Search Articles & Publications

Showing 4189 articles found for "Kata"

Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang

Anggia Flosty Amarha, Sari Indah Kesuma, Conny Oktizulvia
Abstract: Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya&#8230; a personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.

Pengaruh Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Krja Puskesmas Andalas

Lutfi Dwi Acpa, Ledia Restipa, Rika Syafitri
Abstract: Lansia memiliki risiko jatuh yang tinggi akibat penurunan fungsi keseimbangan dan kekuatan otot postural. Pada Puskesmas Andalas, sekitar 60% lansia tergolong berisiko jatuh sedang hingga tinggi berdasarkan skor Berg Balance&#8230; ance Scale (BBS). Latihan Tandem Walking Exercise (TWE) merupakan metode yang dapat meningkatkan keseimbangan dan stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh TWE dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dari Maret-Agustus 2025 dengan pengambilan data antara 26 Mei-21 Juni 2025. Populasi penelitian ini mencankup seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dan Sampel yang diambil sebanyak 17 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi TWE dilakukan selama 4 minggu (3 sesi/minggu, 10 menit/sesi), dengan resiko jatuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS). sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon signed rank test (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian di dapatkan Rata-rata resiko jatuh sebelum di lakukan tandem walking exercise pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas yaitu 24.88 dan rata-rata resiko jatuh sesudah di lakukan tandem walking exercise pada lansia yaitu 50.41 dengan selisih 23.59 serta adanya pengaruh signifikan dari latihan tandem walking exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia, dengan p-value 0,000.  Kesimpulan penelitian ini ada Pengaruh Dari Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia. Saran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Andalas untuk menerapkan TWE sebagai intervensi keperawatan guna meningkatkan keseimbangan lansia dan mencegah jatuh pada lansia.

Hubungan Penggunaan Media Sosial (Tiktok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Sman 2 Palu

Dinda Fradina Putri, Sisilia Ramang, Widyawati L. Situmorang
Abstract: Remaja sangat rentan mengalami gangguan pola tidur yang buruk salah satu penyebabnya yaitu penggunaan media sosial dapat mengakibatkan gangguan pola tidur, penglihatan serta gangguan psikologis seperti stress dan depresi,&#8230; , tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 644 orang jumlah sampel 86, dengan teknik pengambilan sampel Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dari 86 responden (siswa) Uji yang dipakai adalah  uji chi square, dengan hasil penelitian mayoritas responden yaitu 72,1%, menunjukkan pengunaan TikTok yang aktif sebanyak 62 responden, dimana terdiri dari 37 orang (43,0%) yang berpendapat bahwa tidak terdapat gangguan pola tidur atau memiliki pola tidur yang baik, dan berdasarkan hasil uji chi square, didapatkan p value: 0,000 (p value ≤ 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Kesimpulan sebagian besar Penggunaan Media Sosial (TikTok) secara aktif Pada Remaja SMAN 2 Palu dan sebagian besar Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu masuk pada ketori buruk. Saran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan peneliti selanjutnya sebagai masalah baru yang dapat diteliti yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan terutaman kualitas tidur remaja karena kualitas tidur yang baik dapat meningkatan kestabilan emosional.

Faktor Determinan Kejadian Overweight Dan Obesitas Anak Usia 24 -59 Bulan Di Provinsi Bangka Belitung

Afifa Naura Harahap, Sumardiyono, Nur Hafidha Hikmayani
Abstract: Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah&#8230; daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.

Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Kota Padang

Insyra Inaya Putri, Ledia Restipa, Helmanis Suci
Abstract: Lansia (lanjut usia) orang yang berusia ≥60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi salah satunya mengalami fungsi penurunan jantung (perubahan fungsional) atau tekanan darah tinggi. Ini adalah masalah&#8230; salah kesehatan umum yang bisa berdampak serius jika tidak dikelola dengan baik. Kota Padang tahun 2023 mencatat kejadian hipertensi mencapai 165.555 jiwa dan Puskesmas Belimbing pada tahun 2023 penderita hipertensi mencapai 4895 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data penelitian dilakukan dari tanggal 7-21 Juli 2025 di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia melakukan kunjungan ke Puskesmas Belimbing dari bulan Mei-Juli sebanyak 473 lansia, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 41 responden. Data dikumpul melalui rekam medik dan menggunakan kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square. Hasil penelitian banyak didapatkan (48.8%) mengalami krisis hipertensi dan (29.3%) hipertensi stadium II, banyak didapatkan (39%) mengalami stres berat dan (34.1%) mengalami stres sedang. Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025 (p=0,001). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan Kepada tenaga kesehatan Puskesmas agar melibatkan keluarga dalam perawatan lansia hipertensi dan melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal sebulan sekali. Keluarga diharapkan aktif mengelola stres lansia dengan dukungan emosional, lingkungan tenang, serta mendorong relaksasi dan aktivitas fisik ringan.

Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Belimbing Kota Padang

Briliana Pratiwi, Syalvia Oresti, Hidayatul Rahmi
Abstract: Perilaku perawatan kaki yang kurang baik pada pasien diabetes melitus sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti, selalu memberikan pelembap pada sela jari kaki, menggunakan sendal jepit, berjalan tanpa alas kaki.&#8230; i. Hal ini terjadi karena rendahnya efikasi diri. Rendahnya efikasi diri dapat dipengaruhi oleh penurunan kemampuan fisik,seperti penglihatan dan mobilitas, serta adanya penyakit (komorbiditas), membuat pasien kurang yakin untuk melakukan perawatan kaki secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Sampel sebanyak 75 responden diambil secara purposive sampling dari total 286 pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing. Pengumpulan data dilakukan pada 16 Mei-05 Juni 2025 menggunakan kuesioner efikasi diri dan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % memiliki perilaku perawatan kaki yang kurang baik dan 52% responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Diharapkan kepada pihak puskesmas dapat memberikan edukasi efikasi yang terjadwal, sehingga angka komplikasi seperti ulkus diabetikum dan amputasi dapat diminimalisir, serta kualitas hidup pasien diabetes melitus.

Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang

Leni Marlina, Delima, Nizwardi Azkha
Abstract:  Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius yang mengancam balita, dengan komplikasi berat hingga kematian. Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih jauh&#8230; auh di bawah target yang direkomendasikan WHO (95%) dengan hanya mencapai 12,3%. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi tinggi untuk meningkatkan kepatuhan imunisasi campak demi mencegah peningkatan kasus dan komplikasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu, serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (61,5%), motivasi baik (73,1%), dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi (74%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan (p=0,045) serta motivasi ibu dengan kepatuhan (p=0,011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan imunisasi campak pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan serta dukungan keluarga untuk memperkuat motivasi ibu dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Anak Sebelum Dan Sesudah Pemberian Edukasi Tentang Pemilahan Sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al- Karimiyah Padang Tahun 2025

Dita Rahmadani, Febry Handiny, Gusni Rahma
Abstract: Pemilahan sampah yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesehatan dan lingkungan. Dalam hal ini perlu dilakukan edukasi pada anak tentang pemilahan sampah untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak tentang pemilahan&#8230; emilahan sampah.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025.Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2025 dan pengumpulan data pada bulan Mei 2025. Analisis data secara univariat dan bivariat, Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre test-post test, Edukasi diberikan dengan metode ceramah dan menampilkan vidio tentang pemilahan sampah, dengan menggunakan  uji wilcoxon.Rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 16,57 dan sesudah edukasi sebesar 18,97. Nilai rata-rata skor sikap sebelum edukasi dan sesudah sebesar 24,00. Terdapat perbedaan pengetahuan (p-value=0.000). dan sikap (p-value=0.007) anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025.  Disarankan kepada pengurus panti kerjasama dengan  puskesmas setempat untuk melakukan edukasi tentang pemilahan  sampah dan mengupayakan pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomis

Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Peserta Yang Berkunjung Di BPJS Kc Padang Tahun 2024

Nadila Restu, Nurul Prihastita Rizyana, Bermansyah
Abstract: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program kesehatan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014. Permasalahan yang harus diperhatikan BPJS KC Padang&#8230; adang adalah mengukur kualitas pelayanan. Berdasarkan ulasan website komentar tentang pelayanan di BPJS Kesehatan KC Padang menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan peserta BPJS Kesehatan KC Padang Tahun 2024. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus tahun 2024 di BPJS KC Padang. Populasi penelitian yaitu peserta yang berkunjung di BPJS KC Padang bulan Juli-Agustus sebanyak 912.242. Jumlah Sampel sebanyak 100 responden dengan teknik accidental sampling.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 52% menyatakan kualitas pelayanan tidak bermutu, 59% menyatakan tidak puas terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan (p value = 0.000), ditemukan hubungan pada dimensi  kualitas dengan kepuasan  pada dimensi keandalan (0,000), daya tanggap (0,002), Jaminan (0,009) kepedulian(0,003) dan ditemukan tida ada hubungan pada dimensi kualitas dengan kepuasan pada dimensi bukti fisik (1,000) dengan kepuasan Peserta BPJS. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan peserta BPJS. Disarankan untuk perlu peningkatan fasilitas kenyamanan, penerapan sistem antrian elektronik melalui aplikasi pendaftaran online atau tiket digital untuk mengurangi penumpukan pasien. Penambahan jumlah petugas frontliner juga penting untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan pelayanan yang lebih cepat.

Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli

Asmawati, Sringati, Elin Hidayat
Abstract: Jumlah glukosa dalam darah disebut kadar gula darah.  Akivitas fisik, kategori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan stres adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Stress mengubah produksi hormon kortisol,&#8230; l, yang melawan efek insulin sehingga meningkatkan glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien Diabetes Melitus Tipe II tanpa komplikasi yang berkunjung dan memeriksakan diri di UPT Puskesmas Kota Managaisaki dari bulan Mei sampai April berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji analisis dengan uji spearman rank. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 43 responden, sebagian besar mengalami stress sedang (53,5%) dan Sebagian besar hiperglikemik (67,4%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan yang kuat antara tingkat stress terhadap kadar gula darah (p-value = 0,000) dengan nilai korelasi 0,557. Ada hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien dengan Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli.Saran: bagi UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli agar dapat melakukan penyuluhan kepada pasien tentang pentingnya menjaga pola hidup.