Search Articles & Publications

Showing 4574 articles found for "Elit"

Pancasila Sebagai Identitas Bangsa Di Era Globalisasi

Dilla Ramadhani, Sumaya Ananda Siagian, Syalwa Madani, Intan Lestari, Meikeysa Munthe, Anniza Zulliani
Abstract: Sebagai akibat dari dampak globalisasi terhadap budaya, sosial, ekonomi, dan politik di seluruh dunia, identitas nasional di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menghadapi bahaya. Sebagai filosofi bangsa, Pancasila menghadapi… dapi kesulitan untuk tetap relevan di tengah perubahan dunia. Studi ini menyelidiki peran strategis Pancasila dalam mempertahankan identitas nasional dan nilai-nilainya di era globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila dapat menjadi filter budaya yang dinamis dan menyerap perubahan dunia tanpa kehilangan jati diri Indonesia. Ini dicapai melalui metode kualitatif yang menggunakan studi literatur dan kuisioner dari masyarakat. Pancasila dapat memperkuat kohesi sosial, kebijakan publik, dan pendidikan sambil mengatasi tantangan modernisasi dan fragmentasi identitas melalui reinterpretasi kontekstual.

Penerapan Ajaran Tri Kaya Parisudha Dalam Upaya Membentuk Karakter Siswa Yang Berbudi Pekerti Luhur Di Sekolah SD Inpres 4 Birobuli

Niluh Suniawati
Abstract: Pembentukan karakter siswa yang berbudi pekerti luhur menjadi salah satu tujuan utama dalam pendidikan, khususnya dalam pendidikan agama Hindu. Ajaran Tri Kaya Parisudha, yang mencakup berpikir yang baik (manacika), berkata… ata yang baik (wacika), dan berbuat yang baik (kayika), memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari siswa di SD Inpres 4 Birobuli serta dampaknya terhadap perkembangan sikap dan perilaku mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha di sekolah dilakukan melalui pembiasaan kegiatan positif, seperti berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, berbicara sopan kepada guru dan teman, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai teladan utama dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan ini kepada siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik langsung. Dengan diterapkannya ajaran Tri Kaya Parisudha secara konsisten, siswa menunjukkan perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka, seperti meningkatnya rasa hormat kepada guru, teman, dan orang tua, serta kesadaran untuk selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa ajaran Tri Kaya Parisudha dapat menjadi landasan yang kuat dalam membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur.

Implementasi Nilai Pawongan Dalam Kegiatan Membuat Canang Untuk Membentuk Karakter Gotong Royong Peserta Didik Kelas VII 8 SMP Satu Atap Negeri 2 Ampibabo

Ni Wayan Suparni
Abstract: Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi… api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan." Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."

Relasi Agama Dan Negara Dalam Bingkai NKRI

Kamdani, Azis, Rizka, Triadi, Restu
Abstract: Penelitian ini membahas hubungan agama dan negara di Indonesia yang mengadopsi model "religious nation-state," di mana Pancasila menjadi dasar negara sekaligus pedoman kehidupan berbangsa. Sebagai negara dengan populasi… Muslim terbesar, Indonesia berhasil menjaga keseimbangan antara nilai-nilai religius dan prinsip konstitusi yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memanfaatkan data primer seperti dokumen resmi dan data sekunder dari literatur akademik untuk menggali dinamika hubungan agama-negara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model relasi agama-negara di Indonesia memungkinkan implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan publik, tanpa mengarah pada dominasi satu agama tertentu. Tantangan yang dihadapi termasuk menguatnya politik identitas berbasis agama, radikalisme, dan pengaruh globalisasi. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan regulasi, pendidikan toleransi, pemberdayaan lembaga keagamaan, penegakan hukum yang adil, dan optimalisasi peran media.Model ini terbukti efektif menjaga harmoni sosial-politik dalam masyarakat yang plural, meskipun memerlukan adaptasi berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi penguatan hubungan agama-negara yang moderat, inklusif, dan menghormati pluralitas, sehingga dapat menjadi contoh bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa.

Studi Kasus Anak Berkebutuhan Khusus: Tunadaksa

Isra Mabel, Anggun Mayang Sari, Nadia Indah Putri, Suryani Fadilla, Jenas Pangestu, Habil Alansyah, Yoga Pernandes, Mesi Engla, Siska Widyawati
Abstract: Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui anak berkebutuhan khusus tunadaksa yang meliputi karakteristik, faktor penyebab, serta faktor penghambat yang dialami tunadaksa. Penyandang tunadaksa merupakan… upakan seseorang yang mengalami kelainan ortopedik (salah satu bentuk berupa gangguan dari fungsi normal pada tulang, otot, dan persendian yang mungkin karena bawaan sejak lahir, penyakit atau kecelakaan), sehingga apabila mau bergerak atau berjalan memerlukan alat bantu. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, peneliti mengumpulkan data dengan turun langsung ke lapangan, kemudian mengamati gejala yang sedang diteliti serta wawancara dengan memberikan pertanyaan kepada narasumber yaitu orang tua/ wali dari ABK tunadaksa, dan pengambilan dokumentasi selama observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan karakteristik yang dialami ABK tunadaksa meliputi 1) fisik tubuh yang kurang sempurna, 2) fungsi anggota gerak tubuh kurang normal, dan 3) adanya gangguan bicara. Dan faktor penyebab tersebut meliputi: 1) bawaan sejak lahir, 2) kelahiran bayi premature, 3) terjadi gangguan/ kecelakaan saat kehamilan ibu, dan 4) nutrisi yang kurang mencukupi. Kemudian faktor penghambat pada proses penyembuhan ABK tersebut yaitu, keadaan ekonomi yang kurang mencukupi, mahalnya biaya pengobatan, dan jauhnya lokasi tempat pengobatan.

Pancasila Sebagai Sumber Inspirasi Etika Sosial: Kajian Pustaka Tentang Nilai-Nilai Dasar Pancasila Dan Implementasinya

Marzuki, Khairini Elzannah Nababan, Tuhafunuha Al Maslum, Muhammad Yusuf Sidabutar
Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui lebih dalam apakah penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan Etika Sosial di Indonesia sudah benarbenar diterapkan oleh masyarakat Indonesia.… . Dan nyatanya seperti yang kita ketahui kekacauan atau konflik antar masyarakat masih banyak dan sering kali terjadi di sekitar kita. Etika sosial adalah seperangkat aturan yang mengatur perilaku dan sikap seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Etika sosial bertujuan agar semua orang merasa nyaman, hidup damai, dan tidak saling bermusuhan. Contoh etika sosial, Datang tepat waktu ke suatu rapat, Berjabat tangan, Menjaga kontak mata saat berbicara, Tidak meludah di depan orang lain, Berbahasa yang baik dan sopan, Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan. salah satu contoh konflik yang sering terjadi di masyarakat adalah rasisme dan diskriminasi. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, untuk menciptakan kehidupan yang rukun diantara perbedaan yang ada, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Pengertian Dan Tujuan Pancasila Sebagai Landasa Hidup Bernegara

Marzuki, Mua’rip Zubaidi Ali Sipahutar, Raihan Nurdiansyah Zulfi, Suci Khairi Adha Nasution, Lisa Dahliana Br Perangin-angin
Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri, dan pentingnya pancasila bagi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif… tatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pancasila sebagai suatu negara maka penulis tertarik untuk menganalisi kembali implementasi pancasila sebagai dasar negara. Dengan demikian, implementasi pancasila sangat penting bagi suatu negara.

Pancasila Sebagai Dasar NKRI

Kamdani, Miftahul Jannah, Nazwa Ramadhani
Abstract: Pancasila, sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merupakan landasan filosofis, ideologis, dan etis yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Kelima sila Pancasila mencerminkan keberagaman budaya, agama,… , dan adat di Indonesia, yang disatukan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran strategis Pancasila dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, serta solusi untuk menjaga relevansinya di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berperan sebagai dasar hukum, panduan etika, dan identitas bangsa, serta memberikan arahan dalam bidang politik, pendidikan, dan sosial-budaya. Namun, tantangan seperti krisis moral, pengaruh globalisasi, dan pragmatisme politik menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan Pancasila, penegakan hukum, dan pengembangan budaya politik yang inklusif untuk memastikan penerapannya yang konsisten. Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas nasional, serta berperan sebagai solusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan RI (UU 1945) Sebagai Perundingan Dalam Bidang Politik

Kamdani, Muliana, Muhammad Riyan Syahputra Nasution
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia memiliki peran strategis dalam sistem ketatanegaraan, khususnya dalam perundingan politik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai pedoman normatif dan etis, nilai-nilai… ai-nilai Pancasila—termasuk musyawarah untuk mufakat, keadilan sosial, dan persatuan—mengarahkan proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik politik di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam pembentukan kebijakan, penyelesaian konflik politik, serta pelaksanaan diplomasi internasional yang mengedepankan dialog dan kerja sama. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan, seperti politik transaksional, kepentingan pragmatis, dan kurangnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan pendidikan politik berbasis Pancasila, penegakan hukum yang tegas, dan penguatan mekanisme musyawarah inklusif.Penelitian ini menegaskan relevansi Pancasila di era modern sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik dan menghadapi tantangan globalisasi, sekaligus mempromosikan prinsip moral dan etika untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Hindu Siswa Kelas VI Semester II SD Negeri Kotaraya Tahun Pelajaran 2023/2024

Putu S. Ekayanti
Abstract: Penelitian ini, bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar Agama Hindu siswa Kelas VI dengan penerapan pendekatan kontekstual SD Negeri Kotaraya tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini, tergolong penelitian tindakan… kelas. Penelitian ini, dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VI SD Negeri Kotaraya yang berjumlah 13 orang terdiri dari 5 orang siswa putri dan 8 orang siswa putra. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Dari analisis data hasil penelitian, Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Hindu siswa. Prestasi belajar Agama Hindu siswa dilihat dari rata-rata kelas di siklus I 69,23 menjadi 83,07 atau terjadi peningkatan sebesar 13,84%. Peningkatan presentase ketuntasan klasikal dari siklus I 53,84% menjadi 100% atau terjadi peningkatan sebesar 46,16%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar Agama Hindu dalam penerapan pendekatan kontekstual pada siswa Kelas VI SD Negeri Kotaraya, tahun pelajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil penelitian ini juga diharapkan kepada guru lain untuk menggunakan pendekatan kontekstual, dalam proses pembelajaran karena pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Agama Hindu dapat meningkatkan prestasi belajar dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional.