Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki genealogi pendidikan Kristen dengan fokus pada asal, makna, dan tujuan yang mendasarinya. Melalui pendekatan interdisipliner yang mencakup sejarah, teologi, dan sosiologi pendidikan,…
ikan, penelitian ini merunut kembali akar-akar pendidikan Kristen dari masa lampau hingga perkembangannya dalam konteks modern. Studi ini akan menelusuri sejarah pendidikan Kristen, mengidentifikasi peran gereja dan pemikir-pemikir Kristen dalam membentuk prinsip-prinsip pendidikan. Selain itu, penelitian ini akan membahas makna pendidikan Kristen dalam konteks spiritual, moral, dan sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang esensi pendidikan Kristen, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan perkembangan individu. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu pengembangan kebijakan pendidikan Kristen yang relevan dan efektif dalam memenuhi tuntutan zaman modern sambil tetap setia pada akar-akar tradisionalnya.
Abstract:Idealism has made a significant contribution to the development of modern education, particularly in shaping curricula, learning orientations, and the reinforcement of moral values that foster students’ character formation.…
tion. The shift in educational paradigms that increasingly emphasizes intellectual and ethical dimensions demonstrates the relevance of idealist thought as a philosophical foundation that views reality as grounded in ideas, concepts, and rational consciousness. This study addresses the question of how the essence of idealism is philosophically understood and how its implications extend to religion, economics, politics, and education as spheres of human praxis. The research employs a literature review method through critical analysis of various scholarly articles discussing idealism as a philosophical school of thought and its contemporary relevance. The findings indicate that idealism posits ideas as the fundamental reality, while matter is understood as the outward manifestation of deeper inner dimensions such as mind, soul, and values. This perspective affirms that education should not merely focus on material and pragmatic aspects, but rather on the formation of character, morality, and spiritual awareness. The novelty of this study lies in its comprehensive synthesis between the metaphysical concepts of idealism and their multidimensional application in religion, economics, politics, and education, thereby offering an integrative perspective that underscores the urgency of ideal values in building a civilization grounded in thought and ethics.
Abstract:Penelitian ini menguraikan peran penting pendeta dalam pertumbuhan gereja secara kualitas dan kuantitas. Gereja-gereja seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, yang memerlukan pemahaman yang…
ang mendalam tentang identitas gereja dan tujuannya. Kesadaran akan masalah-masalah tersebut dan kemampuan menghadapinya adalah faktor kunci dalam mengalami pertumbuhan gereja. Pembinaan dan pemuridan anggota gereja memainkan peran fundamental dalam membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan gereja tersebut. Peran pendeta dalam konteks gereja sangatlah penting karena mereka dipanggil dan ditetapkan oleh Allah untuk memimpin dan menggembalakan jemaat. Dengan kata lain, Allah mengangkat gembala untuk menggembalakan gereja (Efesus 4:11). Di era modern, peran pendeta semakin kompleks karena gereja-gereja sering berada di tengah masyarakat yang beragam, terutama di kota-kota besar, dengan perbedaan suku, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang beragam. Pendeta harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran mereka dalam pertumbuhan gereja. Mereka bertanggung jawab melayani, mengajar, melawat, membina, dan memuridkan anggota gereja agar mereka dapat tumbuh dan berperan aktif dalam pelayanan gereja. Selain itu, pendeta juga mengorganisir pertemuan kelompok distrik, mendelegrasikan tugas melalui kelompok kecil, dan menyelenggarakan ibadah kebangunan rohani untuk membawa jiwa-jiwa baru atau orang-orang yang bertobat kepada Tuhan Yesus agar menjadi anggota gereja-Nya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman roh nubuat di kalangan orang muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam konteks masyarakat modern yang dipenuhi…
i dengan perubahan dan tantangan, pemahaman nubuat-nubuat Alkitab memiliki peran yang penting dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan orang muda. Temuan ini menggambarkan kompleksitas dalam pembentukan pemahaman nubuat dan mengidentifikasi tantangan serta peluang dalam mengajar dan memahami nubuat-nubuat Alkitab. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya nubuat dalam kehidupan orang muda GMAHK dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan pendekatan pengajaran dan pendidikan roh nubuat di gereja tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan iman dan keterlibatan orang muda dalam GMAHK.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran penting pendidikan disiplin dalam pembentukan tabiat dan karakter pada anak-anak melalui penggunaan metode kualitatif studi literatur. Dalam upaya untuk mengeksplorasi konsep,…
, teori, dan temuan yang ada dalam literatur terkait, penelitian ini mengidentifikasi trend dan temuan terkini, serta membangun kerangka konseptual yang mendalam tentang hubungan antara pendidikan disiplin, pembentukan karakter, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan anak-anak, baik dalam konteks pendidikan formal maupun informal. Hasil studi literatur ini akan menjadi dasar penting untuk pengembangan pertanyaan penelitian yang lebih spesifik dan pengembangan pendekatan penelitian yang lebih terfokus dalam upaya kami untuk memahami peran pendidikan disiplin dalam membentuk karakter dan tabiat anak-anak. Kesimpulannya, penelitian ini membangun landasan yang kuat untuk penelitian lanjutan dalam upaya untuk mendidik anak-anak menjadi individu yang berdisiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat, sehingga dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih baik.
Abstract:Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan…
epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.
Abstract:Christian Religious Education within the family is currently confronted with significant challenges arising from social change, the rapid advancement of digital technology, and the declining involvement of parents in nurturing…
turing their children's faith. These conditions highlight the need to reconstruct the spiritual responsibility of Christian parents so that the family may once again serve as the primary center of faith formation. This study aims to analyze the essence of Christian parents' spiritual responsibility from theological and pedagogical perspectives, explain its implementation in Christian Religious Education within the family, and examine its implications for the development of children's faith, character, and spirituality. This study employed a descriptive qualitative approach using a library research method. The findings reveal that parents' spiritual responsibility is manifested through exemplary living, faith-based communication, spiritual discipline, and sustainable family relationships. The study also proposes a conceptual model consisting of four main components: theological foundation, pedagogical relationship, family spiritual practices, and children's character transformation. It is concluded that reconstructing parents' spiritual responsibility strengthens the family as the primary context of Christian Religious Education while fostering synergy among families, churches, and educational institutions. The novelty of this study lies in integrating theological and pedagogical perspectives into a contextual, dialogical, participatory, and transformative model for reconstructing the spiritual responsibility of Christian parents.
Abstract:Employee performance is a crucial factor in supporting the success of government organizations in achieving public service objectives. The Department of Education and Culture of Jayapura City continues to face various challenges…
allenges related to work motivation, work discipline, and the work environment, which are presumed to influence employee performance. This study aims to analyze the effects of work motivation, work discipline, and the work environment on employee performance, both partially and simultaneously. The research employed a quantitative approach with an explanatory research design. The study population consisted of 87 employees, all of whom were selected as respondents through a saturated sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics. The findings reveal that work motivation has a positive and significant effect on employee performance, with a significance value of 0.002 and a regression coefficient of 0.388. Work discipline also demonstrates a positive and significant effect, with a significance value of 0.002 and a regression coefficient of 0.310. The work environment emerges as the most dominant variable, with a significance value of 0.000, a regression coefficient of 1.238, and a beta coefficient of 0.417. Simultaneously, work motivation, work discipline, and the work environment significantly influence employee performance, as indicated by an F-statistic of 40.438 and a significance value of 0.000. The coefficient of determination (R Square) of 0.594 indicates that 59.4% of the variation in employee performance can be explained by these three variables. The novelty of this study lies in its empirical evidence that the work environment constitutes the most dominant factor affecting employee performance within the Department of Education and Culture of Jayapura City, an institution characterized by distinctive organizational features and service-area conditions.
Abstract:The advancement of digital technology has transformed consumption patterns while simultaneously increasing risks related to consumer protection, including online fraud, information manipulation, and misuse of personal data,…
ta, thereby requiring more critical and comprehensive literacy skills. This study addresses the problem of low consumer protection literacy, as indicated by high levels of impulsive consumption behavior, limited understanding of consumer rights and obligations, and an imbalance between the intensity of technology use and the ability to evaluate information effectively. The purpose of this research is to examine the role of Social Studies education in enhancing consumer protection literacy, its integration into the learning process, and the effectiveness of its implementation in the digital era through a literature review approach. The findings reveal that consumer protection literacy remains at a moderate to low level, yet it has a significant relationship with rational economic decision-making and the ability to mitigate digital risks. Social Studies education has been proven effective in improving such literacy through contextual, interactive, and experience-based learning, which strengthens students’ understanding, attitudes, and skills as consumers. The novelty of this study lies in the conceptual and practical integration of consumer protection literacy into Social Studies learning, encompassing cognitive, affective, and behavioral dimensions, as well as emphasizing pedagogical strategies based on case studies and reflective discussions as effective approaches to shaping intelligent and responsible consumers in the digital era.
Abstract:The dynamics of modern education, marked by rapid social, cultural, and moral changes, require Christian Religious Education (CRE) not only to preserve its faith-based foundations but also to respond critically and constructively…
ructively to contemporary challenges. The main issue addressed in this study is how CRE can integrate the steadfastness of theological values with social sensitivity without losing its Christian identity. This study aims to analyze the relevance and contribution of the philosophical streams of Essentialism and Reconstructionism in the development of contemporary Christian Religious Education. The research employs a qualitative approach through a literature review, using descriptive–interpretative analysis of relevant scientific, philosophical, and theological sources. The findings indicate that Essentialism makes a significant contribution to strengthening the foundations of faith, shaping Christian character, and internalizing core Christian values that are normative and sustainable. Conversely, Reconstructionism positions CRE as a means of social renewal that encourages learners to actively engage in justice, social responsibility, and societal transformation. The integration of these two philosophical approaches enables CRE to develop holistically by balancing spiritual, moral, and social dimensions within the educational process. The conclusion of this study affirms that Essentialism and Reconstructionism possess strategic relevance as a philosophical foundation for contextual and transformative Christian Religious Education. The novelty of this research lies in its integrative philosophical model that harmonizes the firmness of faith with an orientation toward social change, thereby offering a new conceptual framework for the development of Christian Religious Education that is adaptive to the challenges of modern education without losing its theological essence.