Search Articles & Publications

Showing 891 articles found for "Wati"

Asuhan Kebidanan Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny. N Di Tempat Praktik Jumiati, SST Kota Batam

Reysa Lamis, Catur Yulinawati
Abstract: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah melalui… ui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care), yaitu asuhan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), hingga pemilihan metode kontrasepsi keluarga berencana (KB). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N usia 29 tahun G3P2A0H2 di TPMB Jumiati Kota Batam. Metode asuhan kebidanan pada laporan tugas akhir ini menggunakan manajemen kebidanan berdasarkan pendokumentasian SOAP. Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. N mulai tanggal 26 Januari 2026 sampai dengan pelaksanaan keluarga berencana. Asuhan kehamilan dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan antenatal pada trimester III. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 25 Februari 2026 dan berlangsung normal dengan laserasi perineum derajat I. Bayi lahir spontan, menangis kuat, bergerak aktif, dan segera mendapatkan perawatan bayi baru lahir. Asuhan masa nifas dilakukan empat kali kunjungan dan asuhan neonatus sebanyak tiga kali kunjungan berlangsung normal tanpa komplikasi. Pada pelayanan keluarga berencana dilakukan tiga kali kunjungan, dan ibu memilih kontrasepsi pil laktasi setelah konseling. Hasil asuhan kebidanan Continuity of Care, seluruh rangkaian asuhan dari kehamilan hingga keluarga berencana berlangsung dengan baik tanpa komplikasi. Diharapkan asuhan berkesinambungan dapat terus diterapkan dan meningkat untuk mendeteksi dan menangani kegawatdaruratan secara dini.

HUBUNGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI

Ramadhan, Annisa Firdy, Saragih, Tumpak, Hanina, Hanina, Tarastin, Diva Mariska, Halim, Rita
Abstract: Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja berpotensi menimbulkan kecanduan yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku, sehingga dikhawatirkan berdampak pada prestasi akademik siswa. Tujuan:&#8230; uan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik siswa di SMA Negeri 1 Kota Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional ini dilakukan pada Januari–Februari 2026 terhadap 95 siswa aktif kelas X, XI, dan XII yang dipilih melalui purposive sampling. Kecanduan media sosial diukur menggunakan kuesioner Social Media Disorder Scale (SMDS) versi Bahasa Indonesia, sedangkan prestasi akademik dinilai dari rata-rata nilai rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 yang dikategorikan menjadi A, B, C, dan D. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Dari 95 responden, 53,7% tergolong mengalami kecanduan media sosial. Prestasi akademik didominasi kategori B (64,2%), diikuti kategori A (35,8%), tanpa ada siswa pada kategori C maupun D. Uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik (r = -0,045; p = 0,667). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi, yang menunjukkan bahwa prestasi akademik dipengaruhi oleh faktor lain yang lebih komprehensif.

Analisis Strategi Pemasaran Digital Melalui Whatsapp Business Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Kripik Gadung Di Desa Arjasa Kecamatan Sukowono Jember

Muhammad Hamdi, Denok Mugi Hidayanti, Neviyani
Abstract: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi&#8230; tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung. Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs. 

ANALISIS KEGAGALAN PROSES PENGANGGARAN PEMERINTAH DALAM PROYEK E-KTP DAN DAMPAKNYA TERHADAP KERUGIAN KEUANGAN NEGARA

Atarwaman, Rita J D, Amahoru, Nur Hikmah Helida, Lina, Nur, Terry, Erasmus Nikodemus, Sapsuha, Airin Sastiawati, Open, Selvi Ariska, Arini, Arini
Abstract: Proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Indonesia selama tahun 2011-2013 menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah penganggaran publik negara, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun&#8230; n dari total anggaran Rp5,9 triliun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan proses penganggaran pemerintah dalam proyek E-KTP dan dampaknya terhadap kerugian keuangan negara dengan menggunakan Teori Principal-Agent dan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi dokumentasi. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung No. 34 PK/Tipikor/2018 tentang Setya Novanto, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No. 10/LHP/XVIII/03/2013 tentang proses pengadaan E-KTP, serta laporan dan siaran pers dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teknik analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kegagalan penganggaran, dampak langsung dan tidak langsung, serta rekomendasi pencegahan.Temuan yang diharapkan menunjukkan bahwa kegagalan penganggaran terjadi dalam empat tahap. Perencanaan dengan penggelembungan anggaran (mark-up) hingga tiga kali lipat dari estimasi teknis.Implementasi dengan tender yang diarahkan dan suap sebesar 7% dari nilai proyek.Pengawasan internal yang lemah yang menyebabkan asimetri informasi antara agen dan prinsipal.Manipulasi akuntabilitas laporan keuangan.Dampaknya mencakup kerugian finansial langsung sebesar Rp2,3 triliun dan kerugian tidak langsung seperti menurunnya kepercayaan publik terhadap e-government dan terganggunya program publik lainnya. Berdasarkan prinsip Good Governance, studi ini merekomendasikan penguatan transparansi melalui publikasi data terbuka, audit real-time oleh BPK, optimalisasi sistem e-procurement, dan pemisahan fungsi otoritas anggaran untuk meminimalkan celah Principal-Agent dalam proyek e-government di masa depan.Kata Kunci: kegagalan penganggaran, proyek E-KTP, kerugian keuangan negara, teori principal-agent, tata kelola yang baik, audit BPK.

PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN ETIKA BISNIS PERUSAHAAN

Nirda, Neta, Pariama, Paoloa., Dana, Suristiawati, Tjotjona, Zavhiscka
Abstract: Maraknya kasus pelanggaran etika bisnis seperti korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan jabatan saat ini mengancam keberlangsungan usaha jangka panjang dan merusak kepercayaan publik. Penerapan Good Corporate&#8230; orate Governance (GCG) umumnya diadopsi oleh perusahaan sebagai sistem untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Namun, implementasi GCG di lapangan sering kali menghadapi kendala seperti lemahnya komitmen manajemen dan benturan kepentingan, sehingga diperlukan analisis komprehensif mengenai strategi internalisasi etika yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip GCG—yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran—dalam meminimalisir praktik menyimpang serta merumuskan solusi atas kendala penerapannya. Studi ini menggunakan metode literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif (library research). Hasil analisis menyimpulkan bahwa penguatan instrumen GCG yang diimbangi dengan keteladanan pimpinan dan budaya kerja etis terbukti secara signifikan mampu menekan angka kecurangan, menjaga keandalan operasional, serta mengamankan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

PENERAPAN STANDAR JAM KERJA DALAM PENGENDALIAN TENAGA KERJA LANGSUNG PADA USAHA MIKRO PISANG KEMBUNG NONA ACHA

Atarwaman, Rita J D, Hehahunssa, Ivara Sefry Claudya, Riring, Nur Safina, Nasela, Eka Putri Aulia, Siahaya, Junita, Pessy, Gabriela Ayudia Dwiyanti, Wenno, Audrey Saraswati
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal. Namun, banyak UMKM masih menghadapi tantangan&#8230; tangan dalam mengelola tenaga kerja langsung secara efektif akibat belum adanya standar jam kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan standar jam kerja dalam pengendalian tenaga kerja langsung pada Usaha Mikro Keripik Pisang Nona Acha di Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan karyawan, dokumentasi, serta studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tersebut belum menerapkan standar jam kerja formal, jadwal kerja terstruktur, maupun sistem evaluasi kinerja. Karyawan bekerja sekitar 66 jam per minggu melebihi standar jam kerja yang diatur sementara pengawasan tenaga kerja hanya mengandalkan pemantauan langsung oleh pemilik usaha. Ketiadaan standar jam kerja telah menurunkan efisiensi operasional dan menyulitkan pengukuran produktivitas tenaga kerja secara objektif. Oleh karena itu, penetapan standar jam kerja yang terstruktur, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi kinerja secara berkala diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tenaga kerja, efisiensi produksi, dan produktivitas usaha secara keseluruhan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI LITERASI KEAGAMAAN ANAK DAN ANALISIS SOSIAL-EKONOMI NELAYAN DI PULAU UNTUNG JAWA

Anwar, Syaiful, Asri, Tika Kartika, Putri, Eidelweijs Adririnjani, Poernomoputri, Tyara Pratiwi, Miharja, Jaja, Irawati, Dwi Oktiana, Cahyono, Dedy Tri, Trissetianto, Andri Catur
Abstract: Literasi dan pendekatan sosial merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat literasi keagamaan anak pesisir sekaligus&#8230; kaligus memetakan dinamika sosial-ekonomi komunitas nelayan lokal di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kondisi awal menunjukkan bahwa meskipun sektor pariwisata pulau sangat maju—meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)—sektor primer maritim justru mengalami stagnasi berat. Nelayan lokal menghadapi penurunan hasil tangkapan akibat sampah laut dan kendala cuaca musim angin barat, yang memicu ironi ketergantungan pasokan ikan dari daratan utama. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim menerapkan pendekatan pengabdian partisipatif selama tiga hari (5–7 Juli 2026). Pada hari pertama, dilakukan sesi fun learning interaktif melalui 3 jenis games edukatif dan pembagian Al-Qur'an di Pantai Sakura bersama 15 anak pesisir. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di TPQ Majelis Ta'lim Al-Ubadah dengan pembagian 16 mushaf Al-Qur'an. Selain itu, wawancara terstruktur dilakukan bersama Kelompok Nelayan Paguyuban untuk memetakan kendala operasional bahari. Program ini berhasil meningkatkan akses literasi keagamaan, memotivasi anak pesisir, serta menghasilkan evaluasi akademis terkait ketimpangan ekonomi wilayah pesisir.

The INNOVATION AND DEVELOPMENT LEARNING IN THE DIGITAL ERA

Apriyal Fakih, Apriyal Fakih, Nuraini, Nuraini, Setiowati, Yuli
Abstract: The rapid development of information and communication technology (ICT) has changed the way information is accessed. The use of mobile devices, the internet, and various online learning applications is increasingly widespread.&#8230; pread. This demands innovation in learning methods to make it more relevant and interesting for learners. This article aims to identify ICT applications used for learning innovation and digital era learning models. The method used in writing this article is descriptive method and through literature study. The conclusion of this article is that there are three learning innovations that can be applied, namely: Project Based Learning (PjBl), Google Sites and Google Drive. And there are three digital era learning models, namely: Blended Learning is a combination of online and offline learning, Distant Learning and Mobile Learning (M-Learning) Mobile Learning is learning supported by wireless mobile technology (smartphones).

Kinerja Pelayanan Rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba Pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe

Lidawati, Rola Pola Anto, Sitti Rahmatyah
Abstract: Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang sangat mengkhawatirkan generasi saat ini. Narkoba sendiri tidak lagi dianggap haram dan sulit ditemukan, namun merupakan produk yang sangat mudah ditemukan. Salah satu cara&#8230; ara yang ditempuh untuk mencegah dan untuk mengetahui adanya indikasi penggunaan Narkoba bagi seseorang. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe secara administratif mengeluarkan surat keterangan hasil pemeriksaan Narkoba. Pelayanan surat keterangan ini adalah bagan pelayanan administratif dari pemerintah. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  dan menganalisis kinerja pelayanan Rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif  kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika  pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe dapat terlaksana dengan dukungan pada aspek produktivitas, kualitas pelayanan,  responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas

Tingkat Cemaran Timbal (Pb) Pada Air Sungai Di Kota Jayapura Sebagai Indikator Risiko Lingkungan

Wahyukumalasari, Sri Herawati, Dasima Aziz Rahim
Abstract: Sungai perkotaan berperan penting sebagai sumber daya lingkungan dan penopang aktivitas masyarakat, namun rentan terhadap pencemaran akibat tekanan aktivitas antropogenik. Salah satu pencemar yang berbahaya dan bersifat&#8230; persisten adalah logam berat timbal (Pb), yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan risiko kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat cemaran timbal (Pb) pada air sungai di Kota Jayapura serta menjadikannya sebagai indikator risiko lingkungan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan bersifat eksploratif. Sampel air diambil secara grab sampling dari empat sungai di Kota Jayapura, yaitu Sungai Acai, Sungai Entrop, Sungai Hanyaan, dan Sungai Siborongonyi. Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air sungai mengandung timbal dengan konsentrasi yang melampaui baku mutu kualitas air sungai nasional sebesar 0,03 mg/L. Kadar timbal tertinggi ditemukan pada Sungai Siborongonyi sebesar 0,69 mg/L, diikuti Sungai Hanyaan sebesar 0,37 mg/L, Sungai Acai sebesar 0,29 mg/L, dan Sungai Entrop sebesar 0,18 mg/L. Variasi kadar timbal antar sungai menunjukkan perbedaan tingkat tekanan lingkungan yang diterima masing-masing badan air. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa sungai-sungai di Kota Jayapura telah mengalami cemaran timbal yang signifikan dan berpotensi menimbulkan risiko lingkungan serta kesehatan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi kualitas air sungai di Kota Jayapura dan dapat digunakan sebagai dasar pemantauan lingkungan serta peringatan dini terhadap degradasi kualitas perairan perkotaan