Abstract:Efisiensi dalam pengadaan barang dan perencanaan persediaan menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan operasional perusahaan. PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia (PT. POMI) menghadapi tantangan dalam optimalisasi…
si pengadaan barang guna mendukung pemeliharaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam sistem pengadaan barang PT. POMI guna memastikan ketersediaan stok yang optimal tanpa menyebabkan overstocking. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait dalam pengadaan barang, serta analisis dokumen sistem pengelolaan persediaan yang digunakan, yaitu Maximo system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. POMI menerapkan EOQ dalam menentukan jumlah dan waktu pemesanan barang untuk menyeimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan. Sistem Maximo berperan dalam mengotomatisasi perhitungan reorder point (ROP) dan pemantauan stok secara real-time, sehingga memudahkan proses pengambilan keputusan dalam pengadaan barang. Selain itu, PT. POMI menetapkan kebijakan safety stock dan batas maksimum persediaan untuk mencegah risiko kekurangan stok atau penumpukan barang yang tidak efisien. Sistem ini memungkinkan pemantauan stok berbasis data historis dan analisis permintaan barang secara periodik. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi, seperti ketergantungan pada data terdahulu serta keterbatasan fleksibilitas dalam menghadapi fluktuasi permintaan mendadak. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana penerapan EOQ dan sistem manajemen persediaan berbasis digital dapat meningkatkan efisiensi pengadaan barang di industri energi. Rekomendasi lebih lanjut mencakup optimalisasi parameter EOQ berdasarkan pola permintaan aktual serta peningkatan integrasi sistem Maximo dengan proses perencanaan strategis perusahaan guna meningkatkan responsivitas terhadap kebutuhan operasional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan ontologi, epistemologi dan aksiologi sunnah hadis. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (liblary research) dengan pendekatan konseptual dan teoretis. Data penelitian…
elitian ini bersumber dari data kepustakaan yang membahas tenang ulumul hadis. Kemudian data sekunder berasal dari literatur yang menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, dari tinjauan ontologis, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait pengertian sunnah dan hadis. Namun, perbedaan ini tidak bersifat mutlak dan cenderung hanya menjadi masalah peristilahan, khususnya di kalangan ulama mutaqaddimîn. Sebaliknya, ulama muta’akhkhirîn tidak lagi mempermasalahkan perbedaan ini secara signifikan, sebagaimana dijelaskan oleh Shubhi al-Shâlih. Dalam penggunaannya, kedua istilah ini sering dianggap identik, sehingga selama periwayatannya dapat dipercaya atau shahîh, keduanya harus diikuti dan diamalkan. Kedua, dari tinjauan epistemologi, kajian tentang sunnah dan hadis mempertimbangkan bagaimana pengetahuan mengenai keduanya diperoleh, dievaluasi, dan diakui sebagai valid. Proses ini melibatkan analisis terhadap unsur-unsur sunnah dan hadis serta pemahaman terhadap klasifikasinya untuk memastikan bahwa keduanya memiliki dasar yang sahih dan dapat dijadikan pedoman. Ketiga, dari tinjauan aksiologi, sunnah dan hadis mengandung nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk perilaku dan pandangan hidup umat Islam. Nilai-nilai ini memberikan pedoman bagi umat untuk meneladani Nabi Muhammad Saw. dan menerapkan prinsip-prinsip luhur seperti kejujuran, keadilan, belas kasih, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sunnah Rasulullah Saw. menjadi sumber rujukan utama dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika Islam.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitan ini yaitu peserta didik kelas IV. Penelitian ini menghasilkan…
lkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes tulis berbentuk objektif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati aktivitas pendidik dan peserta didik. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, ternyata peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar. Perolehan pada siklus I adalah 40% pertemuan I, 46,6% pertemuan II, dan 53,4% pertemuan III. Pada siklus II yang diperoleh yaitu 60% pertemuan I, 66,7% pertemuan 2, dan 100% pertemuan 3 dengan kategori berhasil
Abstract:Penelitian ini mengkaji sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jember Gajah Mada. Mitraguna Berkah menjadi salah satu produk BSI dalam bidang pembiayaan yang ditawarkan oleh…
BSI KCP Jember Gajah Mada, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang bagaimana sistem pembiayaan ini digunakan serta diterapkan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan melibatkan wawancara dengan pihak terkait di BSI KCP Jember Gajah Mada, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait pembiayaan produk BSI Mitraguna Berkah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah dan untuk mengevaluasi seberapa efektif dan efisien sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah di Bank Syariah Indonesia KCP Jember Gajah Mada membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumtif. Namun, ada beberapa tantangan dan kendala dalam menerapkan sistem ini, seperti proses administrasi yang sulit dan perubahan peraturan persyaratan yang tidak sesuai, yang dapat mempengaruhi skema sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini dan ingin menyajikannya dalam karya ilmiah berjudul Sistem Pengelolaan Pembiayaan Produk BSI Mitraguna Berkah pada BSI KCP Jember Gajah Mada.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tujuan Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam menangani permasalahan kemiskinan. Kemiskinan merupakan tantangan sosial yang memerlukan peran aktif pemerintah dalam penyelenggaraan…
lenggaraan kesejahteraan sosial. Dinas Sosial Kabupaten Jember memiliki berbagai program untuk menangani kemiskinan, seperti bantuan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teknik purposive sampling untuk memperoleh data. Data diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait serta sumber sekunder seperti publikasi BPS dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program Dinas Sosial dalam mengatasi kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan sumber daya, validasi data yang kurang optimal, serta koordinasi antar instansi yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendukung program kesejahteraan sosial. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan partisipatif, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember dapat terus berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.
Abstract:Husniatul Rahma. 2024. Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model pembelajaran Group Investigation di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Skripsi Program…
gram Studi PGSD Widyaswara Indonesia. Pembimbing Animar Fauziah, S.Pd., M.M. dan Dian Sarmita, M.Pd.
ISI:
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik. Dapat dilihat dari proses pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat. Peneliti bermaksud mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation.
Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan.
Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 persentase 46,67% pertemuan 2 meningkat 66,67%, dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 73,33%, pertemuan 2 meningkat 86,67%.. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I pertemuan 1 83,33% dan pertemuan 2 dengan persentase 90% dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 93,3%% dan pertemuan 2 96,6%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 dengan persentase 66,7% dan pertemuan 2 70%, siklus II pertemuan 1 86,6% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 93,3%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation berhasil meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar pendidikan Pancasila peserta didik di kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan. Solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran…
an Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik di kelas VI SD Negeri 24 Lundang.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri 24 Lundang pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari alur perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas VI. Pada siklus I diperoleh persentase 44,44% dan siklus II meningkat menjadi 83,32% dengan peningkatan sebesar 38,88%. Proses pembelajaran siklus I pada aktivitas guru 61,10% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Pada aktivitas peserta didik siklus I diperoleh 55,55% dan pada siklus II meningkat menjadi 77,77%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil terlihat pada peningkatan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai definisi, macam-acam dan syarat serta perbedaan mendasar dari tafsir, takwil dan tarjamah. Penelitian ini menggunakan metode liblary research dengan pendekatan konseptual.…
l. Penelitian ini bersumber dari data primer berupa buku atau literatur yang membahas mengenai tafsir, takwil dan tarjamh. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Tafsir adalah suatu usaha tanggapan, penalaran, dan ijtihad manusia untuk menyikapi nilai-nilai samawi yang terdapat didalam Al- Qur’an. Tafsir terbagi menjadi dua macam yaitu: Tafsir bi Al-ma’tsur dan Tafsir bi Ar-ra’yi. Ta’wil adalah suatu usaha untuk memahami lafazh-lafazh (ayat- ayat) Al-Qur’an melalui pendekatan memahami arti atau maksud sebagai kandungan dari lafazh itu. Ta’wil terbagi menjadi dua macam yaitu: Ta’wil Al- Qur’an atau hadis Nabi dan Ta’wil bagi nash yang khusus berlaku dalam hukum taklifi. Terjemah adalah memindahkan bahasa Al-Qur’an ke bahasa lain yang bukan bahasa ‘Arab dan mencetak terjemah ini kebeberapa naskah agar dibaca orang yang tidak mengerti bahasa ‘Arab, sehingga dapat memahami kitab Allah SWT, dengan perantaraan terjemahan. Terjemah terbagi menjadi tiga macam yaitu: Terjemah maknawiyyah tafsiriyyah, Terjemah harfiyyah bi Al-mitsli dan Terjemah harfiyyah bi dzuni Al-mitsli.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kualitas dan hasil belajar, solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini…
ni untuk medeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 02 Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus diperoleh hasil belajar Matematika siklus I pertemuan 1 59,1% pada siklus I pertemuan 2 68,1%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 77,2% pada siklus II pertemuan 2 90,9%. Hasil pelaksanaan aktivitas pendidik siklus I pertemuan 1 75,7% pada siklus I pertemuan 2 81,8%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 87,8% pada siklus II pertemuan 2 93,9%. Aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 69,6% pada siklus I pertemuan 2 75,7%. Meningkat pada siklis II pertemuan 1 84,8% pada siklus II pertemuan 2 87,8%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Abstract:Pernikahan dalam Islam adalah perjanjian sakral antara seorang pria dan wanita yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai ibadah kepada Allah SWT. Pernikahan dalam Islam menekankan…
nilai-nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan ketentuan hukum yang diatur dalam syariat. Konsep pernikahan juga diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974, yang mengakui perkawinan sebagai ikatan lahir batin yang membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Pernikahan dalam Islam memiliki banyak dimensi, seperti peranannya dalam membina keluarga, menjaga kemaslahatan masyarakat, dan melaksanakan ajaran agama. Artikel ini mengkaji syarat-syarat sah pernikahan menurut hukum Islam, termasuk rukun nikah, hak dan kewajiban suami istri, serta prinsip-prinsip yang harus dipegang dalam rumah tangga untuk mencapai kesejahteraan dan keharmonisan. Tujuan utama dari perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta untuk menjaga kehormatan dan kemaslahatan kedua belah pihak, keluarga, dan masyarakat. Dalam perkawinan, prinsip-prinsip seperti kebebasan memilih pasangan, kesetaraan, musyawarah, dan saling menerima, menjadi landasan penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis.