Abstract:Latar Belakang : Perawat adalah yang memberikan asuhan langsung pada pasien, sehingga perlu mengetahui pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien secara holistic. Handover pasien adalah bentuk komunikasi perawat…
awat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan handover perawat antar shift dengan metode komunikasi efektif SBAR. Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pra eksperimental design dengan sampel penelitian perawat diruang PU3 dengan jumlah 13 responden yang diambil dengan menggunakan Teknik total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi sesuai dengan SPO yang ada dirumah sakit A. Hasil : analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed rank Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan handover diruang PU3 dengan P value (0.001). Kesimpulan : Dalam penelitian adalah pelaksanaan handover diruang PU3 sangat baik dan tidak berpengaruh pada metode komunikasi efektif SBAR. Saran : Agar rumah sakit mempertahankan mutu pelayanan dengan mengembangkan kualitas pelaksanaan handover perawat.
Abstract:Latar Belakang :Stroke non hemoragik sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik akibat penurunan kekuatan otot dan ketidakseimbangan tubuh. Penelitian ini berfokus pada penggunaan terapi ROM sebagai metode untuk meningkatkan…
atkan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi pada pasien stroke non hemoragik. Tujuan : Memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui pemberian terapi ROM terhadap gangguan mobilitas fisik. Metode : Metode yang digunakan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan, evaluasi, dan analisis asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi tingkat ketergantungan pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : Pelaksanaan terapi ROM pasif dalam tindakan keperawatan pada pasien menunjukkan peningkatan pergerakan ekstremitas, peningkatan kekuatan otot, serta penurunan kelemahan fisik.
Abstract:Kurangnya aktivitas fisik di rumah serta tidak pernah olahraga ringan merupakan salah satu alasan belum maksimalnya penurunan kadar glukosa darah para lansia. Studi pendahuluan mengatakan para lansia tersebut belum mengetahui…
tahui adanya senam diabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pra experiment dengan menggunakan pendekatan one group dengan perencanaan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita diabetes mellitus sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus sebelum perlakuan (senam diabetes) diketahui sebagian besar responden sebanyak 22 (73%) dalam kategori diabetes dan setelah pemberian senam diabetes diketahui hampir seluruh responden sebanyak 27 (90%) dalam kategori normal. Hasil analisa data menunjukan bahwa tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Saran bagi UPTD Puskesmas Bungin agar memberikan program rutin senam diabetes bagi penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah.
Abstract:Hemodialisis adalah terapi bagi penderita gagal ginjal bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Kepatuhan menjalani hemodialisis secara rutin dapat dipengaruhi oleh perilaku caring perawat serta keyakinan pasien…
asien untuk menjadi lebih baik (self efficacy). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Perilaku Caring perawat dan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Undata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross sectional analitik. Sampel penelitian berjumlah 89 orang didapatkan melalui rumus slovin dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji chi square diperoleh nilai 0,001 dan uji fisher exact diperoleh nilai 0,000 yang menunjukkan bahwa ada hubungan hubungan perilaku caring perawat dan self efficacy dengan pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Bagi perawat lebih meningkatkan kepedulian terhadap pasien agar keyakinan diri untuk sembuh pada pasien lebih meningkat sehingga dapat menunjang kesembuhan.
Kata Kunci : Perilaku Caring, Self efficacy, Kepatuhan
Abstract:Gout arthritis pada lansia diakibatkan oleh tingginya kadar asam urat Kristal monosodium urat didalam ataupun disekitar persendian yang disebut trofi. Ketika kadar asam uart meningkat, maka akan mengakibatkan peradangan…
pada sendi sehingga dapat terjadi nyeri pada persendian yang terdapat penumpukan asam urat tersebut, untuk mengurangi nyeri yang dirasakan penderita dapat dilakukan penatalaksanaan nonfarmakologis seperti rendaman air hangat garam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat garam terhadap skala nyeri pad alansia dengan gout arthritis diwilayah kerja puskesmas balukang. Metode penelitian ini kuantitatif menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest, jumlah populasi sebanyak 39 responden dengan sampel sebanyak 13 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rancangan rumus Propotional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian 100% lansia mengalami penurunan skala nyeri gout arthritis setelah dilakukan terapi rendam air hangat garam. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat Garam Terhadap Skala Nyeri Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Balukang. Saran untuk penelitian selanjutnya mengembangkan Variabel terkait nonfarmakologis untuk penurunan skala nyeri gout arthritis.
Kata Kunci : Rendaman Air Hangat Garam, Skala Nyeri, Gout Arthritis
Abstract:Kadar asam urat berlebihan dapat disebabkan oleh produksi asam urat yang terlalu banyak di dalam tubuh atau terhambatnya pemrosesan asam urat di dalam tubuh. Jenis makanan yang dikonsumsi, konsumsi alkohol dan obesitas dapat…
apat mempengaruhi kelebihan produksi asam urat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat diantaranya yaitu pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dianalisisnya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 617 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 86 responden, dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square diperoleh (p-value = 0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut. Saran diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta mengkaji sekaligus menentukan solusi terbaik mencapai keberhasilan dalam mengatasi asam urat pada lansia dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan melalui posyandu lansia.
Abstract:Bencana adalah suatu kejadian yang mengakibatkan, kerusakan lingkungan makluk hidup, banyaknya korban jiwa, serta berkurangnya derajat kesehatan pada masyarakat serta membutukan pertolongan dari luar masyarakat atau wilayah…
u wilayah yang terdampak bencana.. BNPB melaporkan bencana banjir masih menjadi bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia yakni sebanyak 1.048 kejadian. Sulawesi Tengah sendiri sepanjang tahun 2021 sudah terjadi 93 kali bencana. Adapun di kabupaten Sigi sejak tahun 2018 sampai tahun 2021, sudah terjadi 20 kali kejadian bencana banjir dan untuk RSUD Torabelo selama rumah sakit berdiri baru sekali mengalami banjir yaitu pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir di RSUD Torabelo. Bentuk penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 164 orang. Sampel yang diperlukan adalah sebanyak 35 orang, didapatkan menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji Chi square, dengan variabel independen kesiapsiagaan dan variabel dependen pengetahuan dan sikap. Hasil analisis univariat Pengetahuan Baik (22,9%), cukup (37,1%) dan pengetahuan kurang (40%). Sikap yang Baik (25,8%), cukup (37,1%) dan kurang (37,1%). Kesiapsiagaan yang siap (22,9%), cukup (25,7%) dan kurang siap (51,4%). Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square, menunjukkan hasil p : 0,000 dan p : 0,002 (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir di RSUD Torabelo.
Abstract:Latar belakang : Persepsi adalah salah satu aspek psikologis terpenting bagi manusia, karena mereka bereaksi terhadap berbagai aspek dan gejala di sekitarnya. Persepsi masyarakat terhadap vaksinasi dapat mempengaruhi kecemasan…
emasan dan partisipasi mereka dalam melakukan vaksinasi. Salah satu sumber kecemasan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 adalah keamanan dan efektivitas vaksinasi, efek samping vaksin, kesalahpahaman kebutuhan akan vaksinasi, kurangnya kepercayaan pada sistem kesehatan, dan juga kurangnya informasi tentang penyakit COVID-19 yang dapat dicegah dengan vaksin. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang vaksinasi booster covid-19 terhadap tingkat kecemasan pre-vaksinasi booster 2 di rw 007 kutabaru. Metode : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat dewasa rw 007 Kutabaru Kab. Tangerang yang berjumlah 155 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : hasil dari pengolahan data responden menggunkan chi-square menunjukkan Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p-value 0,000), persepsi keseriusan (p-value 0,006), persepsi manfaat (p-value 0,000), persepsi hambatan (p-value 0,000), isyarat untuk bertindak (p-value 0,000) dengan tingkat kecemasan pada masyarakat di RW 007 Kutabaru. Kesimpulan : hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi dengan tingkat kecemasan karena kecemasan saat mengikuti vaksinasi covid-19 dapat terjadi karena munculnya pikiran-pikiran yang ragu mengenai vaksin, dalam hal ini munculnya persepsi negatif terhadap vaksin dapat menimbulkan stress dan cemas. Sebaliknya, dengan terbentuknya persepsi yang positif terhadap vaksin akan mengurangi kemungkinan terjadinya kecemasan pada individu dalam mengikuti vaksinasi covid-19.
Abstract:Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang diakibatkan oleh hiperglikemia yaitu gangguan sekresi insulin. Tingkat pengetahuan merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku dan…
karakter manusia. Pengetahuan yang rendah mengakibatkan pola makan yang salah. Pola makan di kota -kota telah bergeser dari pola makan tradisional yang mengandung banyak karbohidrat dan serat dari sayuran, ke pola makan kebarat - baratan, dengan komposisi makanan yang terlalu banyak mengandung protein, lemak, gula, garam dan mengandung sedikit serat. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pola makan dengan kejadian penyakit diabetes melitus di RW03 Pasar Baru. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampling purposive sampling yaitu dengan teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri – ciri khusus sesuai dengan penelitian. populasi penelitian ini adalah masyarakat RW03 pasar baru yang berjumlah 106 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil : berdasarkan analisis bivariate dengan menggunakan uji chic-square bahwa p-value 0,031 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sidnifikan antara tingkat pengetahuan pola makan dengan kejadian penyakit diabetes melitus di RW03 pasar baru. Kesimpulan : Bahwa adanya pengetahuan seseorang sangat di dukung oleh tingkat pengetahuan yang baik. Baik dalam memiliki pengetahuan pola makan, life style seperti olahraga baik dalam kejadian penyakit atau kadar gula darah. Maka dari itu kita perlu mengetahui pentingnya pengetahuan pola makan agar terciptanya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan. Oleh karena itu di harapkan pengetahuan pola makan diabetes melitus menjadi salah satu Upaya untuk menurunkan angka penderita diabetes melitus.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan salah satu penyakit kronis yang dengan proses penyembuhan panjang. Angka gangguan jiwa terus mengalami peningkatan yang diartikan merupakan masalah kesehatan yang serius. Pasien gangguan jiwa dalam…
m masa rehabilitas yang dirawat oleh keluarga sendiri di rumah atau rawat jalan memerlukan dukungan untuk mematuhi program pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien gangguan jiwa yang dirawat jalan yaitu 112 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus estimasi proporsi dengan jumlah sampel 42 orang. Menggunakan teknik Accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien gangguan jiwa yang mendapat dukungan positif yaitu 66,7%, pasien gangguan jiwa yang mendapat stigma keluarga positif yaitu 76,2% dan pasien gangguan jiwa patuh minum obat yaitu 69,0%. Hasil uji Fisher’s Exact didapatkan dukungan keluarga dan stigma masing-masing nilai p=0,003 dan 0.000 (≤ 0,05), ini berarti secara statistik ada hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Simpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah tentang hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa sehingga pelayanan dapat ditingkatkan.