Abstract:Masalah gizi pada balita di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo pada tahun 2022 mengalami peningkatan dimana ada 43 masalah gizi balita yang terdiri dari 23 kasus gizi kurang, 17 kasus stunting dan 3 kasus gizi buruk. Sedangkan…
ngkan tahun 2021 masalah gizi hanya sebanyak 37 kasus terdiri dari 21 kasus gizi kurang, 15 kasus stunting dan 1 kasus gizi buruk. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan pengetahuan orang tua dan dukungan keluarga dengan status gizi balita di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode deskripsi analitik dan meggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah semua orang tua yang balitanya yang dirawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Sampel berjumlah 43 sampel, dengan teknik purposive sampling. Variabel independen yang di teliti adalah pengetahuan dan dukungan keluarga, dan variabel dependen yang di teliti status gizi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan kurang tentang kebutuhan gizi pada balita yaitu masing-masing 18 orang 41,9%. Sebagian besar memiliki dukungan keluarga yang baik yaitu 28 orang 65,1%. Sebagian besar memiliki balita dengan gizi baik yaitu 31 orang 72,1%. Hasil uji gamma menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,002) dan dukungan keluarga (p-value = 0,000) dengan status gizi balita. Simpulan ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan status gizi balita yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Saran yaitu kepada pihak Rumah Sakit agar perawat memberikan edukasi kepada orang tua balita terkait kebutuhan gizi pada balita dan hal-hal yang berhubungan dengan gizi balita agar dapat menambah pemahaman orang tua sehingga dapat melakukan upaya pencegahan gizi kurang atau gizi lebih pada balita.
Abstract:Latar belakang: Pola asuh adalah cara orang tua berinteraksi dengan anak dengan cara membimbing, mengarahkan dan mendampingi anak dengan menggunakan model-model tertentu yang bertujuan untuk mempersiapkan perkembangan anak…
ak di masa yang akan datang. Stres remaja biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: faktor biologis, faktor keluarga, faktor sekolah, faktor teman sebaya dan faktor lingkungan sosial. Selain itu, faktor utama penyebab stres pada remaja itu sendiri adalah keluarga salah satunya pola asuh orang tua. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap tingkat stres pada anak usia remaja di SMAN 6 Tangerang. Metode: Kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 11 SMAN 6 Tangerang berjumlah 196 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada remaja menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan nilai (p-value 0,000). Kesimpulan: hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua terhadap tingkat stres pada remaja. Oleh karena itu, Penerapan pola asuh yang tepat sangat berpengaruh terhadap rendahnya stres pada remaja. Rekomendasi: Diharapkan pihak sekolah dapat meluangkan waktu sebulan atau dua bulan sekali untuk mengadakan kelas parenting dimana orang tua dan siswa dikumpulkan bersama guru bimbingan konseling untuk memberikan edukasi mengenai pendekatan parenting yang digunakan oleh orang tua dengan anak-anaknya.
Abstract:Peningkatan jumlah penduduk setiap tahun serta meningkatnya gaya hidup masyarakat mengakibatkan maraknya penyakit kronis. Salah satu penyakit kronis yang sering terjadi adalah penyakit diabetes melitus (DM). Ketaatan dan…
sikap disiplin menjalankan diet sangat penting bagi penderita DM dan dalam menjalakan diat memerlukan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar berhasil menjalankan diet Penelitian ini bertujuan untuk hubungan social support keluarga dan petugas kesehatan terhadap kepatuhan diet penderita diabetes melitus di Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu semua penderita diabetes melitus di Puskesmas Tinggede berjumlah 201 orang. Besar sampel 50 orang menggunakan teknik non random sampling dengan cara pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menyatakan bahwa mendapat support keluarga yaitu 76,0%, yang menyatakan bahwa mendapat dukungan dari petugas kesehatan yaitu 74,0%, responden patuh menjalankan diet yaitu berjumlah 74,0%. Hasil uji Fisher's Exact di dapatkan nilai support keluarga dan dukungan petugas kesehatan masing-masing p=0,007 dan 0,000 (p <0,05), ini berarti secara statistik ada hubungan social support keluarga dan petugas kesehatan terhadap kepatuhan diet penderita diabetes melitus. Simpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan social support keluarga dan petugas kesehatan terhadap kepatuhan diet penderita diabetes melitus. Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Puskesmas Tinggede dalam meningkatkan pelayanan pada pasien diabetes melitus terutama dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalankan diet.
Abstract:Intalasi Gawat Darurat merupakan pintu utama bagi pasien yang masuk ke rumah sakit dengan berbagai macam kondisi pasien, dan dalam keadaan yang sama ada keluarga yang datang bersamaan dengan pasien masuk, dan keluarga pasien…
sien tersebut membuat perawat merasa lelah dan kebingungan untuk menghadapinya, serta terbatasnya kemampuan perawat dalam melakukan sebuah intervensi khusus yang memiliki resiko berat di unit gawat darurat. Selain itu, banyaknya kunjungan keluarga dan kerabat pasien dapat membuat unit gawat darurat menjadi penuh dan hal ini dapat meningkatkan stres kerja karena beban kerja yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan lelah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi sebanyak 19 orang perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan 16 responden (84,2%) memiliki beban kerja berat, dan untuk frekuensi stres kerja perawat dari 19 responden didapatkan 15 responden (78,9%) mengalami stres berat. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi dengan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Saran perawat pelaksana diharapkan untuk tetap mempertahankan kondisi tidak stres yang disebabkan oleh beban kerja yang berat, sehingga diperlukan pelatihan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi dalam mengurangi beban kerja setiap perawat.
Abstract:Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, yang berarti satu dari tiga orang di dunia menderita hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus…
s bertambah setiap tahunnya, pada tahun 2025 sekitar 1,5 miliar orang akan terkena hipertensi dan setiap tahun 9,4 juta orang akan meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Sukadiri. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Jumlah sample sebanyak 87 orang. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik didapatkan pada hubungan riwayat keluarga dengan hipertensi p-Value 0,049 dan nilai OR 95% CI sebesar 2,698(1,098 – 6,630), pada hubungan usia dengan hipertensi p-Value 0,042 dan nilai OR 95% CI sebesar 3,078 (1,152 – 8,232), pada hubungan jenis kelamin dengan hipertensi p-Value 0,250 dan pada hubungan pola makan dengan hipertensi p-Value 0,233. Kesimpulan : Dari keempat faktor, hanya faktor riwayat keluarga dan usia yang ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Saran : Diharapkan bagi lansia terutama penderita hipertensi untuk memeriksakan kesehatan secara rutin dipelayanan kesehatan.
Abstract:Indonesia memiliki berbagai macam ragam tradisi. Hal ini ditandai dengan setiap daerah mempunyai perbedaan dan keunikannya tersendiri. Misalnya pada Hari Raya Lebaran, setiap daerah berbeda dalam memeriahkannya. Salah satunya…
tunya di kota Pontianak, yang terdapat suatu tradisi yang saat masih ini dilakukan yakni tradisi berbalas kunjong/kunjung. Adapun perbedaan lebaran khususnya di Pontianak berbeda dengan daerah lainnya yakni lebarannya lebih lama waktunya dan bisa sampai sebulan lamanya. Penelitian ini lebih memfokuskan kepada berbalas kunjung pada keluarga. Sebelum Kota Pontianak menerapkan sistem PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di masa pandemi Covid, maka sebagian dari masyarakat masih melaksanakan kegiatan berbalas kunjung sebagaimana mestinya. Adapun hasil penelitian ini yaitu tradisi berbalas kunjung merupakan suatu tradisi (kebiasaan) dengan kunjung dan mengunjungi. Prosesi pada tradisi ini yaitu berkunjung kerumah, sungkeman, mendengarkan tausiah, menikmati hidangan, dan salam tempel. Terdapat nilai budaya dalam prosesi yaitu nilai kebersamaan dan keberagaman. Sedangkan Nilai Islam dalam prosesi yaitu Silaturahmi dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Kemudian, Nilai Pendidikan dalam prosesi yakni menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Pada Eksitensi budaya tradisi berbalas kunjung tetap dilaksanakan sampai kapan pun karena sudah menjadi rutinitas lebaran oleh Masyarakat Kota Pontianak.
Abstract:Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh terpadu dan menyatu dibidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang dijalankan dan tercapainya tujuan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk…
ntuk mengetahui dan mengajak pembudidaya kelinci untuk meningkatkan penjualan hasil ternaknya yaitu kelinci melalui media sosial guna menambah ekonomi keluarga. Semakin meningkat hasil penjualan semakin meningkat pula motivasi beternaknya, oleh karenanya peneliti mendorong sekaligus mengajak untuk tetap semangat dalam usahanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dapat disimpulkan budidaya kelinci sangat mengiurkan mengingat cukup mudah dalam perawatan dan cukup cepak dalam beranak pinak atau produksi, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah pendapatan keluarga. Strategi pemasaran melalui media sosial yang mendukung dalam pemasaran sehingga pangsa pasar tepat sasaran. Selain itu manajemen dari peternak sendiri dalam segi perawatan hingga pemasaran yang konsisten dapat meningkatkan ekonomi. Melalui media sosial jangkauan bertambah luar dari dalam daerah sampai luar daerah. Hal ini juga dapat memberi motivasi kepada peternak baru agar semangat dan dapat ditiru dalam mendapatkan nilai tambah ekonominya.
Abstract:Ketidakhadiran siswa merupakan masalah kritis yang memengaruhi kualitas pembelajaran, keterlibatan akademis, dan tanggung jawab belajar. Dalam konteks sekolah menengah pertama swasta, masalah ini sering dipengaruhi oleh…
faktor internal dan eksternal yang saling terkait, sehingga memerlukan intervensi khusus melalui layanan konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konseling individual dapat meningkatkan kehadiran siswa di SMP Erlangga di Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga siswa dengan tingkat ketidakhadiran tinggi, serta konselor bimbingan, guru wali kelas, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual diimplementasikan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari membangun hubungan yang mendukung antara konselor bimbingan dan siswa, eksplorasi mendalam terhadap sumber masalah, dan perencanaan langkah-langkah untuk perubahan perilaku. Ketidakhadiran siswa diketahui berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah, tekanan emosional, kondisi keluarga, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Proses konseling juga menghadapi hambatan seperti keterbatasan waktu, penolakan awal dari siswa, dan keterlibatan orang tua yang kurang optimal. Meskipun demikian, layanan konseling menghasilkan perubahan positif dalam pola kehadiran siswa, motivasi, dan pengaturan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual, jika dilakukan secara konsisten dan disertai dengan kolaborasi aktif dengan guru wali kelas dan orang tua, dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kehadiran siswa dan mendukung perkembangan pribadi mereka secara keseluruhan
Abstract:Bullying merupakan permasalahan signifikan dalam dunia pendidikan yang berdampak buruk pada kesejahteraan fisik, mental, dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying di sekolah berdasarkan teori…
ori belajar sosial Albert Bandura, yang menekankan pengaruh observasi dan imitasi terhadap pembentukan perilaku. Metodologi yang digunakan adalah library research dengan mengkaji berbagai literatur relevan, termasuk teori belajar sosial dan data empiris terkait bullying. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor penyebab bullying, seperti pengaruh lingkungan, media, dan pola asuh, serta menawarkan solusi praktis. Pemecahan mencakup pengawasan konten media oleh orang tua, keteladanan guru, penguatan nilai agama, dan penciptaan lingkungan keluarga yang harmonis. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan preventif dan kuratif, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami sinergitas antara orang tua dan guru Sekolah Minggu dalam pembinaan iman anak berdasarkan Ulangan 6:6-7. Fokus penelitian diarahkan pada pola komunikasi antara orang tua dan guru Sekolah…
ekolah Minggu serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pertumbuhan iman anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pembinaan iman anak dalam keluarga dan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, rutin, dan berkesinambungan antara orang tua dan guru Sekolah Minggu mampu menciptakan kerja sama yang harmonis dalam pembinaan iman anak. Selain itu, keterlibatan orang tua melalui pendampingan rohani, pengulangan pengajaran firman Tuhan di rumah, dan pemberian teladan hidup Kristen memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan iman anak. Sinergitas antara keluarga dan gereja membantu anak memperoleh pembinaan iman yang lebih konsisten, terpadu, dan sesuai dengan nilai-nilai Kristiani berdasarkan prinsip Ulangan 6:6-7.
This study aims to understand the synergy between parents and Sunday School teachers in children’s faith development based on Deuteronomy 6:6–7. The focus of the study is directed toward the communication patterns between parents and Sunday School teachers, as well as parental involvement in supporting children’s spiritual growth. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation to obtain an in-depth understanding of children’s faith development within the family and church contexts. The results of the study indicate that open, regular, and continuous communication between parents and Sunday School teachers is able to create harmonious cooperation in children’s faith development. In addition, parental involvement through spiritual guidance, reinforcement of God’s Word at home, and the provision of Christian role models has a positive influence on children’s spiritual growth. The synergy between family and church helps children receive faith development that is more consistent, integrated, and aligned with Christian values based on the principles of Deuteronomy 6:6–7.