Abstract:Peserta didik UPT SD Negeri 24 Lundang kesulitan dalam memahami pembelajaran Pendidikan Pancasila khususnya di kelas II. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, yakni rendahnya hasil belajar. Solusi…
olusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran make a match dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran make a match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas II UPT SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus yang setiap terdiri dari dua pertemuan. Hasil proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match siklus I pertemuan 1 aktivitas guru presentase 63,88% dan aktivitas peserta didik 50%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 69,44% dan aktivitas pesrta didik 58,33%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus ke II peretemuan 1 aktivitas guru 77,77% dan aktivitas peserta didik 66,66%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 91,66%dan aktivitas peserta didik 83,33%. Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada kelas II. Penelitian hasil penelitian siklus I, yaitu 55,55% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 77,77%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran make a match dapat menigkatkan proses serta hasil belajar peserta didik di UPT SD Negeri 24 Lundang.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, solusi pemecahan masalah tersebut menggunakan model problem based learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan…
ningkatkan hasil belajar siswa kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao yang peneliti lakukan dari tanggal 06 Agustus 2024 s/d 14 Agustus 2024 dalam 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 40,74% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 73,08% dan siklus II 88,46%. Proses pembelajaran siklus I pada aspek guru memperoleh persentase 69,69% dan aspek siswa 66,66%, pada siklus II aspek guru memperoleh 87,87% dan aspek siswa 86,36%. Berdasarkan persentase pembelajaran tersebut, sudah terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 15,38% dan peningkatan proses pembelajaran pada aspek guru dari siklus I ke siklus II sebesar 18,18%, pada aspek siswa meningkat sebesar 19,7%, pembelajaran sudah mencapai indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Negeri 14 Ladang Konsi Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan…
kan peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Negeri 14 Ladang Konsi. Solusi dari pemecahan masalah tersebut menggunakan model Project Based Learning (PjBL). Dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini peserta didik kelas V SD Negeri 14 Ladang Konsi pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan. Setiap akhir pertemuan dilaksanakan tes tertulis dalam bentuk essay untuk melihat peningkatan hasil belajar peserta didik.
Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V. Hasil penelitian siklus I memperoleh persentase 41,67% dan pada siklus II memperoleh persentase 83,33% dengan peningkatan sebesar 41,66%. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I memperoleh nilai rata-rata 67,54% dan pada siklus II nilai rata-rata 88,72% dengan peningkatan sebesar 21,18%. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I memperoleh nilai rata-rata 56,82% dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 82,44% dengan peningkatan sebesar 25,62%. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning (PjBL) ini dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Negeri 14 Ladang Konsi Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Upaya pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Barugbug melalui pengembangan teh herbal dari daun kelor sebagai produk bernilai ekonomi berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.…
n. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara dengan masyarakat, khususnya Ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Ibu rumah tangga dalam memproduksi teh herbal daun kelor. Semangat para pesrta dalam mencoba memproduksi teh herbal daun kelor menunjukkan peningkatan kesadaran mereka akan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal untuk kesehatan dan ekonomi. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi di kalangan warga Desa Barugbug, serta membuka peluang usaha baru bagi mereka untuk berpartisipasi dalam pasar yang lebih luas.
Abstract:UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Doyan Jagung Mozarella merupakan bagian dari…
sektor kuliner atau industri makanan dan minuman, tidak terkecuali dari tantangan ini. Lebih spesifik, ia termasuk dalam kategori makanan ringan atau street food. Activity-Based Costing (ABC) adalah sistem biaya yang disempurnakan, memungkinkan pengklasifikasian lebih banyak biaya sebagai biaya langsung, mengurangi jumlah biaya tidak langsung, dan mengidentifikasi pemicu biaya. Penelitian ini menggunakan data primer dengan objek, yaitu UMKM Doyan Jagung Mozarela Padang. Data primer diambil pada pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan wawancara. Kesimpulan dari analisis biaya
operasional UMKM Doyan Jagung Mozarella Padang menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) menunjukkan bahwa penerapan metode ini memberikan manfaat signifikan dalam perhitungan biaya. Dengan ABC, UMKM dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan aktivitas yang terlibat dalam produksi secara lebih rinci, sehingga memungkinkan pengalokasian biaya yang lebih akurat berdasarkan penggunaan sumber daya.
Abstract:Nepotisme merupakan tindak kecurangan berupa penyalahgunaan kekuasaan demi mengutamakan kepentingan pribadi dan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman serta pandangan masyarakat terhadap kasus nepotisme…
epotisme yang marak terjadi di Indonesia. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan sebanyak tujuh puluh informan dan dua informan sebagai sampel. Adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara dan menyebarkan angket kepada masyarakat luas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat paham bahwa nepotisme merupakan tindak penyalahgunaan kekuasaan dalam lingkup keluarga saja. Padahal, nepotisme tidak hanya terbatas di lingkungan keluarga saja. Tindak nepotisme lebih luas, meliputi kerabat, keluarga dekat maupun jauh, kenalan, suatu golongan, dan sebagainya. Masyarakat perlu mengetahui bahwa tindak nepotisme ini merupakan tindak pidana, perbuatan yang dilarang oleh hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. Sehingga pemerataan edukasi mengenai nepotisme kepada masyarakat luas terutama kepada masyarakat yang belum dapat tersentuh pendidikan yang sesuai standar dan mencukupi. Untuk mengatasi hal tersebut penulis merancang suatu media edukatif yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat mengenai praktik nepotisme secara mendalam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan tantangan zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan mengumpulkan data…
dari berbagai sumber literatur, buku, jurnal, artikel, serta dokumen terkait lainnya. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar pendidikan agama Islam yang dapat disesuaikan dengan dinamika perubahan sosial, teknologi, dan budaya di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi PAI perlu diubah dan dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman, dengan menekankan pada penguatan nilai-nilai agama yang adaptif terhadap perkembangan global, penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta penanaman karakter yang kokoh pada peserta didik. Selain itu, materi PAI juga perlu mengintegrasikan pendekatan yang mengajarkan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyarankan pentingnya pembaruan kurikulum pendidikan agama Islam yang berbasis pada pemahaman kontekstual dan relevansi dengan kebutuhan zaman, guna menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan yang lebih luas dan dinamis.
Abstract:Tujuan penelitian ini memaparkan tentang hakekat pendidikan mengandung banyak aspek dan sifatnya yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasanpun yang cukup memadai untuk menjelaskan…
hakekat pendidikan secara lengkap. Batasan tentang hakekat pendidikan yang dibuat para ahli beraneka ragam, dan kandungannya kadang berbeda satu dari yang lainnya. Perbedaan tersebut mungkin terjadi karena perbedaan orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah sistematika literatur Riview (SLR). Hasil penelitian ini yaitu Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses penggalian dan pengolahan pengalaman secara terus-menerus. Inti pendidikan yaitu usaha untuk terus-menerus menyusun kembali (reconstruction) dan menata ulang (reorganization) pengalaman hidup subjek didik. Kesimpulan penelitian, Pendidikan haruslah memampukan subjek didik untuk menafsirkan dan memaknai rangkaian pengalamannya sedemikian rupa, sehingga ia terus bertumbuh dan diperkaya oleh pengalaman tersebut tujuan dari penjelasan ini ingin mewujudkan suasana belajar yang baik agar peserta didik mampu mengembangkan potensi mereka.
Abstract:Pengolahan makanan tanpa memperhatikan kebersihan makanan dapat menyebabkan kontaminasi dan menyebabkan penyakit pada makanan. Diare bawaan makanan yang disebabkan oleh pedagang adalah salah satu contohnya. Menurut Kamus…
amus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Makanan yang hygenis bertujuan bagaimana makanan tersebut berada dalam keadaan baik dan tidak menimbulkan penyakit. Metode yang digunakan merupakan pendekatan deskriptif dengan pengambilan data secara kualitatif yakni dengan melakukan observasi dan melakukan wawancara secara langsung kepada pedagang sebanyak 20 orang pedagang tradisional dan waktu penelitian dimulai bulan September sampai November 2024, tempat penelitian berada di Pasar Raya Kota Pariaman. Dengan menggunakan kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti, populasi yang diambil terdiri dari seluruh penjual jajanan pasar tradisional (bukan yang dikemas secara industri) atau tanpa bahan pengawet. Sampel ini diambil menggunakan sistem purposive sampling. Tempat penjualan makanan, kondisi pribadi penjamah makanan, dan peralatan yang digunakan adalah variabel yang digunakan.Dengan memperhatikan sarana prasarana yang digunakan, agar makanan jajanan tetap higienis., maka tempat yang baik untuk menjajakan makanan harus perlu diperhatikan agar tingkat hygienisnya makanan dapat dilakukan dengan baik. Di Pasar Raya Kota Pariaman masih ditemukan beberapa tempat yang kurang tepat sebagai tempat untuk lokasi jajanan sehingga perlu pembenahan lokasi tersebut baik oleh pengelola pasar secara langsung maupun oleh Pemerintahan Kota Pariaman. Adapun lokasi yang ditemukan tersebut adalah berikut: 1. Kontruksi bagunan sebahagian pedagang kurang layak seperti tempat yang kurang bersih, dekat dan bercampurnya dengan penjual lain yang bisa mencemari makanan tersebut seperti penjual ikan, daging dimana banyaknya ditemukan lalat yang bisa membawa penyakit serta sanitasi pembuangan air pencuci yang terlihat kotor disekitar lokasi jajanan. 2. Lokasi Jajanan yang berada berbatasan langsung dengan jalan sehingga debu yang dihasilkan oleh pengendara bisa mengurangi hygienisnya makanan tersebut karena banyaknya makanan yang terbuka sehingga kemungkinan makan tersebut tercemar sangat besar. Sementara persyaratan harus dipenuhi selama proses menjajakan makanan dan makanan harus di tutup agar tidak terkontaminasi dengan debu. Lokasi panjaja makanan harus ditentukan agar guna untuk meningkatkan kualitas serta kebersihan makanan jajanan seperti dengan menetapkan sentra pedagang jajanan yang memenuhi standar seperti adanya tempat pembuangan sampah, jauah dari debu dan sanitasi yang baik sehingga pencemaran terhadap makanan tersebut dapat diatasi dan di cegah dengan baik.
Abstract:hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi oleh pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan…
n PermenLHK No. 23 Tahun 2021 tentang panduan Pembuatan hutan rakyat. Nagari Lubuk Basung, yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan hutan dan lahan. Secara umum, Lubuk Basung terletak pada koordinat sekitar 0°15'–0°28' Lintang Selatan dan 99°55'–100°10' Bujur Timur. Sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, Nagari Lubuk Basung memiliki potensi besar untuk pengembangan kegiatan konservasi melalui partisipasi masyarakat. Untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok serta untuk mengetahui permasalahan yang menghambat keberhasilan dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan maka perlu dilakukan penelitian. Adapun penelitian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan deskriptif dengan pengambilan data secara kualitatif. Data yang diambil adalah hasil observasi dan wawancara langsung terhadap 20 Anggota Kelompok Tani Hutan dengan menggunakan kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti, populasi yang diambil terdiri dari seluruh anggota Kelompok Tani Hutan Kabun Maju. Peran masyarakat dalam hal ini anggota kelompok tani hutan Kabun Maju dalam perencanaan dan pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan sangat menetukan keberhasilan kegiatan tersebut karena dengan andilnya anggota kelompok maka pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, Pengawasan kegiatan pembuatan rehabilitasi hutan dan lahan adalah kegiatan untuk memastikan bahwa tanaman hasil kegiatan tersebut aman dan terhindar dari gangguan baik itu kekeringan, hama tanaman maupun dari bahaya kebakaran atau perusakan dari oknum tertentu. Pengawasan dilakukan oleh anggota kelompok tani hutan sebagai pemilik lokasi bersama dengan pihak UPTD KPHL Agam raya dalam rangka menyediakan fasilitas pemeliharaan bagi yang dibutuhkan kelompok agar tanaman tersebut hidup sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan hasil baik dari segi konservasi maupun dalam bentuk meningkatkan ekonomi anggota kelompok dan masyarakat sekitarnya. Hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa partisipasi anggota kelompok tani cukup tinggi walaupun saat perencanaan dan persiapan beberapa anggota kelompok ada yangg tidak hadir namun secara keseluruhan persentase anggota kelompok yang hadir melebihi dari 75% artinya perencanaan yang dibuat dan sosialisasi yang disampaikan cukup berhasil untuk mengajak anggota kelompok ikut dalam kegiatan tersebut