Abstract:Salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi adalah mengenai pengelolaan sampah. pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia masih banyak yang tidak ramah lingkungan. Sebagai pusat Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat,…
Kota Padang menghasilkan timbunan sampah yang sangat banyak, hal ini dapat dilihat pada data timbunan sampah di Kota Padanf pada tahun 2021 yang diperoleh dari data SIPSN (2021) sekitar 233.385,96 ton/tahun. Kebijakan pengelolaan sampah dalam hal ini sangat memerlukan landasan hukum sehingga pelaksanaan pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien. pemerintah telah menggunakan wewenangnya dalam memberikan kepastian hukum serta kejelasan tanggung jawab dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang tujuannya untuk mengurangi masalah sampah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode tinjauan sistematis (Systematic Literatur Review) dengan mendapatkan 11 artikel relevan untuk direview. Hasil dari penelitian tersebut Pemerintah telah menetapkan kebijakan yang mengatur pengelolaan sampah secara komprehensif, termasuk tanggung jawab pemerintah dalam merancang kebijakan nasional, norma, dan prosedur terkait pengelolaan sampah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah dengan memisahkan jenis sampah, menghindari pembakaran, dan mengikuti peraturan terkait. Selain itu, pengelolaan sampah di Kota Padang melibatkan pengumpulan secara teratur, pengolahan seperti daur ulang dan pengomposan, serta upaya edukasi masyarakat. Regulasi dan pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Bentuk penggunaan lahan merupakan hal yang sering menjadi topik pembahasan dalam perencanaan wilayah, salah satu bentuk penggunaan lahan yang sering dibahas yaitu jenis penggunaan lahan di desa dan kota. Dalam penggunaan…
lahan tidak terlepas dari adanya ketimpangan, namun dari adanya ketimpangan tersebut tidak menjadikan keduanya berada dalam konflik. Pada cerita pendek Gadis Kota Itu, Di Desa mengambarkan sedikit tentang perbedaan bentuk penggunaan lahan desa dan kota. Tujuan analisis bentuk lahan desa dan kota yakni untuk mengetahui perbedaan penggunaan lahan di desa dan kota secara fisik maupun aktivitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam analisis bentuk penggunaan lahan desa dan kota ini yaitu dengan pendekatan Hermeneutika dan metode kualitatif, yang berupa analisis teks serta telaah pada karya sastra. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa adanya perbedaan bentuk, fungsi, dan aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan desa dan kota.
Abstract:Guidance and counseling is a service provided by schools, one of the functions of which is to help students identify various kinds of problems inherent in them in order to realize effective learning. The various problems…
faced by students in classes towards the school, adjustments to the curriculum, study habits as well as the future and aspirations obtained from the Problem Checklist filled in by students. The research was conducted using descriptive quantitative research with a sample of 109 students using the Slovin formula. The research results were analyzed using percentages and produced findings that the problems faced by students were very diverse, thus hindering the learning process.
Abstract:Salah satu komunikasi yang sering digunakan adalah komunikasi verbal. Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan bahasa dan simbol-simbol tertentu. Salah satu alat yang menjadi pengantar saat komunikasi…
adalah bahasa. Saat ini bahasa sudah semakin banyak ragamnya termasuk bahasa gaul yang berkembang karena adanya kebiasaan orang-orang mengadopsi bahasa tersebut. Bahasa gaul merupakan bentuk bahasa Indonesia tidak baku yang telah digunakan di Jakarta sejak tahun 1980-an untuk menggantikan bentuk sebelumnya. Banyak anak muda yang menggunakan bahasa aul pada saat komunikasi begitu juga mahasiswa. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pemaknaan bahasa gaul dalam aktivitas komunikasi verbal mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sumatera Utara (analisis semiotika). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan para mahasiswa Ilmu Komunikasi terkait bahasa gaul yang kurang baik di dengar seperti plesetan kata ‘Anjing’ menjadi ‘Anjir’ dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan analisi semiotika teori dari Ferdinand De Saussure dan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode desktiptif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai narasumber.
Abstract:Salah satu model pembinaan yang dapat membentuk dan mendidik masyarakat multikultural agar terhindar dari kesenjangan dan disintegrasi adalah melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal. Seperti amanat Undang Undang…
dang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia pada umumnya menyelenggarakan berbagai satuan pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penggunaan pendekatan kualitatif dikarenakan adanya suatu permasalahan atau isu yang memerlukan pendalaman untuk mempelajari suatu kelompok atau populasi tertentu, mengidentifikasi kategori yang belum dapat diukur, atau menemukan fakta-fakta yang tersembunyi Latar belakang multikultural dari santri-santriwati karena aspek perbedaan bahasa, daerah, budaya. Adapun pandangan Kyai Pimpinan Pesantren Al-Hakimiyah Rohyan Hasibuan tentang aspek-aspek multikultural yang pertama, yaitu kesadaran tentang perbedaan (plurality) menurutnya perbedaan keyakinan dalam beragama merupakan fitrah dan sunnatullah atau sudah menjadi ketetapan Tuhan, Aspek kedua, yaitu kesetaraan (equality) bahwa kesetaraan adalah kesamaan derajat, setiap manusia memiliki kesamaan dengan orang lain.Dari hasil observasi yang peneliti lakukan dan di kuatkan juga dengan beberapa wawancara bahwa multikultural dapat teraktualisasikan di pondok pesantren tersebut adalah datang dari kepedulian dan tindakan pimpinan dan tenaga pendidik untuk menanamkan kepada para santri tentang multikultural, mengajarkan arti hidup dalam perbedaan, dan saling menghargai satu sama lain.
Abstract:Tulisan Ini Bertujuan Untuk Membahas Pemikiran Nashiruddin Al-Thusi Khususnya Mengenai Pemikiran Beliau Tentang Konsep Pendidikan Islam. Pendidikan Sering Disebut Sebagai Suatu Sarana Untuk Memperbaiki Peradaban Manusia.…
Pendidikan Ini Erat Kaitanya Dengan Proses Kehidupan Yang Harus Dilalui Oleh Manusia Dalam Menjalankan Perannya Sebagai Khalifah Di Muka Bumi Ini, Agar Manusia Bisa Mengunkapkan Segala Sesuatu Yang Ada Di Muka Bumi Ini Dan Juga Yang Ada Di Langit. Seperti Yang Kita Ketahui Ini Bahwa Pendidikan Sekarang Ini Menjadi Alat Untuk Memperbaiki Segala Permasalahan Yang Ada Di Kehidupan Sehari-Hari, Terutama Pendidikan Islam. Perkembangan Zaman Yang Ditandai Dengan Majunya Teknologi Dalam Berbagai Bidang Juga Dibarengi Dengan Segala Macam Permasalahan Yang Membutuhkan Pemecahanya Dari Segi Agama. Dalam Tulisan Ini Akan Membahas Penawaran Yang Diungkapkan Oleh Nashiruddin Al-Thusi Bagaimana Seharusnya Pendidikan Harus Dijalankan Dan Bagaimana Islam Memandang Dan Menjalankan Pendidikanya Agar Manusia Bisa Menjalani Kehidupan Di Dunia Ini Tidak Hanya Berfokus Pada Keduniawian, Akan Tetapi Menuju Satu Tujuan Yaitu Keesaan Allah Swt.
Abstract:Kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang penting, tetapi sering kali menghadapi tantangan kompleks terkait keharmonisan masyarakat. Artikel ini menelusuri konflik yang timbul antara hak individu untuk menjalankan…
agama dan perlunya menjaga keharmonisan sosial. Konsep ini dianalisis mengenai tantangan hukum, penegakan hukum, serta peran dialog antar agama dan pendidikan dalam mengatasi dilema ini. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya untuk memastikan kebebasan beragama harus disertai dengan kesadaran akan keharmonisan masyarakat yang beragam.
Abstract:Kesehatan reproduksi pada remaja menjadi salah satu permasalahan isu yang penting karena dapat berdampak pada kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial mereka. Selain itu, kepribadian juga memiliki peran yang signifikan…
dalam membentuk perilaku seksual seorang remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kepribadian dengan perilaku seksual pada usia remaja di SMK Negeri 2 Palu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 1.126 siswa(i) dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampiling sampel sebanyak 92 siswa(i). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan reproduksi, kepribadian, dan perilaku seksual. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai pengetahuan reproduksi dan kepribadian p = 0,000 p =<0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kepribadian dengan perilaku seksual pada usia remaja di SMK Negeri 2 Palu. Saran agar sekolah meningkatkan program pendidikan seksual yang mencakup aspek pengetahuan kesehatan reproduksi, nilai-nilai seksual, dan keterampilan pengambilan keputusan yang sehat.
Abstract:Program Puskesmas Lambunu 2 yaitu mengadakan Posyandu memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian KMS, pemberian vitamin A, Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak, pendidikan…
gizi ibu dan balita, minum tablet tambah darah bersama untuk mengatasi anemia pada remaja putri, penyuluhan pada kelas ibu hamil. Program yang sudah dijalankan oleh Puskesmas Lambunu 2 sudah berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada, hanya saja yang menjadi penghambat dalam program ini yaitu orang tua yang kurang paham mengenai program tersebut, masih sedikitnya orang tua yang mau meluangkan waktunya untuk program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini balita stunting di Puskesmas Lambunu berjumlah 37 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisis data menggunakan Uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian pola asuh orang tua sebagian besar cukup berjumlah 26 orang (70,3%), kejadian stunting sebagian besar pendek berjumlah 34 orang (91,9%), pengetahuan sebagian besar cukup berjumlah 30 orang (81,1%). Pengetahuan diperoleh p-value 0,005 dan pola asuh diperoleh p-value 0,021. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat ada hubungan antara pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Saran bagi Puskesmas Lambunu 2 diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai stunting.
Abstract:Perkembangan Islam di dunia tidak hanya sebatas ranah akidah saja, tetapi juga pada ranah-ranah yang lain seperti ranah sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan. Di Afrika, negara-negara yang menjadi basis Islam sejak zaman…
man klasik hingga zaman modern diantaranya, Mesir, Sudan, Ethiopia (Afrika Timur), dan Maroko (Afrika Barat). Perkembangan Islam di berbagai bidang inilah yang menjadikan Islam sempurna dan mudah diterima di semua kalangan. Meskipun begitu seiring berjalannya waktu akibat dari pengaruh dari agama-agama lain seperti Kristen menyebabkan munculnya minoritas Muslim. Beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya minoritas muslim yaitu, tanah-tanah muslim di kuasai oleh pejaja, gerakan pindah agaman dari non muslim menjadi muslim, emigrasi muslim ke daerah-daerah yang penduduk muslimnya kecil. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kehidupan sosial, politik, ekonomi dan kultural Muslim minoritas di kawasan Afrika Barat dan Afrika Timur. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian library research (Studi Literature). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paradigma ras dan kebudayaan menjadi permasalahan yang sangat krusial dan kaum muslimin umumnya senantiasa terjerumus pada simbol-simbol keagamaan sehingga kestabilan politik akan tetap sulit di capai. Kehidupan sosial-budaya masyarakat Minoritas Muslim di Afrika sering kali terjadi diskriminasi oleh pihak mayoritas. Keadaan ekonomi masyarakat Muslim minoritas di Afrika sebagian besar masyarakatnya bergantung pada pertanian. Keadaan kultural masyarakat minoritas Muslim di Afrika masih mempertahankan kepercayaan adat, melakukan ritual untuk leluhur.