Search Articles & Publications

Showing 326 articles found for "Pembuatan"

Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Dan Pengelolaan Data Konsumen Berbasis Aplikasi Pada PT. Almabrur Nadia Insani Kota Jambi

Siti Fatufoh, Dwi Astina, Suci Ramadani, Muhammad Farhan Chablullah
Abstract: PT. Almabrur Nadia Insani Kota Jambi masih menghadapi kendala dalam proses pendaftaran dan pengelolaan data konsumen yang dilakukan secara manual, sehingga menyebabkan pencarian data kurang efektif dan berisiko terjadi kesalahan… esalahan maupun duplikasi data. Kegiatan magang ini bertujuan untuk menganalisis proses yang berjalan serta merancang sistem informasi pengelolaan data konsumen yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Perancangan sistem dilakukan menggunakan flowchart dan UML. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu membantu pengelolaan data konsumen secara lebih terstruktur, mempercepat pencarian data, serta mendukung pembuatan laporan dengan lebih mudah. PT. Almabrur Nadia Insani Jambi City still faces challenges in the consumer registration and data management processes, which are carried out manually, resulting in inefficient data retrieval and increasing the risk of errors and data duplication. This internship aimed to analyze the existing processes and design a more effective consumer data management information system. The study employed a descriptive method with a qualitative approach through observation, interviews, documentation, and literature review. The system was designed using Unified Modeling Language (UML). The results indicate that the proposed system can support more structured consumer data management, accelerate data retrieval, and facilitate report generation more efficiently.

Strategi Bisnis Dan Inovasi Dalam Pengelolaan Sate Taichan Di Kabupaten Karawang

Neneng Fadilah, Suci Rosalia Dewi, Stevani May Gultom, Hany Farhania
Abstract: Sate Taichan adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang berasal dari hidangan sate tradisional Indonesia, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis sate lainnya. Hidangan ini menggunakan daging ayam… yang dipanggang tanpa tambahan bumbu kacang, kecap manis, atau rempah-rempah yang berat seperti pada sate tradisional. Sebagai alternatif, Sate Taichan disajikan dengan sambal pedas, perasan jeruk nipis, dan taburan garam, yang menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan segar yang khas. Proses pembuatannya melibatkan marinasi yang minimal pada daging, umumnya hanya dengan garam dan merica, untuk mempertahankan rasa asli dan menciptakan tekstur yang empuk. Salah satu ciri khas dari Sate Taichan adalah warna dagingnya yang putih bersih, yang dihasilkan dari proses pemanggangan tanpa menggunakan kecap atau rempah yang pekat. Sate Taichan pertama kali menjadi populer di Jakarta dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia, menjadi fenomena kuliner yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Daya tarik Sate Taichan tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kesederhanaan bahan, penyajiannya yang modern, serta kesesuaian dengan tren makanan yang lebih ringan dan sehat. Popularitasnya juga didukung oleh kemudahan dalam penyajian dan fleksibilitas untuk berinovasi, seperti penambahan variasi rasa, pelengkap, dan teknik memasak. Dalam konteks hubungan antara manusia dan budaya, Sate Taichan mencerminkan perubahan preferensi masyarakat Indonesia terhadap makanan yang lebih praktis, estetis, dan memiliki cita rasa global, sambil tetap mempertahankan unsur lokal. Kehadirannya membuka peluang baru dalam bisnis kuliner, baik dalam skala restoran, gerai kaki lima, maupun usaha rumahan. Dengan kombinasi rasa pedas, segar, dan penampilan yang menarik, Sate Taichan tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kreativitas dan adaptasi kuliner Indonesia di era modern.

Implementasi Ikat Celup Pada Produk Tshirt

Pattiwael, Fragranthia Jennifer, Bulu, Rutnanda Inne, Lieandani, Vera, Wen, Karen Christl, Amelga, Cindi
Abstract: Batik ikat celup adalah salah satu teknik pembuatan batik yang memiliki ciri khas tersendiri, dimana proses pengikatan kain diikuti dengan pencelupan warna untuk menciptakan motif yang unik dan penuh ekspresi. Meskipun teknik… eknik ini tidak se-populer batik tulis atau cap, batik ikat celup memiliki nilai estetika yang tinggi dan menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Teknik ini melibatkan pengikatan kain pada bagian-bagian tertentu yang ingin dipertahankan warnanya, diikuti dengan pencelupan dalam pewarna alami atau sintetis untuk menciptakan pola-pola yang bervariasi. Proses pengikatan ini memungkinkan terciptanya motif dengan gradasi warna yang indah, yang sering kali memiliki makna filosofis dan simbolis dalam budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang batik ikat celup, baik dari segi teknik pembuatan, karakteristik motif, serta relevansinya dalam konteks budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui studi literatur, wawancara dengan pengrajin batik, dan observasi langsung terhadap proses pembuatan batik ikat celup, penelitian ini mencoba mengungkap bagaimana teknik ini berperan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para pengrajin batik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi kontribusi batik ikat celup terhadap industri tekstil dan pasar global, mengingat semakin meningkatnya permintaan akan produk-produk tekstil yang bernilai seni dan budaya tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa batik ikat celup memiliki kekayaan simbolik yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam, kehidupan sosial, dan spiritualitas. Meskipun teknik ini menghadapi tantangan dari perkembangan teknologi dan perubahan pasar, batik ikat celup masih tetap memiliki tempat penting dalam budaya dan industri kreatif Indonesia. Pelestarian teknik ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya, baik melalui pendidikan, promosi, maupun dukungan terhadap pengrajin lokal. Dengan demikian, batik ikat celup tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Formulasi Dan Ujix Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus L) Sebagai Antiseptik

Zelika Septa Refalina
Abstract: Kemajuan teknologi telah memunculkan banyak produk disenfektan instan seperti hand sanitizer gel. Namun, pembersih tangan sering kali mengandung alkohol 60-90% sebagai bahan aktifnya, dan penggunaan alkohol dalam jumlah… besar secara terus-menerus dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit. Daunxnangka (ArtocarpusxheterophyllusxL.) yang mengandung flavonoid dengan sifat antioksidan dan antibakteri dapat digunakan sebagaixbahanxpembuatanxhand sanitizer. Waktu pembuatan hand sanitizerxtradisional cukup lama sehingga diperlukan formulasi yang praktis dan stabil untuk penyimpanan jangka panjang. Gel dipilih karena kemampuannya yang cepat kering, menghasilkan lapisan yang mudah dibersihkan, dan membuat kulit terasa sejuk. Pengaruh komponen gel sangat penting untuk menjaga stabilitas. Penelitian ini bersifat eksperimental di laboratorium. Formula gel optimal ditentukan dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak daun nangka. Uji stabilitas fisik dilakukan untuk memastikan gel memenuhi standar mutu yang diharapkan, keamanan dan khasiat serta daya tahan selama penyimpanan. Gel yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dianggap sebagai produk terbaik setelah dilakukan uji stabilitas fisik, meliputi pengamatan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya rekat dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel dengan konsentrasi ekstrak etanol daun nangka 1% terpilih sebagai sampel terbaik dan dianggap berhasil karena stabilitas fisik yang baik, sehingga cocok untuk aplikasi praktis dan efektif dalam penggunaan sehari-hari.

Implementasi Produksi Bersih Pada Industri Tahu

Novela Yaluwo, Yafet Wetipo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi tahu dan dampak limbah tahu terhadap lingkungan, serta memanfaatkan limbah tahu. Pengumpulan data dilakukan melalui metode studi pustaka. Kacang kedelai, yang mengandung… ndung protein tinggi dan mudah diproduksi, digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. Proses pembuatan tahu meliputi tahap persiapan, pencucian dan perendaman, penggilingan, pemasakan, penyaringan, pencetakan, dan pemotongan. Produksi tahu menghasilkan dua jenis limbah: cair dan padat. Limbah cair dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan, dan pencetakan tahu. Limbah ini sangat tinggi kadar bahan organiknya, dengan suhu mencapai 40°C-46°C, kadar BOD antara 6.000-8.000 mg/L, COD antara 7.500-14.000 mg/L, TSS, dan pH yang cukup tinggi. Limbah padat berasal dari penyaringan dan pengumpulan ampas tahu, yang mengandung nutrisi relatif tinggi, meliputi air (82,69%), abu (0,55%), lemak (0,62%), protein (2,42%), dan karbohidrat (13,71%). Limbah tahu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk produk makanan, pakan ternak, pupuk organik, dan lain-lain. Daur ulang limbah ini tidak hanya membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui produk-produk bernilai jual tinggi.

Model Addie Dan Assure Dalam Pengembangan Media Pembelajaran

Ibrahim Maulana Syahid, Nur Annisa Istiqomah, Azwary, Khoula
Abstract: Pembelajaran menggunakan model ADDIE dan ASSURE dalam pengembangan media pembelajaran cukup banya diminati karena dinilai optimal dalam pelaksanaannya. Dua model desain instruksional ADDIE (Analysis, Design, Development,… Implementation, Evaluation) dan ASSURE (Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media, and Materials, Utilize Media, and Materials, Require Learner Participation, Evaluate, and Revise) adalah dua desain yang paling umum digunakan. Kedua model tahapan ini menawarkan kerangka susunan kerja yang komprehensif dalam merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi pembelajaran yang dapat  efektif. Penggunaan model ADDIE dan ASSURE dapat membantu pendidik dan perancang pembelajaran dalam mewujudkan pengalaman pembelajar yang bermakna dan cocok dengan kebutuhan peserta didik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian kepustakaan, atau penelitian kepustakaan, digunakan untuk mengumpulkan informasi dari buku dan jurnal yang tersedia di internet dan mendeskripsikannya dalam artikel peneliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model ADDIE dan ASSURE dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran.

Peran Lembaga Penjamin Mutu Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Mengajar Guru Di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor

Arif Hidayat, Musthafa Zahir, Mahmun Nurudin
Abstract: Peningkatan kualitas guru tidak hanya pada satu aspek saja, akan tetapi mencakup segala aspek yang berkaitan dalam proses pendidikan mulai dari masukan (input), proses dan keluaran (output). Salah satu tolak ukur peningkatan… atan tersebut ada pada perbaikan aspek manajemen yang baik. Apabila manajemen sudah diterapkan dengan baik maka institusi apapun termasuk institusi pendidikan akan mampu menghasilkan kinerja dan hasil karya yang bermutu. Upaya peningkatan kualitas mengajar guru terus dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan pengembangan watak bangsa. Peningkatan kualiatas mengajar guru merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan SMP Darunnajah 2 Cipining, SMP Darunnajah 2 Cipining ini berada di tengah lingkungan masyarakat yang agamis dan lingkungan Pondok Pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, di mana penelitian dilakukan langsung melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Dari hasil penelitian yang di peroleh, Peran lembaga penjamin mutu dalam meningkatkan kualitas mengajar guru di SMP Darunnajah 2 Cipining sudah optimal dimulai dari Peran LPM dalam melaksanakan,Pemeriksaan administrasi guru,pengarahan pembuatan soal ujian, mengawasi kedisiplinan guru, membantu kurikulim dalam meningkatkan kualiatas guru. Spervisi guru, IHT, MGMP dan tahil guru mata pelajaran, dan adapun beberapa faktor pendukung dan penghambat lembaga penjamin mutu sebagai berikut: faktor pendukung, kepemimpinan yang komitmen, adanya sumber dana, pasilitas sarana prasarana, diberikan waktu yang luang adapun faktor penghambat, serba komunal Bersama sama, tidak linearnya jenjang Pendidikan yang di ampu LPM, kurangnya SDM.

Implementasi Gerakan Literasi Dalam Meningkatkan Minat Membaca Dan Menulis Santriwati Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Siti Marfuah, Abdul Saipon, M. Irfanudin Kurniawan
Abstract: Gerakan literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menyimak dan menggunakan suatu cara melalui mengimpelementasikan berbagai aktivitas yaitu membaca dan menulis untuk berfikir dan berwawasan luas dengan… engan pengembangan santri menjadikan gemar dalam minat baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua Wardan, Guru, Ketua OSDC, dan beberapa santri. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Santri bisa mengimplementasi gerakan literasi ini dengan cara mengadakan pelatihan, mengadakan kunjungan, wajib berkunjung ke perpustakaan, membuat majalah dinding, berpastisipasi membuat buku-buku. faktor pendukung dan penghambat implementasi gerakan literasi yaitu: dukungan sebuah gerakan membaca, Kewajiban santri berkunjung datang ke perpustakaan seminggu tiga kali, Kewajiban membuat karya tulis, Pembekalan dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Penghambatnya yaitu: buku bacaan belum cukup banyak, kesadaran dalam gerakan literasi secara individu untuk mau membaca masih rendah, sehingga untuk berkunjung ke perpustakaan harus terjadwal agar individu mau datang ke perpustakaan.

Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas Karya Maulana Ar Rosyid Dan Pemanfaatannya Untuk Pembuatan Bahan Ajar Kelas XI SMA

Rifki Ramadhan, Irfan Efendi, Khoirul Fajri
Abstract: Penelitian ini di latarbelakangi oleh permasalahan di Kelas dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik cerita pendek dan pemanfaatanya untuk pembuatan bahan ajar. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana analisis… sis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid? dan bagaimana pemanfaatan bahan ajar yang dibuat dengan analisis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis unsur intrinsik dan mengetahui pemanfaatan bahan ajar yang dibuat dengan menganalisis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Ditinjau dari permasalahan yang ada peneliti menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teknik sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian yang dianalisis melalui beberapa cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rasyid telah ditemukan terdapat unsur intrinsik di dalam masing-masing cerpen yang di analisis diantaranya yaitu 3 tema, 3 alur yaitu alur maju dan alur maju mundur, 11 tokoh, 5 latar, 3 sudut pandang dengan menggunakan sudut pandang ketiga, 3 gaya bahasa dengan menggunakan gaya bahasa kiasan, dan 3 amanat. Hasil temuan tersebut dapat dijadikan bahan ajar pada pembelajaran cerpen khususnya analisis unsur intrinsik kelas XI SMA. Bahan ajar tersebut berupa modul pembelajaran analisis unsur intrinsik cerpen untuk siswa kelas XI SMA yang uji kelayakan tersebut didapat dari empat aspek penilaian yaitu dari aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek kelayakan bahasa dan aspek kelayakan kegrafikan. Bahan ajar Modul tersebut diperkuat dengan validasi oleh empat ahli yaitu dua Dosen dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan dua Guru Bahasa Indonesia.

Pembuatan Diagram Alir Standard Operating Procedure Penerimaan Kas BLUD Air Minum Kota Cimahi

Bahiyyah, Khariidatul
Abstract: The purpose of community service which raised the title of Assistance in Making Standard Operating Procedure Flow Diagrams for Cimahi City Drinking Water BLUD Cash Receipts to improve the financial performance of Cimahi… City Drinking Water BLUD, one of the things that is of concern is that there are differences in data between the Revenue Treasurer and the Accounting Department. While the accounting department is duty to provide financial statement data to DPKP Cimahi City which will then be consolidated to BPKAD Cimahi City. When the accounting department reconciles data with BPKAD, there is different income data between BAPPENDA and BPKAD. This happened because there was no data reconciliation first between the revenue treasurer and the Accounting Section of the Cimahi City Drinking Water BLUD before the data was provided to interested parties. So far, BLUD Drinking Water uses SOPs that have not been updated. The problem occurred because the Cash Receipt SOP had not been updated and had not complied with the SOP preparation standards set by the local government. Needed to create a new Cash Receipt SOP so that the data provided by the Revenue Treasurer or Accounting Section becomes one vote. The methods used in preparing SOP are interviews, observations, and literature studies. The result of the community service carried out is that there is an excel format of the latest Cash Receipt SOP even though it has not been ratified because it is still waiting for the completion of SOP in other divisions.