Search Articles & Publications

Showing 340 articles found for "Cegah"

Penanganan Hipertensi Dengan Senam Hipertensi Dan Jus Belimbing Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Masyarakat

Septi Qurotu Aini, Rina Puspita Sari, Sherly Putri Yulianto, Septy Mutiara, Virgenia Septiany, Wanda Julia P, Hilmiadiatus salik, Hilyatus Safa’ah, Yusuf Rendy Adi W, Linda, Lulu Eka Nanda
Abstract: Latar Belakang : Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang diberikan secara holistik (bio, psiko, sosio dan spiritual) serta difokuskan pada kelompok risiko tinggi yang bertujuan meningkatkan… ngkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan komunitas sebagai mitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Tekanan darah yang terus meningkat maka dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi suatu penyakit bawaan dari penyakit hipertensi (Moonti, 2022). Tujuan penelitian: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas dengan hipertensi di Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Hasil penelitian: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi setelah dilakukan edukasi kesehatan. Hal ini ditunjukkan melalui hasil post-test yang memperlihatkan bahwa mayoritas peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar tekanan darah normal, faktor risiko hipertensi, gejala umum, serta cara pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Laporan Kasus Skizofrenia Dengan Waham Pada Ny. S Di Wisma Srikandi Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta

Rachma Febi Andrianti, Prastiwi Puji Rahayu
Abstract: Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku, salah satunya ditandai dengan gangguan proses pikir berupa waham. Waham menyebabkan pasien memiliki keyakinan… kinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan, yang berdampak pada interaksi sosial dan kualitas hidup pasien. Terapi orientasi realita adalah pendekatan non-farmakologis yang bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan kesadaran terhadap waktu, tempat, orang, dan situasi nyata, serta mengurangi gangguan proses pikir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi orientasi realita dalam mengatasi waham dan meningkatkan orientasi realita pada pasien dengan skizofrenia. Metode: Menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi. Kasus: Ny. S, wanita usia 43 tahun, dengan diagnosis medis skizofrenia dan gejala utama berupa waham. Pasien memenuhi kriteria inklusi yaitu berusia 18–60 tahun, memiliki diagnosis skizofrenia dengan gejala waham, bersedia mengikuti terapi, dan kooperatif. Instrumen pengkajian meliputi wawancara terstruktur, kuesioner, observasi langsung, media gambar, dan data rekam medis. Hasil: Terapi orientasi realita dilakukan selama 7 sesi dalam 7 hari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan orientasi realita dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Meskipun waham belum sepenuhnya hilang, terdapat peningkatan motivasi pasien untuk sembuh dan mencegah kekambuhan. Kesimpulan: Terapi orientasi realita terbukti efektif dalam meningkatkan orientasi realita dan mengurangi intensitas gejala waham pada pasien skizofrenia. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan terapi orientasi realita secara terstruktur sebagai intervensi pada pasien skizofrenia dengan gangguan proses pikir waham. Kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi dan mencegah kekambuhan.

Asuhan Keperawatan Paliatif Pada Tn. S Dengan Pola Napas Tidak Efektif Pada Pasien PPOK Eksaserbasi Akut

Alfanny Virginia, Hamudi Prasestiyo
Abstract: Latar Belakang: PPOK merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan karakteristik berupa keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara bersifat progresif dan… n berkaitan dengan reaksi peradangan paru terhadap partikel atau gas berbahaya, terutama disebabkan oleh asap rokok. PPOK tidak hanya mempengaruhi kondisi paru tetapi juga berakibat secara sistemik. Penyebab kematian paling umum ketiga di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah PPOK sebanyak 3,23 juta kematian dengan merokok menjadi faktor utama pada tahun 2019. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien PPOK Eksaserbasi Akut dengan diagnosis pola napas tidak efektif di ruang Isolasi Dahlia RSUD Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional). Subjek penelitian pada studi kasus ini adalah 1 pasien di RSUD Wates dengan gangguan sistem pernapasan dengan diagnosa medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil: pengkajian pada penapisan paliatif diperoleh skor 7 yaitu pasien tersebut perlu intervensi paliative. Dalam Edmonton Sympton Assesment System (ESAS) pasien mengalami sesak napas, pasien dengan ansietas sedang, dan pasien memiliki penyakit lainnya yaitu DM dan CHF. Skor karnofsky 80% dengan aktivitas normal dengan beberapa gejala penyakit. Diagnosa utama adalah pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas. Pencapaian yang diharapkan pada kasus tersebut diagnoss keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas yaitu dalam 3 hari intervensi kasus terseebut masalah keperawatan teratasi. Saran: Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga tentang PPOK serta pentingnya menghindari asap rokok, lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasien, teruskan terapi nebulzer dan berikan dukungan psikososial untuk mengatasi ansietas. Rencanakan inytervensi untuk meningkatkan kualitas hisup dan lanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam pengelolaan PPOK.

Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pre Operasi Sectio Caesarea Dengan Edukasi Pre Operasi

Leli lestari, Yuni Purwati
Abstract: Tindakan operasi Sectio Caesarea dilakukan untuk mencegah kematian pada janin dan ibu karena adanya suatu komplikasi yang akan terjadi, sehingga akan menyebabkan kecemasan pada pasien yang dapat menghambat proses penyembuahn… uahn post operasi.. Tujuan : memberikan asuhan keperawwatan pada pasien dengan diagnosa G2P1A0 di bangsal an-nisa RSU PKU Muhammdiyah Bantul. Metode: laporan kasus dengan melakukan asuhan pada tanggal 30/01/2025 pukul 14.00 WIB dengan dnegan tingkat kesadaran diri penuh ( composmentis) dengan hasik GCS E4V5M6. Keluhan pasien perut terasa kencang-kencang, dan mengatakan cemas dan takut akan persalinannya secara SC.Hasil : berdasarkan hasil pengkajian dpaat ditegakkan diagnosa yaitu Ansietas. Simpulan dan Saran: diharapkan bagi perawat, laporan ini dapat di terapkan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien Sectio Caesarea dan dapat meningkatkan pelayanan keperawatan.

Pengaruh Pemberian Jus Melon Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi

Aprilia Tresyane Apandano, Djuwartini, Meylani A’Naabawati
Abstract: Buah melon mengandung zat besi yang sangat baik bagi tubuh ibu hamil dan janin, karena pada masa kehamilan, ibu hamil sangat membutuhkan kandungan ini. Zat besi dalam buah melon dapat mencegah anemia dan membangun otot janin,&#8230; anin, sehingga resiko lahir prematur pun dapat berkurang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus melon terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post design. Jumlah populasi 139 responden, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 21 ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengikuti posyandu ibu hamil dan mengunjungi rumah-rumah ibu hamil dengan pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan Uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai p= 0,000 oleh karna p<0,05. Terdapat pengaruh pemberian jus melon terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Diharapkan menjadi pertimbangan puskesmas untuk menjadikan pemberian jus melon ini sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Kata Kunci: Melon, Kadar Hemoglobin, Ibu Hamil

Hubungan Pengetahuan Dengan Pencegahan Terjadinya Luka Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rawat Jalan RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang

Bela Sapila, Destiawan Eko Utomo, Imas Sartika
Abstract: Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang menyerang lebih dari 340 juta manusia di seluruh dunia dan sekitar 20% diantaranya menyebabkan luka. Luka diabetes melitus umumnya terjadi di kaki,&#8230; pada penderita Diabetes melitus dan 6% diantaranya membutuhkan perawatan rawat inap di rumah sakit karena luka mengalami infeksi. Menjadi kronis, atau mengalami komplikasi. Tujuan: Mengetahui tentang apakah ada hubungan antara pengetahuan penderita penyakit Diabetes Melitus terhadap pencegahan luka Diabetes Melitus. Desain Penelitian: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik Sampel: Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah Sampel: Jumlah sampel 104 responden. Hasil Penelitian: Analisis Menggunakan Uji Chi-Square terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan diabetes melitus dengan pencegahan diabetes melitus dengan p-value 0,004. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan diabetes melitus dengan pencegahan diabetes melitus dengan p-value 0,004 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang memili arti terdapat Hubungan pengetahuan dengan pencegahan terjadinya luka diabetes pada pasien diabetes melitus di rawat jalan RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang.

Hubungan Kualitas Tidur Dan Pola Makan Dengan Timbulnya Jerawat (Acne Vulgaris) Pada Mahasiswa/i Keperawatan Universitas Yatsi Madani

Reni Yulianti, Nuryanti, Ayu Pratiwi
Abstract: Pendahuluan: Acne vulgaris adalah kondisi kulit yang sering terjadi dan ditandai dengan peradangan berupa komedo, papula, pustula, serta nodul. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi munculnya acne vulgaris antara lain&#8230; adalah kualitas tidur dan pola makan. Orang dewasa umumnya memerlukan waktu tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Selain itu, asupan makanan, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi, juga menjadi salah satu pemicu munculnya acne vulgaris. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan pola makan dengan kemunculanacnevulgaris. DesainPenelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Teknik Sampel:Sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah total 164responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40 responden (24,4%) memiliki kualitas tidur yang baik, sementara 124 responden (75,6%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Responden dengan pola makan baik berjumlah 5 orang (3,0%), pola makan cukup sebanyak 35 orang (21,4%), dan 124 orang (75,6%) memiliki pola makan yang kurang baik. Responden yang mengalami acne vulgaris sebanyak 68 orang (41,5%), sedangkan 96 responden (58,5%) tidak mengalami acne vulgaris. Kesimpulan: Ada keterkaitan antara kualitas tidur dan pola makan dengan munculnya acne vulgaris. Kualitas tidur yang buruk serta pola makan yang tidak seimbang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya acne vulgaris. Saran:Mahasiswa disarankan untuk menjaga kualitas tidur yang baik dan memperbaiki pola makan sebagai upaya pencegahan timbulnya acne vulgaris.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Terhadap Bahaya Bullying Pada Remaja Di SMAN 11 Kabupaten Tangerang

Qintan Alviona Zulivah, Nuryanti, Ayu Pratiwi
Abstract: Pendahuluan: Bullying merupakan perilaku atau tindakan agresif yang dilakukan pada korban yang berdampak pada aspek psikologis, emosional, dan fisik. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap&#8230; dap bahaya bullying pada remaja di SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Desain penelitian: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan survey analitik menggunakan cross sectional. Teknik sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan sampel 124 siswa. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square, menunjukkan adanya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap bahaya bullying dengan nilai p-value sebesar 0,726 dan p-value 0,164. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan sikap remaja menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying pada remaja. Edukasi bahaya bullying diperlukan untuk mengetahui dampak bahaya pada bullying, menyoroti pentingnya edukasi dalam meningkatkan pengetahuan pada remaja. Saran: Disarankan untuk remaja meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap bahaya bullying supaya remaja dapat mencegah dampak negatif yang ditimbulkan akibat bullying.

Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Penyakit Typhoid Pada Siswa Kelas 5 Di SDN Sindang Jaya III Kabupaten Tangerang

Putri Nurdiani, Ida Faridah, Ria Setia Sari
Abstract: Pendahuluan: Penyakit typhoid adalah penyakit infeksi yang disebebkan oleh bakteri salmonella typhi, penyakit ini berhubungan erat dengan perilaku hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan. Demam typhoid merupakan penyakit&#8230; kit yang terbesar hampir di seluruh dunia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit typhoid. Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah Total Random Sampling. Jumlah sampel: Sampel berjumlah 115 responden. Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid dengan p-value sebesar 0,013 < 0,05 artinya terdapat hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid Kesimpulan: Personal hygiene yang baik dapat mempengaruhi angka kejadian penyakit typhoid Saran: Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah siswa/siswi/masyarakat diharapkan meningkatkan praktek cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan unruk mrncegah penyakit typhoid.

Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS Dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS Di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang

Neni Alfidah, Nuryani, Cicirosnita J.Idu
Abstract: Pendahuluan: HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh yang rusak atau lemah akan rentan terserang berbagai penyakit. Kumpulan&#8230; berbagai penyakit yang menyerang tubuh disebut AIDS. Jumlah kasus penyakit HIV/AIDS terus bertambah khususnya pada anak-anak, remaja hingga dewasa adalah permasalahan yang serius. Keingintahuan yang besar dikombinasikan dengan kondisi fisik dan mental yang belum matang sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada fase peralihan remaja terutama faktor risiko infeksi HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 124 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 53 orang (42,7%) dalam kategori pengetahuan cukup dan menunjukkan sikap pencegahan HIV/AIDS sebanyak 76 orang (61,3%) dalam kategori sikap pencegahan positif. Hasil uji Chi-Square hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS didapatkan nilai P Value sebesar <0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang.