation, be visionary, and have integrity in directing a better life in society. Karang Taruna's real actions can direct the lives of the younger generation in a way that can reduce the unemployment rate in Bumi Asih Village.  Keywords: entrepreneurship; karang taruna, and youth independence.   Abstrak: Program KKN sebagai model Pengabdian kepaad Masyarakat, dapat diarahkan pada upaya membangun kapasitas masyarakat agar lebih maju, mandiri dan berdayasaing tinggi. Sesuai potensi Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Lampung Selatan, KKN diintervensikan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Pengurus dan Anggota Karang Taruna. Pelatihan akan memotivasi anggota Karang Taruna untuk terus melakukan inovasi dan penyesuaian dengan kondisi pasar, berani mencoba produk baru, memaksimalkan layanan dan memperluas pasar guna menghadapi persaingan serta menciptakan pasar baru yang lebih kreatif. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun Desa. Karang Taruna Desa Bumi Asih berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda melalui pelatihan Kewirausahaan guna membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan guna memacu kreatifitas yang inovatif dan inspiratif. Metode yang diterapkan adalah Pola ABCD (Assets Base Community Development) dengan tahapan; Discovery, Dreams, Design, dan Destiny. Dengan pola ABCD, karang taruna diarahkan agar mampu menemukenali serta mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi, memahami, merumuskan dan mengimplementasikan teknik penyelesaiannya secara tepat. Dengan Pelatihan, pengurus dan anggota Karang Taruna akan memiliki dasar organisasi yang kuat, visioner, dan memiliki integritas dalam mengarahkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Aksi nyata Karang Taruna dapat mengarahkan kehidupan generasi muda secara sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Desa Bumi Asih. Kata Kunci: kewirausahaan; karang taruna, dan kemandirian pemuda.  

Strategi Diversifikasi Produk Gerabah Tuban Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar

Irawatiningrum, Satya, Bulqiyah, Hasanul, Rohid, Nibrosu
Abstract: Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which… has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media.  Keywords: training; pottery; marketing    Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial.  Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran

Ecopreneurship Pesantren Inovasi Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Green Product Cocopeat

Fahimah, Mar'atul, Rahmatika, Arivatu Ni’mati, Rahmawati, Ita
Abstract: Coconut fiber or coir is the outer part of the coconut fruit that is often considered as waste after the meat and water are extracted. Without proper processing, discarded coconut fibers will accumulate in the surrounding… g environment and creating a number of environmental problems. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the students through training in processing coconut fiber waste into cocopeat using a chopping machine. This cocopeat product can be used as an organic planting medium. This training was held at the Al Mimbar boarding school in Jombang, East Java, which can create an alternative source of income for the boarding school and foster environmental awareness among students. The methods used in this training include socialization and hands-on practice in making cocopeat. The results of this activity show that the students are increasingly aware of the environment, are able to process coconut fiber waste into quality cocopeat, and understand the economic value of the product as well as the market potential that can be utilized by the pesantren to get additional sources of funding from the sales of cocopeat. Thus, this program can be the first step for pesantren in developing sustainable environment-based businesses, as well as making a positive contribution to improving the local economy. Keywords: ecopreneurship; coconut fiber; cocopeat   Abstrak: Serabut kelapa atau sabut kelapa adalah bagian luar dari buah kelapa yang sering dianggap sebagai limbah setelah diambil daging dan airnya. Tanpa pengolahan yang tepat, serabut kelapa dibuang akan menumpuk di lingkungan sekitar sehingga menciptakan sejumlah masalah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para santri melalui pelatihan pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dengan menggunakan mesin pencacah. Produk cocopeat ini dapat digunakan sebagai media tanam organik. Pelatihan ini diselenggarakan di pondok pesantren Al Mimbar Jombang Jawa Timur yang dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi pesantren dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan santri. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi sosialisasi dan praktek langsung pembuatan cocopeat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para santri semakin sadar akan lingkungan, mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi cocopeat berkualitas, dan memahami nilai ekonomis dari produk tersebut serta potensi pasar yang dapat dimanfaatkan pesantren mendapatkan tambahan sumber pendanaan dari pendapat penjualan cocopeat. Dengan demikian, program ini dapat menjadi langkah awal bagi pesantren dalam mengembangkan usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan perekonomian lokal. Kata kunci: ecoprenuership; sabut kelapa; cocopeat

Integrasi Teknologi Untuk Pendidikan Inklusi di SLB Negeri Jombang Pembuatan Kamus Digital Kiratu

Ma'arif, Iin Baroroh, Nur, Luluk Choirun Nisak, Umardiyah, Fitri Umardiyah
Abstract: Based on the results of the situation analysis in partner schools, it was found that the problems experienced by partners were a lack of innovation in classroom learning and a lack of resources that mastered technology in… n learning. This community service activity aims to provide understanding and improve the skills of Jombang State SLB teachers in creating interesting and innovative learning media by integrating technology into learning. The learning media that will be produced is a digital dictionary for deaf students (KIRATU). This activity takes the form of socialization and training. The methods used are classical and individual methods. This PKM activity was said to be successful because the media product produced was very suitable for implementation in the classroom after being tested in the field and received a positive response and appreciation from the teachers. Teachers' understanding and skills also increased after participating in this activity. Keywords: digital dictionary; inclusive students; KIRATU; technology   Abstrak: Berdasarkan hasil analisis situasi di sekolah mitra, ditemukan bahwa permasalahan yang dialami mitra yaitu kurangnya inovasi dalam pembelajaran dikelas serta kurangnya sumber daya yang menguasai teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan keterampilan para guru SLB Negeri Jombang dalam membuat media pembelajaran yang menarik serta inovatif dengan mengintegrasikan teknologi kedalam pembelajaran. Media pembelajaran yang akan dihasilkan berupa kamus digital untuk siswa tuna rungu (KIRATU). Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan. Metode yang digunakan yaitu metode klasikal dan individual. Kegiatan PKM ini dikatakan berhasil karena produk media yang dihasilkan sangat layak untuk di implementasikan di kelassetelah dilakukan ujicoba dilapangan serta mendapat respon positif dan apresiasi dari para guru. Pemahaman serta ketrampilan guru juga meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Kata kunci: kamus digital; siswa inklusi; KIRATU; teknologi

Optimizing Thematic Pictures To Enrich Young Learners’ Vocabulary Mastery

Iman, Jaya Nur, Angraini, Nike
Abstract: Majority of Indonesian EFL young learners struggle with mastering English vocabulary. This community service activity was about to see whether or not incorporating thematic pictures could enrich young learners’ English&#8230; glish vocabulary. It used quantitative approach with descriptive analysis. Conveniently, one class was taken as the sample of this current activity which consisted of fourteen participants coming from different grades of elementary school. A Dictation test was administered as pretest and posttest before and after intervention to portray the young learners’ achievement level. The result showed that using thematic pictures was significantly impactful in enriching young learners’ English vocabulary mastery (.00 < .05). Ultimately, some pedagogical implication were also addressed accordingly in this present activity to young learners, future facilitators as well as researchers. Keywords: thematic pictures; vocabulary mastery; young learners.    Abstrak: Mayoritas pembelajar muda di Indonesia memiliki masalah dengan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat apakah penggunaan gambar tematik dapat memperkaya kosa kata bahasa Inggris pelajar muda atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Mudahnya, satu kelas diambil sebagai sampel kegiatan kali ini yang terdiri dari empat belas peserta yang berasal dari berbagai tingkatan sekolah dasar. Tes Dikte diberikan sebagai pretest dan posttest sebelum dan sesudah intervensi untuk menggambarkan tingkat prestasi pelajar muda. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan gambar tematik memberikan dampak yang signifikan dalam memperkaya penguasaan kosakata bahasa Inggris pelajar muda. Pada akhirnya, beberapa implikasi pedagogis juga dibahas dalam kegiatan ini kepada pelajar muda, fasilitator masa depan, serta peneliti.   Kata kunci: gambar tematik; pembelajar muda; penguasaan kosakata

Mentoring Pengelolaan Website DSP3A: Meningkatkan Kinerja Berbasis Internet

yuliana, Yuliana, Cahyaningtyas, Christian, Thomas, Santi, Manggara, Angga Domeos
Abstract: The future of the internet is the main destination for connecting people with ideas and information. Through the technology sector, which is growing rapidly, it plays an important role in increasing the progress of a region.&#8230; ion. Various platforms work together to change the way humans interact through website technology which is the fastest and widest media in presenting and accommodating information. Government institutions, namely DSP3A, really need this technology, in addition to functioning as a promotional media, displaying institutional profiles and accommodating institutional activities. The method applied is through direct socialization and training to admins. The purpose of this service is to mentor the admin, one of the service devices that still has minimal knowledge about web management, totaling 4 people. The results of the mentoring are Mentoring for Admins/Operators, Explanation of Website Functions, Introduction to WordPress Dashboard Features, Collecting and preparing Data and Information for use in creating Social Media Content, Introduction to Manual Books as Learning Modules in using the WordPress Dashboard. Introduction and explanation of Cpanel and Hpanel. Keywords: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website    Abstrak: Masa depan internet menjadi tujuan utama untuk menghubungkan orang dengan ide dan informasi. Melalui sektor teknologi yang pertumbuhannya semakin berkembang pesat, sehingga menjadi peran penting untuk meningkatkan kemajuan suatu daerah. Berbagai platform saling bekerja sama untuk mengubah cara manusia berinteraksi melalui melalui Teknologi website yang merupakan media tercepat dan terluas dalam menyaji dan menampung informasi. Lembaga pemerintah yaitu DSP3A sangat membutuhkan teknologi tersebut, selain berfungsi sebagai media promosi, menampilkan profil lembaga dan menampung kegiatan lembaga. Adapun metode yang diterapkan adalah dengan sosialisasi dan pelatihan kepada admin secara langsung. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan mentoring kepada admin, salah satu perangkat dinas yang masih minim pengetahuan tentang pengelolaan web berjumlah 4 orang. Hasil mentoring adalah Pendampingan kepada Admin/Operator, Pemaparan Fungsi Website, Pengenalan Fitur Dashboard wordpress, Mengumpulkan dan mempersiapkan Data dan Informasi untuk digunakan dalam pembuatan Konten Sosial Media, Pengenalan Manual Book sebagai Modul Pembelajaran dalam penggunaaan Dashboard Wordpress. Pengenalan dan penjelasan Cpanel dan Hpanel. Kata kunci: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website