Search Articles & Publications

Showing 4015 articles found for "Dari"

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Materi Yadnya Dalam Cerita Mahabarata Siswa Kelas XI P1A Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Di SMA Negeri 1 Torue Kec. Torue Kab. Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah

Gusti Ayu Aryanti
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi Yadnya Dalam Cerita Mahabarata Malalui penerapan Model Pembelajaran “Problem Based Learning” siswa kelas… las XI P1A SMA Negeri 1 Torue tahun pelajaran 2023/2024 Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi Yadnya dalam cerita Mahabarat siswa Kelas XI P1A SMA Negeri 1 Torue Kec.Torue Kab. Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Penerapan Metode Pembelajaran Peer Lessons Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SD Negeri Bau

Ketut Adi Agung Putra
Abstract: Dalam kondisi   lingkungan pendidikan keluarga memiliki peran penting di dalam keberhasilan pendidikan. Dalam keluarga tentu akan ada orang tua, saudara, bahkan teman sebaya atau saudara sebaya yang memiliki perbedaan beberapa… beberapa tingkat kelas tentunya memiliki pengetahuan lebih. Dalam arti luas sumber belajar tidak harus selalu dari guru melainkan juga sumber belajar dari orang lain, seperti sumber belajar dari teman sekelas atau temannya di rumah yang memiliki kemampuan lebih untuk mengajarkan kepada temannya. Sumber belajar teman sebaya ini disebut Peer Lessons. Penerapan model pembelajaran Peer Lessons dalam Pembelajaran Pendidikan  Agama Hindu dapat meningkatkan prestasi/hasil belajar siswa SD Negeri Bau. Prestasi/hasil belajar siswa  meningkat dari tingkat penguasaan materi dengan Rata-rata sebesar 74,5 atau Daya Serap 74,5% dan Ketuntasan Klasikal sebesar 77,2% dengan kategori Cukup Baik pada tahap observasi pada Siklus I, menjadi meningkat dengan Rata-rata sebesar 85,5 atau Daya Serap 85,5% dan dengan Ketuntasan Klasikal sebesar 100% dalam kategori Amat Baik pada tahap Siklus II.

Pengaruh Handphone Terhadap Individualisme Dan Nilai Persatuan Di Salah Satu SMKN Tangerang Selatan

Intan Nurhasanah, Beby Riski Apriliana, Fani Fadilah, Nabil Annisa Putri, Zia El-Ahmar Hanjani, Dadi Mulyadi Nugraha
Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan handphone terhadap sikap individualisme yang berpotensi melunturkan nilai persatuan pada Pancasila sila ke-3 di kalangan pelajar pada salah satu… tu SMK Negeri daerah Tangerang Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data dikumpulkan dari 115 responden yang dipilih secara acak melalui kuesioner secara online. Data yang bersifat kuantitatif ini dianalisis untuk mengukur tingkat individualisme pelajar, frekuensi penggunaan handphone, dan dampaknya terhadap interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelajar memiliki kecenderungan sikap individualisme yang tinggi ditandai oleh ketergantungan pada handphone dalam interaksi sosial. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan handphone yang berlebihan mempengaruhi penurunan kualitas interaksi tatap muka, rasa kebersamaan, dan solidaritas sosial. Hal ini berdampak pada lunturnya nilai persatuan sebagai inti dari sila ke-3 Pancasila, “Persatuan Indonesia”. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pendidikan karakter dan peningkatan kesadaran akan penggunaan teknologi khususnya handphone secara bijak untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar.

Representasi Moderasi Beragama dalam Komik ModerArt: Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce Terhadap Empat Indikator dan Tantangan

Yosep, Sigit Prayitno, Panuju, Redi, Joko Prasetyo, Iwan, Syam Maella, Nurannafi Farni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi moderasi beragama dalam komik ModerArt menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana ikon, indeks,… deks, dan simbol digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai toleransi, anti-kekerasan, pluralisme, serta penerimaan terhadap tradisi dan budaya lokal. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam menginternalisasi pesan-pesan moderasi beragama oleh pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik ModerArt berhasil mengkomunikasikan pesan moderasi beragama melalui elemen-elemen visual yang efektif, seperti penggunaan ikon yang menggambarkan sikap saling menghormati dan simbol kebangsaan yang menekankan pentingnya kerjasama lintas agama. Meskipun demikian, tantangan muncul dalam menggambarkan kekerasan tanpa mengurangi dampaknya serta memastikan pemahaman pesan yang lebih dalam oleh audiens yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komik ModerArt dapat menjadi media efektif untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama, meskipun perlu ada penyesuaian untuk mengatasi tantangan tersebut agar pesan dapat lebih mudah diterima oleh pembaca dari berbagai latar belakang.

Analisis Pendidikan Dalam Kesadaran Bela Negara Di Era Digital

Qanita Salsabila Lirabbiha, Vaira Viky Zainur, Nazwa Alia Putri, Therefa Andhari Hadi Prana, Dadi Mulyadi Nugraha
Abstract: Era digital yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, menjadi sebuah tantangan baru bagi generasi muda saat ini. Salah satu tantangan yang dimaksud adalah pengembangan rasa nasionalisme dan… an patriotisme dalam diri generasi muda. Studi ini meneliti beberapa guru, mahasiswa dan siswa sekolah di Indonesia menggunakan metode penelitian kualitatif berupa survei kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa di era digital, bela negara tidak hanya melakukan hal-hal secara fisik, tetapi juga menggunakan media sosial dengan bijak. Kita telah berpartisipasi dalam membela negara dengan mencegah penyebaran hoaks dan informasi yang menyebarkan serta menjaga reputasi Indonesia di internet. Setelah itu, bela negara nyata di era teknologi saat ini adalah berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi Indonesia. Inti dari bela negara di era digital adalah memanfaatkan media sosial secara bijak, menghindari hoaks dan informasi yang merugikan negara, menjaga nama baik Indonesia, dan menciptakan citra positif Indonesia di internet.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Project Based Learning Berbasis TPACK di Kelas IV B SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan

Septa Sabbihisma, Esa Yulimarta, Desmaneni, Ernawarnelis, Lili Ratnasari
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV B SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh. Dapat dilihat dari proses pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pada mata pelajaran… lajaran IPAS karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV B menggunakan model Project Based Learning berbasis TPACK. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV B SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar dari siklus I 59,6% menjadi 84,7% pada siklus II, dengan persentase peningkatan sebesar 25,1%. Hasil pengamatan aktivitas pendidik menunjukkan peningkatan dari siklus I 77,2% menjadi 92,4% pada siklus II, dengan persentase peningkatan sebesar 15,2%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik menunjukkan peningkatan dari siklus I 68,2% menjadi 87,9% pada siklus II, dengan persentase peningkatan sebesar 19,7%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning berbasis TPACK berhasil dalam peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV B SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh.

Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Melalui Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada SMA Negeri 1 Mepanga

Ni Made Primawati
Abstract: Berdasarkan observasi, aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas SMA Negeri 1 Mepanga, dapat dikategorikan masih sangat rendah. Dilihat dari fenomena tersebut diatas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas… s dan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Mepanga dengan mencoba menerapkan metode diskusi dikombinasikan dengan metode project bassed learning. Tentu! Berdasarkan deskripsi yang Anda berikan, sepertinya Anda sedang merancang penelitian untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Mepanga. Berikut adalah struktur yang dapat Anda gunakan untuk merumuskan penelitian Anda dengan fokus pada penerapan metode diskusi dan project-based learning (PBL): Subjek penelitian tersebut adalah SMA Negeri 1 Mepanga Dalam penelitian ini tersebut menggunakan metode Diskusi dikombinasikan dengan Metode Project Bassed Learning dalam mata pelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti. Dalam penelitian ini peneliti memasang target dalam rata-rata kelas (M) 80, Daya Serap (DS) 80%, Ketuntasan Belajar Klasikal 80% dan aktivitas 80%. Dilihat dari hasil penelitian ini, bahwa penerapan metode Diskusi dikombinasikan dengan metode Project bassed learning dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar dalam mata pelajaran agama hindu dan budi pekerti. Hasil ini ditunjukan dengan adanya peningkatan hasil aktivitas belajar pada siklus I 31 % dan siklus II menjadi 85%. Prestasi belajar siswa juga meningkat yaitu pada siklus I rata-rata kelas (M) 70, daya serap (DS) 70%,ketuntasan belajar 22% dan siklus II menjadi rata-rata kelas (M) 89, daya serap (DS) 89%, serta ketuntasan belajar klasikal 100% dari KKM 75. Dari hasil penelitian yang telah dicapai ini dapat diimplementasikan dengan merekomendasikan kepada Guru Agama Hindu Tentu! Jika penelitian Anda telah mencapai hasil yang signifikan dan relevan, berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengimplementasikan hasil penelitian dengan merekomendasikannya kepada Guru Agama Hindu.

Sosialisasi Pelaporan SPT Dan Prosedur Perhitungan Pajak Penghasilan Final Pada Umkm Ayam Geprek Nelo

Afifatur Rahmi, Meylani Pratiwi, Putri Hanifah, Putri Intan Permata Sari
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) serta prosedur perhitungan Pajak Penghasilan (PPh)… PPh) Final. Fokus utama kegiatan ini adalah UMKM Ayam Geprek Nelo di Kota Padang yang masih menghadapi kendala dalam melaporkan pajaknya secara mandiri. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pendampingan langsung kepada pemilik usaha. Materi yang diberikan mencakup tata cara pelaporan SPT secara elektronik melalui e-Form Direktorat Jenderal Pajak (DJP), perhitungan PPh Final berdasarkan omzet bulanan, serta pentingnya kepatuhan pajak bagi keberlanjutan usaha. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha dalam menghitung serta melaporkan pajak secara mandiri. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Ayam Geprek Nelo dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam operasional bisnisnya, serta menjadi contoh bagi UMKM lain dalam menerapkan kepatuhan pajak yang baik. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya pajak sebagai kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Peran Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Konsep Tat Twam Asi Kepada Siswa Di SD Inpres 2 Balinggi

Ni Putu Yuniantari
Abstract: Pendidikan agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual yang luhur. Salah satu ajaran fundamental dalam Hindu adalah konsep Tat Twam Asi, yang… ang berarti "Aku adalah Engkau" sebagai cerminan kesatuan dan empati dalam kehidupan sosial. Konsep ini sangat relevan dalam pembentukan sikap toleransi, kepedulian, dan rasa persaudaraan di lingkungan sekolah. Melalui pendidikan agama Hindu, siswa diajarkan untuk memahami dan menerapkan Tat Twam Asi dalam interaksi sehari-hari, baik dengan teman sebaya, guru, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan konsep Tat Twam Asi kepada siswa di SD Inpres 2 Balinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Tat Twam Asi dalam pembelajaran agama Hindu dapat meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial siswa. Pembelajaran berbasis praktik langsung, seperti kegiatan gotong royong, membantu siswa memahami makna mendalam dari ajaran ini secara nyata. Dengan demikian, pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur melalui ajaran Tat Twam Asi. Untuk memperkuat implementasi konsep ini, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, berbasis pengalaman nyata, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, siswa dapat mengembangkan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis sesuai dengan nilai-nilai luhur Hindu.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT)

Elida Yanti Putri, Esa Yulimarta, Lili Ratnasari, Ade Marlia, Rosi Satria Ardi
Abstract: Elida Yanti Putri. 2024. Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) di Kelas V UPT SD Negeri 25 Koto Kaciak Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok… lok Selatan. Pembimbing 1 Esa Yulimarta, S.PdI.,M.Pd. dan pembimbing 2 Lili Ratnasari, S.Hum.,M.Pd. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik karena kurangnya penggunaan model pembelajaran sehingga peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPAS. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V UPT SD Negeri 25 Koto Kaciak pada semester I tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian pada mata pelajaran IPAS siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar sebanyak 50% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Pada hasil observasi guru siklus I diperoleh 80,25% dan meningkat pada siklus II menjadi 95,71%. Sedangkan pada aspek peserta didik diperoleh 69,07% dan meningkat pada siklus II menjadi 84,86%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V UPT SD Negeri 25 Koto Kaciak Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.