Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang

Izul huda, Siti Yartin, Katrina Feby Lestari
Abstract: Health Education Berbasis Permainan Ludo Siaga Merupakan Metode Penyampaian Informasi Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi… umi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang Sebelum dan Setelah Diberikan Permainan Ludo Siaga. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimen, dengan pendekatan One Group Pretest And Posttest Design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 27 siswa dengan teknik pengambilan sampel Total sampling. Tingkat kesiapsiagaan responden sebelum diberikan Permainan ludo siaga  adalah sebagian besar hampir siap sebanyak 13 responden (48,1%) sedangkan Tingkat kesiapsiagaan responden setelah diberikan Permainan ludo siaga  adalah sebagian besar sangat siap sebanyak 19 responden (70,4%). uji Nonparametric Wilcoxon didapatkan  p = 0,000  (p ≤ 0,05). Kesimpulan terdapat Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang. Saran bagi guru SDN 1 Balaesang agar memberikan ilmu pengetahuan tentang kebencanaan khususnya gempa bumi dengan metode permainan ludo kepada siswa agar dapat mengurangi dampak dari bencana alam.

Laporan Kasus Skizofrenia Dengan Waham Pada Ny. S Di Wisma Srikandi Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta

Rachma Febi Andrianti, Prastiwi Puji Rahayu
Abstract: Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku, salah satunya ditandai dengan gangguan proses pikir berupa waham. Waham menyebabkan pasien memiliki keyakinan… kinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan, yang berdampak pada interaksi sosial dan kualitas hidup pasien. Terapi orientasi realita adalah pendekatan non-farmakologis yang bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan kesadaran terhadap waktu, tempat, orang, dan situasi nyata, serta mengurangi gangguan proses pikir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi orientasi realita dalam mengatasi waham dan meningkatkan orientasi realita pada pasien dengan skizofrenia. Metode: Menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi. Kasus: Ny. S, wanita usia 43 tahun, dengan diagnosis medis skizofrenia dan gejala utama berupa waham. Pasien memenuhi kriteria inklusi yaitu berusia 18–60 tahun, memiliki diagnosis skizofrenia dengan gejala waham, bersedia mengikuti terapi, dan kooperatif. Instrumen pengkajian meliputi wawancara terstruktur, kuesioner, observasi langsung, media gambar, dan data rekam medis. Hasil: Terapi orientasi realita dilakukan selama 7 sesi dalam 7 hari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan orientasi realita dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Meskipun waham belum sepenuhnya hilang, terdapat peningkatan motivasi pasien untuk sembuh dan mencegah kekambuhan. Kesimpulan: Terapi orientasi realita terbukti efektif dalam meningkatkan orientasi realita dan mengurangi intensitas gejala waham pada pasien skizofrenia. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan terapi orientasi realita secara terstruktur sebagai intervensi pada pasien skizofrenia dengan gangguan proses pikir waham. Kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi dan mencegah kekambuhan.

Asuhan Keperawatan Paliatif Pada Tn. S Dengan Pola Napas Tidak Efektif Pada Pasien PPOK Eksaserbasi Akut

Alfanny Virginia, Hamudi Prasestiyo
Abstract: Latar Belakang: PPOK merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan karakteristik berupa keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara bersifat progresif dan… n berkaitan dengan reaksi peradangan paru terhadap partikel atau gas berbahaya, terutama disebabkan oleh asap rokok. PPOK tidak hanya mempengaruhi kondisi paru tetapi juga berakibat secara sistemik. Penyebab kematian paling umum ketiga di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah PPOK sebanyak 3,23 juta kematian dengan merokok menjadi faktor utama pada tahun 2019. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien PPOK Eksaserbasi Akut dengan diagnosis pola napas tidak efektif di ruang Isolasi Dahlia RSUD Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional). Subjek penelitian pada studi kasus ini adalah 1 pasien di RSUD Wates dengan gangguan sistem pernapasan dengan diagnosa medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil: pengkajian pada penapisan paliatif diperoleh skor 7 yaitu pasien tersebut perlu intervensi paliative. Dalam Edmonton Sympton Assesment System (ESAS) pasien mengalami sesak napas, pasien dengan ansietas sedang, dan pasien memiliki penyakit lainnya yaitu DM dan CHF. Skor karnofsky 80% dengan aktivitas normal dengan beberapa gejala penyakit. Diagnosa utama adalah pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas. Pencapaian yang diharapkan pada kasus tersebut diagnoss keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas yaitu dalam 3 hari intervensi kasus terseebut masalah keperawatan teratasi. Saran: Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga tentang PPOK serta pentingnya menghindari asap rokok, lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasien, teruskan terapi nebulzer dan berikan dukungan psikososial untuk mengatasi ansietas. Rencanakan inytervensi untuk meningkatkan kualitas hisup dan lanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam pengelolaan PPOK.

Penerapan Teknik Batuk Efektif Pada Pasien Anak Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif

Aura Risky Putri Ilyas, Armenia Diahsari
Abstract: Latar belakang: Batuk berdahak merupakan salah satu gejala utama yang timbul pada pasien dengan tuberkulosis paru pada anak . Kondisi ini memerlukan perhatian serius karena berisiko menimbulkan gangguan sistem pernapasan,… , khususnya bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi sekret. Teknik batuk efektif salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk membantu mengeluarkan sputum pada pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan teknik batuk efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan subjek yang digunakan adalah pasien anak TB Paru dengan masalah bersihan jalan efektif di Rumah Sakit X Yogyakarta. Hasil: Penelitian ini dilakukan dengan cara dilakukan implementasi keperawatan selama 3x24 jam menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengeluarkan sekret, penurunan frekuensi napas dari 25x/menit menjadi 22x/menit, serta peningkatan skor kemampuan batuk berdasarkan SLKI dari skala 2 menjadi skala 4. Kesimpulan:  Studi kasus teknik batuk efektif terbukti menjadi intervensi non farmakologis yang efektif dan aman dalam membantu membersihkan jalan napas pada pasien anak dengan TB paru, serta dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.

Pemberian Pijat Oksitosin Pada Pasien Post Partum Spontan Dengan Menyusui Tidak Efektif

Octavia, Lency Sherilna, Yuni Purwati
Abstract: Kegagalan menyusui sering menjadi masalah yang dihadapi ibu ketika ASI yang keluar tidak selancar yang diharapkan, sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri dan kekhawatiran yang menyebabkan terhambatnya hormon oksitosin.… sin. Salah satu cara mengatasi ketidaklancaran produksi ASI yaitu dengan melakukan pijat oksitosin. Hormon oksitosin akan keluar melalui rangsangan ke puting susu, melalui isapan mulut bayi atau melalui pijatan pada tulang belakang ibu bayi. Artikel ini menggunakan metode desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan pengumpulan data secara menyeluruh dan menyertakan berbagai sumber data dengan teknik yang meliputi wawancara, observasi dan studi dokumentasi sesuai dengan pedoman 3S (SDKI, SLKI, SIKI). Hasil studi kasus yang dilakukan selama 1x24 jam didapatkan evaluasi payudara teraba keras dan padat, tetesan dan suplai ASI mulai meningkat dibandingkan sebelum diberikan pijat oksitosin, klien menjadi lebih rileks dan nyaman. Kesimpulan dari studi kasus pijat oksitosin yang dilakukan pada ibu post partum (nifas) dapat meningkatkan produksi ASI karena dapat memicu pengeluaran hormon oksitosin yang sangat penting dalam peran mengeluaran ASI.

Pengaruh Pemberian Jus Melon Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi

Aprilia Tresyane Apandano, Djuwartini, Meylani A’Naabawati
Abstract: Buah melon mengandung zat besi yang sangat baik bagi tubuh ibu hamil dan janin, karena pada masa kehamilan, ibu hamil sangat membutuhkan kandungan ini. Zat besi dalam buah melon dapat mencegah anemia dan membangun otot janin,&#8230; anin, sehingga resiko lahir prematur pun dapat berkurang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus melon terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post design. Jumlah populasi 139 responden, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 21 ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengikuti posyandu ibu hamil dan mengunjungi rumah-rumah ibu hamil dengan pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan Uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai p= 0,000 oleh karna p<0,05. Terdapat pengaruh pemberian jus melon terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Diharapkan menjadi pertimbangan puskesmas untuk menjadikan pemberian jus melon ini sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Kata Kunci: Melon, Kadar Hemoglobin, Ibu Hamil

Pengaruh Terapi Genggam Jari Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi

Ashila Almasyah, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi medis yang umum terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terapi genggam jari adalah salah satu metode alternatif yang dapat membantu menurunkan&#8230; tekanan darah dengan cara merangsang titik-titik refleksi pada jari-jari tangan. Berdasarkan fenomena yang ditemukan oleh peneliti, warga lansia di wilayah RW 05 Kelurahan Batu Jaya belum pernah melakukan penanganan hipertensi dengan terapi genggam jari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi genggam jari terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest design. Desain ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi terapi genggam jari. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, tekanan darah sistolik dan diastolik mengalami perubahan signifikan dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,005. Pada pertemuan kedua, data tekanan darah sistolik dan diastolik juga mengalami perubahan signifikan dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak, yang berarti terdapat pengaruh terapi genggam jari terhadap perubahan tekanan darah. Kesimpulan: terapi genggam jari berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah RW 05 Kelurahan Batu Jaya.

Hubungan Kualitas Tidur Dan Pola Makan Dengan Timbulnya Jerawat (Acne Vulgaris) Pada Mahasiswa/i Keperawatan Universitas Yatsi Madani

Reni Yulianti, Nuryanti, Ayu Pratiwi
Abstract: Pendahuluan: Acne vulgaris adalah kondisi kulit yang sering terjadi dan ditandai dengan peradangan berupa komedo, papula, pustula, serta nodul. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi munculnya acne vulgaris antara lain&#8230; adalah kualitas tidur dan pola makan. Orang dewasa umumnya memerlukan waktu tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Selain itu, asupan makanan, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi, juga menjadi salah satu pemicu munculnya acne vulgaris. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan pola makan dengan kemunculanacnevulgaris. DesainPenelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Teknik Sampel:Sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah total 164responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40 responden (24,4%) memiliki kualitas tidur yang baik, sementara 124 responden (75,6%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Responden dengan pola makan baik berjumlah 5 orang (3,0%), pola makan cukup sebanyak 35 orang (21,4%), dan 124 orang (75,6%) memiliki pola makan yang kurang baik. Responden yang mengalami acne vulgaris sebanyak 68 orang (41,5%), sedangkan 96 responden (58,5%) tidak mengalami acne vulgaris. Kesimpulan: Ada keterkaitan antara kualitas tidur dan pola makan dengan munculnya acne vulgaris. Kualitas tidur yang buruk serta pola makan yang tidak seimbang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya acne vulgaris. Saran:Mahasiswa disarankan untuk menjaga kualitas tidur yang baik dan memperbaiki pola makan sebagai upaya pencegahan timbulnya acne vulgaris.

Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Unit Hemodialisa RSUD Balaraja Tahun 2024

Dhiya Shadrina, Adi Dwi Susanto, Imas Sartika
Abstract: Pendahuluan: Pendahuluan: Gagal ginjal kronis adalah penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga tidak mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan dan pembuangan elektrolit tubuh, tidak mampu menjaga&#8230; ga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh, seperti sodium, kalium dalam darah atau tidak mampu dalam memproduksi urin. Hemodialisis menjadi salah satu terapi yag paling banyak dipilih penderita gagal ginjal kronik, biasanya hemodialisis ini dilakukan selama 1-3x dalam seminggu dan berlangsung selama 4,5-5 jam tergantung dari anjuran dokter. Hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Balaraja Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Unit Hemodialisa RSUD Balaraja dan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei-22 Mei 2024. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah total sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 62 responden. Analisis Data: Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Balaraja Tahun 2024 dengan p-value 0,004.

Hubungan Antara Pengetahuan, Dukungan Keluarga Dan Sarana Terhadap Keaktifan Lanjut Usia Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Bungin Wilayah Puskesmas Bungin

Abraham Tungka, Ahmil, Rahmat Doko
Abstract: Kurangnya pengetahuan lansia, dukungan keluarga bahkan sarana posyandu yang tidak memadai menjadi masalah ketidakaktifan lansia berkunjung ke posyandu. Studi pendahuluan mengatakan lansia tidak mengetahui tentang tujuan&#8230; dan manfaat posyandu lansia bahkan anggota keluarga tidak pernah mengantarkan lansia ke posyandu lansia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sarana dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia di desa Bungin wilayah Puskesmas Bungin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan desain observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di desa Bungin, wilayah Puskesmas Bungin sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan berhubungan dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia dimana tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Dukungan keluarga berhubungan dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia dimana tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Sarana berhubungan dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia dimana tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Simpulannya adalah ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sarana dengan keaktifan lanjut usia mengikuti kegiatan posyandu lansia di desa Bungin, wilayah Puskesmas Bungin. Saran bagi keluarga untuk dapat meningkatkan dukungannya bagi lansia agar lansia semakin aktif mengikuti kegiatan posyandu. Bagi puskesmas diharapkan untuk memotivasi dan mengarahkan keluarga lansia untuk mendukung lansia mengikuti kegiatan posyandu serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di posyandu lansia.