Abstract:Pengangguran terbuka di Indonesia merupakan salah satu masalah sosial dan ekonomi yang signifikan, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi serta mempengaruhi kesejahteraan masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan…
an untuk menganalisis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia dari tahun 2020 hingga 2023, dengan fokus pada perubahan klaster data TPT menggunakan metode K-Means Clustering. Data yang digunakan diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang memberikan gambaran komprehensif mengenai variasi TPT antarprovinsi. Metodologi yang diterapkan mencakup pengumpulan dan pengolahan data untuk memastikan akurasi serta kelengkapan informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya Provinsi Riau yang berhasil naik ke cluster 1 (TPT rendah), sementara Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan ke cluster 2 (TPT tinggi). Evaluasi menggunakan Davies-Bouldin Index menegaskan pemisahan cluster yang optimal pada jumlah cluster 2, mengindikasikan efektivitas pengelompokan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah pengangguran di Indonesia. Dengan mempertimbangkan karakteristik pengangguran di setiap provinsi, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya pengurangan tingkat pengangguran yang lebih terarah dan berdampak.
Abstract:Penyakit hewan merupakan salah satu tantangan terbesar dalam divisi hewan yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Bukti yang dapat dikenali dari pola penyebaran penyakit sangat penting untuk mendukung…
g pengambilan keputusan dalam upaya mengantisipasi dan menangani wabah . Pertimbangan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi pola penyebaran penyakit hewan menggunakan strategi pengelompokan spasial . Strategi ini memungkinkan pengelompokan wilayah berdasarkan tingkat penyebaran penyakit , sehingga zona yang berpotensi menjadi pusat penyebaran dapat diidentifikasi . Informasi yang digunakan dalam pertimbangan ini mencakup data spasial dan non - spasial yang terkait dengan kasus penyakit hewan dari berbagai wilayah , yang kemudian dianalisis di sana.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengelompokan spasial dapat diterapkan di daerah -daerah dengan pola penyebaran penyakit yang sama . Identifikasi zona berisiko tinggi dapat membantu peternak dan pihak terkait dalam mengambil tindakan penanggulangan yang lebih tepat dan efisien . Dengan pengelompokan spasial ini , prosedur penanganan dapat difokuskan pada daerah-daerah yang lebih rentan terhadap kejadian , yang diharapkan dapat mengurangi dampak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan hewan secara keseluruhan . Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kerangka kerja deteksi dini berbasis teknologi untuk mitigasi penyakit ternak
Abstract:Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sistem pencatatan absensi. Teknologi memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas…
dalam pengelolaan informasi. Absensi, yang umumnya digunakan untuk mencatat kehadiran seseorang di berbagai tempat seperti sekolah atau tempat kerja, memainkan peran penting dalam penilaian kinerja dan disiplin. Namun, pencatatan absensi secara manual masih menjadi tantangan, seperti yang terjadi di Universitas Royal, sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Asahan. Universitas ini, yang awalnya dikenal sebagai AMIK Royal dan kemudian menjadi STMIK Royal, telah bertransformasi menjadi Universitas Royal pada tahun 2024. Meskipun mengalami berbagai kemajuan, sistem absensi di universitas tersebut masih dilakukan secara konvensional melalui buku catatan, yang sering kali menyebabkan masalah seperti pemborosan waktu, risiko hilangnya data, serta ketidakefisienan dalam rekapitulasi absensi. Untuk mengatasi masalah ini, penulis mengusulkan penerapan sistem informasi absensi digital di Universitas Royal. Sistem ini dirancang untuk mencatat dan mengelola absensi secara otomatis, sehingga memudahkan pendokumentasian serta pengelolaan data absensi. Dengan sistem digital, waktu yang diperlukan untuk mencatat absensi dapat berkurang, dan data akan lebih aman serta dapat diakses dengan mudah
Abstract:Pembelajaran biologi di tingkat SMA masih banyak menggunakan pendekatan konvensional yang kurang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan adaptabilitas lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan…
an untuk menguji pengaruh penerapan Flipped Classroom dengan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan adaptabilitas lingkungan murid SMA pada materi perubahan lingkungan. Penelitian eksperimen semu dengan desain Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest dilakukan pada kelas X Fase E. Kelas eksperimen menerapkan integrasi Flipped Classroom dan PBL, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung. Data dikumpulkan melalui tes esai berbasis indikator FRISCO untuk berpikir kritis dan angket berbasis GreenComp untuk adaptabilitas lingkungan. Analisis data menggunakan ANCOVA setelah memenuhi uji prasyarat yaitu normalitas, homogenitas, dan linieritas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan p < 0,05 terhadap kedua variabel dengan effect size besar Partial Eta Squared 0,606 untuk berpikir kritis dan 0,700 untuk adaptabilitas lingkungan. Rata-rata skor kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah integrasi Flipped Classroom dan PBL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta adaptabilitas lingkungan peserta didik. Model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang mendukung Kurikulum Merdeka dan pengembangan kompetensi abad ke-21 berbasis isu lingkungan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis profil metakognitif dan interpersonal competency murid kelas XII Fase F pada pembelajaran Biologi berbasis Education for Sustainable Development (ESD) di salah satu SMA Negeri Kota Jambi.…
ambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 108 murid yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari tiga kelas. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert 6 poin yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil metakognitif dan interpersonal competency murid didominasi kategori sedang yaitu 75% dan 67,6%. Indikator metakognitif yang paling kuat adalah monitoring, planning, dan procedural knowledge, sementara information management dan conditional knowledge menjadi kelemahan utama. Pada interpersonal competency, emotional support dan conflict management relatif lebih baik dibandingkan self disclosure dan initiating relationship. Analisis demografi menemukan perbedaan signifikan kemampuan metakognitif berdasarkan gender (p = 0,005), dengan murid perempuan lebih unggul, sedangkan umur dan suku tidak berpengaruh signifikan.Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan metakognitif dan kompetensi interpersonal secara terintegrasi dalam pembelajaran Biologi berbasis ESD untuk meningkatkan kemandirian, kolaborasi, dan kesadaran keberlanjutan murid.
Abstract:Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kesalahan beserta faktor penyebabnya yang dialami siswa kelas VIII SMP ketika mengidentifikasi sisi, rusuk, dan titik sudut pada bangun kubus. Desain kualitatif deskriptif dipilih agar…
ar respons siswa dapat ditelaah secara mendalam tanpa adanya perlakuan atau manipulasi terhadap variabel penelitian. Sebanyak 30 siswa kelas VIII dijadikan subjek melalui teknik purposive sampling, dan 6 di antaranya dipilih untuk sesi wawancara semi terstruktur yang mewakili tiga tingkat kemampuan akademik, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik tertulis, wawancara yang direkam, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi metode untuk menjaga keterpercayaan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,67% siswa melakukan setidaknya satu kesalahan dalam mengidentifikasi sisi kubus, 63,33% siswa melakukan kesalahan terkait rusuk, dan 36,67% siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi titik sudut secara tepat. Tiga kategori kesalahan yang dominan teridentifikasi, yaitu kesalahan konsep berupa kekeliruan mengidentifikasi unsur geometris, kesalahan visualisasi yang berkaitan dengan kesalahan membaca representasi tiga dimensi, dan kesalahan prosedural dalam menghitung komponen geometris secara sistematis. Faktor penyebab meliputi dimensi internal, terutama lemahnya pemahaman konsep dan rendahnya kemampuan penalaran spasial, serta dimensi eksternal seperti minimnya media pembelajaran dan dominasi strategi mengajar berbasis ceramah. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran geometri bangun ruang yang lebih eksploratif, konstruktivis, dan berbasis media di jenjang SMP.
This study investigates the types and underlying causes of errors made by eighth-grade junior high school students when identifying the faces, edges, and vertices of a cube. A qualitative descriptive research design was employed to examine students' responses in depth without manipulating any research variables. Thirty students from the eighth grade were selected through purposive sampling, and six of them participated in semi-structured interview sessions representing three levels of academic ability: high, moderate, and low. Data were gathered using written diagnostic tests, audio-recorded interviews, and documentation. Analysis followed the interactive model proposed by Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with methodological triangulation applied to ensure the trustworthiness of findings. Results indicated that 46.67% of students committed at least one error in identifying cube faces, 63.33% made errors related to edges, and 36.67% had difficulty identifying vertices correctly. Three dominant error categories were identified: conceptual errors, visualization errors, and procedural errors. Causal factors encompassed internal dimensions, particularly weak conceptual understanding and limited spatial reasoning ability, and external dimensions, including insufficient instructional media and lecture-based teaching strategies.
Abstract:Cyberbullying telah menjadi ancaman serius bagi remaja di era digital, terutama di kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memicu cyberbullying serta dampaknya…
knya terhadap mahasiswa Universitas Universal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui survei berbasis kuesioner dari responden yang bervariasi dalam usia dan jenjang pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa cyberbullying berdampak signifikan pada kesejahteraan mental, prestasi akademik, dan hubungan sosial mahasiswa. Faktor-faktor seperti kurangnya literasi digital, tekanan sosial, dan anonimitas di dunia maya menjadi penyebab utama meningkatnya kasus ini. Bentuk cyberbullying yang sering terjadi mencakup penghinaan verbal, olokan terkait penampilan, dan pencurian identitas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital, peran aktif institusi pendidikan, serta kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan online yang aman dan mendukung kesehatan mental mahasiswa.
Abstract:Desain arsitektur komputer memainkan peran krusial dalam menentukan efisiensi operasional dan kinerja sistem terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana berbagai elemen arsitektur komputer, seperti…
i prosesor, memori, dan bus komunikasi, mempengaruhi kinerja keseluruhan sistem. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan simulasi, penelitian ini mengukur dampak dari variasi desain arsitektur pada kecepatan pemrosesan, konsumsi daya, dan stabilitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain arsitektur yang dioptimalkan dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 30% dan mempercepat kinerja sistem hingga 25%. Faktor-faktor seperti pengaturan cache memori dan pengelolaan bus komunikasi ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap responsivitas sistem. Studi ini juga menemukan bahwa integrasi komponen dengan kompatibilitas tinggi dapat mengurangi bottleneck dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembang perangkat keras dan perancang sistem untuk memilih dan mengimplementasikan desain arsitektur komputer yang optimal, guna mencapai kinerja sistem yang lebih baik dan efisiensi operasional yang lebih tinggi dalam berbagai aplikasi komputasi.
Abstract:Abstract: Environmental education plays a crucial role in raising public awareness of sustainability issues. The 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) has long been a fundamental strategy for waste management and the promotion…
tion of sustainable lifestyles; however, its dissemination is often presented in a textual manner that is less engaging for the general public. This study proposes an interactive visual approach utilizing projection mapping technology through Resolume Arena software to create an immersive educational stage performance. The animated visuals are narratively designed to enhance audience understanding of the 3R concept. The simulation results indicate that this approach has strong potential to improve audience engagement and information retention across diverse age groups.
Keywords: 3R; interactive animation; environmental education; resolume arena; visual mapping.
Abstrak: Pendidikan lingkungan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk kesadaran masyarakat akan isu keberlanjutan. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah lama menjadi strategi utama dalam mengelola sampah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Namun, penyampaian informasi mengenai 3R masih sering bersifat tekstual dan kurang menarik bagi masyarakat umum. Dalam studi ini, dikembangkan pendekatan visual interaktif melalui teknologi projection mapping menggunakan perangkat lunak Resolume Arena untuk menciptakan pertunjukan panggung edukatif yang imersif. Visual animasi dirancang secara naratif untuk menstimulasi pemahaman audiens terhadap konsep 3R. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi besar dalam meningkatkan keterlibatan dan retensi informasi pada audiens dari berbagai usia.
Kata kunci: 3R; animasi interaktif; edukasi lingkungan; resolume arena; visual mapping.
Abstract:Abstract: Bullying in schools is a social problem that requires serious attention because it can impact students' psychological condition and learning process. SMP Negeri 1 Sei Kepayang still faces limitations in determining…
ning the most appropriate bullying prevention strategy, because the selection of strategies is still reactive. Therefore, a decision support system is needed that can assist the school in determining the priority of bullying prevention strategies. This study aims to design and implement the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method in a decision support system to determine the most appropriate bullying prevention strategy. The criteria used include program costs, target scope, resource requirements, and speed of implementation. The system was developed web-based to facilitate data processing and analysis. The results showed that the strategy of Integrating Bullying Material into Learning was the most appropriate strategy with a value of 0.0464. With this system, the resulting bullying prevention strategy recommendations are more measurable and data-based.
Keywords: MOORA; decision support system; bullying; strategy; prevention
Abstrak: Perundungan di lingkungan sekolah merupakan permasalahan sosial yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak pada kondisi psikologis dan proses belajar siswa. SMP Negeri 1 Sei Kepayang masih menghadapi keterbatasan dalam menentukan strategi pencegahan perundungan yang paling tepat, karena pemilihan strategi masih bersifat reaktif. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu membantu pihak sekolah dalam menentukan prioritas strategi pencegahan perundungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) pada sistem pendukung keputusan untuk menetapkan strategi pencegahan perundungan paling tepat. Kriteria yang digunakan meliputi biaya program, lingkup sasaran, kebutuhan sumber daya, dan kecepatan pelaksanaan. Sistem dikembangkan berbasis web untuk mempermudah proses pengolahan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Integrasi Materi Perundungan Ke Dalam Pembelajaran menjadi strategi yang paling tepat dengan nilai 0.0464. Dengan adanya sistem ini, rekomendasi strategi pencegahan perundungan yang dihasilkan menjadi lebih terukur dan berbasis data.
Kata kunci: MOORA; sistem pendukung keputusan; perundungan; strategi; pencegahan